Studi In Silico Senyawa Turunan Flavonoid terhadap Enzim HMGCoA Reduktase
Studi In Silico Senyawa Turunan Flavonoid terhadap Enzim HMGCoA Reduktase
Susan Sulastri1, Hafrizal Riza1, Inarah Fajriaty1
Fakultas kedokteran Prodi Farmasi, Universitas Tanjungpura. Pontianak, Indonesia 1
Abstrak : Senyawa flavonoid yang terdapat dalam jeruk memiliki aktivitas sebagai antikolesterol. Faktor
penentu efefk yang diinginkan terletak pada posisi dan jumlah kelompok OH dalam struktur flavonoid.
Tujuan penelitian ini untuk melihat beberapa keteraturan dalam hubungan antara struktur, aktivitas sebagai
antikolesterol dari hesperitin, 2-(3-hidroksi-4-methoxyphenyl)chroman-4-one dan 5,7-dihydroxy-2phenylchroman-4-one. Metode in silico yaitu analisis sifat fisiskokimia yang terkait dengan kelarutan,
permeabilitas dan bioavailabilitas menggunakan ChemOffice 15.0, analisis afinitas reseptor-ligan secara
docking menggunakan Autodock Vina dengan program Autodock Tools. Hasil analisis sifat fisikokimia dan
docking menunjukkan bahwa hesperitin (log P 1.5), 2-(3-hydroxy-4-methoxyphenyl)chroman-4-one ( log P
2.28), 5,7-dihydroksi-2-fenilchroman-4-one (log P 2.02) dan atorvastatin (log P 5.05) dengan energi
pengikatan masing-masing -7.1, -7.4, -7.7 dan -8.2 kkal/Mol. Jenis interaksi antara reseptor dan ligan-ligan
yaitu ikatan hidrogen dan hidrofobik. Kesimpulan bahwa kedua ligan uji dapat mengikat sisi aktif enzim
HMG-CoA reduktase pada residu 426-888 sehingga terjadi penghambatan aktivitas pembentukan kolestrol.
Kata kunci: Antikolesterol, Hesperitin , Hubungan struktur dan aktivitas
Penulis :
Susan Sulastri
Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
Email :
Study In Silico Flavonoid Derivate Compounds on The Enzyme HMGCoA Reductase
Susan Sulastri1, Hafrizal Riza1, Inarah Fajriaty1
Fakultas kedokteran Prodi Farmasi, Universitas Tanjungpura. Pontianak, Indonesia 1
Abstract : Flavonoid compounds contained in oranges have anti-cholesterol activity. The determinant of the
desired effect lies in the position and number of OH groups in the flavonoid structure. The purpose of this
study is to see some order in the relationship between structures, activity as anti-cholesterol of hesperitin, 2(3-hydroxy-4-methoxyphenyl)chroman-4-one and 5,7-dihydroxy-2-phenylchroman-4-one. The method were
used the analysis of physicochemical properties associated with solubility, permeability and bioavailability
using ChemOffice 15.0, to analyze the affinity of receptor-ligands docking using Autodock Vina with the
Autodock Tools program. The analysis result of physicochemical properties and docking result show that
the hesperidin (log P 1.5), 2-(3-hydroxy-4-methoxyphenyl)chroman-4-one (log P 2.28), 5.7-dihydroxy-2phenylchroman-4-one (log P 2.02) and atorvastatin (log P 5.05) with their energies respective -7.7, -7,1 , 7.4 and -8,2 kcal/mol. The type of interaction between receptors and ligand are the bond of hydrogen and
hydrophobic bonds. The conclusion that test ligands can bind to the active side of HMG-CoA reductase
enzyme on residue 426-888 resulting in inhibition of cholesterol formation activity.
