Sistem Monitoring Secara Real-Time Pencemaran Air Sungai Siak Pekanbaru Berbasis IOT

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, Oct 2020

This research was aimed to indicate in real-time the level of water turbidity and heavy metals (zinc, lead and iron) concentration in water of Siak river by creating a prototype design of monitoring tools. The research was conducted from upstream and downstream of the Siak River at Rumbai Pesisir Sub-District Pekanbaru. The turbidity sensor and TDS EC Meter were used by the researcher to measure the level of water turbidity. The researcher also conducted some laboratory tests in order to get the data about heavy metal concentration in water. The results were converted into NTU (Nephelometric Turbidity Units) and were shown on the website and database in graphic form by using Internet of Thing (IoT). The findings of the research showed that the level of turbidity in water of Siak River was categorized as “Poor” This can be seen from the result in which the overall score was 90-120 NTU (Nephelometric Turbidity Units). Meanwhile, based on the laboratory test result, the heavy metal concentration showed there are some transformations in water of the Siak River. Keywords: Turbidity sensor, NTU (Nephelometric Turbidity Units), IoT, Siak River

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFTEKNIK/article/download/28515/27487

Sistem Monitoring Secara Real-Time Pencemaran Air Sungai Siak Pekanbaru Berbasis IOT

SISTEM MONITORING SECARA REAL-TIME PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK PEKANBARU BERBASIS IOT 1,2) Fajar Syafrianda 1), Yusnita Rahayu 2) Program Studi Teknik Elektro S1, Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Binawidya Km 12,5 Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293 Jurusan Teknik Elektro Universitas Riau Email: ABSTRACT This research was aimed to indicate in real-time the level of water turbidity and heavy metals (zinc, lead and iron) concentration in water of Siak river by creating a prototype design of monitoring tools. The research was conducted from upstream and downstream of the Siak River at Rumbai Pesisir Sub-District Pekanbaru. The turbidity sensor and TDS EC Meter were used by the researcher to measure the level of water turbidity. The researcher also conducted some laboratory tests in order to get the data about heavy metal concentration in water. The results were converted into NTU (Nephelometric Turbidity Units) and were shown on the website and database in graphic form by using Internet of Thing (IoT). The findings of the research showed that the level of turbidity in water of Siak River was categorized as “Poor” This can be seen from the result in which the overall score was 90-120 NTU (Nephelometric Turbidity Units). Meanwhile, based on the laboratory test result, the heavy metal concentration showed there are some transformations in water of the Siak River. Keywords: Turbidity sensor, NTU (Nephelometric Turbidity Units), IoT, Siak River Jom FTEKNIK Volume 7 Edisi 2 Juli s/d Desember 2020 1 I. PENDAHULUAN Riau merupakan salah satu provinsi yang sangat pesat pertumbuhan ekonominya terutama di sektor perkebunan dan industri. Kegiatan industri merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di suatu daerah. Akan tetapi, kegiatan industri selain dapat berdampak positif juga dapat berdampak negatif. Dampak positif dari kegiatan industri yaitu menghasilkan barang dan jasa, meningkatkan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dampak negatifnya menghasilkan limbah dan pencemaran lingkungan serta dapat menimbulkan kerusakan sumber daya alam dan menurunkan kualitas lingkungan karena kotor dan tercemar. Seringkali kegiatan industri berlangsung di sekitar daerah aliran sungai karena pihak industri mudah mendapatkan sumber air, akses transportasi dan membuang limbah ke sungai. Hal ini juga terjadi di sekitar aliran Sungai Siak. Pada daerah aliran Sungai Siak berlangsung berbagai kegiatan yang dapat menimbulkan polutan seperti kegiatan industri (penambangan minyak bumi, pulp and paper, kelapa sawit, crumb rubber, plywood), perkebunan, rumah tangga dan pelabuhan. Polutan dari berbagai kegiatan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas air Sungai Siak (Putri, 2014). Berdasarkan laporan kegiatan pemantauan kualitas air sungai Siak di Pekanbaru yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau tahun 2013, didapati