IMPLEMENTASI DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN BISNIS UMKM MELALUI PLATFORM INSTAGRAM: STUDI KASUS DAPUR QUEENSHA
8
Jurnal Pariwisata, Bisnis Digital dan Manajemen
Vol. 03, No. 1 Mei 2024 | DOI: https://doi.org/10.33480/jasdim.v3i1.4310
IMPLEMENTASI DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN
BISNIS UMKM MELALUI PLATFORM INSTAGRAM: STUDI KASUS
DAPUR QUEENSHA
Dennis Fathurahman 1*; Safira Maharani 2; Siti Hodizah 3; Lia Mazia4
Program Studi Bisnis Digital dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis1,2,3,4
Universitas Nusa Mandiri, Jakarta, Indonesia1,2,3,4
www.nusamandiri.ac.id1,2,3,4
1*
, .id2, .id3,
.id4
(*) Corresponding Author
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.
Abstract— The development of information technology enables UMKM to reach a wider market through
digital marketing, allowing them to attract more customers. This study discusses the implementation of Design
Thinking in business development for UMKM, with a case study on Dapur Queensha, a frozen food business. The
aim of this research is to enhance the understanding of Design Thinking implementation in UMKM business
development using the Instagram platform. This research adopts a descriptive qualitative approach, where
data is collected through observation and interviews. The analysis results indicate that Dapur Queensha is
striving to promote its products through social media platforms, especially Instagram. The adopted marketing
strategy involves leveraging Instagram to market their frozen food products. The proposed solution includes
creating attractive and consistent feed designs to post on Instagram and redesigning the existing logo to make
it more appealing and simple. Positive feedback from consumers and Instagram users indicates that the design
changes have had a positive impact. Additionally, the decision to use Instagram as a marketing tool has proven
effective, given its popularity and ability to reach a broad audience.
Keywords: design thinking, digital marketing, instagram, UMKM, social media.
Abstrak— Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pelaku UMKM untuk meraih pasar yang
lebih luas dengan digital marketing, yang memungkinkan mereka menjangkau lebih banyak pelanggan.
Penelitian ini membahas implementasi Design Thinking dalam pengembangan bisnis UMKM, dengan studi
kasus pada Dapur Queensha, sebuah usaha makanan beku. Tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan pemahaman tentang implementasi Design Thinking dalam pengembangan bisnis UMKM
dengan menggunakan platform Instagram. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, di
mana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa UMKM
Dapur Queensha sedang berusaha mempromosikan produknya melalui platform media sosial, terutama
Instagram. Strategi pemasaran yang diadopsi melibatkan pemanfaatan Instagram untuk memasarkan
produk frozen food mereka. Solusi yang diusulkan meliputi pembuatan desain feed yang menarik dan
konsisten untuk diposting di Instagram serta redesain logo yang lebih menarik dan sederhana. Umpan balik
positif dari konsumen dan pengguna Instagram menunjukkan bahwa perubahan desain yang dilakukan
memberikan dampak yang positif. Selain itu, keputusan untuk memanfaatkan platform Instagram sebagai
alat pemasaran terbukti tepat, mengingat popularitasnya dan kemampuannya untuk menjangkau audiens
yang luas.
Kata Kunci: design thinking, digital marketing, instagram, UMKM, media sosial.
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi
informasi
memungkinkan pelaku UMKM untuk meraih
pasar yang lebih luas dengan digital marketing,
P-ISSN: 2964-2094 | E-ISSN: 2964-4607
Jurnal Pariwisata, Bisnis Digital dan Manajemen
yang memungkinkan mereka menjangkau lebih
banyak pelanggan (Susanto et al., 2020).
Pemanfaatan sarana teknologi, informasi, dan
komunikasi yang sangat baik mendorong
pertumbuhan UMKM yang pesat di Indonesia
Jurnal Pariwisata, Bisnis Digital dan Manajemen
Vol. 03, No. 1 Mei 2024 | DOI: https://doi.org/10.33480/jasdim.v3i1.4310
(Nugroho, Praptono, & Dellarosawati, 2021),
serta pemasaran digital yang menggunakan
internet dan teknologi informasi untuk
memperluas pasar dan meningkatkan volume
penjualan, memungkinkan komunikasi serta
transaksi secara real-time dan global, sehingga
kini lebih diminati dibandingkan pemasaran
tradisional (Susanto et al., 2020). E-commerce
meningkatkan pendapatan UMKM karena
pelanggan lebih mudah menemukan informasi
tentang produk yang mereka miliki (Rianty &
Rahayu, 2021), dan Instagram, platform terkenal
dengan antarmuka pengguna yang intuitif,
digunakan oleh semua orang dari semua
demografi, membuatnya populer bagi pelaku
bisnis untuk membangun brand image dan
melariskan produk/jasa karena efektivitas dan
efisiensi dalam menjangkau target konsumen
(Sulistiyo, Fitriana, & Lee, 2020). Instagram
banyak digunakan oleh produsen barang dan jasa
untuk menciptakan citra merek yang baik untuk
produk mereka karena banyaknya penggunaan
dan rendahnya biaya dibandingkan dengan
strategi pemasaran offline (Sulistiyo et al., 2020),
dan pemasaran melalui platform Instagram telah
membuktikan pengaruhnya yang besar terhadap
bisnis UMKM, terutama bagi Dapur Queensha,
dengan jangkauan yang luas, Instagram
memberikan peluang tak terbatas bagi UMKM
untuk memperluas visibilitas dan meningkatkan
penjualan produk mereka, serta perkembangan
pesat dalam teknologi, dunia digital, dan internet
memengaruhi industri pemasaran saat ini,
dengan pemasaran digital yang meningkatkan
jangkauan dan mengurangi biaya, sehingga bagi
Dapur Queensha, memanfaatkan Instagram
sebagai alat pemasaran yang efektif telah
menjadi langkah penting dalam mengembangkan
bisnis mereka.
Dalam konteks ini, desain logo, desain
feeds Instagram, dan desain packaging
memainkan peran yang krusial dalam mencapai
kesuksesan
pemasaran,
karena
penulis
menyadari bahwa desain yang menarik,
konsisten, dan sesuai dengan konsep design
thinking adalah kunci dalam menciptakan
identitas merek yang kuat dan memikat
pelanggan potensial. Design thinking adalah salah
satu
metode
yang
mempertimbangkan
kebutuhan pengguna terhadap inovasi yang
diambil dari perangkat perancang untuk
selanjutnya
diintegrasi
pada
kebutuhan
pengguna atau user untuk digabungkan dengan
teknologi yang sesuai, sehingga menjadi produk
bisnis yang baik karena dapat memberikan solusi
efektif bagi suatu permasalahan (Pradana & Idris,
2021). Karena daya saing bisnis bergantung pada
desain produk dan jasa, desain dapat
9
memengaruhi manajemen pemasaran, dan
penggunaan teknologi dalam penyelesaian solusi
bisnis juga dapat dimasukkan dalam pemikiran
desain (Saputra & Kania, 2022). Melalui
pendekatan
kreatif
ini,
UMKM
dapat
mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan
konsumen, memahami tren pasar, dan
menciptakan solusi desain yang relevan dan
menarik.
Dalam artikel ini, penelitian ini akan
menjelajahi bagaimana pemasaran melalui
platform Instagram dan implementasi design
thinking dapat membantu UMKM seperti Dapur
Queensha dalam mengoptimalkan keberadaan
mereka di dunia digital. Penelitian ini juga akan
menganalisis secara mendalam bagaim (...truncated)