PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TANJUNGHARJA KABUPATEN TEGAL

Jurnal Kommunity Online, Jun 2024

Permasalahan kemiskinan masih menjadi isu strategis di Kabupaten Tegal. Salah satu desa yang masih mengalami kemiskinan di Kabupaten Tegal adalah di Desa Tanjungharja. Meningkatnya kebutuhan sosial dan ekonomi membuat perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, namun juga berperan dalam membantu perekonomian keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan hasil pemberdayaan ibu rumah tangga melalui program budidaya jamur tiram yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan data menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa peran yang dijalankan oleh pengurus KWT Wijaya Kusuma sudah cukup baik dalam menjalankan perannya yaitu peran fasilitatif, peran edukatif, peran perwakilan dan peran teknis. Peran tersebut memberikan hasil pemberdayaan yaitu dapat meningkatkan pendapatan dalam keluarga meskipun pendapatan yang diperoleh tidak menentu, namun kegiatan di Kelompok Wanita Tani Wijaya Kusuma dapat menjadi wadah bagi ibu rumah tangga untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/download/38945/1-14

PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TANJUNGHARJA KABUPATEN TEGAL

Availabe online at Website: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko Jurnal Kommunity Online, Volume 5, No 1, 2024, 1-14 PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TANJUNGHARJA KABUPATEN TEGAL Seftiani Indhatul Jannah*, Yuwanda Nila Ariyani, Isna Rahmawati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia E-mail: Submit : 21 April 2024, Revisi : 3 Mei 2024, Approve : 5 Juni 2024 Abstract The problem of poverty is still a strategic issue in Tegal Regency, Central Java Province. One of the village areas that still experiences poverty in Tegal Regency is in Tanjungharja Village. Increasing social and economic needs mean that women not only act as housewives, but also play a role in helping the family's economy. The aim of this research is to determine the role and results of empowering housewives through the oyster mushroom cultivation program carried out by Wijaya Kusuma Women’s Farmers Group. This research uses descriptive qualitative research methods. Data collection use observation, interview, and documentation. The data selection technique uses purposive sampling technique. The results of the research conducted show that the role carried out by the management of KWT Wijaya Kusuma is quite good in carrying out their roles, namely facilitative roles, educational roles, representative roles and technical roles. Thus roles provide empowerment results, namely being able to increase income in the family even though the income obtained is uncertain, but activities in the Wijaya Kusuma Farming Women's Group can be a place for housewives to participate in development. Keywords: Roles, Community Development; Women’s Farmer Group. Abstrak Permasalahan kemiskinan masih menjadi isu strategis di Kabupaten Tegal. Salah satu desa yang masih mengalami kemiskinan di Kabupaten Tegal adalah di Desa Tanjungharja. Meningkatnya kebutuhan sosial dan ekonomi membuat perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, namun juga berperan dalam membantu perekonomian keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan hasil pemberdayaan ibu rumah tangga melalui program budidaya jamur tiram yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan data menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa peran yang dijalankan oleh pengurus KWT Wijaya Kusuma sudah cukup baik dalam menjalankan perannya yaitu peran fasilitatif, peran edukatif, peran perwakilan dan peran teknis. Peran tersebut memberikan hasil pemberdayaan yaitu dapat meningkatkan pendapatan dalam keluarga meskipun pendapatan yang diperoleh tidak menentu, namun kegiatan di Kelompok Wanita Tani Wijaya Kusuma dapat menjadi wadah bagi ibu rumah tangga untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Kata kunci: Peran, Pemberdayaan Masyarakat, Kelompok Wanita Tani. Copyright © 2024, Jurnal Kommunity Online, 5 (1) 2024 © 2024 The Author(s). This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) Seftiani