HUBUNGAN RELIGIUSITAS TERHADAP KINERJA ASN DENGAN VARIABEL INTERVENING LINGKUNGAN KERJA NON FISIK (STUDI KASUS PADA ASN KANTOR GUBERNUR PROVINSI RIAU)
Jurnal Trias Politika, Vol 7. No.2: 395 - 413
Oktober 2023
e-ISSN: 2597-7423
p-ISSN: 2597-7431
HUBUNGAN RELIGIUSITAS TERHADAP KINERJA ASN KANTOR GUBERNUR
PROVINSI RIAU DENGAN VARIABEL INTERVENING LINGKUNGAN KERJA
NON FISIK
Ratna Nurani1, Pelican Landri2, Virna Museliza3, Sitti Rahmah4
1
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Dakwah, UIN Sultan Syarif Kasim Riau
3, 4
Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Sultan Syarif Kasim Riau
*Korespondensi Author E-mail:
2
Diterima : 24102023
Direvisi : 18122023
Disetujui : 03012024
ABSTRACT
This article aims to find out how religiosity influences the work environment and non-physical performance,
to find out how the non-physical work environment influences ASN performance and to find out how religiosity
influences ASN performance in the Riau Governor's Office through the non-physical work environment as an
intervening variable. A quantitative approach with the PLS method is used to answer the hypothesis. The
results of this research are based on the results of the bootstrapping test, the t-count value is greater than the
t-tall (2,646> 1.96), and p value <0.05 (0.008 <0.05) which shows that religiosity has a positive relationship
towards Non-physical work environment, Hypothesis 1 is accepted, Religiosity has no effect on ASN
performance. This is indicated by the t-count value being smaller than the t-table (0.351<1.96), and p
value>0.05 (0.72>0.05), Hypothesis 2 is rejected. that the non-physical work environment influences the
performance of Riau Provincial Government ASN. This is indicated by the t-count value being greater than
the t-table (2,867 > 1.96), and p value <0.05 (0.004 <0.05). So it can be concluded that the non-physical work
environment has an influence on the performance of Riau Provincial Government ASN. Hypothesis 3 is
accepted and that there is no direct influence from the intervening variable, namely the non-physical work
environment. The results show that the P value is > 0.05 (0.077> 0.05). so that the non-physical work
environment does not act as a mediating variable between Religiosity and ASN Performance, Hyopthesis 4 is
rejected.
Keywords: Religiosity; Performance; Non-Physical Environment.
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui religiusitas berpengaruh terhadap lingkungan kerja dan kinerja
non fisik, untuk mengetahui lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja ASN dan untuk
mengetahui religiusitas berpengaruh terhadap kinerja ASN di Kantor Gubernur Riau melalui
lingkungan kerja non fisik sebagai variabel intervening. Pendekatan kuantitatif dengan metode PLS
digunakan untuk menjawab hipotesa. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil uji bootstrapping
nilali t-hitung lebih besalr dalri t-talbel (2.646> 1,96), dan p value<0,05 (0,008<0,05) yang menunjukkan
religiusitas memiliki arah hubungan yang positif terhadap Lingkungan Kerja non fisik, Hipotesa 1
diterima, Religiusitas tidak berpengaruh terhadap kinerja ASN. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-hitung
lebih kecil dalri t-talbel (0.351< 1,96), dan p value>0,05 (0,72>0,05), Hipotesa ke 2 ditolak. bahwa
Lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja ASN Pemprov Riau. Hal ini ditunjukkan
dengan nilai t-hitung lebih besalr dalri t-talbel (2.867 > 1,96), dan p value<0,05 (0,004<0,05). Maka dapat
disimpulkan bahwa lingkungan kerja nons fisik berpengaruh terhadap kinerja ASN Pemprov Riau,
Hipotesa ke 3 diterima dan bahwa tidak terdapat pengaruh langsung dari variabel intervening yaitu
Lingkungan Kerja non fisik. Hasil menunjukkan bahwa nilai P value > 0.05 (0.077>0.05). sehingga
Lingkungan kerja non fisik tidak berperan sebagai variabel yang memediasi antara Religiusitas dan
Kinerja ASN, Hioptesa ke 4 ditolak
Kata kunci: Religiusitas; Kinerja; Lingkungan Non Fisik.
