STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK

MEDIA MATRASAIN, Oct 2019

Di samping dapat melihat bentuk dan mendengar bunyi, kita dapat juga mendengar bentuk dan melihat bunyi. Ketika kita mendengar bunyi (auditory) kita pun dapat melihat ruang (spatiality). Meski bahasa yang dipergunakan arsitektur dan musik berbeda, namun kedua bidang ini memiliki karakter berkesenian yang sama yaitu pencarian makna keindahan yang tiada akhir, untuk memenuhi kerinduan manusia akan nilai-nilai puitis yang tertanam dalam lubuk sanubarinya. Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, dan bagi setiap orang keindahannya berbeda-beda karena ada „lagu‟ dalam setiap komposisi arsitektur yang dinikmati secara visual dan berdasarkan sensasi persepsi subjektif. Melalui penjelajahan imajinatif dan perseptif karya seni Barok, penelitian ini mencoba mencari analogi antara sensasi auditory (berupa nada, irama, ritme, tempo, dinamika) dengan manifestasi wujud arsitektur (bentuk, material, tekstur, struktur, hirarki, sikuens) dengan bantuan pendekatan konsep representatif dan analogis. Melalui kajian dengan penelusuran dengan membandingkan secara analogis (yang bersifat atributif) telah membuktikan adanya keterkaitan dan kesenambungan unsur bentuk antara arsitektur serta musik Barok. Sistem representasi menjadi kunci dalam menghantarkan visi arsitektur serta musik Barok yang bersifat imajinatif dan ekspresif ke dalam perwujudan bentuk atau suatu manifestasi.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/download/25260/24969

STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK

MEDIA MATRASAIN Volume 16, No.1, Maret 2019 ISSN 1858-1137 STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK Oleh : Roni Sugiarto (Staf Pengajar Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, ) Abstrak Di samping dapat melihat bentuk dan mendengar bunyi, kita dapat juga mendengar bentuk dan melihat bunyi. Ketika kita mendengar bunyi (auditory) kita pun dapat melihat ruang (spatiality). Meski bahasa yang dipergunakan arsitektur dan musik berbeda, namun kedua bidang ini memiliki karakter berkesenian yang sama yaitu pencarian makna keindahan yang tiada akhir, untuk memenuhi kerinduan manusia akan nilai-nilai puitis yang tertanam dalam lubuk sanubarinya. Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, dan bagi setiap orang keindahannya berbeda-beda karena ada „lagu‟ dalam setiap komposisi arsitektur yang dinikmati secara visual dan berdasarkan sensasi persepsi subjektif. Melalui penjelajahan imajinatif dan perseptif karya seni Barok, penelitian ini mencoba mencari analogi antara sensasi auditory (berupa nada, irama, ritme, tempo, dinamika) dengan manifestasi wujud arsitektur (bentuk, material, tekstur, struktur, hirarki, sikuens) dengan bantuan pendekatan konsep representatif dan analogis. Melalui kajian dengan penelusuran dengan membandingkan secara analogis (yang bersifat atributif) telah membuktikan adanya keterkaitan dan kesenambungan unsur bentuk antara arsitektur serta musik Barok. Sistem representasi menjadi kunci dalam menghantarkan visi arsitektur serta musik Barok yang bersifat imajinatif dan ekspresif ke dalam perwujudan bentuk atau suatu manifestasi. Kata kunci: auditory, spatiality, bentuk musikal dan arsitektural, analogis, Barok bentuk yang bersifat kuantitatif 1. PENDAHULUAN Harmoni yang terdapat dalam musik dapat dibekukan menjadi konfigurasi arsitektur, dinyatakan oleh estetika seperti Schelling dalam yang telah seorang filsuf Jerman, Architecture in general is a frozen music. Kesamaan konsep dalam memandang arsitektur dan diterapkan musik oleh banyak digali Antoniades dan yang mengungkapkan bahwa hubungan arsitektur dan musik telah mulai dikaji sejak jaman Yunani klasik, yaitu saat dicetuskannya teori estetika oleh Pythagoras dan Plato dimasa abad pertengahan banyak menggunakan musik sebagai referensi untuk memperjelas konsep pembentukan hitungan matematis.  Latar Belakang Barok Zaman Barok (abad ke-17 dan 18), ditandai dengan kemajuan besar dalam berbagai bidang yaitu, ilmu pengetahuan, filsafat, seni rupa, dan sastra. Kata Barok berasal dari bahasa Portugis yaitu barroco yang berarti mutiara yang memiliki bentuk tidak beraturan dan digunakan untuk menjelaskan bangunan yang melengkung dan sangat kaya dengan unsur ornamen. (Antoniades, 1990:264). Para ahli teori bidang arsitektur arsitektur. Alberti, misalnya menggunakan musik sebagai contoh untuk menggambarkan pandangannya mengenai pencapaian keindahan melalui keanekaragaman berupa Arsitektur Barok dikenal sebagai arsitektur yang penuh theatrical dan over decorative, serta penuh kejutan dengan warna yang hidup (lively color). Dapat kita lihat pada gereja-gereja yang dibangun pada zaman tersebut, terlihat sangat dramatik dan sebagai suatu simbol epitomic akan kekuatan gereja yang berkembang dan berkuasa. STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK -1- Seperti MEDIA MATRASAIN Volume 16, No.1, Maret 2019 ISSN 1858-1137 misalnya, Gereja Il Gesu, Gereja St. Petrus di membawa pengaruh besar terhadap musik Vatikan, dan Barok. Gereja S. Carlo alle Quattro Fontane di Roma. Tinjauan akan membahas bagaimana Di samping itu, terdapat juga musik hubungan antara arsitektur-musik Barok dalam Barok yang dikenal orang sebagai musik yang tinjauan komparatif analogis dari segi unsur sangat emosional dan penuh makna (affectus). arsitektural dan musikalnya. Adapun metoda Pada zaman ini para komposer (pencipta musik) komparatif analogis yang digunakan adalah berusaha menciptakan unsur unprecedental dan analogi atributif dan analogi proporsionalitas. dramatic Analogi atributif yang bersifat elementer dan contrast. Unsur kontras dalam susunan dan warna suara adalah suatu hal yang terindra penting Kekontrasan bentuk, ruang, tekstur, ritme, dan ornamen dinamika juga mulai dimasukkan bahasa musik dalam meng-komparasi-kan kedua seni itu. yang dimainkan dan tertera dalam partitur. Sementara analogi proporsionalitas Perkembangan suatu pemikiran musikal yang menggunakan sesuatu yang vertikal atau homofonik menjadi karakteristik transendental. Kesemuanya itu menggunakan musik Barok, sehingga tekstur musik Barok sistem tidak sekadar polifoni tetapi bersifat polifoni melatarbelakangi kedua kekuatan seni baik pada musik Barok. 1 homofonik . menggunakan representasi unsur-unsur sebagai kunci yaitu bersifat yang arsitektur serta musik Barok. 2. LINGKUP PEMBAHASAN Tulisan ini akan membahas tentang arsitektur dan musik Barok yang berkembang pada masa 1600-1750 di Eropa Barat. Pusat perhatian penelitian musik Barok yaitu pada tahapan Barok Akhir (1680-1750), pada tahapan Barok Akhir melahirkan merupakan sebagian musik tahapan yang Barok yang terdengar dewasa ini. Banyak aspek-aspek yang muncul pada tahapan ini seperti: penekanan pada daya tarik chord, pentingnya musik instrumental dan vokal, serta struktur polifoni Gambar 1. Bagan Pola Pikir: hubungan sistem representasi dengan perwujudan (manifestasi) homofonik yang semarak digunakan. Selain itu, Dalam tulisan ini akan difokuskan pada tidak kalah pentingnya adalah keberadaan komponis besar yaitu Monteverdi, Johann Sebastian Bach dan George F. Handel yang unsur bentuk, kedua unsur ini digunakan dalam melakukan komparatif analogis arsitektural dan musikal. Kedua unsur tersebut merupakan unsur-unsur yang paling dasar (basic element) 1 Polifoni Homofonik : perpaduan antara tekstur Polifoni yang membentuk jalinan-jalinan melodi dengan tekstur Homofoni yang membentuk akord. bagi kedua kekuatan seni arsitektur maupun musik. STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK -2- MEDIA MATRASAIN Volume 16, No.1, Maret 2019 ISSN 1858-1137 Musik merupakan satu bentuk kesenian karakteristik yang kuat dari unsur arsitektural yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi maupun musikal. Dalam pembahasan yang sisi personal manusia, bersifat universal, dan menggunakan mampu dinikmati beragam kalangan usia, analitik dan studi komparatif secara kualitatif status, latar belakang budaya, dsb. Kekuatan dan pendekatan historis, maka didapatkan musik itu sendiri mampu menembus batas dan penelusuran dan pencarian aspek keterhubungan waktu. yang analog di antara unsur bentuk arsitektural Hal ini menjadi inspirasi bagaimana menelaah sejauh mana kekuatan musik dan musikal metode sesuai penulisan dengan deskriptif representasi peradaban abad pertengahan (peradaban Barok). beranalog dengan arsitektur yang sama-sama merupakan bentuk kesen (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/download/25260/24969
Article home page: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/view/25260/24969

Roni Sugiarto. STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK, MEDIA MATRASAIN, 2019, pp. 1-14,