KLAUSA BAHASA SIANG

MABASAN, Jan 2019

Penelitian ini adalah penelitian tentang klausa bahasa Siang. Untuk itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena metode dan teknik penelitian ini mencerminkan kenyataan berdasarkan fakta-fakta (fact findings) yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Dengan demikian, hasil penelitian ini berusaha menggambarkan secara objektif dan tepat aspek klausa bahasa Siang sesuai dengan kondisi bahasa Siang saat ini, khususnya mengenai ciri, tipe, dan pola, serta hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Siang. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kategori frasa pengisi predikatnya penamaan klausa bahasa Siang pada umumnya adalah a) klausa nominal, b) klausa verbal, c) klausa adjektival, d) klausa preposisional, e) klausa numeralia, dan f) klausa pronominal. Sementara itu, klausa adverbial tidak dapat mengisi fungsi predikat. Klausa bebas dalam bahasa Siang predikatnya dapat diisi oleh frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektival, frasa preposisional, dan frasa numeralia. Ciri khas klausa bebas adalah memiliki potensi untuk berdiri sendiri sebagai kalimat bebas. Sementara itu, klausa terikatdalam bahasa Siang terdapat pada kalimat kompleks yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Dalam hal ini, hubungan antara klausa yang satu dengan yang lain dalam kalimat kompleks dapat berupa hubungan subordinatif atau hubungan koordinatif.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://mabasan.kemdikbud.go.id/index.php/MABASAN/article/download/154/124