Jurnal Trias Politika (JTP) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
395
Jurnal Trias Politika, Vol 7. No.2: 395 - 413
Oktober 2023
e-ISSN: 2597-7423
p-ISSN: 2597-7431
PENDAHULUAN
Ke me nte rian Pe ndayagunaan Aparatur Ne gara dan Re formasi Birokrasi (Ke me npan
i
i
i
i
i
i
i
i
RB) me nye butkan dalam bukunya Road Map Re formasi Birokrasi 2015 sampai de ngan 2019
i
i
i
i
bahwa te rdapat se jumlah masalah dan tatanan yang be rkaitan de ngan birokrasi dan/atau ASN
i
i
i
i
yang harus dise le saikan (Ke me n PAN & RB, 2015: 10-13). De ngan asumsi bahwa
i
i
i
i
i
pe rmasalahan pada ASN ini be rmuara pada hilangnya karakte r se bagai pe layan ne gara dan
i
i
i
i
i
i
le mahnya budaya ke rja yang dijalankan aparatur te rse but, dibutuhkan se buah upaya yang
i
i
i
i
i
radikal dan re volusional untuk me mpe rkuat ke mbali karakte r dan budaya ke rja ASN se suai
i
i
i
i
i
i
i
de ngan yang diharapkan, pe nguatan dime nsi re ligiusitas me njadi jawabannya (Supriatna,
i
i
i
i
i
2017)
(Mangkunegara, 2011) me nyatakan kine rja se bagai pe ncapaian ke rja se cara kualitas
i
i
i
i
i
i
dan kuantitas yang didapat ole h individu dalam menge rjakan tugas se suai pada pe ke rjaan yang
i
i
i
i
i
i
te lah dibe rikan ke pada karyawan te re se but. Nilai-nilai ke agamaan yang dipe rcayai se orang
i
i
i
i
i
i
i
i
i
karyawan me njadi sumbe r se mangat ke rja yang me mpe ngaruhi cara pandang karyawan
i
i
i
i
i
i
te rse but te rhadap pe ke rjaanya. Pada sikap diri karyawan yang me miliki asas dan pe nghayatan
i
i
i
i
i
i
i
ke agamaan yang kuat akan te rmotivasi untuk me mbe rikan yang te rbaik dalam me lakukan
i
i
i
i
i
i
pe ke rjaannya me rupakan ke te rkaitan antara re ligiusitas de ngan aktivitas di dalam dunia ke rja
i
i
i
i
i
i
i
i
(Sulistyo, 2011). (Sulistyo, 2011)me nyatakan bahwa re ligiusitas sangat pe ntingg dimiliki ole h
i
i
i
i
pe gawai, kare na jika pe gawai me mpunyai tingkat re ligiusitas yangg se makin tinggi maka
i
i
i
i
i
i
motivasi pe gawai untuk me nghasilkan pre stasi atau kine rja yang baik juga akan se makin
i
i
i
i
i
tinggi. Hasil pe ne litian yang se laras de ngan pe ndapat ini antara lain pe ne litian yang dilakukan
i
i
i
i
i
i
i
(Mardalis et al., 2019) de ngan hasil pe ne litian bahwa variabe l re ligiusitas be rpe ngaruh
i
i
i
i
i
i
i
signifikan te rhadap kine rja karyawan, (Prasetyo & Anitra, 2020) laporan pe ne litiannya
i
i
i
i
variabe l re ligiusitas be rpe ngaruuh positif signiifikan te rhadaap kine rja karyawan.
i
i
i
i
i
i
Be rsumbe r hasil pe ne litiannya (Osman-Gani et al., 2010) me nyatakan bahwa, ada
i
i
i
i
i
be be rapa implikasi untuk manaje r dan pe nye lia yang be rusaha me nghasilkan pe rubahan
i
i
i
i
i
i
i
i
pe rilaku karyawan dalam organisasi, dire kome ndasikan untuk se me ntara bahwa manaje me n
i
i
i
i
i
i
i
puncak harus me nye diakan ke rangka ke rja de ngan me nformalkan ke agamaan dan spritual,
i
i
i
i
i
i
(...truncated)