PENINGKATAN MUTU PRODUK IKAN TONGKOL ASAP MELALUI SOSIALISASI TEKNIK PENGEMASAN PADA POKLASHAR MARNIATI DI WILAYAH DESA TRITIRO
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 2 No.2 Juni 2023 Hal: 22 – 30
e-ISSN:2963-1432
PENINGKATAN MUTU PRODUK IKAN TONGKOL ASAP
MELALUI SOSIALISASI TEKNIK PENGEMASAN PADA
POKLASHAR MARNIATI DI WILAYAH DESA TRITIRO
Yasnidar1, Tahirah Hasan1*, Shifa Helena2, Syarif Irwan Nurdiansyah2,
Warsidah2
1
2
Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Islam Makassar
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura
Email korespondensi :
*Koresponden penulis
Info Artikel
Abstract
Diajukan: 08-07-2023
Diterima: 10-07-2023
Diterbitkan: 10-07-2023
Smoked cob fish is one of the processed marine fisheries
commodities which is much loved by the community, both local people
and outside the Tritiro village area. The marketing of this smoked fish
product reaches outside the Tritiro village area, which causes the
need for packaging that can maintain the quality of the fish until it
reaches the customer. This independent community service activity
(PKM) aims to improve the quality of smoked fish products produced
by smoked fish processing groups through socialization of packaging
techniques using a vacuum sealer so as to extend the shelf life of
smoked fish, especially in distribution outside the region. The activity
was attended by smoked fish processor Poklashar Marniati in the
South Kalumpang sub-village, with lecture and practice methods or
demonstrations in using a vacuum sealer. The results of the activity
show that packaging with a vacuum sealer can increase the durability
of smoked tuna so that the risk of damage when shipping out of the
area can be minimized. Monitoring and evaluation of packaging
socialization activities with this technique is carried out during the
PKM activity and up to 3 months after the completion of the activity.
The monitoring and evaluation results show that this packaging
socialization can increase the productivity of processed smoked fish
in the village.
Keyword:
smoking, vacuum, sealer,
smoked cob fish, Tritiro
village
Kata Kunci:
pengasapan, vakum, sealer,
ikan tongkol asap, desa
Tritiro
Abstrak
Ikan tongkol asap adalah salah satu komoditas olahan hasil perikanan
laut yang banyak digemari oleh masyarakat baik masyarakat lokal
ataupun di luar wilayah desa Tritiro. Pemasaran dari produk ikan asap
ini sampai ke luar daerah desa Tritiro, yang menyebabkan perlunya
pengemasan yang dapat menjaga mutu ikan sampai ke tangan
pemesannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM)
secara mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk ikan
asap yang diproduksi oleh kelompok pengolah ikan asap melalui
sosialisasi teknik pengemasan menggunakan vakum sealer sehingga
dapat memperpanjang masa simpan ikan asap, terutama dalam
pendistribusian ke luar daerah. Kegiatan diikuti oleh pengolah ikan
asap Poklashar Marniati di dusun Kalumpang Selatan, dengan
metode ceramah dan praktek atau demonstrasi dalam menggunakan
22
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 1 No.1 April 2022 Hal: xx – xxx
e-ISSN:2528-116X p-ISSN:2527-5216
alat vakum sealer.
Dari hasil kegiatan menunjukkan bahwa
pengemasan dengan vakum sealer dapat menambah daya tahan ikan
tongkol asap sehingga resiko kerusakan saat pengiriman keluar
daerah dapat diminimalisir. Monitoring dan evaluasi kegiatan
sosialisasi pengemasan dengan teknik ini dilakukan selama
berlangsungnya kegiatan PKM dan sampai 3 bulan setelah
selesainya berlangsung kegiatan. Hasil monitoring dan evaluasi
menunjukkan bahwa sosialisasi pengemasan ini dapat meningkatkan
produktivitas olahan ikan asap di desa tersebut.
