Studi Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air dan Ikan di Tambak Medan Belawan Sumatera Utara

Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, Jul 2024

Kecamatan Medan Belawan merupakan lokasi industri perikanan terbesar ke tiga di Kota Medan. Kualitas air yang buruk pada Kecamatan Medan Belawan membuat industri perikanan diwilayah ini menghadapi sejumlah permasalahan terhadap kualitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat besi (Fe) pada air tambak, hasil budidaya perikanan dan Bioconcentration factor logam berat besi (Fe) pada ikan dan udang di Medan Belawan. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan pengambilan sampel di tiga titik yaitu tambak budidaya ikan nila, udang dan ikan mujair. Pengujian logam berat besi dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectophotometry (AAS) kemudian analisis kandungan logam berat di setiap sampel akan dibandingkan dengan PP No. 22 Tahun 2021. Hasil pengujian kandungan logam besi pada air tambak melebihi standar baku mutu. Kandungan logam besi (Fe) pada air tambak 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 0,51, 0,93 dan 1,19 mg/L. Kandungan kadar besi (Fe) pada daging ikan nila 8,36 mg/kg, pada udang sebesar 10,0 mg/kg dan mujair 6,24 mg/kg. Hasil ini menunjukkan kandungan total ion Fe berada jauh di atas standar batas aman adanya kontaminan Fe dalam pangan berdasarkan FAO/WHO (2011) sebesar 0,8 mg/kg.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/58929/26332

Studi Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air dan Ikan di Tambak Medan Belawan Sumatera Utara

Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, Juni 2024 Vol. 26, No. 1, Hal. 16-26 p ISSN: 1410-8801 e ISSN: 2598-2370 Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air dan Ikan di Tambak Medan Belawan Sumatera Utara (Iron (Fe) Heavy Metal Content in Water and Fish in Medan Belawan Pond, North Sumatra) Syukriah1*, Hidayat Fauziansyah1, Siti Amira1 1 Program Studi Biologi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Lapangan Golf, Desa Durian Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20353 Penulis Korespondensi: Abstact Medan Belawan District is the third largest fishing industry in Medan. Poor water quality in Medan Belawan District makes the fishing industry in this region has a number of problems with fish quality. This study aims to determine the levels of iron heavy metals (Fe) in pond water, aquaculture products and Bioconcentration factor of iron (Fe) in fish and shirmp in Medan Belawan. This study used the Purposive Sampling method with sampling at three points including Oreochromis niloticus ponds, shrimp ponds and Oreochromis mossambicus ponds. Ferrous heavy metal testing is carried out using Atomic Absorption Spectophotometry (AAS), then the analysis of heavy metal content in each sample will be compared with PP No. 22 of 2021. The test results of iron metal content in pond water exceed quality standards. The content of iron metal (Fe) in pond water 1, 2 and 3 is 0.51, 0.93 and 1.19 mg / L. Iron content (Fe), in shrimp is 10.0 mg/kg, tilapia (Oreochromis niloticus) 8.36 mg/kg and tilapia (Oreochromis mossambicus) 6.24 mg / kg. This result shows that the total Fe ion content is above the safe limit standard for Fe contaminants in food based on FAO / WHO (2011) of 0.8 mg/kg. Keywords: BCF, Fish, Iron, Medan Belawan, Shrimp Abstrak Kecamatan Medan Belawan merupakan lokasi industri perikanan terbesar ke tiga di Kota Medan. Kualitas air yang buruk pada Kecamatan Medan Belawan membuat industri perikanan diwilayah ini menghadapi sejumlah permasalahan terhadap kualitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat besi (Fe) pada air tambak, hasil budidaya perikanan dan Bioconcentration factor logam berat besi (Fe) pada ikan dan udang di Medan Belawan. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan pengambilan sampel di tiga titik yaitu tambak budidaya ikan nila, udang dan ikan mujair. Pengujian logam berat besi dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectophotometry (AAS) kemudian analisis kandungan logam berat di setiap sampel akan dibandingkan dengan PP No. 22 Tahun 2021. Hasil pengujian kandungan logam besi pada air tambak melebihi standar baku mutu. Kandungan logam besi (Fe) pada air tambak 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 0,51, 0,93 dan 1,19 mg/L. Kandungan kadar besi (Fe) pada daging ikan nila 8,36 mg/kg, pada udang sebesar 10,0 mg/kg dan mujair 6,24 mg/kg. Hasil ini menunjukkan kandungan total ion Fe berada jauh di atas standar batas aman adanya kontaminan Fe dalam pangan berdasarkan FAO/WHO (2011) sebesar 0,8 mg/kg. Kata Kunci: BCF, Besi, Ikan, Medan Belawan, Udang PENDAHULUAN Industri perikanan merupakan salah satu produsen pangan global utama. Produksi perikanan pada tahun 2018 mencapai 96,4 juta ton (FAO, 2020). Produsen perikanan budidaya terbesar kedua di dunia adalah Indonesia (FAO, 2020). Tahun 2018, budidaya perikanan Indonesia menghasilkan total sekitar 5,5 juta ton (FAO, 2018). Sumatera Utara termasuk kedalam provinsi penghasil budidaya perikanan kedua terbesar di Indonesia setelah Jawa Timur dengan total produksi sebanyak 185.591 ton. Setelah Kabupaten Langkat dan Batubara, Kota Medan merupakan salah satu dari tiga daerah utama budidaya udang di Provinsi Sumatera Utara. Tahun 2017 produksi udang di Kota Medan sebanyak 1.232 ton (BPS, 2018). Kecamatan Medan Labuhan, Medan Belawan, dan Medan Syukriah, Hidayat Fauziansyah, Siti Amira Marelan merupakan tiga lokasi pesisir Kota Medan yang menambak ikan. Salah satu lokasi usaha budidaya perikanan yang terletak pada koordinat 3 o 44' 55,5" Lintang Utara dan 98o 38' 19" Bujur Timur di Medan adalah Desa Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Industri perikanan di Medan Belawan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya persediaan kualitas air yang buruk, kualitas lingkungan yang buruk, perubahan iklim dan lainnya. Air yang digunakan para penambak bersumber dari wilayah aliran air sungai Belawan serta air terjun hamparan perak, sehingga pada saat terjadinya hujan, banyak terdapat sampah pada aliran sungai yang bersumber dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Selain itu, penyebab utama kerusakan air di Kecamatan Medan Belawan adalah akibat dari dampak degradasi habitat konversi lahan, pembangunan pabrik serta pengembangan kawasan dan bisnis di sepanjang perairan Sungai Belawan (Manullang dan Khairul, 2020). Urbanisasi dan perkembangan industri yang pesat dalam satu dekade terakhir telah memicu beberapa kekhawatiran serius terhadap keselamatan lingkungan. Upaya peningkatan mata pencaharian dan energi menyebabkan pelepasan terus menerus polutan kimia termasuk logam berat ke dalam hampir semua matriks lingkungan (Ezemonye et al., 2019). Secara global, logam berat telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan integritas ekosistem (Vrhovnik et al., 2013; Ogbomida et al., 2018). Kualitas air telah menjadi tantangan utama di dunia saat ini karena tercemar oleh limbah industri dan perkotaan yang sebagian besar dihasilkan oleh aktivitas manusia (Ojutiku and Okojevoh, 2017). Logam-logam berat dapat memasuki lingkungan perairan melalui limpasan permukaan dan dari alam itu sendiri, seperti pelapukan geologis dan diturunkan melalui pembuangan limbah dari berbagai sumber antropogenik, termasuk industri, pertambakan (Gu et al., 2014), pertambangan (Lacerda, 2006), dan limbah rumah tangga (Ju, et al., 2017; Garai et al., 2021). Saat ini telah terjadi Pencemaran logam berat di wilayah perairan Belawan, yang dibuktikan oleh beberapa hasil studi terdahulu yang mendapatkan biota laut telah terpapar Pb dengan konsentrasi 0.052 mg/L dan Cd dengan konsentrasi 0.0042 mg/L (Siagian, 2004; Indirawati, 2017). Dari hasil analisa yang dilakukan oleh Siboro et.al., (2016) menggunakan beberapa parameter lingkungan menemukan bahwa di dalam tubuh ikan pelagis kecil terdapat logam Pb pada perairan belawan. Ashar et al., 2014 menemukan kandungan Cd yang telah melebihi ambang standar baku mutu pada air tambak dan air sungai di Kelurahan Terjun Medan. Dimana kandungan Cd air tambak yaitu pada ketiga lokasi sampel yaitu stasiun I, II dan III secara berturut-turut sebesar 0,01381 mg/L, 0,01296 mg/L dan 0,01289 mg/L. Sedangkan kadungan Cd air sungai pada ketiga lokasi sampel yaitu stasiun I, II dan III secara berturut-turut sebesar 0,01475 mg/L, 0,01204 mg/L dan 0,01432 mg/L dengan nilai baku mutu 0,01 mg/L. Sedangkan pada udang windu juga menunjukkan adanya kandungan Cd pada ketiga lokasi sampel yaitu stasiun I,II dan III secara berturut-turut sebesar 0,13811 mg/kg, 0,12965 mg/kg, (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/58929/26332
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/view/58929/26332

Syukriah Syukriah, Hidayat Fauziansyah, Siti Amira. Studi Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air dan Ikan di Tambak Medan Belawan Sumatera Utara, Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 2024, pp. 16-26,