Sistem Monitoring Secara Real-Time Pencemaran Air Sungai Siak Pekanbaru Berbasis IOT
SISTEM MONITORING SECARA REAL-TIME PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK
PEKANBARU BERBASIS IOT
1,2)
Fajar Syafrianda 1), Yusnita Rahayu 2)
Program Studi Teknik Elektro S1, Fakultas Teknik Universitas Riau
Kampus Binawidya Km 12,5 Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293
Jurusan Teknik Elektro Universitas Riau
Email:
ABSTRACT
This research was aimed to indicate in real-time the level of water turbidity and heavy metals (zinc, lead
and iron) concentration in water of Siak river by creating a prototype design of monitoring tools. The
research was conducted from upstream and downstream of the Siak River at Rumbai Pesisir Sub-District
Pekanbaru. The turbidity sensor and TDS EC Meter were used by the researcher to measure the level of
water turbidity. The researcher also conducted some laboratory tests in order to get the data about heavy
metal concentration in water. The results were converted into NTU (Nephelometric Turbidity Units) and
were shown on the website and database in graphic form by using Internet of Thing (IoT). The findings of
the research showed that the level of turbidity in water of Siak River was categorized as “Poor” This can
be seen from the result in which the overall score was 90-120 NTU (Nephelometric Turbidity Units).
Meanwhile, based on the laboratory test result, the heavy metal concentration showed there are some
transformations in water of the Siak River.
Keywords: Turbidity sensor, NTU (Nephelometric Turbidity Units), IoT, Siak River
Jom FTEKNIK Volume 7 Edisi 2 Juli s/d Desember 2020
1
I.
PENDAHULUAN
Riau merupakan salah satu provinsi yang
sangat pesat pertumbuhan ekonominya terutama di
sektor perkebunan dan industri. Kegiatan industri
merupakan salah satu unsur penting dalam
menunjang pertumbuhan ekonomi yang diharapkan
dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di
suatu daerah. Akan tetapi, kegiatan industri selain
dapat berdampak positif juga dapat berdampak
negatif. Dampak positif dari kegiatan industri yaitu
menghasilkan barang dan jasa, meningkatkan
lapangan pekerjaan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan
dampak negatifnya menghasilkan limbah dan
pencemaran lingkungan serta dapat menimbulkan
kerusakan sumber daya alam dan menurunkan
kualitas lingkungan karena kotor dan tercemar.
Seringkali kegiatan industri berlangsung di sekitar
daerah aliran sungai karena pihak industri mudah
mendapatkan sumber air, akses transportasi dan
membuang limbah ke sungai. Hal ini juga terjadi di
sekitar aliran Sungai Siak. Pada daerah aliran Sungai
Siak berlangsung berbagai kegiatan yang dapat
menimbulkan polutan seperti kegiatan industri
(penambangan minyak bumi, pulp and paper, kelapa
sawit, crumb rubber, plywood), perkebunan, rumah
tangga dan pelabuhan. Polutan dari berbagai
kegiatan tersebut menyebabkan menurunnya
kualitas air Sungai Siak (Putri, 2014).
Berdasarkan laporan kegiatan pemantauan
kualitas air sungai Siak di Pekanbaru yang dilakukan
oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau tahun
2013, didapati beberapa parameter di bawah standar
baku mutu kualitas air sungai, yaitu
: pH 5,25, DO 5,7 mg/L dan COD 85 mg/L.
Kondisi sungai Siak dikatakan telah melebihi
ambang batas karena mengandung logam berat
yang membawa dampak buruk terhadap kesehatan
masyarakat di sekitar Sungai Siak. Berdasarkan
data Profil Puskesmas Rumbai yang terletak di
sekitar sungai Siak pada tahun 2014 terjadi
peningkatan penyakit diare dibandingkan dengan
tahun 2013 yakni dari 917 kasus menjadi 1063
kasus. Sedangkan penyakit kulit juga terjadi
peningkatan dari tahun 2013 dibandingkan tahun
2014, dari 1.985 kasus menjadi 2.336 kasus.
