Peran Media Massa dan Opini Publik Dalam Mendukung Atau Mengancam Kesehatan Demokrasi
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT)
e-ISSN: 2963-3176
Vol. 02 No. 03 (2023): Agustus 2023
Peran Media Massa dan Opini Publik Dalam Mendukung Atau
Mengancam Kesehatan Demokrasi
Suwardono1, Gunawan Santoso2*
Universitas Muhammadiyah Jakarta
*Corresponding email:
1,2
Abstrak - Penelitian ini membahas peran krusial media massa dan opini publik dalam konteks
kesehatan demokrasi. Fokus utama adalah pada bagaimana media menyajikan informasi dan
bagaimana opini publik meresponsnya, serta dampaknya terhadap stabilitas dan kualitas demokrasi.
Media massa, sebagai mediator utama informasi, memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk
persepsi masyarakat terhadap isu-isu kunci. Tantangan muncul dalam menyajikan informasi secara
objektif dan seimbang, dengan filter bubble di media sosial sebagai risiko tambahan. Dalam konteks
ini, opini publik memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi. Dalam beberapa kasus,
polarisasi opini dapat merusak kesehatan demokrasi, sementara partisipasi publik yang berarti dapat
memperkuatnya. Literasi media menjadi elemen kunci dalam meningkatkan pemahaman masyarakat
terhadap informasi yang disajikan oleh media. Desinformasi dan hoaks juga menjadi ancaman serius
yang memerlukan perhatian serius. Rekomendasinya mencakup penyediaan literasi media, peraturan
yang bijaksana untuk melindungi kebebasan pers sambil memastikan tanggung jawab media, dan
mendorong dialog terbuka antara pemerintah, media, dan masyarakat. Melalui pendekatan holistik ini,
diharapkan masyarakat dapat lebih informasional, kritis, dan terlibat dalam mendukung kesehatan
demokrasi yang kokoh.
Kata kunci: media massa, demokrasi Kesehatan, opini publik.
Abstract - importance of multiculturalism in building an inclusive, just and harmonious society. This
abstract highlights the need to appreciate and understand cultural differences, as well as efforts to
promote respectful relationships between different cultural groups. In this context, this abstract
explores the supporting factors, methods, and implementation that can be used in building a
multicultural society. Supporting factors include leadership that encourages inclusivity, education
that promotes multiculturalism, open inter-group communication, inclusive public policies,
community participation, and individual awareness of multicultural values. Methods that can be used
include inter-group dialogue, cultural exchange, multicultural education, and the promotion of
multicultural values in the media and public spaces. The implementation of this title requires
collaboration and cooperation from various stakeholders in society. The positive impacts of these
efforts include respect for human rights, increased intercultural tolerance and understanding,
increased cultural richness, economic growth, social inclusion, better global cooperation, and the
formation of a stronger national identity. Through honest and critical reflection on this title,
individuals and communities can strengthen their commitment to respecting cultural differences,
promoting inclusivity, and building an inclusive and harmonious multicultural society.
Keywords: Mass media, health democracy, public opinion.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
239
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT)
e-ISSN: 2963-3176
Vol. 02 No. 03 (2023): Agustus 2023
Pendahuluan
Peran media pers dalam membentuk opini publik menjadi semakin penting dalam era globalisasi
informasi saat ini. Dengan kemajuan teknologi, media massa tidak hanya berfungsi sebagai
penyampai berita tetapi juga sebagai penghubung antara individu dan dunia luar(Driss, 2019;
Krishnamurthy, 2018; Singh, 2020), (Naila & Izza, 2024). Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi telah mengubah cara informasi disajikan dan diakses oleh masyarakat. Globalisasi juga
telah memperluas jangkauan media, memberikan dampak pada keragaman perspektif dan sumber
informasi, Seiring dengan kemajuan teknologi, media massa telah berkembang pesat. Mulai dari
percetakan dan radio hingga televisi dan internet, setiap inovasi baru telah memberikan cara yang
lebih efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Penyebaran informasi palsu atau
hoaks melalui media sosial dan platform online lainnya dapat merusak kredibilitas informasi dan
mempengaruhi opini Masyarakat, Hal ini dapat menjadi ancaman serius terhadap integritas
demokrasi. Opini publik adalah kumpulan opini individu tentang masalah-masalah tertentu yang
mempengaruhi sekelompok orang atau masyarakat. (Pramungkas, 2020) Pendapat lain menyatakan
bahwa opini publik mewakili suatu perjanjian, dan perjanjian tersebut dimulai dengan sikap
masyarakat terhadap masalah yang masih menjadi tanda tanya.
Adanya polarisasi dalam masyarakat di mana orang cenderung terpolarisasi dalam kelompokkelompok yang memiliki pandangan serupa dapat mempengaruhi cara media menyajikan informasi.
Filter bubble atau gelembung filter adalah fenomena di mana orang hanya terpapar pada opini dan
pandangan yang sudah sejalan dengan pandangan mereka sendiri. Perubahan cara orang mengonsumsi
berita dan informasi, termasuk pergeseran dari media tradisional ke media sosial, memainkan peran
penting dalam membentuk persepsi dan pandangan masyarakat terhadap isu-isu politik, Pergeseran
dari media tradisional ke media digital telah memberikan akses yang lebih besar kepada individu
untuk berpartisipasi dalam pembentukan opini publik.
Pada era digital, keamanan informasi dan privasi menjadi perhatian utama. Prevalensi platform
media
sosial
seperti
Facebook,
Twitter,
dan
Instagram
telah memberikan dampak
transformatif terhadap wacana publik dan pembentukan opini politik (Dai et al., 2023; Farid,
2023;(Judijanto et al., 2023). Dampak
masif
media
sosial membentuk opini publik salah
satunya terjadi di Mesir pada tahun 2011. (Howard & Hussain, 2013 mencatat bahwa penentangan
terhadap tindakan korup rezim Hosni Mubarak diawali melalui media sosial facebook yang
mengirimkan pesan persuasif mengenai demokrasi. Dalam waktu singkat segala bentuk dukungan
dan solidaritas antar masyarakat mampu menggerakkan massa turun ke jalan memadati ruang-ruang
publik selama 18 hari. Peristiwa tersebut menjadi gambaran utuh bahwa media sosial menjadi
alternatif yang tepat ketika media konvensional dibekukan oleh kepentingan pengusaha maupun
politisi. (Muttaqin & Sriyono, 2021). Pelanggaran keamanan informasi dan pemahaman data dapat
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .
240
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT)
e-ISSN: 2963-3176
Vol. 02 No. 03 (2023): Agustus 2023
merusak kepercayaan masyarakat pada media dan lembaga-lembaga demokratis. Demokrasi
kesehatan juga bergantung pada tingkat partisipasi publik dan responsivitas pemerintah terhadap
aspirasi masyarakat. Adanya polarisasi dalam masyarakat di mana orang cenderung terpolarisasi
dalam kelompok-kelompok yang memiliki pandangan serupa (...truncated)