Gambaran Sumber Stress Dan Strategi Coping Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Saat Masa Pandemi Covid-19
KONSELING: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling
Vol.2, No.3, April 2021, pp. 77-82
e-ISSN: 2686-2875
https://journal.ilininstitute.com/konseling
DOI: 10.31960/konseling.v2i3.989
Received on 10/03/2021; Revised on 15/04/2019; Accepted on 25/04/2021; Published on:29/04/2021
Gambaran Sumber Stress Dan Strategi Coping Masyarakat Kabupaten
Tana Tidung Saat Masa Pandemi Covid-19
Cici Ismuniar1*, Sri Sunarni2
Bimbingan dan Konseling, Universitas Borneo Tarakan,Indonesia
2
Bimbingan dan Konseling, Universitas Borneo Tarakan,Indonesia2
*Corresponding author, E-mail:
1
Abstrak. Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan adanya wabah virus corona
(Covid-19) yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Kementrian Kesehatan
menetapkan wilayah Transmisi lokal di Kalimantan Utara yaitu Kabupaten Bulungan
dan Kabupaten Malinau. Dampak COVID-19 pada Individu dan Komunitas masyarakat
bisa meningkatkan stres dan kecemasan, baik karena takut tertular virus dan juga karena
ketidakpastian tentang bagaimana wabah itu akan mempengaruhi kita secara sosial dan
ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat stress dan coping stress
masyarakat Kabupaten Tana Tidung selama masa Covid-19. Metode penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif yang sifatnya deskriptif , penelitian ini memiliki
responden dari kalangan pekerja dan non pekerja, usia dari 19-55 tahun. Hasil penelitian nya
adalah masyarakat Kabupaten Tana Tidung memiliki tingkat stress yang rendah, Hal ini terjadi
karena beberapa faktor yang pertama masyarakat telah memahami strategi yang sesuai jika
mengalami sesuatu permasalahan, strategi yang sering digunakan masyarakat Kabupaten Tana
Tidung dalam mengatasi stress yaitu Emotion Focused Coping (EFC), selain itu faktor kedua rata
- rata subjek merupakan masyarakat yang bekerja lainnya adalah Pemerintah Kabupaten Tana
Tidung telah mengatasi dengan sangat baik selama masa covid-19.
Kata kunci: Covid-19, Stress, Coping, Masyarakat
Abstract. At the beginning of 2020, the world was shocked by the outbreak of the corona virus
(Covid-19) which has infected almost all countries in the world. The Ministry of Health has
designated local Transmission areas in North Kalimantan, namely Bulungan Regency and
Malinau Regency. The impact of COVID-19 on Individuals and Communities can increase
stress and anxiety, both because of fear of catching the virus and also because of uncertainty
about how the outbreak will affect us socially and economically. The purpose of this study was
to describe the level of stress and stress coping of the people of Tana Tidung Regency during
the Covid-19 period. This research method uses a quantitative approach that is descriptive in
nature, this study has respondents from among workers and non-workers, ages from 19-55
years. The results of the research show that the people of Tana Tidung Regency have a low
stress level. This occurs because the first few factors the community has understood the
appropriate strategy if they experience a problem, the strategy that is often used by the people
of Tana Tidung Regency in dealing with stress is Emotion Focused Coping (EFC), besides that
the second factor - on average, the subject is another working community, Tana Tidung
Regency Government has handled it very well during the Covid-19 period.
Keywords: Covid-19, Stress, Coping, Society
This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use,
distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2019 by author.
Pendahuluan
Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan adanya wabah virus corona (Covid-19) yang
menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Terhitung mulai tanggal 19 Maret 2020 sebanyak 214.894
orang terinfeksi virus corona, 8.732 orang meninggal dunia dan pasien yang telah sembuh sebanyak 83.313
77
KONSELING: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling
Vol.2, No.3, April 2021
Cici Ismuniar, Sri Sunarni
Available online: https://journal.ilininstitute.com/konseling
orang. Khusus di Indonesia sendiri Pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana terhitung mulai
tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini dengan jumlah waktu 91 hari.
Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini,
salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing. Konsep ini menjelaskan bahwa
untuk dapat mengurangi bahkan memutus mata rantai infeksi Covid-19 seseorang harus menjaga jarak
aman dengan manusia lainnya minimal 2 meter, dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain,
menghindari pertemuan massal.
Tetapi banyak masyarakat yang tidak menyikapi hal ini dengan baik, seperti contohnya pemerintah
sudah meliburkan para siswa dan mahasiswa untuk tidak berkuliah atau bersekolah ataupun
memberlakukan bekerja didalam rumah, namun kondisi ini malahan dimanfaatkan oleh banyak masyarakat
untuk berlibur. Selain itu, walaupun Indonesia sudah dalam keadaan darurat masih saja dilaksanakan
tabliqh akbar, dimana akan berkumpul ribuan orang di satu tempat, yang jelas dapat menjadi mediator
terbaik bagi penyebaran virus corona dalam skala yang jauh lebih besar.
Covid-19 bukan hanya mewabah di kota-kota besar saja melainkan mewabah ke Kota kecil
misalnya di Provinsi baru yaitu Provinsi Kalimantan Utara, sampai saat ini berdasarkan Kompas
Kalimantan Utara berada di peringkat ke-3 se-Kalimantan dengan pasien yang positif. Kalimantan
Utara juga menjadi wilayah indonesia dengan transimisi lokal. Kementrian Kesehatan menetapkan
wilayah Transmisi lokal di Kalimantan Utara yaitu Kabupaten Bulungan dan Kabupat en Malinau.
Dimana Kabupaten Malinau sangat dekat dengan Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Tana
Tidung merupakan Kabupaten termuda yang ada di Kalimantan Utara, untuk meminimalisir
terjadinya transmisi lokal di Kabupaten Tana Tidung, pemerintah telah melak ukan rutinitas
pemeriksaan terhadap warga yang keluar, masuk, maupun melintas di Wilayah Kabupaten Tana
Tidung disetiap Posko Jaga. Melakukan langkah-langkah pemantauan dan sosialisasi di tempat
karantina, posko jaga dan tempat-tempat umum. Penyemprotan disinfektan pada kendaraan
maupun barang yang berasal dari luar wilayah KTT, dan diberbagai tempat untuk mencegah
penyebaran wabah virus corona.
Adanya langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah hingga saat ini, dari 5 kabupaten
kota yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara), hanya Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang masih
menyandang zero suspect atau tidak ada kasus positif virus corona (covid-19). Masyarakat Kabupaten Tana
Tidung, Pemerintah dan tim gugus tugas saling bekerja sama, agar memutuskan tali rantai Covid-19.
Namun dampak Wabah COVID-19 pada Individu dan Komunitas masyarakat. Wabah COVID-19
(coronavirus) memiliki potensi untuk meningkatkan stres dan kecemasan, baik karena takut tertular virus
dan juga karena ketidakpastian tentang bagaimana wabah itu akan memp (...truncated)