PEMBUATAN KERTAS DARI LIMBAH KULIT DURIAN DAN AMPAS TEBU DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI NaOH
Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan
Volume IV, Nomor 1, Tahun 2020, Hal 1-11
e-ISSN 2615-3378
PEMBUATAN KERTAS DARI LIMBAH KULIT DURIAN
DAN AMPAS TEBU DENGAN PERBEDAAN
KONSENTRASI NaOH
Cut Masyithah Thaib1, Erdiana Gultom2, Barita Aritonang3
1
Program Studi Famasi, Universitas Sari Mutiara Indonesia
Program Studi Kimia, Universitas Sari Mutiara Indonesia
Email :
,2
Abstract : Paper is one of the basic needs that is very important, this can be seen that
almost all daily activities require a lot of paper, such as for newspapers, magazines,
books, packaging, fax paper, photocopying and printing paper. All this time,
papermaking uses a lot of cellulose derived from wood trees, to reduce the dependence on
the use of wood raw materials, then alternative materials are needed for the paper
industry. One alternative raw material to replace wood for the paper industry is durian
leather waste and sugarcane bagasse. Making paper from durian leather waste and
bagasse with variations in the concentration of NaOH, with the aim of obtaining
alternative raw materials to replace wood. Durian peels and bagasse are cooked using a
NaOH solution with a concentration of 2.5; 3.0 and 3.5% at 120 0C for 90 minutes, then
the bleaching process was carried out with H2O2. Based on the results of the study
obtained levels of paper cellulose from a combination of durian skin and bagasse by
80.12%, at a concentration of NaOH 3.5% with a cooking time of 90 minutes and a
cooking temperature of 120 ° C.
Keywords : Paper, Durian Bark Waste, Sugarcane Bagasse, NaOH Concentration
Abstrak : Kertas merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting, hal ini
dapat dilihat hampir semua aktivitas sehari-hari membutuhkan banyak kertas, seperti
untuk surat kabar, majalah, buku, kemasan, kertas faks, fotokopi dan kertas cetak. Selama
ini pembuatan kertas banyak menggunakan selulosa yang berasal dari pohon kayu, untuk
mengurangi ketergantungan penggunaan bahan baku kayu, maka diperlukan bahan baku
alternatif bagi industri kertas tersebut. Salah satu alternatif bahan baku pengganti kayu
untuk industri kertas adalah limbah kulit durian dan ampas tebu. Pembuatan kertas dari
limbah kulit durian dan ampas tebu dengan variasi konsentrasi NaOH, dengan tujuan
untuk memperoleh bahan baku alternatif pengganti kayu . Kulit durian dan ampas tebu
dimasak menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 2,5; 3,0 dan 3,5% pada suhu
120 0C selama 90 menit, kemudian dilakukan proses pemutihan dengan H2O2.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar selulosa kertas dari kombinasi kulit durian
dan ampas tebu sebesar 80,12%, pada konsentrasi NaOH 3,5 % dengan waktu pemasakan
90 menit dan suhu pemasakan 120 °C.
Kata Kunci : Kertas, Limbah Kulit Durian, Ampas Tebu, Konsentrasi NaOH
1. PENDAHULUAN
Di zaman era globalisasi ini, dengan
perkembangan IPTEK yang sangat pesat,
membuat kebutuhan akan kertas di
Universitas Sari Mutiara Indonesia
Indonesia
terus
menunjukkan
peningkatan setiap tahunnya, hal ini
sesuai dengan data dari Kementerian
Perindustrian, pada tahun 2012 jumlah
kapasitas produksi kertas sebanyak 4,2
Page | 1
Cut Masyithah, Erdiana Gultom, Barita Aritonang
juta ton/tahun, pada tahun 2013
meningkat menjadi 12,8 juta ton/tahun,
tahun 2017 meningkat menjadi 17,4 juta
ton/tahun dan diperkirakan pada tahun
2020
kapasitas
produksi
kertas
meningkat menjadi 20,4 juta ton.
