KLAUSA BAHASA SIANG
KLAUSA BAHASA SIANG
(SIANG LANGUAGE CLAUSE)
Elisten Parulian Sigiro
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah
Jalan Tingang Km 3,5, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia
Pos-el:
Diterima: 24 Februari 2015; Direvisi: ... Disetujui: ...
Abstract
This research is about a clause of Siang language. The method applied in this research is
descriptive qualitative method as the method and technique of this research reflect the reality based
on the facts on the field. Therefore, the results of this research try to describe objectively and
precisely aspects of Siang language clause in accordance with the conditions of Siang language
today, particularly regarding the characteristics, types, patterns, and relationships in complex
sentences in clauses Siang language. The results of this study indicate that the phrase categories of
filler predicate clause in naming Siang language in general is a) the nominal clause, b) verbal clause,
c) adjectival clause, d) prepositional clauses, e) numeral clause, and f) pronouns clause. Meanwhile,
adverbial clause can not fill the predicate function. Free clause in Siang language predicate can be
filled by a noun phrases, verbal phrases, adjectival phrases, prepositional phrases, and numeral
phrases. Characteristic of free clause is that it has the potential to stand alone as a free sentence.
Meanwhile, bound clause in Siang language containing in a complex sentence consisting of two
clauses or more. In this case, the relationship between the clauses one another in complex sentences
can be a subordinate relationship or coordinative relations.
Keywords: Siang language, clause, sentence compound
Abstrak
Penelitian ini adalah penelitian tentang klausa bahasa Siang. Untuk itu, metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena metode dan teknik penelitian ini
mencerminkan kenyataan berdasarkan fakta-fakta (fact findings) yang ada di lapangan sebagaimana
adanya. Dengan demikian, hasil penelitian ini berusaha menggambarkan secara objektif dan tepat
aspek klausa bahasa Siang sesuai dengan kondisi bahasa Siang saat ini, khususnya mengenai ciri, tipe,
dan pola, serta hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Siang. Adapun hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa berdasarkan kategori frasa pengisi predikatnya penamaan klausa bahasa
Siang pada umumnya adalah a) klausa nominal, b) klausa verbal, c) klausa adjektival, d) klausa
preposisional, e) klausa numeralia, dan f) klausa pronominal. Sementara itu, klausa adverbial tidak
dapat mengisi fungsi predikat. Klausa bebas dalam bahasa Siang predikatnya dapat diisi oleh frasa
nominal, frasa verbal, frasa adjektival, frasa preposisional, dan frasa numeralia. Ciri khas klausa
bebas adalah memiliki potensi untuk berdiri sendiri sebagai kalimat bebas. Sementara itu, klausa
terikatdalam bahasa Siang terdapat pada kalimat kompleks yang terdiri dari dua klausa atau lebih.
Dalam hal ini, hubungan antara klausa yang satu dengan yang lain dalam kalimat kompleks dapat
berupa hubungan subordinatif atau hubungan koordinatif.
Kata kunci: bahasa Siang, klausa, kalimat majemuk
29
30|Mabasan, Vol. 9 No.1, Januari—Juni 2015: 29—42
1. Pendahuluan
Bahasa Siang merupakan salah satu
bahasa daerah yang ada di Kalimantan
Tengah. Berdasarkan hasil penelitian tentang
struktur bahasa Siang yang dilakukan oleh
Santoso dkk. (1996), bahasa ini dipakai oleh
penuturnya di Kecamatan Permata Intan,
Kecamatan Sumber Barito dan beberapa
desa di Kecamatan Murung dan Kecamatan
Laung Tuhup. Wilayah itu semua termasuk
Kabupaten
Barito
Utara,
Provinsi
Kalimantan Tengah. Hingga saat ini bahasa
Siang masih dipakai secara aktif oleh
pemiliknya, terutama dalam situasi yang
tidak resmi. Dalam situasi resmi, bahasa
Siang dipakai dalam rapat-rapat desa atau
pertemuan adat yang dihadiri oleh penduduk
Siang. Di samping itu, bahasa Siang juga
dipakai dalam tradisi sastra lisan, misalnya
nyanyian-nyanyian rakyat atau cerita-cerita
rakyat. Dalam hubungannya dengan
pengajaran, bahasa Siang juga dipakai
sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar.
