PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE (QWL) TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) (STUDI PADA BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG MALANG MARTADINATA)
1
PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE (QWL) TERHADAP KEPUASAN
KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP
BEHAVIOR (OCB) (STUDI PADA BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR
CABANG MALANG MARTADINATA)
Diza Nurina Libertya
Misbahuddin Azzuhri
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh (1) Quality of
Work Life (QWL) terhadap kepuasan kerja, (2) pengaruh kepuasan kerja terhadap
Organizational Citizenship Behavior (OCB), (3) pengaruh QWL terhadap OCB, dan
(4) pengaruh QWL terhadap OCB melalui kepuasan kerja. Populasi dan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja BRI Kantor Cabang Malang
Martadinata sejumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
sampling jenuh atau sensus dan kuesioner yang terkumpul sejumlah 76 buah
digunakan sebagai data primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
Uji yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian adalah uji validitas,
reliabilitas, dan uji normalitas. Analisis data menggunakan analisis jalur (path
analysis) untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil dari
penelitian menunjukkan bahwa QWL berpengaruh secara langsung dan signifikan
terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh secara langsung dan signifikan
terhadap OCB, QWL tidak memiliki pengaruh langsung terhadap OCB, dan QWL
tidak memiliki pengaruh terhadap OCB melalui kepuasan kerja.
Kata Kunci : quality of work life, organizational citizenship behavior, kepuasan
kerja.
ABSTRACT
The aim of this study is to find and explain the influences of (1) Quality of Work Life
(QWL) to job satisfaction, (2) the influences of job satisfaction to Organizational
Citizenship Behavior (OCB), (3) the influences of QWL to OCB, and (4) the
influences of QWL to OCB through job satisfaction. The population and sample in
this study are all of BRI Branch Malang Martadinta’s employees consisted of 100
persons. The research used census sampling tecnique, and collected 76 questionnaires
that used as a primary data. This research used quantitative approach, used validity
and reliability test to test the instrumental research. Data analysis used path analysis
to find direct effect and indirect effect. Resulted of this research showed that QWL
has significant effect to job satisfaction, job satisfaction has significant effect to OCB,
QWL has not significant effect to OCB, and QWL has not significant effect to OCB
through job satisfaction.
Keywords : quality of work life, organizational citizenship behavior, job satisfaction
2
Sumber daya manusia (SDM) adalah
salah satu faktor penting bagi
perusahaan di dalam menjalankan
proses bisnis. Perusahaan tentunya
menginginkan sumber daya manusia
yang
berkualitas
agar
tujuan
perusahaan dapat segera tercapai.
Kinerja perusahaan dapat meningkat
apabila pekerjanya memiliki kinerja
yang baik. Ada banyak faktor yang
mempengaruhi kinerja karyawan yaitu
motivasi, kepuasan kerja, tingkat
stress, kondisi fisik pekerjaan, sistem
kompensasi,
desain
pekerjaan,
komitmen terhadap organisasi, dan
aspek-aspek ekonomis, teknis serta
keperlakuan lainnya (Dessler, 2009).
Melalui
kualitas
kehidupan
kerja/Quality of Work Life (QWL)
diharapkan karyawan merasa puas
terhadap
pekerjaannya
maupun
perusahaan tempat bekerja yang
kemudian
dampaknya
bagi
perusahaan, kepuasan kerja tersebut
akan menimbulkan perilaku-perilaku
yang
sesuai
dengan
harapan
perusahaan yang akan berdampak pada
kinerja karyawan.
QWL adalah kondisi dimana
pekerja memiliki perasaan aman dan
puas dalam bekerja karena berada
dalam posisi yang menyenangkan dan
diperlakukan sesuai dengan harkat dan
martabat sebagai manusia (Nawawi,
2001). Terdapat bukti riset terbaru
yang menyatakan bahwa keterlibatan
QWL yang tinggi memiliki dampak
positif terhadap pergantian karyawan
dan
produktivitasnya.
