PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TANJUNGHARJA KABUPATEN TEGAL
Availabe online at Website:
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko
Jurnal Kommunity Online, Volume 5, No 1, 2024, 1-14
PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN
BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TANJUNGHARJA
KABUPATEN TEGAL
Seftiani Indhatul Jannah*, Yuwanda Nila Ariyani, Isna Rahmawati
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
E-mail:
Submit : 21 April 2024, Revisi : 3 Mei 2024, Approve : 5 Juni 2024
Abstract
The problem of poverty is still a strategic issue in Tegal Regency, Central Java Province. One of the
village areas that still experiences poverty in Tegal Regency is in Tanjungharja Village. Increasing
social and economic needs mean that women not only act as housewives, but also play a role in
helping the family's economy. The aim of this research is to determine the role and results of
empowering housewives through the oyster mushroom cultivation program carried out by Wijaya
Kusuma Women’s Farmers Group. This research uses descriptive qualitative research methods.
Data collection use observation, interview, and documentation. The data selection technique uses
purposive sampling technique. The results of the research conducted show that the role carried out
by the management of KWT Wijaya Kusuma is quite good in carrying out their roles, namely
facilitative roles, educational roles, representative roles and technical roles. Thus roles provide
empowerment results, namely being able to increase income in the family even though the income
obtained is uncertain, but activities in the Wijaya Kusuma Farming Women's Group can be a place
for housewives to participate in development.
Keywords: Roles, Community Development; Women’s Farmer Group.
Abstrak
Permasalahan kemiskinan masih menjadi isu strategis di Kabupaten Tegal. Salah satu desa yang
masih mengalami kemiskinan di Kabupaten Tegal adalah di Desa Tanjungharja. Meningkatnya
kebutuhan sosial dan ekonomi membuat perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga,
namun juga berperan dalam membantu perekonomian keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui peran dan hasil pemberdayaan ibu rumah tangga melalui program budidaya jamur tiram
yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik pemilihan data menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang
dilakukan menunjukkan bahwa peran yang dijalankan oleh pengurus KWT Wijaya Kusuma sudah
cukup baik dalam menjalankan perannya yaitu peran fasilitatif, peran edukatif, peran perwakilan dan
peran teknis. Peran tersebut memberikan hasil pemberdayaan yaitu dapat meningkatkan pendapatan
dalam keluarga meskipun pendapatan yang diperoleh tidak menentu, namun kegiatan di Kelompok
Wanita Tani Wijaya Kusuma dapat menjadi wadah bagi ibu rumah tangga untuk berpartisipasi dalam
pembangunan.
Kata kunci: Peran, Pemberdayaan Masyarakat, Kelompok Wanita Tani.
Copyright © 2024, Jurnal Kommunity Online, 5 (1) 2024
© 2024 The Author(s). This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/)
Seftiani Indhatul Jannah, Yuwanda Nila Ariyani & Isna Rahmawati
Pengutipan : Jannah, S I., Ariyani, Y N & Rahmawati, I. 2024. Peran Kelompok Wanita Tani dalam
Kegiatan Budidaya Jamur Tiram di Desa Tanjungharja Kabupaten Tegal. Jurnal Kommunity Online,
5(1), 2024, 1-14. doi: 10.15408/jko.v5i1.38945
PENDAHULUAN
Permasalahan kemiskinan menjadi isu strategis yang masih harus diselesaikan oleh
Kabupaten Tegal. Persentase angka kemiskinan di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan
pada rentang tahun 2020-2021, angka kemiskinan yang semula 8,14% mengalami peningkatan
menjadi 8,60% pada tahun 2021. Secara nominal, jumlah masyarakat miskin bertambah dari
yang semula 117,50 ribu jiwa menjadi 123,52 ribu jiwa (BPS, 2021). Di sisi lain, pada tahun
2022 angka kemiskinan di Kabupaten Tegal mengalami penurunan menjadi 7,9%. Penurunan
angka kemiskinan tersebut menempatkan Kabupaten Tegal pada peringkat ke-9
kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan terendah (Azizah, 2022).
Salah satu wilayah yang masih mengalami kemiskinan di Kabupaten Tegal adalah Desa
Tanjungharja terutama di Dukuh Kweni. Menurut data kependudukan, Dukuh Kweni memiliki
penduduk sebanyak 675 jiwa dengan 399 penduduk Dukuh Kweni memiliki pekerjaan sebagai
Buruh Harian Lepas (BHL) dengan rata-rata gaji berkisar Rp400.000 perbulan. Padahal
menurut data BPS tahun 2022, UMK Kabupaten Tegal ditetapkan sebesar Rp2.106.237.
Merujuk pada data tersebut, penghasilan yang didapatkan masyarakat Dukuh Kweni setiap
bulannya masih jauh dari UMK yang telah ditetapkan di Kabupaten Tegal.
Pada dasarnya UMK merupakan standar minimal penghasilan yang dianggap dapat
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di suatu wilayah. Jika penghasilan masyarakat masih
jauh dari UMK maka dikhawatirkan mereka sulit memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan
sehari-hari. Kondisi demikian sering menyebabkan perempuan ikut mengambil bagian sebagai
pencari nafkah dalam keluarga guna mencukupi kebutuhan hidup. Selain statusnya menjadi ibu
rumah tangga, perempuan melakukan peran lain dalam kehidupan sosial dan ekonomi
(Timbangnusa et al., 2022).
Di dalam sebuah keluarga, perempuan memiliki peran penting baik itu sebagai istri
maupun seorang ibu yang mendidik dan mengurus rumah tangga. Meski begitu, banyak
perempuan berada dalam situasi yang membuat mereka merasa tidak berdaya. Beberapa faktor
yang berkontribusi pada ketidakberdayaan perempuan meliputi keterbatasan ekonomi, tingkat
pengetahuan dan keterampilan yang rendah serta akses yang tidak merata terhadap pendidikan
(Ardiani & Dibyorini, 2021). Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya upaya pemberdayaan
bagi kaum perempuan.
2
Jurnal Kommunity Online, 5 (1) 2024, e-ISSN: 2797-5754
© 2024 The Author(s). This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/)
Peran Kelompok Wanita Tani dalam Kegiatan Budidaya Jamur Tiram …
Proses pemberdayaan harus berupa tindakan nyata yang disertai dengan tahapantahapan pemberdayaan. Mewujudkan kesejahteraan di masyarakat dalam berbagai aspek
kehidupan di lingkungan sosial adalah tujuan dari pemberdayaan ini. Oleh karena itu,
pemberdayaan menjadi komponen penting pada proses pembangunan alternatif (Syarif, 2018).
Menurut Purnasari (2014) dalam Syarif (2018) pemberdayaan memungkinkan individu atau
komunitas mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan
kualitas hidup mereka. Oleh sebab itu, diperlukan peran dari pihak-pihak untuk melakukan
pemberdayaan dengan tujuan meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tanjungharja.
Peran dan tanggung jawab perempuan dalam pembangunan sektor pertanian dan
peternakan dapat dilakukan dengan membentuk organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT)
yang dapat menjadi wadah bagi wanita agar dapat meningkatkan pendapatan dalam
keluarganya Kelompok Wanita Tani (K (...truncated)