PENDAHULUAN
Desa Tritiro adalah salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Bulukumba
dengan hasil perikanan yang cukup tinggi, sehingga kelompok nelayan dan
pengusaha produk perikanan juga banyak ditemukan di wilayah tersebut. Salah
satu usaha pengolahan produk perikanan yang banyak terdapat di wilayah ini
adalah pengasapan ikan tongkol, baik dalam bentuk perekor maupun dalam
bentuk irisan. Pengasapan adalah salah satu teknik pengolahan produk
perikanan apa saja seperti ikan dan sotong (cumi) dengan menggunakan asap,
baik asap cair maupun asap yang langsung dihasilkan dari perapian (Husen,
A., 2018). Pengasapan oleh kelompok pengolah ikan di daerah ini dilakukan
secara tradisional, dengan menggunakan asap langsung dari bara perapian
berbahan baku kayu ataupun sabut kelapa (Sitanggang, et al., 2020). Asap
kayu atau campuran asap kayu dengan asap sabut kelapa di dalam proses
pengolahan bahan makanan dapat memberikan fungsi yaitu memberi rasa
(flavouring) dan mengawetkan (preservation). Pangan olahan hasil
pengasapan memiliki banyak kelebihan di antaranya adalah lebih awet,
memiliki rasa dan aroma yang khas (Suroso et al., 2018). Pengasapan
dilakukan di dalam ruang atau rumah kecil yang khusus disiapkan untuk
pengasapan ikan. Ikan asap yang dihasilkan dari masing-masing kelompok
pengolah umumnya berwarna kuning emas atau kecoklatan. Warna ini
tergantung pada proses pengasapan seperti persiapan irisan daging ikan, suhu
pengasapan dan lingkungan pengasapannya. Kondisi lingkungan pengasapan,
bahan bakar pengasapan dan suhu pengasapan akan mempengaruhi jenis
warna dan pemerataan warna ikan asap yang dihasilkan (Adawyah, 2007).
Ikan asap yang diproduksi dari daerah ini sudah terkenal sampai di luar
daerah dan banyak digemari oleh masyarakat pencinta kuliner ikan. Ikan asap
dari daerah ini dapat dimakan langsung atau dapat diolah lebih lanjut menjadi
sambal tongkol asap suir, kari tongkol asap ataupun olahan lainnya yang
menambah nilai ekonomi dari ikan tersebut. Pemasaran langsung ditujukan
pada masyarakat lokal peminat ikan asap, sedangkan untuk masyarakat
penggemar ikan asap yang ada di luar kota dapat dilakukan melalui pemesanan
terlebih dahulu baik melalui kontak Whatsapp pribadi ataupun pada media
sosial lain seperti facebook dan instagram. Untuk pemasaran kepada
masyarakat lokal dapat diambil langsung di rumah produksi ikan asap atau juga
23
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 1 No.1 April 2022 Hal: xx – xxx
e-ISSN:2528-116X p-ISSN:2527-5216
melalui lapak di pasar-pasar tradisional, tanpa memerlukan perlakuan
pengemasan khusus.
Pengemasan pangan dapat melindungi produk pangan mentah ataupun
olahan dari resiko kerusakan fisik ataupun kimia selama dalam penyimpanan
sehingga dapat memperlama masa simpan komoditas tersebut (Firahmi, et al.,
2015). Pengemasan ikan asap pada pembelian langsung dapat menggunakan
daun jati atau pun daun pisang yang selanjutnya di masukkan ke dalam kantong
belanja pembeli atau kresekan yang disediakan penjual. Di sisi lain, penjualan
yang dilakukan melalui order secara online pada masyarakat di luar wilayah
desa Tritiro, memerlukan pengemasan yang dapat menjaga kualitas ikan
sampai tiba di tangan pemesannya.
Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan pada salah satu
kelompok pengolah ikan asap adalah memperkenalkan penggunaan vakum
sealer atau pengemasan dengan menghilangkan udara dari bahan pengemas
plastik sebelum dilakukan pengepresan. Kegiatan ini diikuti oleh anggota
kelompok pengolah, (...truncated)