Sungai Siak mempunyai fungsi strategis, ekonomis
dan ekologis. Salah satu jenis kegiatan industri
yang ada pada daerah aliran sungai Siak adalah
pabrik karet PT Ricry dan pabrik lainnya yang
terletak di Kota Pekanbaru (Desi, 2015).
Setelah dilakukan wawancara dengan
menggunakan kuisioner oleh peneliti kepada warga
pemukiman sungai Siak Pekanbaru Kec. Rumbai
Pesisir sebanyak 40 responden, di dapatkan data
yang masih menggunakan air sungai untuk
keperluan sehari hari seperti; mencuci baju,
mencuci piring, mandi dan keperluan lainnya
sebanyak 62,5% dan yang menggunakan sumur bor
37.5%. Dari data yang di dapatkan diketahui
bahwa dari 62.5% yang menggunakan air sungai
Siak Pekanbaru 42.5% diantaranya pernah terkena
penyakit seperti penyakit kulit dan diare,
sedangkan 20% lainnya belum pernah terkena
penyakit. Sedangkan yang menggunakan sumur
bor 17.5% dari keseluruhan pernah terkena penyakit.
Hal ini di katakan bahwa kualitas dari air sungai Siak
tersebut di katakan tercemar.
ditujukan untuk warga pemukiman aliran
sungai Siak Pekanbaru Kec. Rumbai Pesisir untuk
memudahkan warga sekitar mengetahui informasi
secara update terkait tingkat kekeruhan dan kadar
logam yang sangat berpengaruh pada dampak
kesehatan warga yang berada di pemukiman aliran
air sungai Siak Pekanbaru dengan adanya indikasi
yang dapat dilihat pada indikator yang dipasang di
sekitar aliran sungai Siak Pekanbaru dan indikator
yang ada di website. Sebagai acuan penerapan ke
beberapa sungai lain dengan alat yang sama untuk
pengukuran tingkat kekeruhan dan kadar logam
seperti;seng, timbal dan besi.
II.
LANDASAN TEORI
Kekeruhan merupakan kondisi air, dimana
air mengandung materi tersuspensi/terlarut yang
dapat menghalangi masuknya cahaya matahari
sehingga jarak pandang dalam air menjadi terbatas
(untuk melihat kedalaman air yang makin dalam
akan sulit). Materi tersuspensi tersebut memiliki
variasi ukuran, mulai dari yang berukuran koloidal
hingga yang berukuran agregat kasar. Dimana,
semakin besar total suspended solids yang terdapat
Jom FTEKNIK Volume 7 Edisi 2 Juli s/d Desember 2020
2
dalam air maka akan semakin besar turbiditas nya.
Kekeruhan juga dapat menunjukkan nilai air disaat
kehilangan transparansinya ataupun warna aslinya
karena partikel yang tersuspensi. Semakin banyak
padatan yang tersuspensi di dalam air akan
mengakibatkan warnanya semakin terlihat gelap
dan semakin besar kekeruhannya.
Selain itu, sifat kekeruhan yang menghambat
masuknya cahaya ke dalam air, mengakibatkan
tumbuhan didalam
air terhambat proses
fotosintesisnya sehingga menurunkan kadar
oksigen terlarut (dissolved oxygen). Kekeruhan
dapat juga menunjukkan sifat optis air, yang
mengakibatkan pembiasan cahaya ke dalam air.
Semakin keruh air, semakin tinggi daya hantar
listriknya dan semakin banyak pula padatannya
(Haqqi, 2017).
2.1
Mikrokontroler Arduino
Mikrokontroller adalah komputer yang
berukuran mikro dalam satu chip IC (integrated
circuit) yang terdiri dari processor, memory, dan
antarmuka yang bisa diprogram. Jadi disebut
komputer mikro karena dalam IC atau chip
mikrokontroller terdiri dari CPU, memori, dan I/O
yang bisa kita kontrol dengan memprogramnya.
I/O juga sering disebut dengan GPIO (General
Purpose Input Output Pins) yang berarti : pin yang
bisa kita program sebagai input atau output sesuai
kebutuhan. IDE open source (Integrated
Development Environment) dapat diunduh secara
g (...truncated)