Identifikasi Penyakit pada Tanaman Vanili (Vanilla sp.) di Kebun Raya Liwa, Lampung Barat
Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, Juni 2024
Vol. 26, No. 1, Hal. 27-34
p ISSN: 1410-8801
e ISSN: 2598-2370
Identifikasi Penyakit pada Vanili (Vanilla sp.) di Kebun Raya Liwa,
Lampung Barat
(Identification of Diseases in Vanilla (Vanilla sp.) in Liwa Botanical Garden,
West Lampung)
Alfina Amrani1, Mahfut1*, Khoirul Umur2
1
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr.
Sumantri Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung, 35145
2
Kebun Raya Liwa, Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, 34813
Penulis Korespondensi:
Abstract
Vanilla (Vanilla sp.) is a plant that has economic value in various industrial fields in Indonesia. Lampung
is one of the provinces in Indonesia that produces the most vanilla, with a planting area of 479 hectares and
production in 2020 of 46 tons. This plant was found to live well in West Lampung Regency, specifically in the
Liwa Botanical Gardens because of its suitable geographical location. However, the amount of vanilla in the
Liwa Botanical Gardens is not very large due to difficult cultivation techniques and the many diseases that often
infect it. The method used was the method of observing infection symptoms in the Araceae greenhouse, Liwa
Botanical Gardens and continued with microscopic observations in the Botany Laboratory, Faculty of
Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung. The results of observations of several diseases that
infect vanilla in the Liwa Botanical Gardens include stem and root rot caused by Fusarium oxysporum,
anthracnose by Colletotrichum sp., and red rust disease caused by the algae Cephaleuros sp. with the highest
disease severity analysis results, namely 25%. The results of this research can be used as basic data in efforts to
preserve vanilla in Lampung.
Keywords: Disease symptoms, disease identification, Vanilla sp., Liwa Botanical Garden, Lampung
Abstrak
Vanili (Vanilla sp.) adalah salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dalam berbagai bidang
industri. Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia penghasil vanili terbanyak, dengan luas tanam
479 Ha dan produksi tahun 2020 sebanyak 46 ton. Tanaman ini ditemukan dapat hidup dengan baik di
Kabupaten Lampung Barat tepatnya di Kebun Raya Liwa karena letak geografisnya yang sesuai. Akan tetapi,
jumlah vanili di Kebun Raya Liwa belum terlalu banyak karena teknik budidaya yang sulit dan banyaknya
penyakit yang sering menginfeksi. Metode yang digunakan adalah metode observasi gejala infeksi di rumah
kaca Araceae, Kebun Raya Liwa dan dilanjutkan pengamatan mikroskopis di Laboratorium Botani, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Hasil pengamatan beberapa penyakit yang
menginfeksi vanili di Kebun Raya Liwa antara lain yaitu penyakit busuk batang dan akar yang disebabkan oleh
Fusarium oxysporum, antraknosa oleh Colletotrichum sp., dan penyakit karat merah yang disebabkan oleh
ganggang Cephaleuros sp. dengan hasil analisis keparahan penyakit tertinggi yaitu 25%. Hasil penelitian ini
dapat digunakan sebagai data mendasar dalam upaya pelestarian vanili di Lampung.
Kata Kunci: Gejala penyakit, identifikasi penyakit, Vanilla sp., Kebun Raya Liwa, Lampung
PENDAHULUAN
Tanaman perkebunan yang memiliki nilai
ekonomis salah satunya adalah tanaman vanili
(Vanilla sp.). Tanaman ini memiliki banyak
manfaat dalam berbagai bidang industri,
diantaranya yaitu dalam bidang industri makanan
sebagai penyedap, bidang industi kosmetik, dan
bidang
farmasi
untuk
membunuh
mikroorganisme dan menutupi bau tidak sedap
dari bahan kimia lainnya (Nuzula, 2013).
