PENGARUH PERCEIVED PERISHABILITY, PERCEIVED LOW PRICE DAN FINANCIAL LITERACY TERHADAP IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR
ISSN 2356-3966 E-ISSN: 2621-2331
A.Tifanisyaffa, S.D.Firmialy
Perceived Perishability …
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI
UNIVERSITAS SAM RATULANGI (JMBI UNSRAT)
PERCEIVED PERISHABILITY, PERCEIVED LOW PRICE DAN FINANCIAL
LITERACY TERHADAP IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR
Azelika Tifanisyaffa, Sita Deliyana Firmialy
Universitas Telkom
ARTICLE INFO
Keywords: perceived perishability, perceived low
price, financial literacy, attitude, sales promotion,
impulsive buying behavior.
Kata Kunci: perceived perishability, perceived low
price, literasi keuangan, sikap, promosi penjualan,
perilaku pembelian eksklusif
Corresponding author:
Agung Stefanus Kembau
1095
Abstract. One of the e-commerce In Indonesia was chosen as the
focus of this study as it is able to represent a significant growing
consumer trend, especially in the evolution of online shopping with the
implementation of their regularly scheduled sales promotion, the
Tanggal Kembar Event. Perceived perishability, perceived low price,
and financial literacy are expected to influence customers emotions
through attitude towards sales promotion event onto impulsive buying
behavior, whether it is positively or negatively with time limitation,
price reduction, and finance literacy driven by any form of promotion
given by the e-commerce as a stimulus. The research technique used in
this study is a quantitative approach with a verificative method where
the data results are obtained from distributing questionnaire to 115
Gen Z respondents who use the e-commerce in West Java. SmartPLS
was used for data testing. The study findings indicate that perceived
perishability and perceived low price has a significant effect on
attitude towards sales promotion event, and on impulsive buying
behavior. Attitude towards sales promotion event has a significant
effect on impulsive buying behavior. Financial literacy negatively
affects impulsive buying behavior and attitude towards sales
promotion events, which also failed to intervene in the relationship of
financial literacy with impulsive buying behavior.
Abstrak. Salah satu e-commerce di Indonesia terpilih sebagai titik
fokus penelitian ini karena mampu mencerminkan tren konsumen
yang sedang berkembang secara signifikan, terutama dalam evolusi
belanja online dengan pelaksanaan sales promotion rutin mereka yaitu
Event Tanggal Kembar. Perceived perishability, perceived low price,
dan financial literacy mampu memberikan emosi pelanggan melalui
attitude terhadap sales promotion event kepada impulsive buying
behavior, baik itu secara positif maupun negatif dengan keterbatasan
waktu, penurunan harga, dan literasi keuangan didorong oleh segala
bentuk promosi yang diberikan e- commerce sebagai stimulus. Teknik
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan
kuantitatif dengan jenis verifikatif dengan hasil datanya didapat dari
penyebaran kuesioner kepada 115 responden Gen Z pengguna ecommerce di Jawa Barat. SmartPLS digunakan untuk pengujian data.
Hasil penelitian menunjukan perceived perishability dan perceived
low price berpengaruh kepada attitude terhadap sales promotion
event, serta berpengaruh kepada impulsive buying behavior. Attitude
terhadap sales promotion event berpengaruh signifikan pada
impulsive buying behavior. Financial literacy memberikan pengaruh
negatif kepada impulsive buying behavior dan attitude terhadap sales
promotion event, yang juga gagal dalam memediasi hubungan
financial literacy dengan impulsive buying behavior.
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI UNIVERSITAS SAM RATULANGI
VOL. 11 NO. 1 JANUARI-APRIL, 1078-1094
ISSN 2356-3966 E-ISSN: 2621-2331
A.Tifanisyaffa, S.D.Firmialy
Perceived Perishability …
PENDAHULUAN
Modernisasi dalam sektor teknologi dan perekonomian lahir terlepas dari penciptaan inovasi
dan kreativitas yang dipraktikan oleh manusia. Terciptanya penemuan dalam teknologi seperti
internet dan perkembangan ekonomi dapat mengarahkan individu kearah perilaku konsumtif
karena kemudahan yang diberikan. Contoh penemuan yang melibatkan kedua aspek tersebut yaitu
e-commerce. Almunawar et al., (2021) mengemukakan bahwa pertukaran barang dan jasa melalui
jaringan komputer yang melibatkan internet atau melakukan bisnis secara elektronik telah dikenal
sebagai e-commerce. Tentunya akan ada kekurangan yang dihasilkan dari kemajuan teknologi dan
perekonomian berupa e-commerce, contohnya yaitu perilaku pembelian secara impulsif.
Karakteristik impulsive buying behavior pada pelanggan turut terjadi pada Gen Z di Indonesia
dengan Venia et al., (2021) mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan generasi
sebelumnya, Gen Z saat ini mendominasi dunia e-commerce secara keseluruhan.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh GWI pada tahun 2021 terhadap pengguna internet
yang membeli barang secara online setiap bulannya dengan rentang usia responden 16 hingga 64
tahun, Indonesia memimpin dalam pengadopsian e-commerce melalui mobile di seluruh dunia
dengan tingkat persentase mencapai 79,1% (Simon, 2021). Angelica (2021) turut mengungkapkan
bahwa Jawa Barat merupakan provinsi yang berhasil menempati peringkat pertama jumlah
pengguna dan jumlah transaksi e-commerce terbanyak secara nasional. Berdasarkan hasil survey
yang diselenggarakan Alvara Research Center (2022), dikatakan Shopee menempati peringkat
pertama pada penggunaan e-commerce pada Gen Z dengan persentase sebanyak 69,9%.
Perusahaan e-commerce ini membidik semua kalangan usia pada masyarakat di Indonesia
dengan salah satu segmen pengguna terbesarnya yaitu Gen Z. E-commerce ini memberikan strategi
penawaran eksklusif kepada target konsumennya seperti program loyalitas, pemasaran kreatif,
kolaborasi influencer, kemudahan penggunaan, dan pembentukan sikap konsumen terhadap sales
promotion terutama saat Event Tanggal Kembar sehingga mampu menciptakan lingkungan belanja
yang sesuai dengan nilai dan preferensi Gen Z, yang cenderung mencari nilai tambah serta
pengalaman yang dinamis dalam pembelian online (Mita et al., 2021). Sales promotion Event
Tanggal Kembar merupakan program promo yang diadakan setiap bulannya pada tanggal kembar
seperti 10 Oktober (10.10), 11 November (11.11), 12 Desember (12.12), dst. Terdapat banyak
promo yang ditawarkan seperti potongan ongkir, diskon, cashback, flash sale, dan promo live
streaming.
Shopee dipilih sebagai titik fokus penelitian ini karena mampu mencerminkan tren konsumen yang
sedang berkembang secara signifikan, terutama dalam evolusi belanja online dengan pelaksanaan
sales promotion rutin mereka yaitu Event Tanggal Kembar (Simanjuntak, 2022). E-commerce ini
pun turut serta dalam penggambaran dinamika pada perilaku pembelian online konsumen, seperti
impulsive buying behavior yang cenderung bergeser ke arah yang lebih konsumtif. Impulsive
buying behavior dapat dipengaruhi oleh faktor pendorong seperti bentuk sales promotion saat event
Tanggal Kembar dengan pemberian berbagai macam promosi gratis ongkir, voucher cashback,
potongan harga, live streaming, flash sa (...truncated)