Indonesia memiliki potensi menjadi
negara produsen pulp dan kertas terbesar
dunia karena memiliki sejumlah
keunggulan yang tidak dimiliki negara
lain, diantaranya, lahan yang luas serta
sumberdaya alam yang berlimpah
dengan luas hutan sebanyak 135 juta
hektar sehingga membuat Indonesia
berada di posisi 9 dunia dalam hal
produksi kertas dibawah Amerika,
Tiongkok dan Brazil. Luasnya hutan
menjadikan produksi kertas nasional di
Indonesia mencapai 12,98 juta ton pada
2013 dan mencapai 13,40 juta ton pada
2014 (Kemenprin, 2016).
Kertas merupakan kebutuhan yang
sangat penting hal ini dapat dilihat dalam
kehidupan sehari-hari, hampir semua
aktivitas selalu membutuhkan banyak
kertas, seperti kertas pembungkus kado,
kertas pembungkus makanan, kertas
untuk surat kabar, kertas untuk majalah,
kertas untuk tissue, kertas buku tulis, dan
lain sebagainya (Aritonang, Ritonga, and
Sinaga 2019).
Pada umumnya bahan baku utama dalam
pembuatan kertas adalah selulosa.
Selama ini dalam pembuatan kertas
banyak menggunakan selulosa yang
berasal dari kayu. Senyawa kimia dari
dinding sel kayu banyak mengandung
selulosa, lignin dan hemiselulosa. Kayu
dijadikan sebagai bahan baku utama
dalam pembuatan kertas dikarenakan
kayu
banyak
mengandung
selulosaberkisar 41-60%, hemiselulosa
24%, dan lignin 27,8%(Fatimah 2013).
Menurut Yuniarti (2008), dalam proses
pembuatan pulp dan kertas dibutuhkan
670 juta ton kayu, untuk menghasilkan
178 juta ton pulp, 278 juta ton kertas dan
karton. Untuk menghasilkan 1 ton pulp
(bubur kertas) sebagai bahan baku
pembuatan kertas diperlukan 4,6 m3
kayu bulat.
Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan
Jika pada tahun 2007 Indonesia dapat
memproduksi pulpsebesar 6.282.330
ton/tahun, maka diperlukan 28.898.718
m3kayu bulat untuk
memenuhi
kebutuhan kertas. Satu hektar hutan
tanaman
industri
(acacia)
dapat
menghasilkan lebih kurang 160 m3,
sehingga dibutuhkan kurang lebih
180.616 hektar wilayah hutan untuk
memenuhi produksi kertas.Diperkirakan
70 persen kebutuhan bahan baku
pembuatan kertas berasal dari hutan
alam.
Semakin
meningkatnya
kebutuhan
kapasitas produksi pulp dan kertas maka
semakin banyak pula penebangan pohon
kayu secara liar melalui praktik-praktik
ilegal dengan mengeksploitasi hutan
alam, sehingga dapat mengakibatkan
kerusakan lingkungan.
Penebangan kayu di hutan melalui
praktik-praktik ilegal yang semakin
marak, mengakibatkan dampak buruk
bagi kelestarian sumber daya hutan serta
makhluk hidup lainnya di bumi ini
seperti banjir, tanah longsor, pencemaran
air dan udara, pemanasan global(globlal
warming),serta semakin menipisnya
cadangan kayu dan luas hutan di
Indonesia (Biro, 2001, Deperindag dan
APKI, 2001, Barr, 2001).
Untuk mengatasi masalah ini peneliti
mencoba untuk mencari alternatif
penggunaan kayu sebagai bahan baku
pembuatan kertas, diperlukan suatu
bahan baku terbarukan yang mampu
menggantikan peran kayu dalam
pembuatan kertas, sehingga dapat
meminimalisir penebangan hutan secara
liar melalui praktik-praktik ilegal dan
membantu mengurangi terjadinya efek
pemanasan global(globlal warming).
Salah satu alternatif bahan bakuutama
pengganti kayu untuk pembuatan kertas
adalah limbah kulit durian dan ampas
tebu. Selama ini limbah kulit durian dan
ampas tebu dibuang tanpa dimanfaatkan,
karena sifatnya yang sukar terurai
sehingga berpotensi menjadi salah satu
sampah limbah hayati yang dapat
menyebabkan pencemaran lingkungan.
Page | 2
Cut Masyithah, Erdiana Gultom, Barita Aritonang
Timbunan sampah limbah kulit durian
dan ampas tebu dapat menyebabkan
berbagai permasalahan seperti berbagai
penyakit menular maupun penyakit kulit,
gangguan pernafasan ser (...truncated)