IMPLEMENTASI TRANSFER LEARNING UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT PADA DAUN CABAI MENGGUNAKAN CNN
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2, Agustus 2024
E-ISSN: 2745-3758, P-ISSN : 2776-8546 DOI: 10.46576/djtechno
IMPLEMENTASI TRANSFER LEARNING UNTUK
KLASIFIKASI PENYAKIT PADA DAUN CABAI
MENGGUNAKAN CNN
Rahmat Arief Setyadi 1, Sayuti Rahman 2, Dionixon Manurung 3, Maridiatul Hasanah 4
1,2,3,4) Prodi atau Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area, Indonesia
Article Info
Article history:
Received: 09 Juli 2024
Revised: 15 Juli 2024
Accepted: 06 Agustus 2024
ABSTRACT
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyakit pada daun cabai
merah menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dengan
pendekatan transfer learning, khususnya arsitektur ResNet101. Indonesia,
sebagai negara agraris, memiliki banyak petani yang mengandalkan tanaman
cabai merah sebagai salah satu komoditas utama. Namun, penyakit daun cabai
sering kali menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Dalam upaya
meningkatkan deteksi dini penyakit, penelitian ini memanfaatkan teknologi deep
learning untuk menganalisis citra daun cabai. Dataset yang digunakan terdiri dari
citra penyakit daun cabai merah yang telah diaugmentasi, dengan total 2128
gambar yang dibagi menjadi data training sebanyak 1702 citra dan data validasi
sebanyak 426 citra. Penelitian ini membandingkan kinerja berbagai arsitektur
CNN, termasuk AlexNet, GoogleNet, VGGNet16, dan ResNet50, serta lapisan-lapisan
pada arsitektur ResNet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa augmentasi dataset
meningkatkan akurasi validasi dari 89.72% menjadi 97.18%. ResNet101
mencapai akurasi validasi tertinggi sebesar 98.12%, menunjukkan efektivitas
transfer learning dalam tugas klasifikasi penyakit daun cabai. Penelitian ini
menunjukkan bahwa penggunaan metode CNN dengan transfer learning,
khususnya arsitektur ResNet101, sangat efektif untuk mendeteksi dan
mengklasifikasikan penyakit pada daun cabai merah. Peningkatan kinerja model
melalui augmentasi dataset dan pemilihan arsitektur yang tepat dapat membantu
meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, serta mendukung pertanian
cerdas di Indonesia.
Kata Kunci: CNN, Transfer Learning, Sistem Pertanian Cerdas, Visi
Komputer.
Abstract
This study aims to classify diseases on chili pepper leaves using the Convolutional
Neural Network (CNN) method with a transfer learning approach, specifically the
ResNet101 architecture. Indonesia, as an agrarian country, has many farmers
relying on chili peppers as one of their main commodities. However, leaf diseases
often reduce the quality and quantity of the harvest. In an effort to improve early
disease detection, this research leverages deep learning technology to analyze
images of chili leaves. The dataset used consists of augmented images of chili leaf
diseases, totaling 2128 images, divided into 1702 training images and 426
validation images. This study compares the performance of various CNN
architectures, including AlexNet, GoogleNet, VGGNet16, and ResNet50, as well as
layers within the ResNet architecture. The results show that dataset augmentation
increases validation accuracy from 89.72% to 97.18%. ResNet101 achieved the
highest validation accuracy of 98.12%, demonstrating the effectiveness of transfer
learning in the task of chili leaf disease Classification. This research demonstrates
that using the CNN method with transfer learning, particularly the ResNet101
architecture, is highly effective for detecting and classifying diseases on chili pepper
leaves. Improving model performance through dataset augmentation and the
appropriate selection of architecture can help enhance the quality and quantity of
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
307
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2, Agustus 2024
the harvest, supporting smart agriculture in Indonesia.
Keywords:
CNN, Transfer Learning, Smart Agriculture Systems,
Computer Vision.
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi oleh Universitas
Dharmawangsa Artikel ini bersifat open access yang
didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan dengan Lisensi
Internasional Creative Commons Attribution NonCommerciaL
ShareAlike 4.0 (CC-BY-NC-SA).
Corresponding Author:
E-mail :
1.
PENDAHULUAN
Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan mayoritas penduduknya
bekerja di sektor pertanian. Keadaan ini didukung oleh keberadaan lahan kosong
yang luas dan kondisi tanah yang subur, ideal untuk pertumbuhan berbagai tanaman.
Salah satu tanaman hortikultura yang memiliki permintaan tinggi dari berbagai
kalangan adalah cabai merah (Ilham et al., 2023).
Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu sayuran penting di
Indonesia, baik sebagai komoditas domestik maupun ekspor. Cabai merah umumnya
digunakan sebagai bahan bumbu masakan dan bahan bumbu pedas. Tanaman cabai
ini dapat tumbuh dalam berbagai kondisi, tetapi sering kali diserang oleh berbagai
jenis penyakit yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Penyakit
yang sering menyerang tanaman cabai, terutama yang menyerang daun, disebabkan
oleh faktor hama dan lingkungan yang dapat merusak kesehatan daun cabai (Astuti et
al., 2021).
Penyakit pada tanaman sangat mempengaruhi hasil panen. Jika tidak segera
ditangani, penyakit ini dapat merusak tanaman, menyebabkan gagal panen, dan
berdampak negatif pada perekonomian petani (Pirngadi et al., 2023). Dalam
penelitian ini, jenis daun cabai yang diteliti meliputi embun tepung, daun sehat,
kompleks murda (tungau, thrips), bercak daun (Cercospora), dan kurang nutrisi.
Tujuannya adalah untuk mengklasifikasikan penyakit pada daun cabai dengan visi
komputer (S Rahman et al., 2020) yaitu menggunakan metode Convolutional Neural
Network (CNN) dengan arsitektur ResNet50, yang memiliki kemampuan mengolah
informasi citra secara otomatis dan akurat.
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
308
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2, Agustus 2024
Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan pemantauan tanaman secara
otomatis menggunakan sistem komputer. Pemrosesan gambar memungkinkan
komputer menganalisis dan mengidentifikasi penyakit yang direkam oleh kamera.
Metode deep learning, khususnya CNN, telah terbukti efektif dalam mendeteksi
penyakit tanaman secara otomatis dan akurat (Dzaky & Al Maki, 2021).
Deep learning telah menjadi bagian penting dari pengembangan machine
learning, dengan aplikasi yang mencakup prediksi peluang, pengenalan objek, dan
diagnosis penyakit menggunakan sistem pemrosesan citra. CNN adalah salah satu
algoritma deep learning yang dirancang untuk mengolah data dua dimensi seperti
gambar(Karno et al., 2022). CNN memiliki kemampuan untuk menerima input berupa
citra dan mempelajari (...truncated)