PENGARUH PEMBERIAN KIE TERHADAP CAPAIAN IMUNISASI LANJUTAN PADA BALITA USIA 18-36 BULAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA TUKUM KECAMATAN TEKUNG KABUPATEN LUMAJANG: The Effect of Communication, Information, and Education (IEC) For Additional Immunization Advanced In Toddlers (18-36 Months Old) During COVID-19 Pandemic In Tukum Village, Tekung Lumajang Indonesia
PENGARUH PEMBERIAN KIE TERHADAP CAPAIAN IMUNISASI LANJUTAN
PADA BALITA USIA 18-36 BULAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA TUKUM
KECAMATAN TEKUNG KABUPATEN LUMAJANG
The Effect of Communication, Information, and Education (IEC) For Additional
Immunization Advanced In Toddlers (18-36 Months Old) During COVID-19 Pandemic In
Tukum Village, Tekung Lumajang Indonesia
Achmad Kusyairi1, Zainal Abidin2, Indah Ratnawati3, Fahruddin Kurdi4
1.
2.
3.
4.
STIKES Hasfshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong
Prodi DIII Keperawatan Kampus Lumajang, Fakultas Keperawatan Universitas Jember
Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang
Departemen Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik, Fakultas Keperawatan
Universitas Jember
Riwayat artikel
Diajukan: 20 April 2022
Diterima: 6 Juni 2022
Penulis Korespondensi:
-Zainal Abidin
-Dosen Prodi DIII
Keperawatan, Fakultas
Keperawatan, Kampus,
Universitas Jember
e-mail:
Kata Kunci:
KIE, Capaian
Lanjutan,
COVID-19
Imunisasi
Pandemi
Abstrak
Pendahuluan : Imunisasi merupakan program prioritas, capaian imunisasi tinggi dan
merata bertujuan melindungi anak dari PD3I. Pentingnya melengkapi imunisasi lanjutan
untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh dan memperpanjang masa
perlindungan. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian KIE terhadap capaian
imunisasi lanjutan selama pandemi COVID-19. Metode: Jenis penelitian ini adalah
eksperimen semu (Quasi Experimental), data diambil dari KMS dan buku KIA yang
dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 dengan populasi 58 ibu yang memiliki
balita usia 18-36 bulan yang belum lengkap mendapatkan imunisasi lanjutan dengan
tehnik sampling total sampling. Desain penelitian Pre-Post design dan analisa data
menggunakan Uji Mc Nemar. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pengaruh yang
signifikan dimana sebelum pemberian KIE 58 balita (100%) belum lengkap dan sesudah
pemberian KIE 57 balita (98,3%) capaian imunisasi lanjutan lengkap dengan nilai pvalue =0,000 < α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh
pemberian KIE terhadap capaian imunisasi lanjutan pada balita usia 18-36 bulan selama
pandemi COVID-19 di Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang.
Kesimpulan: Diharapkan instansi terkait secara berkesinambungan melakukan KIE
secara berkelompok tanpa melupakan KIE secara Individu dengan menggunakan media
yang lebih menarik dan informatif agar imunisasi tetap lengkap saat pandemi COVID19.
Abstract
Background: Immunization is a priority program, the achievement of immunization is
high and evenly distributed to protect children from PD3I. The importance of
completing follow-up immunizations to maintain immune levels and extend the period of
protection. Objective: to determine the effect of giving IEC on the achievement of
further immunization during the COVID-19 pandemic. Method: This type of research is
a quasi-experimental (quasi-experimental), data colected from KMS and KIA books
which was carried out from March to May 2021 with a population of 58 mothers with
toddlers aged 18-36 months who were not yet fully immunized with total sampling
technique. Research design Pre-Post design and data analysis used McNamer Test.
Results: The results showed a significant effect where before giving IEC 58 toddlers
(100%) were incomplete and after giving IEC 57 toddlers (98.3%) had complete followup immunization with p-value = 0.000 < = 0.05, so H0 rejected and Ha accepted,
meaning that there was an effect of giving IEC on the achievement of further
immunization for toddlers aged 18-36 months during the COVID-19 pandemic in
Tukum, Tekung, Lumajang. Conclusion: It is hoped that the relevant agencies will
continuously conduct IEC in groups without forgetting the IEC individually by using
more informative IEC media, so that immunizations remain complete during the
COVID-19 pandemic.