Beberapa
peneliti menunjukkan bahwa kualitas
kehidupan kerja (QWL) tidak hanya
berkaitan
dengan
kesejahteraan
personil, sikap, dan perasaan pekerja
terhadap pekerjaan, tetapi juga
melampaui kepuasan kerja (Luthans,
2006).
Kepuasan kerja didefinisikan
sebagai suatu perasaan positif tentang
pekerjaan seseorang yang merupakan
hasil dari evaluasi pada karakteristikkarakteristiknya (Robbins & Judge,
2015). Beberapa peneliti telah
menemukan
bahwa
kepuasan
karyawan,
komitmen
organisasi,
keadilan organisasi, pengembangan
karir, usia, masa kerja, kepribadian,
motivasi, kepemimpinan dan perilaku
kepemimpinan semua berdampak dan
mempengaruhi
Organizational
Citizenship Behavior sebuah organisasi
(Mohammad et al, 2011).
Organizational
Citizenship
Behavior (OCB) adalah perilaku
kebebasan menentukan yang bukan
bagian dari persyaratan pekerjaan
formal pekerja, tetapi berkontribusi
pada lingkungan psikologis dan sosial
tempat kerja. Organisasi yang sukses
membutuhkan pekerja yang akan
melakukan lebih dari tanggung jawab
pekerjaan biasa mereka yang akan
memberikan kinerja di atas harapan
(Robbins & Judge, 2015). Oleh sebab
itu perlu memperhatikan faktor-faktor
yang dapat memunculkan perilaku
OCB karyawan. Setiap perusahaan
memerlukan perilaku OCB pada
karyawan demikian juga dengan
perbankan. Sumber daya manusia pada
perbankan
merupakan
frontliner
perusahaan di dalam menjalankan
seluruh kegiatan bisnisnya. Salah satu
perusahaan perbankan terbesar di
Indonesia adalah PT. Bank Rakyat
Indonesia (PERSERO), Tbk.
PT.
Bank Rakyat Indonesia (PERSERO),
Tbk
(BRI)
yang
merupakan
perusahaan dibawah naungan BUMN
yang bergerak di bidang perbankan.
3
BRI telah memiliki kantor cabang
yang tersebar hingga ke pelosok negeri
dan memiliki pekerja dengan kuantitas
yang besar.
Dalam pengelolan sumber daya
manusia yang tidak sedikit tersebut,
BRI memberikan beberapa fasilitas
bagi seluruh pekerja, baik pekerja
tetap, kontrak, maupun outsourcing
seperti upah, upah kerja lembur,
jaminan pemeliharaan kesehatan,
asuransi jiwa, cuti tahunan, insentif
jangka pendek, dan pendidikan dan
pelatihan. Fasilitas yang diberikan
hanya untuk pekerja tetap adalah
program pensiun, cuti besar, dan
fasilitas pinjaman pekerja. Hal tersebut
merupakan
usaha
dari
pihak
manajemen untuk memenuhi kepuasan
kerja pekerjanya dan menumbuhkan
perilaku-perilaku yang sesuai budaya
dan visi-misi yang dimiliki oleh BRI.
Berbagai cara yang dilakukan
oleh BRI untuk mewujudkan kualitas
kehidupan kerja yang baik, diharapkan
memberikan dampak bagi para pekerja
sehingga baik perusahaan maupun
sumber daya manusia memiliki
hubungan kesinambungan yang positif
untuk tujuan perusahaan maupun
kepuasan karyawan.
Peneliti
melihat
adanya
fenomena di lingkungan perusahaan
ini dimana terdapat pekerja-pekerja
yang memiliki kebanggan terhadap
pekerjaan dan perusahaan tempat
mereka bekerja, pekerja bersedia untuk
datang lebih awal ke kantor dan pulang
lebih lambat untuk menyelesaikan
pekerjaan. Selain itu para pekerja
memiliki hubungan yang baik dengan
sesama rekan kerja, berlandaskan
hubungan tersebut pekerja bersedia
untuk saling membantu ketika
rekannya
mengalami
kesulitan.
Perilaku-perilaku yang dimiliki oleh
pekerja tersebut menu (...truncated)