Uji Sifat Fisik dan Kimia Pulp dari Pelepah dan Tandan Kosong Kelapa sawit
Jurnal Sains dan Ilmu Terapan, Vol.5 No.1, 2022, ISSN : 2621-766X
Uji Fisik Dan Kimia Pulp Dari Pelepah Dan Tandan
Kosong Kelapa Sawit
Razita Hariani1, Hanifah Khairiah2
1,2
Teknik Pengolahan Sawit Politeknik Kampar
Jln. Tengku Muhammad KM 2 Bangkinang Indonesia
1
2
Intisari— Pelepah dan tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah organik utama yang banyak dihasilkan dari aktifitas
pemangkasan di perkebunan sawit. Kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin pada pelepah kelapa sawit memiliki potensi yang
tinggi untuk dijadikan produk yang bernilah tambah. Salah satunya adalah sebagai bahan baku pengganti kayu untuk membuat
pulp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan kimia pulp yang terbuat dari pelepah dan tandan kosong
kelapa sawit (TKKS). Variabel pada penelitian ini yaitu perbandingan pelepah dan TKKS yaitu 20:40 ; 30:30 dan 40:20. Penelitian
ini dilakukan dengan mendelignifikasi pelepah dan TKKS dengan NaOH 9%, serta proses bleaching dengan CaClO2 0,005 M.
Dilakukan perhitungan rendemen pulp yang dihasilkan, dilanjutkan pengujian pada beberapa parameter yaitu kadar lignin, kadar
air, kadar abu dan bilangan Kappa. Hasil penelitian menunjukkan rasio terbaik 40 : 20 dimana rendemen pulp sebesar 45,88%,
kadar lignin 2,38%, bilangan Kappa 0,31%, kadar air 10,18% dan kadar abu 3,39%. Dari hasil nilai rendemen kualitas pulp yang
dihasilkan masuk dalam kategori low yield dimana pulp high yield berkisar 49-53% sedangkan kadar lignin jauh dibawah batas
maksimum yaitu 25%.
Kata kunci— Pulp, pelepah kelapa sawit, TKKS, delignifikasi, bleaching.
Abstract— Oil palm fronds and empty fruit bunches are the main organic wastes that are mostly produced from pruning activities in
oil palm plantations. The content of cellulose, hemicellulose and lignin in the oil palm fronds has a high potential to be used as a
product with added value. One of them is as a substitute for wood to make pulp. The purpose of this study was to determine the
physical and chemical properties of pulp made from the midrib and empty fruit bunches of oil palm (EFB). The variables in this
study were the ratio of midrib and EFB, namely 20:40; 30:30 and 40:20. This research was conducted by delignifying the fronds and
EFB with 9% NaOH, as well as the bleaching process with 0.005 M CaClO2. Pulp analysis pulp yield, lignin content, moisture
content, ash content and Kappa number. The results showed best ratio of 40: 20 where the pulp yield was 45.88%, lignin content was
2.38%, Kappa number was 0.31%, water content was 10.18% and ash content was 3.39%. The result show the yield is low yield
categories. The high yield is between 49-53%. The lignin content is far below the maximum which is 25%.
Keywords— Pulp,oil palm midrib, empty fruit bunch, delignification, bleaching
I. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sawit. Produksi
minyak sawit Indonesia sebesar 33 juta ton yang menempati
peringkat pertama di dunia. Luas perkebunan sawit pada tahun 2018
diperkirakan mencapai 14 juta ha. Riau merupakan provinsi dengan
areal kelapa sawit terluas yaitu 2,4 juta ha (Dirjen Perkebunan, 2018).
Lahan sawit yang luas akan menghasilkan limbah perkebunan yang
cukup banyak, diantaranya pelepah dan tandan kosong kelapa sawit
(TKKS). Pada saat panen, 1-2 helai pelepah dipotong dengan tujuan
memperlancar penyerbukan dan mempermudah panen berikutnya.
Jumlah pelepah yang dipotong dapat mencapai 40-50
pelepah/pohon/tahun dengan berat pelepah sebesar 4,5 kg (Kiston
dkk,2008). Selama ini pemanfaatan pelepah masih bersifat terbatas,
ditinjau dari sisi aplikasi dan nilai ekonominya. Oleh karena itu
diperlukan alternatif lain sehingga nantinya akan dihasilkan produk
yang bernilai ekonomi dan mempunyai beragam aplikasi, salah
satunya dengan pembuatan pulp dari pelepah dan tandan kosong
kelapa sawit.