Keywords : Anti-cholesterol, Hesperitin, Relationships structure activity
Pendahuluan
Satu faktor resiko bagi penyakit jantung dan
pembuluh darah khususnya aterosklerosis, yaitu
terbentuknya plague pada arteri sebagai
permulaan timbulnya penyakit yang berhubungan
dengan jantung, seperti hipertensi, stroke dan
serangan jantung yang disebabkan oleh
Hiperkolesterolemia, kondisi dimana tingkat
kolesterol total dalam darah >240 mg/dl dan
menjadi salah.(1,2) Berdasarkan data Riskesdas
tahun 2013, prevalensi kolesterol di Indonesia
dengan usia ≥15 tahun yaitu 35,9%, dengan
penyakit jantung 12,9% dan stroke 21,1%.(4,5)
peningkatan kolesterol diperkirakan menyebabkan
2,6 juta kematian (3)
Flavonoid dengan struktur khas dapat
berinteraksi dengan enzim sehingga menunjukan
polifarmakologi yang efektif karena adanya
hubungan struktur dan aktivitas.(17) Hesperidin
terhidrolisis didalam tubuh oleh adanya glukoside
atau bakteri usus yang dapat mengurai gula dari
hesperidin
sehingga
memberikan
bentuk
anglikonnya yaitu hesperitin.(21,22)
Pemberian
hesperidin oral 500 mg memberikan efek
antihiperkolestrolemia.(7)
Mekanisme kerja
hesperidin dengan menghambat HMG-CoA
reduktase, acyl-coA cholesterol acyltransferase
(ACAT), ekspresi reseptor LDL.(8) Rendahnya
bioavailabilitas membatasi
penerapan lebih
lanjut.(6) Maka perlu dilakukan modifikasi
struktur hesperitin, namun sebelum dilakukan
modifikasi dilakukan uji pendahuluan tentang
hubungan struktur dan aktivitas (HSA) gugus
yang mempengaruhi penetrasi dan aktivitas
hesperitin terhadap HMG-CoA reduktase secara
in silico.
Metode ini mengintegrasikan teori kimia
dan pemodelan dengan pengamatan eksperimental
berdasarkan pada algoritma matematika, statistik,
dan basis data. Metode ini juga menghitung
hukum dasar fisika atom seperti partikel
bermuatan, inti positif, elektron negatif dan
pengaturan geometrik dari inti sesuai dengan
molekul stabil, dan bagaimana atom berinteraksi
satu sama lain. Oleh karena itu, metode ini dapat
berkontribusi sebagai studi awal untuk
mendukung metode eksperimen in vitro dan in
vivo.(23) Pelepasan gugus 5,7-dihidroksi pada
cincin
A
diperoleh
2-(3-hydroxy-4methoxyphenyl) chroman-4-one karena gugus
hidroksil fenolik memberikan lebih banyak
kelarutan dalam air. Selain itu, gugus-gugus
tersebut memiliki aktivitas sebagai antivirus dan
apoptosis sel kanker.(17) Pelepasan gugus OH dan
OCH3 pada hesperitin menjadi 5,7-dihydroxy-2phenylchroman-4-one.
Selain
mengurangi
kelarutan dalam air dengan mengeliminasi gugus
OH. Gugus OCH3 berpengaruh pada konstanta
disosiasi gugus hidroksil fenolik sehingga
molekul bersifat hidrofobik.(9) Kontribusi gugus
metoksi dan gugus hidroksil pada cincin B dalam
flavonoid memberikan aktivitas anti-diabetes,
antineuropatologi dan kardioprotektif.(17,10) Oleh
karena itu, dilakukan penelitian terhadap dua
struktur hesperitin yaitu menjadi 5,7-dihydroxy2-phenylchroman-4-one
dan 2-(3-hydroxy-4methoxyphenyl)chroman-4-one terhadap HMGCoA reduktase secara in silico untuk melihat
penetrasi dan afinitasnya sebagai antikolesterol.
HSA menunjukkan bahwa sifat fisika kimia yang
dibawa
oleh
struktur
senyawa
akan
mempengaruhi aktivitas biologinya. Analisis sifat
fisika kimia dari struktur 2-(3-hydroxy-4methoxyphenyl) chroman-4-one dan 5,7-dihyroxy2-phenyl chroman-4-one dengan hukum lima
Lipinski
dengan
menggunakan
aplikasi
chemdraw.(11) Studi interaksi penghambatan
senyawa
terhadap
reseptor
memberikan
afinitas/aktivitas
dengan
cara
docking
menggunakan aplikasi autodock vina.(12)
Metodologi
Struktur tiga dimensi (3D) enzim diperoleh
dari
RSCB
data
bank
protein
(http://www.rcsb.org/pdb/home/home.do). Ligan
yang digunakan yaitu hesperitin, 2-(3-hydroxy-4methoxyphenyl)chroman-4-one
dan
5,7dihydroxy-2-phenylchroman-4-one. Ligan-ligan
tersebut kemudian digambar dan analisis sifat
fisikokimianya
menggunakan
program
Chemoffice 15.0. P (...truncated)