Penggunaan bahasa Siang di sekolah dasar
ini dari kelas satu dan berlangsung sampai
murid-murid mampu menggunakan bahasa
keduanya, yaitu bahasa Indonesia.
Situasi kebahasaan bahasa Siang
memperlihatkan adanya pengaruh bahasabahasa daerah lain terhadap bahasa Siang.
Pengaruh yang paling besar adalah dari
bahasa Dayak Ngaju dan bahasa Maanyan
yang mempunyai jumlah penutur lebih
banyak dibandingkan bahasa Siang.
Pengaruh dari bahasa lain itu didukung oleh
sifat terbuka penutur bahasa Siang terhadap
orang atau informasi dari luar, dan mobilitas
penduduk Siang yang suka pergi ke luar
daerah. Melihat pengaruh bahasa lain yang
amat kuat inidan jumlah penutur bahasa
Siang yang relatif sedikit, dikhawatirkan
bahwa lama kelamaan bahasa Siang akan
punah jika tidak dipelihara. Oleh karena itu,
pemeliharaan terhadap bahasa Siang amat
diperlukan. Penelitian ini di samping sebagai
langkah pendokumentasian terhadap bahasa
Siang, juga diharapkan dapat mendukung
usaha pemeliharaan itu.
Penelitian bahasa Siang yang pernah
dilakukan oleh Santoso dkk. (1996)
memerikan struktur bahasa Siang. Penelitian
yang kedua, Morfologi Bahasa Siang yang
dilakukan oleh Admodjo dkk. (1996)
memerikan morfologi bahasa Siang.
Penelitian ketiga, Fonologi Bahasa Siang
dilakukan oleh Admodjo dkk. (1998)
memerikan fonologi bahasa Siang. Dengan
demikian, penelitian Sintaksis Bahasa Siang
ini merupakan penelitian lanjutan yang akan
memerikan klausa bahasa Siang. Penelitian
ini
di
samping
sebagai
langkah
pendokumentasian dan pemeliharaan bahasa
Siang juga diharapkan bermanfaat untuk
pengajaran
bahasa
daerah
maupun
pengajaran bahasa Indonesia dan dapat
dijadikan sebagai alat pewarisan budaya
secara
tertulis
sekaligus
pemerkaya
khasanah budaya bangsa.
Masalah bahasa yang akan dibahas
dalam penelitian ini adalah masalah-masalah
yang berkaitan dengan sistem klausa bahasa
Siang. Masalah-masalah tersebut dapat
dirumuskan, sebagai berikut. Pertama,
bagaimana ciri, tipe, dan pola struktur klausa
bahasa Siang? Kedua, bagaimana hubungan
antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa
Siang?
Penelitian ini secara umum bertujuan
mengumpulkan data, mengolah, dan
mendeskripsikan secara mendalam dan
terperinci mengenai sistem sintaksis bahasa
Siang. Secara rinci tujuan penelitian ini
untuk mendeskripsikan 1) ciri, tipe dan pola
struktur klausa bahasa Siang, dan 2)
hubungan antarklausa dalam kalimat
majemuk bahasa Siang.
2. Kerangka Teori
Klausa ialah satuan gramatikal berupa
kelompok kata yang sekurang-kurangnya
terdiri atas subjek dan predikat, dan
mempunyai potensi untuk menjadi kalimat
Klausa Bahasa Siang (Elisten Parulian Sigiro)|
(Kridalaksana dkk., 2001:208). Sementara
itu, Chaer (2007:233) menyatakan bahwa
klausa adalah satuan sintaksis berupa
runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif.
Artinya, di dalam konstruksi itu ada
komponen, berupa kata atau frase, yang
berfungsi sebagai predikat; dan yang lain
berfungsi sebagai subjek, seba (...truncated)