PERAN KEPEMIMPINAN TOKOH INFORMAL TERHADAP KEMANDIRIAN KELOMPOK TANI HUTAN
Jurnal Kommunity Online, 1 (2), 2020, 135-141
Website: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko
e-ISSN:
PERAN KEPEMIMPINAN TOKOH INFORMAL TERHADAP KEMANDIRIAN KELOMPOK TANI
HUTAN
Suyadi*, Dyah Ekaprasetya MR
BP2SDM, KemenLHK, Indonesia
E-mail:
Abstract
Communities that exist around the forest in general are still very dependent on their leaders.
Effectiveness empowerment of forest communities/reserves can be measured from three aspects of selfreliance in the economic, social, cultural and ecological. The purpose of this study are: (1) analyze
the effect of a leadership role informal leader of the economic self-reliance of forest farmer groups in
the village of Kopo District Cisarua Bogor, (2) analyze the effect of a leadership role informal leader
of the self-reliance of the ecology of forest farmer groups in the village of Kopo District Cisarua
Bogor, (3) analyze the effect of the leadership role the informal leaders of the social and cultural
independence of forest farmer groups in the village of Kopo District Cisarua Bogor. The research was
conducted from March to May 2016. Data were analyzed using multiple regression analysis. The
conclusions of this study are (1) a leadership role informal leaders did not significantly affect the
economic self-reliance of forest farmer groups in the village of Kopo District Cisarua Bogor, (2) a
leadership role as informal community leaders (the informational role) significantly affected the selfreliance of the ecology of forest farmer groups in the village of Kopo District Cisarua, Bogor, (3) the
leadership role of informal leaders did not significantly affect social and cultural self-reliance of
forest farmer groups in the village of Kopo District Cisarua, Bogor.
Keywords: leadership; informal; self-reliance
Abstrak
Masyarakat yang ada di sekitar hutan pada umumnya masih sangat tergantung pada
pemimpin mereka. Efektifitas pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi dapat
diukur dari kemandirian masyarakat dalam tiga aspek ekonomi, sosial budaya dan ekologi.
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menganalisis pengaruh peran kepemimpinan tokoh
informal terhadap kemandirian ekonomi kelompok tani hutan di Desa Kopo Kecamatan
Cisarua Kabupaten Bogor, (2) menganalisis pengaruh peran kepemimpinan tokoh
informal terhadap kemandirian ekologi kelompok tani hutan di Desa Kopo Kecamatan
Cisarua Kabupaten Bogor, (3) menganalisis pengaruh peran kepemimpinan tokoh
informal terhadap kemandirian sosial budaya kelompok tani hutan di Desa Kopo
Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai Mei
2016. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Kesimpulan
penelitian ini adalah (1) peran kepemimpinan tokoh informal tidak berpengaruh nyata
terhadap kemandirian ekonomi kelompok tani hutan di Desa Kopo Kecamatan Cisarua
Kabupaten Bogor, (2) peran kepemimpinan tokoh informal (peran informasional)
berpengaruh nyata terhadap kemandirian ekologi kelompok tani hutan di Desa Kopo
Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, (3) peran kepemimpinan tokoh informal tidak
berpengaruh nyata terhadap kemandirian sosial budaya kelompok tani hutan di Desa Kopo
Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.
Kata kunci: kepemimpinan; informal; kemandirian
DOI
-
*Corresponding author
Jurnal Kommunity Online, 1 (2), 2020
PENDAHULUAN
Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Keberadaan hutan dan kawasan hutan
bukan hanya sebagai penghasil kayu tetapi juga dapat menghasilkan komoditas dan jasa lainnya dalam rangka
meningkatkan keberdayaan masyarakat sekitar hutan. Untuk meningkatkan peran sektor kehutanan dalam
pembangunan, maka diupayakan peningkatan kualitas sumberdaya manusia sebagai pelaku pembangunan.
Penyuluhan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
Hal ini merupakan kegiatan strategis dan merupakan kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.
Kelompok tani hutan sebagai bagian dari masyarakat, selain sebagai sasaran utama penyuluhan
kehutanan saat ini menjadi pelaku utama pembangunan kehutanan di tingkat tapak.
Menurut Peratuan Menteri kehutanan Nomor 57/Menhut-II/2014, Kelompok Tani Hutan (KTH) adalah
kumpulan petani atau perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya yang mengelola usaha di bidang
kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan yang meliputi usaha hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan
jasa lingkungan baik di hilir maupun di hulu.
Keberhasilan pembangunan kehutanan memerlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak. Untuk
mencapai pengelolaan hutan secara lestari diperlukan kesamaan persepsi tentang manfaat dan kepentingan
sumber daya hutan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) kehutanan, baik pemerintah, swasta, LSM
maupun tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan
pemerintah dan swasta dalam pelaksanaan pengelolaan hutan. Tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai
peranan penting tersebut adalah merupakan pemimpin informal. Mintzberg yang diacu oleh Arifin (2015)
mengelompokkan sepuluh peran kepemimpinan ke dalam tiga kategori yaitu interpersonal roles, informational
roles dan decisional roles.
Kegiatan yang diperuntukan untuk masyarakat sekitar hutan hendaknya memperhatikan sistem sosial
masyarakat setempat. Hal ini disebabkan karena masyarakat yang ada disekitar hutan pada umumnya masih
paternalistik dan sangat tergantung pada pemimpin mereka. Soekanto (2013), mengemukakan bahwa
kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dari seseorang (yaitu pemimpin atau leader) untuk mempengaruhi
orang lain (yaitu orang yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya), sehingga orang lain tersebut bertingkah laku
sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Kepemimpinan ada yang bersifat resmi (formal leadership),
yaitu pemimpin yang tersimpul di dalam suatu jabatan. Ada pula kepemimpinan karena pengakuan masyarakat
akan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Efektifitas pemberdayaan masyarakat sekitar
hutan/kawasan konservasi dapat diukur dari kemandirian masyarakat dalam tiga aspek ekonomi, sosial budaya
dan ekologi yang didukung oleh kemampuan sumberdaya manusia secara utuh (kognitif, afektif, psikomotorik)
serta sumberdaya lain yang memungkinkan dan mendorong masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam
prosesnya (Ristianasari 2012).
Keberhasilan pembangunan kehutanan di Indonesia tersebut tentunya sangat diperlukan dukungan dari
berbagai pihak termasuk para tokoh informal yang diakui oleh masyarakat sebagai pemimpin mereka.
Pemimpin dan kepemimpinannya merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia
dan berperan sentral dalam menjalankan roda organisasi. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menganalisis pengaruh
peran kepemimpinan tokoh informal terhadap kemandirian ekonomi kelompok tani hutan di Desa Kopo
Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, (2) menganalisis pengaruh peran kepemimpinan tokoh informal terhadap
kemandirian ekologi kelompok (...truncated)