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), Vol 8, No 2, Tahun 2022
PENDAHULUAN
anak mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib4
dan belum MR2, 11 anak sudah
mendapatkan MR2 dan belum mendapatkan
DPT-HB-Hib4, 2 anak belum mendapatkan
imunisasi lanjutan sama sekali serta 7 anak
tidak bisa diberikan imunisasi lanjutan
karena
kontraindikasi
mendapatkan
imunisasi dengan rincian 6 anak memiliki
riwayat kejang pada imunisasi sebelumnya
dan 1 anak memiliki masalah kekebalan
(immune deficiency) yaitu HIV (Dinkes
Provinsi Jawa Timur, 2019).
Selama pandemi Covid-19 tak sedikit orang
tua dan pengasuh yang
tidak membawa anaknya ke fasilitas
kesehatan untuk mendapatkan imunisasi
dengan alasan karena takut tertular virus
corona ataupun karena alasan lain yaitu
kurangnya informasi tentang pentingnya
mempertahankan
kelanjutan
imunisasi
selama pandemi. Hal itu dibuktikan dari
hasil survey persepsi masyarakat bahwa
lebih dari sepertiga orang tua dan pengasuh
memilih untuk tidak mengimunisasi anak
yaitu sebanyak 23 % dan 13 % merasa raguragu(Ratnawati, 2021)
Penelitian sebelumnya mengatakan
bahwa
ada
beberapa
faktor
yang
mempengaruhi capaian imunisasi lanjutan
pada anak diantaranya adalah pengetahuan,
pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan sikap ibu
terhadap imunisasi, keterjangkauan ke
tempat pelayanan kesehatan, sarana dan
prasarana serta factor peran tenaga
kesehatan (Munawaroh et al., 2016).
Imunisasi merupakan salah satu
tindakan pencegahan penyebaran penyakit
ke wilayah lain yang terbukti sangat cost
effective. Berdasarkan hasil penelitian
menyangkut pemberian KIE imunisasi
kepada masyarakat diketahui bahwa
sebagian Pembina wilayah tidak melakukan
KIE kepada pasien, sementara itu ada juga
Pembina wilayah yang memberikan KIE
kepada para ibu yang membawa anaknya
untuk imunisasi, namun walaupun ibu telah
memahami akan pentingnya imunisasi
masalahnya pengambil keputusan di sebuah
rumah tangga adalah suami. (Fitri,
Rina”Persepsi Masyarakat tentang imunisasi
Kesehatan sebagai salah satu unsur
kesejahteraan umum perlu diwujudkan
sesuai
cita-cita
Bangsa
Indonesia
sebagaimana dimaksud UUD 1945 melalui
pembangunan
nasional
yang
berkesinambungan berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945. Pembangunan bidang
kesehatan di Indonesia saat ini mempunyai
beban ganda (double burden), yaitu beban
masalah penyakit menular dan penyakit
degeneratif.
Pemberantasan
penyakit
menular sangat sulit karena penyebarannya
tidak mengenal batas wilayah administrasi.
Berdasarkan
surat
kementerian
Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
SR.02.064/4/272/2021 tertanggal 29 Januari
2021 tentang umpan balik cakupan
imunisasi lanjutan anak usia 18-24 bulan,
dari 38 Kabupaten/Kota terdapat 5
Kabupaten/Kota 13% yang tercapai target
95% imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib4 dan
8 Kabupaten/Kota 21%
yang tercapai
target 95% imunisasi lanjutan MR2.
Data persentase capaian imunisasi
lanjutan pada anak umur 18-24 bulan di
Kabupaten Lumajang berdasarkan Data
Imunisasi Jawa Timur untuk capaian
imunisasi lanjutan tahun 2020 dari 25
puskesmas ada 15 puskesmas yang tercapai
tanget minimal atau sekitar 60%, sisanya 10
puskesmas atau 40% tidak tercapai target
minimal. Diantara 10 Puskesmas yang tidak
mencapai target 9 (...truncated)