PEMBUATAN KERTAS DARI LIMBAH KULIT DURIAN DAN AMPAS TEBU DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI NaOH

JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN, Jun 2020

Kertas merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting, hal ini dapat dilihat hampir semua aktivitas sehari-hari membutuhkan banyak kertas, seperti untuk surat kabar, majalah, buku, kemasan, kertas faks, fotokopi dan kertas cetak. Selama ini pembuatan kertas banyak menggunakan selulosa yang berasal dari pohon kayu, untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan baku kayu, maka diperlukan bahan baku alternatif bagi industri kertas tersebut. Salah satu alternatif bahan baku pengganti kayu untuk industri kertas adalah limbah kulit durian dan ampas tebu. Pembuatan kertas dari limbah kulit durian dan ampas tebu dengan variasi konsentrasi NaOH, dengan tujuan untuk memperoleh bahan baku alternatif pengganti kayu . Kulit durian dan ampas tebu dimasak menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 2,5; 3,0 dan 3,5% pada suhu 120 0C selama 90 menit, kemudian dilakukan proses pemutihan dengan H2O2 (Hidrogen peroksida). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar selulosa kertas dari kombinasi kulit durian dan ampas tebu sebesar 80,12%, pada konsentrasi NaOH 3,5 % dengan waktu pemasakan 90 menit dan suhu pemasakan 120 °C.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/KIMIA/article/download/956/1028