KLAUSA BAHASA SIANG

KLAUSA BAHASA SIANG (SIANG LANGUAGE CLAUSE) Elisten Parulian Sigiro Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Jalan Tingang Km 3,5, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia Pos-el: Diterima: 24 Februari 2015; Direvisi: ... Disetujui: ... Abstract This research is about a clause of Siang language. The method applied in this research is descriptive qualitative method as the method and technique of this research reflect the reality based on the facts on the field. Therefore, the results of this research try to describe objectively and precisely aspects of Siang language clause in accordance with the conditions of Siang language today, particularly regarding the characteristics, types, patterns, and relationships in complex sentences in clauses Siang language. The results of this study indicate that the phrase categories of filler predicate clause in naming Siang language in general is a) the nominal clause, b) verbal clause, c) adjectival clause, d) prepositional clauses, e) numeral clause, and f) pronouns clause. Meanwhile, adverbial clause can not fill the predicate function. Free clause in Siang language predicate can be filled by a noun phrases, verbal phrases, adjectival phrases, prepositional phrases, and numeral phrases. Characteristic of free clause is that it has the potential to stand alone as a free sentence. Meanwhile, bound clause in Siang language containing in a complex sentence consisting of two clauses or more. In this case, the relationship between the clauses one another in complex sentences can be a subordinate relationship or coordinative relations. Keywords: Siang language, clause, sentence compound Abstrak Penelitian ini adalah penelitian tentang klausa bahasa Siang. Untuk itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena metode dan teknik penelitian ini mencerminkan kenyataan berdasarkan fakta-fakta (fact findings) yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Dengan demikian, hasil penelitian ini berusaha menggambarkan secara objektif dan tepat aspek klausa bahasa Siang sesuai dengan kondisi bahasa Siang saat ini, khususnya mengenai ciri, tipe, dan pola, serta hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Siang. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kategori frasa pengisi predikatnya penamaan klausa bahasa Siang pada umumnya adalah a) klausa nominal, b) klausa verbal, c) klausa adjektival, d) klausa preposisional, e) klausa numeralia, dan f) klausa pronominal. Sementara itu, klausa adverbial tidak dapat mengisi fungsi predikat. Klausa bebas dalam bahasa Siang predikatnya dapat diisi oleh frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektival, frasa preposisional, dan frasa numeralia. Ciri khas klausa bebas adalah memiliki potensi untuk berdiri sendiri sebagai kalimat bebas. Sementara itu, klausa terikatdalam bahasa Siang terdapat pada kalimat kompleks yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Dalam hal ini, hubungan antara klausa yang satu dengan yang lain dalam kalimat kompleks dapat berupa hubungan subordinatif atau hubungan koordinatif. Kata kunci: bahasa Siang, klausa, kalimat majemuk 29 30|Mabasan, Vol. 9 No.1, Januari—Juni 2015: 29—42 1. Pendahuluan Bahasa Siang merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil penelitian tentang struktur bahasa Siang yang dilakukan oleh Santoso dkk. (1996), bahasa ini dipakai oleh penuturnya di Kecamatan Permata Intan, Kecamatan Sumber Barito dan beberapa desa di Kecamatan Murung dan Kecamatan Laung Tuhup. Wilayah itu semua termasuk Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga saat ini bahasa Siang masih dipakai secara aktif oleh pemiliknya, terutama dalam situasi yang tidak resmi. Dalam situasi resmi, bahasa Siang dipakai dalam rapat-rapat desa atau pertemuan adat yang dihadiri oleh penduduk Siang. Di samping itu, bahasa Siang juga dipakai dalam tradisi sastra lisan, misalnya nyanyian-nyanyian rakyat atau cerita-cerita rakyat. Dalam hubungannya dengan pengajaran, bahasa Siang juga dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar. Penggunaan bahasa Siang di sekolah dasar ini dari kelas satu dan berlangsung sampai murid-murid mampu menggunakan bahasa keduanya, yaitu bahasa Indonesia. Situasi kebahasaan bahasa Siang memperlihatkan adanya pengaruh bahasabahasa daerah lain terhadap bahasa Siang. Pengaruh yang paling besar adalah dari bahasa Dayak Ngaju dan bahasa Maanyan yang mempunyai jumlah penutur lebih banyak dibandingkan bahasa Siang. Pengaruh dari bahasa lain itu didukung oleh sifat terbuka penutur bahasa Siang terhadap orang atau informasi dari luar, dan mobilitas penduduk Siang yang suka pergi ke luar daerah. Melihat pengaruh bahasa lain yang amat kuat inidan jumlah penutur bahasa Siang yang relatif sedikit, dikhawatirkan bahwa lama kelamaan bahasa Siang akan punah jika tidak dipelihara. Oleh karena itu, pemeliharaan terhadap bahasa Siang amat diperlukan. Penelitian ini di samping sebagai langkah pendokumentasian terhadap bahasa Siang, juga diharapkan dapat mendukung usaha pemeliharaan itu. Penelitian bahasa Siang yang pernah dilakukan oleh Santoso dkk. (1996) memerikan struktur bahasa Siang. Penelitian yang kedua, Morfologi Bahasa Siang yang dilakukan oleh Admodjo dkk. (1996) memerikan morfologi bahasa Siang. Penelitian ketiga, Fonologi Bahasa Siang dilakukan oleh Admodjo dkk. (1998) memerikan fonologi bahasa Siang. Dengan demikian, penelitian Sintaksis Bahasa Siang ini merupakan penelitian lanjutan yang akan memerikan klausa bahasa Siang. Penelitian ini di samping sebagai langkah pendokumentasian dan pemeliharaan bahasa Siang juga diharapkan bermanfaat untuk pengajaran bahasa daerah maupun pengajaran bahasa Indonesia dan dapat dijadikan sebagai alat pewarisan budaya secara tertulis sekaligus pemerkaya khasanah budaya bangsa. Masalah bahasa yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem klausa bahasa Siang. Masalah-masalah tersebut dapat dirumuskan, sebagai berikut. Pertama, bagaimana ciri, tipe, dan pola struktur klausa bahasa Siang? Kedua, bagaimana hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Siang? Penelitian ini secara umum bertujuan mengumpulkan data, mengolah, dan mendeskripsikan secara mendalam dan terperinci mengenai sistem sintaksis bahasa Siang. Secara rinci tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) ciri, tipe dan pola struktur klausa bahasa Siang, dan 2) hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Siang. 2. Kerangka Teori Klausa ialah satuan gramatikal berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat, dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat Klausa Bahasa Siang (Elisten Parulian Sigiro)| (Kridalaksana dkk., 2001:208). Sementara itu, Chaer (2007:233) menyatakan bahwa klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif. Artinya, di dalam konstruksi itu ada komponen, berupa kata atau frase, yang berfungsi sebagai predikat; dan yang lain berfungsi sebagai subjek, seba (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://mabasan.kemdikbud.go.id/index.php/MABASAN/article/download/154/124
Article home page: http://mabasan.kemdikbud.go.id/index.php/MABASAN/article/view/154/124

Sigiro Alisten Parulian. KLAUSA BAHASA SIANG, MABASAN, 2019, pp. 29--42,