Masyarakat Indonesia membudidayakan
tanaman vanili secara luas melalui perkebunan
lokal. Menurut Direktorat Jendral Perkebunan
(2021),dari sekian banyak provinsi di Pulau
Sumatera, Lampung merupakan salah satu
provinsi penghasil vanili terbanyak, dengan luas
tanam 126 Ha dan produksi tahun 2020 sebanyak
46 ton Vanili dapat bertahan hidup di daerah
tropis dengan curah hujan tahunan 1.000–3.000
mm dan suhu udara ideal 20–25°C. Selain itu,
Alfina Amrani, Mahfut, Khoirul Umur
ketinggian yang baik untuk pertumbuhan
tanaman ini yaitu berkisar antara 300–800 mdpl
dengan kelembapan udara berkisar antara 60–
80% (Ahra, 2019). Hal tersebut, sesuai dengan
kondisi geografis Kebun Raya Liwa, Lampung
Barat dimana curah hujan tahunannya rata-rata
2.500–3.000 mm dengan kisaran suhu 17–30°C
dan kelembaban yang berkisar antara 50–80%
(Adi dkk., 2019).
Berdasarkan letak geografis tersebut,
tanaman vanili dapat tumbuh dengan baik pada
lokasi Kebun Raya Liwa, akan tetapi jumlah
tanaman ini belum terlalu banyak dikarenakan
teknik budidaya nya yang sulit. Selain teknik
budidaya, banyaknya tanaman yang terinfeksi
penyakit merupakan salah satu penyebab
minimnya jumlah tanaman vanili yang ada di
Kebun Raya Liwa. Drainase yang buruk dan
pemberian air yang berlebih merupakan salah
satu faktor yang dapat menyebabkan tanaman
vanili rentan terinfeksi penyakit (Bariyyah dkk.,
2015).
Beberapa penyakit yang menginfeksi
tanaman vanili di Kebun Raya Liwa antara lain
yaitu penyakit busuk batang, busuk akar, busuk
pangkal batang, antraknosa, dan penyakit karat
merah yang disebabkan oleh beberapa jamur
patogen (Adi dkk., 2019). Yuliana dkk. (2021)
menyebutkan bahwa, salah satu penyakit utama
yang menjadi kendala dalam budidaya tanaman
vanili adalah penyakit busuk batang yang
disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp.
vanillae. Selain F. oxysporum f.sp vanillae,
terdapat beberapa jamur lain yang dapat
menginfeksi
tanaman
vanili,
yaitu
Colletotrichum sp., Phytophthora sp., dan
Uromyces joffrini (Tosa dkk., 2020).
Bakteri yang dapat menginfeksi tanaman
vanili adalah Pectobacterium carotovorum yang
dapat menyebabkan busuk akar. Menurut
Jackson (2021), selain jamur patogen dan
bakteri, tanaman vanili juga tidak lepas dari
infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus.
Adapun beberapa virus yang dapat menginfeksi
tanaman ini yaitu Cymbidium mosaic virus
(CymMV), Odontoglossum ringspot virus
(ORSV), Watermelon mosaic virus – Vanilla
necrosis virus strain (WMV – VNS), dan Vanilla
mosaic virus (VaMV).
Berdasarkan hasil survei, keseluruhan
koleksi tanaman vanili di Kebun Raya Liwa
belum terindentifikasi jenisnya. Selain itu,
keseluruhan koleksi juga diketahui memiliki
banyak gejala infeksi penyakit. Berdasarkan hal
tersebut, maka perlu dilakukan penelitian ini
untuk mengidentifikasi jenis penyakit dan gejala
dari masing-masing penyakit pada tanaman
vanili (Vanilla sp.). Hasil laporan ini menjadi
laporan awal identifikasi penyakit pada tanaman
vanili di Kebun Raya Liwa dan menjadi dasar
dari keberlanjutan identifikasi penyakit dalam
skala laboratorium.
BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat
Kegiatan penelitian ini dilakukan pada
tanggal 4 Januari – 10 Februari 2023 yang
berlokasi di greenhouse Taman Araceae, Kebun
Raya Liwa, Lampung Barat dan Laboratorium
Mikrobiologi,
Jurusan
Biologi,
Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Lampung.
Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan (...truncated)