STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK
MEDIA MATRASAIN
Volume 16, No.1, Maret 2019
ISSN 1858-1137
STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK
Oleh :
Roni Sugiarto
(Staf Pengajar Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, )
Abstrak
Di samping dapat melihat bentuk dan mendengar bunyi, kita dapat juga mendengar bentuk dan melihat
bunyi. Ketika kita mendengar bunyi (auditory) kita pun dapat melihat ruang (spatiality).
Meski bahasa yang dipergunakan arsitektur dan musik berbeda, namun kedua bidang ini memiliki
karakter berkesenian yang sama yaitu pencarian makna keindahan yang tiada akhir, untuk memenuhi kerinduan
manusia akan nilai-nilai puitis yang tertanam dalam lubuk sanubarinya. Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang
sangat indah, dan bagi setiap orang keindahannya berbeda-beda karena ada „lagu‟ dalam setiap komposisi
arsitektur yang dinikmati secara visual dan berdasarkan sensasi persepsi subjektif.
Melalui penjelajahan imajinatif dan perseptif karya seni Barok, penelitian ini mencoba mencari analogi
antara sensasi auditory (berupa nada, irama, ritme, tempo, dinamika) dengan manifestasi wujud arsitektur
(bentuk, material, tekstur, struktur, hirarki, sikuens) dengan bantuan pendekatan konsep representatif dan
analogis. Melalui kajian dengan penelusuran dengan membandingkan secara analogis (yang bersifat atributif)
telah membuktikan adanya keterkaitan dan kesenambungan unsur bentuk antara arsitektur serta musik Barok.
Sistem representasi menjadi kunci dalam menghantarkan visi arsitektur serta musik Barok yang bersifat
imajinatif dan ekspresif ke dalam perwujudan bentuk atau suatu manifestasi.
Kata kunci: auditory, spatiality, bentuk musikal dan arsitektural, analogis, Barok
bentuk yang bersifat kuantitatif
1. PENDAHULUAN
Harmoni yang terdapat dalam musik
dapat
dibekukan
menjadi
konfigurasi
arsitektur,
dinyatakan
oleh
estetika
seperti
Schelling
dalam
yang
telah
seorang
filsuf
Jerman, Architecture in general is a frozen
music. Kesamaan konsep dalam memandang
arsitektur
dan
diterapkan
musik
oleh
banyak
digali
Antoniades
dan
yang
mengungkapkan bahwa hubungan arsitektur dan
musik telah mulai dikaji sejak jaman Yunani
klasik, yaitu saat dicetuskannya teori estetika
oleh
Pythagoras
dan
Plato
dimasa abad pertengahan banyak menggunakan
musik sebagai referensi untuk memperjelas
konsep
pembentukan
hitungan matematis.
Latar Belakang Barok
Zaman Barok (abad ke-17 dan 18),
ditandai dengan kemajuan besar dalam berbagai
bidang yaitu, ilmu pengetahuan, filsafat, seni
rupa, dan sastra. Kata Barok berasal dari bahasa
Portugis yaitu barroco yang berarti mutiara
yang memiliki bentuk tidak beraturan dan
digunakan untuk menjelaskan bangunan yang
melengkung dan sangat kaya dengan unsur
ornamen.
(Antoniades,
1990:264). Para ahli teori bidang arsitektur
arsitektur.
Alberti,
misalnya menggunakan musik sebagai contoh
untuk menggambarkan pandangannya mengenai
pencapaian keindahan melalui keanekaragaman
berupa
Arsitektur
Barok
dikenal
sebagai
arsitektur yang penuh theatrical dan over
decorative, serta penuh kejutan dengan warna
yang hidup (lively color). Dapat kita lihat pada
gereja-gereja
yang
dibangun
pada
zaman
tersebut, terlihat sangat dramatik dan sebagai
suatu simbol epitomic akan kekuatan gereja
yang
berkembang
dan
berkuasa.
STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK
-1-
Seperti
MEDIA MATRASAIN
Volume 16, No.1, Maret 2019
ISSN 1858-1137
misalnya, Gereja Il Gesu, Gereja St. Petrus di
membawa pengaruh besar terhadap musik
Vatikan, dan
Barok.
