Gambaran Sumber Stress Dan Strategi Coping Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Saat Masa Pandemi Covid-19

KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya, Apr 2021

At the beginning of 2020, the world was shocked by the outbreak of the corona virus (Covid-19) which has infected almost all countries in the world. The Ministry of Health has designated local Transmission areas in North Kalimantan, namely Bulungan Regency and Malinau Regency. The impact of COVID-19 on Individuals and Communities can increase stress and anxiety, both because of fear of catching the virus and also because of uncertainty about how the outbreak will affect us socially and economically. The purpose of this study was to describe the level of stress and stress coping of the people of Tana Tidung Regency during the Covid-19 period. This research method uses a quantitative approach that is descriptive in nature, this study has respondents from among workers and non-workers, ages from 19-55 years. The results of the research show that the people of Tana Tidung Regency have a low stress level. This occurs because the first few factors the community has understood the appropriate strategy if they experience a problem, the strategy that is often used by the people of Tana Tidung Regency in dealing with stress is Emotion Focused Coping (EFC), besides that the second factor - on average, the subject is another working community, Tana Tidung Regency Government has handled it very well during the Covid-19 period.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.ilininstitute.com/index.php/konseling/article/download/989/504

Gambaran Sumber Stress Dan Strategi Coping Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Saat Masa Pandemi Covid-19