PEMBUATAN KERTAS DARI LIMBAH KULIT DURIAN DAN AMPAS TEBU DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI NaOH

Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan Volume IV, Nomor 1, Tahun 2020, Hal 1-11 e-ISSN 2615-3378 PEMBUATAN KERTAS DARI LIMBAH KULIT DURIAN DAN AMPAS TEBU DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI NaOH Cut Masyithah Thaib1, Erdiana Gultom2, Barita Aritonang3 1 Program Studi Famasi, Universitas Sari Mutiara Indonesia Program Studi Kimia, Universitas Sari Mutiara Indonesia Email : ,2 Abstract : Paper is one of the basic needs that is very important, this can be seen that almost all daily activities require a lot of paper, such as for newspapers, magazines, books, packaging, fax paper, photocopying and printing paper. All this time, papermaking uses a lot of cellulose derived from wood trees, to reduce the dependence on the use of wood raw materials, then alternative materials are needed for the paper industry. One alternative raw material to replace wood for the paper industry is durian leather waste and sugarcane bagasse. Making paper from durian leather waste and bagasse with variations in the concentration of NaOH, with the aim of obtaining alternative raw materials to replace wood. Durian peels and bagasse are cooked using a NaOH solution with a concentration of 2.5; 3.0 and 3.5% at 120 0C for 90 minutes, then the bleaching process was carried out with H2O2. Based on the results of the study obtained levels of paper cellulose from a combination of durian skin and bagasse by 80.12%, at a concentration of NaOH 3.5% with a cooking time of 90 minutes and a cooking temperature of 120 ° C. Keywords : Paper, Durian Bark Waste, Sugarcane Bagasse, NaOH Concentration Abstrak : Kertas merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting, hal ini dapat dilihat hampir semua aktivitas sehari-hari membutuhkan banyak kertas, seperti untuk surat kabar, majalah, buku, kemasan, kertas faks, fotokopi dan kertas cetak. Selama ini pembuatan kertas banyak menggunakan selulosa yang berasal dari pohon kayu, untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan baku kayu, maka diperlukan bahan baku alternatif bagi industri kertas tersebut. Salah satu alternatif bahan baku pengganti kayu untuk industri kertas adalah limbah kulit durian dan ampas tebu. Pembuatan kertas dari limbah kulit durian dan ampas tebu dengan variasi konsentrasi NaOH, dengan tujuan untuk memperoleh bahan baku alternatif pengganti kayu . Kulit durian dan ampas tebu dimasak menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 2,5; 3,0 dan 3,5% pada suhu 120 0C selama 90 menit, kemudian dilakukan proses pemutihan dengan H2O2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar selulosa kertas dari kombinasi kulit durian dan ampas tebu sebesar 80,12%, pada konsentrasi NaOH 3,5 % dengan waktu pemasakan 90 menit dan suhu pemasakan 120 °C. Kata Kunci : Kertas, Limbah Kulit Durian, Ampas Tebu, Konsentrasi NaOH 1. PENDAHULUAN Di zaman era globalisasi ini, dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat, membuat kebutuhan akan kertas di Universitas Sari Mutiara Indonesia Indonesia terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya, hal ini sesuai dengan data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2012 jumlah kapasitas produksi kertas sebanyak 4,2 Page | 1 Cut Masyithah, Erdiana Gultom, Barita Aritonang juta ton/tahun, pada tahun 2013 meningkat menjadi 12,8 juta ton/tahun, tahun 2017 meningkat menjadi 17,4 juta ton/tahun dan diperkirakan pada tahun 2020 kapasitas produksi kertas meningkat menjadi 20,4 juta ton. Indonesia memiliki potensi menjadi negara produsen pulp dan kertas terbesar dunia karena memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki negara lain, diantaranya, lahan yang luas serta sumberdaya alam yang berlimpah dengan luas hutan sebanyak 135 juta hektar sehingga membuat Indonesia berada di posisi 9 dunia dalam hal produksi kertas dibawah Amerika, Tiongkok dan Brazil. Luasnya hutan menjadikan produksi kertas nasional di Indonesia mencapai 12,98 juta ton pada 2013 dan mencapai 13,40 juta ton pada 2014 (Kemenprin, 2016). Kertas merupakan kebutuhan yang sangat penting hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua aktivitas selalu membutuhkan banyak kertas, seperti kertas pembungkus kado, kertas pembungkus makanan, kertas untuk surat kabar, kertas untuk majalah, kertas untuk tissue, kertas buku tulis, dan lain sebagainya (Aritonang, Ritonga, and Sinaga 2019). Pada umumnya bahan baku utama dalam pembuatan kertas adalah selulosa. Selama ini dalam pembuatan kertas banyak menggunakan selulosa yang berasal dari kayu. Senyawa kimia dari dinding sel kayu banyak mengandung selulosa, lignin dan hemiselulosa. Kayu dijadikan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan kertas dikarenakan kayu banyak mengandung selulosaberkisar 41-60%, hemiselulosa 24%, dan lignin 27,8%(Fatimah 2013). Menurut Yuniarti (2008), dalam proses pembuatan pulp dan kertas dibutuhkan 670 juta ton kayu, untuk menghasilkan 178 juta ton pulp, 278 juta ton kertas dan karton. Untuk menghasilkan 1 ton pulp (bubur kertas) sebagai bahan baku pembuatan kertas diperlukan 4,6 m3 kayu bulat. Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan Jika pada tahun 2007 Indonesia dapat memproduksi pulpsebesar 6.282.330 ton/tahun, maka diperlukan 28.898.718 m3kayu bulat untuk memenuhi kebutuhan kertas. Satu hektar hutan tanaman industri (acacia) dapat menghasilkan lebih kurang 160 m3, sehingga dibutuhkan kurang lebih 180.616 hektar wilayah hutan untuk memenuhi produksi kertas.Diperkirakan 70 persen kebutuhan bahan baku pembuatan kertas berasal dari hutan alam. Semakin meningkatnya kebutuhan kapasitas produksi pulp dan kertas maka semakin banyak pula penebangan pohon kayu secara liar melalui praktik-praktik ilegal dengan mengeksploitasi hutan alam, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Penebangan kayu di hutan melalui praktik-praktik ilegal yang semakin marak, mengakibatkan dampak buruk bagi kelestarian sumber daya hutan serta makhluk hidup lainnya di bumi ini seperti banjir, tanah longsor, pencemaran air dan udara, pemanasan global(globlal warming),serta semakin menipisnya cadangan kayu dan luas hutan di Indonesia (Biro, 2001, Deperindag dan APKI, 2001, Barr, 2001). Untuk mengatasi masalah ini peneliti mencoba untuk mencari alternatif penggunaan kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas, diperlukan suatu bahan baku terbarukan yang mampu menggantikan peran kayu dalam pembuatan kertas, sehingga dapat meminimalisir penebangan hutan secara liar melalui praktik-praktik ilegal dan membantu mengurangi terjadinya efek pemanasan global(globlal warming). Salah satu alternatif bahan bakuutama pengganti kayu untuk pembuatan kertas adalah limbah kulit durian dan ampas tebu. Selama ini limbah kulit durian dan ampas tebu dibuang tanpa dimanfaatkan, karena sifatnya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu sampah limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Page | 2 Cut Masyithah, Erdiana Gultom, Barita Aritonang Timbunan sampah limbah kulit durian dan ampas tebu dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit, gangguan pernafasan ser (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/KIMIA/article/download/956/1028
Article home page: https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/KIMIA/article/view/956/1028

Thaib Cut Masyitah, Gultom Erdiana, Barita Aritonang. PEMBUATAN KERTAS DARI LIMBAH KULIT DURIAN DAN AMPAS TEBU DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI NaOH, JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN, 2020, pp. 1-11,