Pelepah kelapa sawit mengandung selulosa 40,96 % (Mulyani dan
Sofyana, 2007). Sedangkan tandan kosong mengandung 45,95 %
selulosa (Damoko, 1992). Kadar selulosa yang cukup tinggi tersebut
merupakan suatu potensi bahwa pelepah dan tandan kosong kelapa
26
sawit dapat diolah lebih lanjut menjadi suatu produk yang lebih
bernilai ekonomi tinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan
rendemen pulp yang dihasilkan dari pelepah dan tandan kosong
kelapa sawit (TKKS). Pengujian berupa sifat fisik dan kimia pulp
dengan menggunakan variabel rasio 20:40, 30:30, dan 40:20.
Pelepah sawit merupakan sumber bahan selulosa yang sangat
potensial. Selama ini pelepah sawit belum banyak dimanfaatkan
menjadi produk yang memiliki nilai guna. Biasanya hanya
dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pupuk organik dan kompos
(Hidayanto, 2013). Komponen kimia pelepah sawit adalah sebagai
berikut :
Tabel I
KOMPOSISI KIMIA PELEPAH SAWIT
Komposisi (% b)
Selulosa
Hemiselulosa
Lignin
Air
Abu
40,96
20,69
18,9
10,1
9,7
Pulp adalah bahan berserat yang merupakan produk antara dalam
pembuatan kertas dan karton. Bahan baku untuk pulp adalah bahan
berselulosa seperti kayu dan non kayu. Selulosa merupakan
komponen utama penyusun dinding sel tanaman. Kandungan selulosa
Jurnal Sains dan Ilmu Terapan, Vol.5 No.1, 2022, ISSN : 2621-766X
pada dinding sel tanaman tingkat tinggi sekitar 35-50% dari berat
kering tanaman (Saha, 2004). Tujuan utama pembuatan pulp adalah
untuk melepaskan serat-serat dengan cara kimia, mekanis atau
kombinasi antara kimia dan mekanis. Pulp yang dihasilkan dari
setiap proses pembuatan memiliki karakteristik berbeda, sehingga
jenis proses pembuatan pulp tergantung pada spesifikasi serat bahan
baku dan produk yang diinginkan.
kedalam wadah yang berisikan sampel. Campuran sampel tersebut
dipanaskan dalam autoklaf pada suhu 121ºC selama 1 jam. Setelah
proses pemasakan, sampel didinginkan sekitar 30 menit, lalu bilas
dengan aquades untuk menghilangkan bau dan sisa larutan pemasak
(NaOH), kemudian direndam lagi dengan air kaporit atau kalsium
hipoklorit Ca( ClO)2 0,05 M selama 24 jam. Dibilas kering,
kemudian ditimbang. Pembuatan pulp diberikan pada Gambar 2.
II. METODOLOGI PENELITIAN
A. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, neraca analitik,
autoclave, oven, desikator, magnetik stirrer, hotplate, buret asam,
Erlenmeyer, gelas kimia, labu ukur, pipet volume, pipet skala, pipet
tetes, thermometer, cawan penguap, kaca arloji, corong, plat kaca,
statif dan klem, gunting spatula, bulp, batang pengaduk, ketel besi.
B. Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu asam sulfat
(H2SO4) 4,0 N dan 72%, aluminium foil, amilum, natrium hidroksida
(NaOH) 9%, aquadest (H2O), kalsium hipoklorit Ca(ClO)2 0,05 M,
kalium permanangat (KMnO4) 0,1 N, larutan kalium iodide (KI) 1,0
N, natrium thiosulfat (Na2S2O3) 0,05 M dan 0,2 N dan sampel
kering pelepah kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit(TKKS).
C. Prosedur cara kerja
1)
Pembuatan serbuk pelepah dan tandan kosong kelapa sawit
(TKKS)
Sampel tandan kosong kelapa sawit dan pelepah kelapa sawit
dibersihkan,lalu dipotong kecil –kecil ± (...truncated)