beberapa parameter di bawah standar baku mutu kualitas air sungai, yaitu : pH 5,25, DO 5,7 mg/L dan COD 85 mg/L. Kondisi sungai Siak dikatakan telah melebihi ambang batas karena mengandung logam berat yang membawa dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat di sekitar Sungai Siak. Berdasarkan data Profil Puskesmas Rumbai yang terletak di sekitar sungai Siak pada tahun 2014 terjadi peningkatan penyakit diare dibandingkan dengan tahun 2013 yakni dari 917 kasus menjadi 1063 kasus. Sedangkan penyakit kulit juga terjadi peningkatan dari tahun 2013 dibandingkan tahun 2014, dari 1.985 kasus menjadi 2.336 kasus. Sungai Siak mempunyai fungsi strategis, ekonomis dan ekologis. Salah satu jenis kegiatan industri yang ada pada daerah aliran sungai Siak adalah pabrik karet PT Ricry dan pabrik lainnya yang terletak di Kota Pekanbaru (Desi, 2015). Setelah dilakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner oleh peneliti kepada warga pemukiman sungai Siak Pekanbaru Kec. Rumbai Pesisir sebanyak 40 responden, di dapatkan data yang masih menggunakan air sungai untuk keperluan sehari hari seperti; mencuci baju, mencuci piring, mandi dan keperluan lainnya sebanyak 62,5% dan yang menggunakan sumur bor 37.5%. Dari data yang di dapatkan diketahui bahwa dari 62.5% yang menggunakan air sungai Siak Pekanbaru 42.5% diantaranya pernah terkena penyakit seperti penyakit kulit dan diare, sedangkan 20% lainnya belum pernah terkena penyakit. Sedangkan yang menggunakan sumur bor 17.5% dari keseluruhan pernah terkena penyakit. Hal ini di katakan bahwa kualitas dari air sungai Siak tersebut di katakan tercemar. ditujukan untuk warga pemukiman aliran sungai Siak Pekanbaru Kec. Rumbai Pesisir untuk memudahkan warga sekitar mengetahui informasi secara update terkait tingkat kekeruhan dan kadar logam yang sangat berpengaruh pada dampak kesehatan warga yang berada di pemukiman aliran air sungai Siak Pekanbaru dengan adanya indikasi yang dapat dilihat pada indikator yang dipasang di sekitar aliran sungai Siak Pekanbaru dan indikator yang ada di website. Sebagai acuan penerapan ke beberapa sungai lain dengan alat yang sama untuk pengukuran tingkat kekeruhan dan kadar logam seperti;seng, timbal dan besi. II. LANDASAN TEORI Kekeruhan merupakan kondisi air, dimana air mengandung materi tersuspensi/terlarut yang dapat menghalangi masuknya cahaya matahari sehingga jarak pandang dalam air menjadi terbatas (untuk melihat kedalaman air yang makin dalam akan sulit). Materi tersuspensi tersebut memiliki variasi ukuran, mulai dari yang berukuran koloidal hingga yang berukuran agregat kasar. Dimana, semakin besar total suspended solids yang terdapat Jom FTEKNIK Volume 7 Edisi 2 Juli s/d Desember 2020 2 dalam air maka akan semakin besar turbiditas nya. Kekeruhan juga dapat menunjukkan nilai air disaat kehilangan transparansinya ataupun warna aslinya karena partikel yang tersuspensi. Semakin banyak padatan yang tersuspensi di dalam air akan mengakibatkan warnanya semakin terlihat gelap dan semakin besar kekeruhannya. Selain itu, sifat kekeruhan yang menghambat masuknya cahaya ke dalam air, mengakibatkan tumbuhan didalam air terhambat proses fotosintesisnya sehingga menurunkan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen). Kekeruhan dapat juga menunjukkan sifat optis air, yang mengakibatkan pembiasan cahaya ke dalam air. Semakin keruh air, semakin tinggi daya hantar listriknya dan semakin banyak pula padatannya (Haqqi, 2017). 2.1 Mikrokontroler Arduino Mikrokontroller adalah komputer yang berukuran mikro dalam satu chip IC (integrated circuit) yang terdiri dari processor, memory, dan antarmuka yang bisa diprogram. Jadi disebut komputer mikro karena dalam IC atau chip mikrokontroller terdiri dari CPU, memori, dan I/O yang bisa kita kontrol dengan memprogramnya. I/O juga sering disebut dengan GPIO (General Purpose Input Output Pins) yang berarti : pin yang bisa kita program sebagai input atau output sesuai kebutuhan. IDE open source (Integrated Development Environment) dapat diunduh secara g (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFTEKNIK/article/download/28515/27487
Article home page: https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFTEKNIK/article/view/28515/27487

Fajar Syafrianda, Rahayu Yusnita. Sistem Monitoring Secara Real-Time Pencemaran Air Sungai Siak Pekanbaru Berbasis IOT, Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 2020, pp. 1-8,