Menulis Diary Sebagai Teknik Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Anak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora
https://journal.literasisains.id/index.php/abdisoshum
DOI: 10.55123/abdisoshum.v1i2.550
e-ISSN 2655-9730| p-ISSN 2962-6692
Vol. 1 No. 2 (Juni 2022) 238-242
Received: June 16, 2022 | Accepted: June 17, 2022 | Published: June 30, 2022
Menulis Diary Sebagai Teknik Meningkatkan
Kepercayaan Diri Pada Anak
1,2*
Fadhillah Triayu1, Randa Putra Kasea Sinaga2*
Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera
utara, Medan, Indonesia
Email: , 2*
Abstrak
Memiliki sifat tertutup mempunyai banyak keuntungan seperti mampu menjadi pendengar yang baik, dan
lebih banyak melakukan tindakan daripada berbicara. Tidak hanya semerta-merta mempunyai
keuntungan, sifat tertutup juga memiliki beberapa kerugian seperti sulit untuk diajak berkomunikasi, tidak
memiliki banyak teman, serta susah untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Beberapa kerugian
tersebut dapat menyebabkan seseorang akan mengalami kesepian dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan menimbulkan akibat yang cukup serius. Akibatnya
bisa terjadi secara bertahap yaitu merasa tidak percaya diri dan depresi. Hal ini juga terjadi pada salah
satu anak di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah yang membutuhkan pertolongan untuk dapat meningkatkan
kepercayaan dirinya. Proses pemberian bantuan tersebut dilakukan pada kegiatan mini project PKL 1,
yaitu dengan menggunakan metode casework. Beberapa tahapannya terdiri dari Engagement Intake
Contract, Assessment, Planning, Intervensi, Evaluasi, dan Terminasi. Adapun fokus dari penyelesaian
masalah klien adalah dengan cara menulis diary sebagai strategi yang akan dilakukan untuk klien
mengenal siapa dirinya, serta kelebihan yang ia miliki guna meningkatkan kepercayaan dirinya. Tujuan
strategi ini dinyatakan berhasil dengan perubahan klien yang terjadi secara signifikan termasuk membuka
diri kepada orang-orang terdekatnya.
Kata Kunci: Kepribadian Tertutup, Menulis Diary, Praktik Kerja Lapangan 1
Abstract
Having a closed nature has many adventages such as being able to be a good listener, and doing more
actions than talking. Not only does it have adventages, it also has some disadvantages, such as being
difficult to communicate with, not having many friends, and being difficult to socialize with the
surrounding environment. Some of these losses can cause a person to experience loneliness and withdraw
from the social environment. If this happens continuosly it will have serious consequences. As a result, it
can occur gradually, namely feeling insecure, and depressed. This also happened to one of the children at
the Puteri Aisyiyah Orphanage who needed help to increase her confidence.The process of providing
assistance was carried out in the PKL 1 mini project activity, namely by using the casework method.
Several stages consist of Engagement Intake Contract, Assessment, Planning, Intervention, Evaluation,
and Termination. The focus of solving client problems is by writing a diary as a strategy to be used for
clients to know who they are and their strengths in order to increase their confidence. The purpose of this
strategy was declared successful with significant client changes, including opening up to those closest to
them.
Keywords: Introvert, Writing Diary, Field Practice 1
PENDAHULUAN
Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebuah ajang bagi mahasiswa/i untuk menerapkan teoriteori yang diterima saat proses pembelajaran dibangku kuliah kedalam praktik lapangan secara langsung.
Melalui PKL ini, mahasiswa/i diharapkan mampu menjalani segala proses yang ada dan berkesempatan
untuk mengembangkan cara berfikir, menambah ide ide yang berguna dan menetapkan disiplin, rasa
tanggung jawab, dan sikap profesional sehingga menambah pengalaman dalam persiapan untuk terjun
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0)
238
Fadhillah Triayu, Randa Putra Kasea Sinaga
Vol. 1 No. 2 (2022) 238 – 242
ABDISOSHUM (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora)
langsung ke lapangan. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Fadhilla Triayu (190902033) yaitu salah satu
Mahasiwa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU yang dibimbing oleh supervisor sekolah
yaitu bapak Randa Putra Sinaga S.Sos, M.Kesos dan dosen pengampu mata kuliah Praktikum I yaitu
bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kesos. Dalam kesempatan PKL ini, Fadhilla mengajak salah satu
anak yang ada di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah yang berlokasi di Jl Santun No.17, Sudirejo I, Kec. Medan
Kota, Kota Medan, Sumatera Utara untuk menuliskan catatan tentang kejadian atau peristiwa yang telah
dialami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari agar anak dapat mengenal dirinya sendiri. Kegiatan ini
berlangsung dari tanggal 25 februari sampai 10 juni 2022.
Panti Asuhan Puteri Aisyiyah merupakan salah satu panti asuhan khusus puteri di kota Medan yang
didirikan pada tanggal 1 Januari 1971. Sejak berdirinya pada tahun 1971 panti ini telah banyak mengasuh
anak-anak dengan permasalahan sosial seperti fakir miskin, yatim piatu, dan mu’allaf. Setelah banyak
berbincang dengan ketua panti, dan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan yaitu untuk melakukan
sebuah mini project pada level mikro dengan menggunakan metode casework, akhirnya saya dan kedua
teman saya diperkenankan untuk bisa menjalankan PKL dipanti ini.
Kegiatan selama masa PKL ini diawali dengan proses awal perkenalan, lalu selanjutnya melakukan
pendekatan kepada anak-anak panti satu sama lain serta membangun keakraban dan kekompakan seperti
makan bersama, bermain games, mewarnai, menonton film bersama, dan membuat kerajinan tangan
berupa cincin dari manik-manik. Seperti halnya menurut Smith Dkk (2000) keakraban sebagai ikatan
emosional positif dimana didalamnya termasuk saling memberi pengertian serta dukungan. Keakraban
dilakukan untuk mendapatkan sebuah kedekatan yang bermanfaat dan hubungan yang berkembang
sebagai hasil interaksi melalui komunikasi.
Tujuan dari melakukan pendekatan yaitu agar tercapainya sebuah keakraban yang merupakan salah satu
cara untuk lebih mengenal sebagai wujud terciptanya rasa saling percaya dan keterbukaan diri untuk
saling berbagi informasi tentang perasaan dan pikiran kepada orang lain. Pernyataan ini didukung oleh
Jourard (dalam Sari 2006) tentang keterbukaan diri yang berarti pembicaraan mengenai diri sendiri
kepada orang lain sehingga orang lain mengetahui apa yang dipikirkan, dirasakan, dan diinginkan oleh
seseorang. Dari cara ini saya dapat mengamati kepribadian dan kebiasaan yang dimiliki anak-anak panti
dan menilai apakah mereka butuh pertolongan untuk menyelesaikan permasalahannya.
Dari pengamatan tersebut saya menemukan satu orang anak berinisial DK (nama samaran) berusia 13
tahun yang mempunyai masalah sulit untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya karena sering merasa
tidak percaya diri. Dari awal dilakukan pendekatan, DK memang terlihat sangat berbeda dengan temantemannya y (...truncated)