KONSELING: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Vol.2, No.3, April 2021, pp. 77-82 e-ISSN: 2686-2875 https://journal.ilininstitute.com/konseling DOI: 10.31960/konseling.v2i3.989 Received on 10/03/2021; Revised on 15/04/2019; Accepted on 25/04/2021; Published on:29/04/2021 Gambaran Sumber Stress Dan Strategi Coping Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Saat Masa Pandemi Covid-19 Cici Ismuniar1*, Sri Sunarni2 Bimbingan dan Konseling, Universitas Borneo Tarakan,Indonesia 2 Bimbingan dan Konseling, Universitas Borneo Tarakan,Indonesia2 *Corresponding author, E-mail: 1 Abstrak. Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan adanya wabah virus corona (Covid-19) yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Kementrian Kesehatan menetapkan wilayah Transmisi lokal di Kalimantan Utara yaitu Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Dampak COVID-19 pada Individu dan Komunitas masyarakat bisa meningkatkan stres dan kecemasan, baik karena takut tertular virus dan juga karena ketidakpastian tentang bagaimana wabah itu akan mempengaruhi kita secara sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat stress dan coping stress masyarakat Kabupaten Tana Tidung selama masa Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang sifatnya deskriptif , penelitian ini memiliki responden dari kalangan pekerja dan non pekerja, usia dari 19-55 tahun. Hasil penelitian nya adalah masyarakat Kabupaten Tana Tidung memiliki tingkat stress yang rendah, Hal ini terjadi karena beberapa faktor yang pertama masyarakat telah memahami strategi yang sesuai jika mengalami sesuatu permasalahan, strategi yang sering digunakan masyarakat Kabupaten Tana Tidung dalam mengatasi stress yaitu Emotion Focused Coping (EFC), selain itu faktor kedua rata - rata subjek merupakan masyarakat yang bekerja lainnya adalah Pemerintah Kabupaten Tana Tidung telah mengatasi dengan sangat baik selama masa covid-19. Kata kunci: Covid-19, Stress, Coping, Masyarakat Abstract. At the beginning of 2020, the world was shocked by the outbreak of the corona virus (Covid-19) which has infected almost all countries in the world. The Ministry of Health has designated local Transmission areas in North Kalimantan, namely Bulungan Regency and Malinau Regency. The impact of COVID-19 on Individuals and Communities can increase stress and anxiety, both because of fear of catching the virus and also because of uncertainty about how the outbreak will affect us socially and economically. The purpose of this study was to describe the level of stress and stress coping of the people of Tana Tidung Regency during the Covid-19 period. This research method uses a quantitative approach that is descriptive in nature, this study has respondents from among workers and non-workers, ages from 19-55 years. The results of the research show that the people of Tana Tidung Regency have a low stress level. This occurs because the first few factors the community has understood the appropriate strategy if they experience a problem, the strategy that is often used by the people of Tana Tidung Regency in dealing with stress is Emotion Focused Coping (EFC), besides that the second factor - on average, the subject is another working community, Tana Tidung Regency Government has handled it very well during the Covid-19 period. Keywords: Covid-19, Stress, Coping, Society This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2019 by author. Pendahuluan Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan adanya wabah virus corona (Covid-19) yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Terhitung mulai tanggal 19 Maret 2020 sebanyak 214.894 orang terinfeksi virus corona, 8.732 orang meninggal dunia dan pasien yang telah sembuh sebanyak 83.313 77 KONSELING: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Vol.2, No.3, April 2021 Cici Ismuniar, Sri Sunarni Available online: https://journal.ilininstitute.com/konseling orang. Khusus di Indonesia sendiri Pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini dengan jumlah waktu 91 hari. Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing. Konsep ini menjelaskan bahwa untuk dapat mengurangi bahkan memutus mata rantai infeksi Covid-19 seseorang harus menjaga jarak aman dengan manusia lainnya minimal 2 meter, dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, menghindari pertemuan massal. Tetapi banyak masyarakat yang tidak menyikapi hal ini dengan baik, seperti contohnya pemerintah sudah meliburkan para siswa dan mahasiswa untuk tidak berkuliah atau bersekolah ataupun memberlakukan bekerja didalam rumah, namun kondisi ini malahan dimanfaatkan oleh banyak masyarakat untuk berlibur. Selain itu, walaupun Indonesia sudah dalam keadaan darurat masih saja dilaksanakan tabliqh akbar, dimana akan berkumpul ribuan orang di satu tempat, yang jelas dapat menjadi mediator terbaik bagi penyebaran virus corona dalam skala yang jauh lebih besar. Covid-19 bukan hanya mewabah di kota-kota besar saja melainkan mewabah ke Kota kecil misalnya di Provinsi baru yaitu Provinsi Kalimantan Utara, sampai saat ini berdasarkan Kompas Kalimantan Utara berada di peringkat ke-3 se-Kalimantan dengan pasien yang positif. Kalimantan Utara juga menjadi wilayah indonesia dengan transimisi lokal. Kementrian Kesehatan menetapkan wilayah Transmisi lokal di Kalimantan Utara yaitu Kabupaten Bulungan dan Kabupat en Malinau. Dimana Kabupaten Malinau sangat dekat dengan Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Tana Tidung merupakan Kabupaten termuda yang ada di Kalimantan Utara, untuk meminimalisir terjadinya transmisi lokal di Kabupaten Tana Tidung, pemerintah telah melak ukan rutinitas pemeriksaan terhadap warga yang keluar, masuk, maupun melintas di Wilayah Kabupaten Tana Tidung disetiap Posko Jaga. Melakukan langkah-langkah pemantauan dan sosialisasi di tempat karantina, posko jaga dan tempat-tempat umum. Penyemprotan disinfektan pada kendaraan maupun barang yang berasal dari luar wilayah KTT, dan diberbagai tempat untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. Adanya langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah hingga saat ini, dari 5 kabupaten kota yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara), hanya Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang masih menyandang zero suspect atau tidak ada kasus positif virus corona (covid-19). Masyarakat Kabupaten Tana Tidung, Pemerintah dan tim gugus tugas saling bekerja sama, agar memutuskan tali rantai Covid-19. Namun dampak Wabah COVID-19 pada Individu dan Komunitas masyarakat. Wabah COVID-19 (coronavirus) memiliki potensi untuk meningkatkan stres dan kecemasan, baik karena takut tertular virus dan juga karena ketidakpastian tentang bagaimana wabah itu akan memp (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.ilininstitute.com/index.php/konseling/article/download/989/504
Article home page: https://journal.ilininstitute.com/index.php/konseling/article/view/989/504

Undunsyah Cici Ismuniar, Sri Sunarni. Gambaran Sumber Stress Dan Strategi Coping Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Saat Masa Pandemi Covid-19, KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya, 2021, pp. 77-82,