Indhatul Jannah, Yuwanda Nila Ariyani & Isna Rahmawati Pengutipan : Jannah, S I., Ariyani, Y N & Rahmawati, I. 2024. Peran Kelompok Wanita Tani dalam Kegiatan Budidaya Jamur Tiram di Desa Tanjungharja Kabupaten Tegal. Jurnal Kommunity Online, 5(1), 2024, 1-14. doi: 10.15408/jko.v5i1.38945 PENDAHULUAN Permasalahan kemiskinan menjadi isu strategis yang masih harus diselesaikan oleh Kabupaten Tegal. Persentase angka kemiskinan di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan pada rentang tahun 2020-2021, angka kemiskinan yang semula 8,14% mengalami peningkatan menjadi 8,60% pada tahun 2021. Secara nominal, jumlah masyarakat miskin bertambah dari yang semula 117,50 ribu jiwa menjadi 123,52 ribu jiwa (BPS, 2021). Di sisi lain, pada tahun 2022 angka kemiskinan di Kabupaten Tegal mengalami penurunan menjadi 7,9%. Penurunan angka kemiskinan tersebut menempatkan Kabupaten Tegal pada peringkat ke-9 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan terendah (Azizah, 2022). Salah satu wilayah yang masih mengalami kemiskinan di Kabupaten Tegal adalah Desa Tanjungharja terutama di Dukuh Kweni. Menurut data kependudukan, Dukuh Kweni memiliki penduduk sebanyak 675 jiwa dengan 399 penduduk Dukuh Kweni memiliki pekerjaan sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) dengan rata-rata gaji berkisar Rp400.000 perbulan. Padahal menurut data BPS tahun 2022, UMK Kabupaten Tegal ditetapkan sebesar Rp2.106.237. Merujuk pada data tersebut, penghasilan yang didapatkan masyarakat Dukuh Kweni setiap bulannya masih jauh dari UMK yang telah ditetapkan di Kabupaten Tegal. Pada dasarnya UMK merupakan standar minimal penghasilan yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di suatu wilayah. Jika penghasilan masyarakat masih jauh dari UMK maka dikhawatirkan mereka sulit memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan sehari-hari. Kondisi demikian sering menyebabkan perempuan ikut mengambil bagian sebagai pencari nafkah dalam keluarga guna mencukupi kebutuhan hidup. Selain statusnya menjadi ibu rumah tangga, perempuan melakukan peran lain dalam kehidupan sosial dan ekonomi (Timbangnusa et al., 2022). Di dalam sebuah keluarga, perempuan memiliki peran penting baik itu sebagai istri maupun seorang ibu yang mendidik dan mengurus rumah tangga. Meski begitu, banyak perempuan berada dalam situasi yang membuat mereka merasa tidak berdaya. Beberapa faktor yang berkontribusi pada ketidakberdayaan perempuan meliputi keterbatasan ekonomi, tingkat pengetahuan dan keterampilan yang rendah serta akses yang tidak merata terhadap pendidikan (Ardiani & Dibyorini, 2021). Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya upaya pemberdayaan bagi kaum perempuan. 2 Jurnal Kommunity Online, 5 (1) 2024, e-ISSN: 2797-5754 © 2024 The Author(s). This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) Peran Kelompok Wanita Tani dalam Kegiatan Budidaya Jamur Tiram … Proses pemberdayaan harus berupa tindakan nyata yang disertai dengan tahapantahapan pemberdayaan. Mewujudkan kesejahteraan di masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan di lingkungan sosial adalah tujuan dari pemberdayaan ini. Oleh karena itu, pemberdayaan menjadi komponen penting pada proses pembangunan alternatif (Syarif, 2018). Menurut Purnasari (2014) dalam Syarif (2018) pemberdayaan memungkinkan individu atau komunitas mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Oleh sebab itu, diperlukan peran dari pihak-pihak untuk melakukan pemberdayaan dengan tujuan meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tanjungharja. Peran dan tanggung jawab perempuan dalam pembangunan sektor pertanian dan peternakan dapat dilakukan dengan membentuk organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dapat menjadi wadah bagi wanita agar dapat meningkatkan pendapatan dalam keluarganya Kelompok Wanita Tani (K (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/download/38945/1-14
Article home page: https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/view/38945/1-14

Jannah Seftiani Indhatul, Ariyani Yuwanda Nila, Isna Rahmawati. PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TANJUNGHARJA KABUPATEN TEGAL, Jurnal Kommunity Online, 2024, pp. 1-14,