Gereja S. Carlo alle Quattro
Fontane di Roma.
Tinjauan akan membahas bagaimana
Di samping itu, terdapat juga musik
hubungan antara arsitektur-musik Barok dalam
Barok yang dikenal orang sebagai musik yang
tinjauan komparatif analogis dari segi unsur
sangat emosional dan penuh makna (affectus).
arsitektural dan musikalnya. Adapun metoda
Pada zaman ini para komposer (pencipta musik)
komparatif analogis yang digunakan adalah
berusaha menciptakan unsur unprecedental dan
analogi atributif dan analogi proporsionalitas.
dramatic
Analogi atributif yang bersifat elementer dan
contrast.
Unsur
kontras
dalam
susunan dan warna suara adalah suatu hal yang
terindra
penting
Kekontrasan
bentuk, ruang, tekstur, ritme, dan ornamen
dinamika juga mulai dimasukkan bahasa musik
dalam meng-komparasi-kan kedua seni itu.
yang dimainkan dan tertera dalam partitur.
Sementara
analogi
proporsionalitas
Perkembangan suatu pemikiran musikal yang
menggunakan
sesuatu
yang
vertikal atau homofonik menjadi karakteristik
transendental. Kesemuanya itu menggunakan
musik Barok, sehingga tekstur musik Barok
sistem
tidak sekadar polifoni tetapi bersifat polifoni
melatarbelakangi kedua kekuatan seni baik
pada
musik
Barok.
1
homofonik .
menggunakan
representasi
unsur-unsur
sebagai
kunci
yaitu
bersifat
yang
arsitektur serta musik Barok.
2. LINGKUP PEMBAHASAN
Tulisan ini akan membahas tentang
arsitektur dan musik Barok yang berkembang
pada masa 1600-1750 di Eropa Barat. Pusat
perhatian penelitian musik Barok yaitu pada
tahapan Barok Akhir (1680-1750), pada tahapan
Barok
Akhir
melahirkan
merupakan
sebagian
musik
tahapan
yang
Barok
yang
terdengar dewasa ini. Banyak aspek-aspek yang
muncul pada tahapan ini seperti: penekanan
pada daya tarik chord, pentingnya musik
instrumental dan vokal, serta struktur polifoni
Gambar 1.
Bagan Pola Pikir: hubungan sistem representasi
dengan perwujudan (manifestasi)
homofonik yang semarak digunakan. Selain itu,
Dalam tulisan ini akan difokuskan pada
tidak kalah pentingnya adalah keberadaan
komponis besar yaitu Monteverdi, Johann
Sebastian Bach dan George F. Handel yang
unsur bentuk, kedua unsur ini digunakan dalam
melakukan komparatif analogis arsitektural dan
musikal. Kedua unsur tersebut merupakan
unsur-unsur yang paling dasar (basic element)
1
Polifoni Homofonik : perpaduan antara tekstur Polifoni yang
membentuk jalinan-jalinan melodi dengan tekstur Homofoni yang
membentuk akord.
bagi kedua kekuatan seni arsitektur maupun
musik.
STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK
-2-
MEDIA MATRASAIN
Volume 16, No.1, Maret 2019
ISSN 1858-1137
Musik merupakan satu bentuk kesenian
karakteristik yang kuat dari unsur arsitektural
yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi
maupun musikal. Dalam pembahasan yang
sisi personal manusia, bersifat universal, dan
menggunakan
mampu dinikmati beragam kalangan usia,
analitik dan studi komparatif secara kualitatif
status, latar belakang budaya, dsb. Kekuatan
dan pendekatan historis, maka didapatkan
musik itu sendiri mampu menembus batas dan
penelusuran dan pencarian aspek keterhubungan
waktu.
yang analog di antara unsur bentuk arsitektural
Hal ini menjadi inspirasi bagaimana
menelaah
sejauh
mana
kekuatan
musik
dan
musikal
metode
sesuai
penulisan
dengan
deskriptif
representasi
peradaban abad pertengahan (peradaban Barok).
beranalog dengan arsitektur yang sama-sama
merupakan bentuk kesen (...truncated)