Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Melalui Strategi Pembelajaran Berbasis Virtual Reality
Systematic Review
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Melalui Strategi
Pembelajaran Berbasis Virtual Reality
Ike Puspitaningrum1, Rr. Sri Endang Pujiastuti2, Kurniati Puji Lestari3
1,2,3 Politeknik
Kesehatan Kemenkes Semarang
Article Info
Article History:
Diterima 8 Oktober 2019
Key words:
Learning methods;
Millennial; Virtual
Simulation; Virtual Reality
Abstract
Nursing higher education has new challenges to prepare nursing students as
agents of change in the era of the industrial revolution 4.0. Nursing students
today are millennial and Z generation with unique needs and ways of
learning. Students more interested in digital-based learning media. Digitalbased learning methods were an urgent need to be developed to provide
solutions to the learning needs of the millennial generation. The systematic
review aimed to discuss the use of VR technology for educating the nursing
student. The databases searched included: PubMed, Springerlink and
Proquest from the years 2015 to 2019 with the keywords virtual reality,
virtual simulation, simulation technology, immersive learning. The inclusion
criteria included: articles published in the English language, student
respondents and randomized controlled trial (RCT) research methods. The
results of article was identified and reviewed by 3 researchers. Researchers
approved 158 titles of article that match the keywords without duplicates
and 5 articles that match the inclusion criteria. Four articles discuss the
students' competencies when using virtual simulations compared with the
manikin simulated. The results showed an increase in psychomotor skills,
communication, and knowledge. Self-confidence increases, learning
satisfaction and anxiety levels decrease. Two articles discuss the analysis of
the unit cost, which states that the virtual simulation has cost utility ratio
more profitable compared with the Manikin simulations. The results of the
systematic review showed that virtual reality was relevant method as a
learning strategy to enhance students’ competencies and have more
profitable costs compared to conventional methods.
PENDAHULUAN
Generasi milenial sangat lekat dengan
penggunaan
produk
teknologi,
menghabiskan sebagain besar waktunya di
dunia maya, akses informasi menggunakan
smartphone, memiliki pengetahuan yang
tinggi dalam penggunaan platform dan
perangkat mobile (Kominfo, 2016).
Penggunaan teknologi up to date dalam
proses pembelajaran sudah mulai banyak
diaplikasikan
di
perguruan
tinggi
kesehatan.
Virtual reality (VR), augmented reality (AR),
dan teknologi mixed reality (MR)
Corresponding author:
Ike Puspitaningrum
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 2 No 2, November 2019
DOI: http://dx.doi.org/10.26594/jkmk.v2.i2.379
e-ISSN 2621-5047
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 2 No 2, November 2019/ page 67-73
memungkinkan mahasiswa berinteraksi
dengan komponen yang ditampilkan secara
virtual dalam lingkungan virtual dan fisik.
Kombinasi komponen fisik dan virtual
memungkinkan
mahasiswa
untuk
mempraktikkan skenario kasus klinis
dengan aman baik di kelas maupun di
laboratorium.
Penelitian
tentang
penggunaan perangkat teknologi imersif
menunjukkan adanya efek positif pada
kepercayaan diri mahasiswa keperawatan
(Vaughn et al. 2016). Inovasi di bidang
teknologi imersif memberikan alternatif
baru yang menjanjikan untuk simulasi
berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Simulasi dengan cara konvensional dinilai
membutuhkan biaya pelaksanaan dan
perawatan alat yang lebih mahal.
Simulasi virtual klinis menggunakan pasien
virtual dalam lingkungan klinis yang
dinamis. Konsep ini didasarkan pada pasien
virtual yang diakses melalui berbagai
multimedia, interaktif berbasis layar
(Berman; Durning; Fischer; Huwendiek;
Triola, 2016). Teknologi digital dan virtual
dapat
menciptakan
situasi
nyata
menggunakan
pasien
virtual
yang
digambarkan pada layar sentuh (Lopreiato ,
2016). Perkembangan teknologi digital dan
virtual telah memberikan solusi terhadap
kesulitan pembelajaran langsung pada
pasien.
Simulasi virtual klinis meningkatkan
interaksi
dan
umpan
balik
dan
meningkatkan persepsi efikasi diri dan
tingkat kepuasan pengguna (Roh; Lee;
Chung;
Park,
2013).
Penggunaan
virtualisasi klinis meningkatkan kinerja dan
kompetensi
yang
terkait
dengan
keterampilan psikomotorik (Wilson-Sands;
Brahn; Graves, 2015), berpikir kritis,
keterampilan klinis (Liaw; Wong; Chan; Ho;
Mordiffi; Ang, 2015), dan pengambilan
keputusan (Berman; Durning; Fischer;
Huwendiek; Triola, 2016). Kemajuan
teknologi terbaru dalam simulasi virtual
klinis telah meningkatkan realisme dan
interaksi dinamis, dengan kemungkinan
digambarkan pada tabel layar sentuh atau
68
Web (Meakim; Boese; Decker; Franklin;
Gloe; Lioce, 2013). Namun, saat ini metode
pembelajaran labratorium dengan media
virtual masih perlu dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan mahasiswa keperawatan
di era teknologi ini untuk mencapai
kepuasan belajar mahasiswa dan hasil
belajar yang efektif. Tujuan dari review ini
secara sistematis meninjau hasil-hasil
penelitian
yang
berkaitan
dengan
penggunaan
teknologi
VR
dalam
pembelajaran laboratorium mahasiswa
keperawatan.
METODE
Pencarian literature melalui PubMed,
Springerlink dan Proquest pada rentang
tahun 2015-2019. Kata kunci yang
digunakan adalah virtual reality, virtual
simulation,
simulation
technology,
immersive learning. Kriteria inklusi yang
ditetapkan meliputi: artikel berbahasa
inggris, responden mahasiswa dan metode
penelitian
menggunakan
randomised
control trial (RCT). Hasil pencarian
literature diidentifikasi dan direview oleh 3
peneliti.
HASIL
Peneliti mengidentifikasi 1848 judul artikel
yang sesuai dengan kata kunci dan 158
artikel tanpa duplikasi dan 5 artikel yang
sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Empat
artikel
membahas
tentang
kompetensi yang dicapai mahasiswa ketika
menggunakan
simulasi
virtual
dibandingkan dengan simulasi manikin.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan
ketrampilan psikomotorik, komunikasi, dan
pengetahuan. Kepercayaan diri meningkat,
kepuasan belajar dan tingkat kecemasan
menurun. Dua artikel membahas tentang
analisis unit cost, yang menyatakan bahwa
simulasi virtual memiliki rasio utilitas biaya
yang lebih menguntungkan dibandingkan
dengan simulasi manikin.
Ike Puspitaningrum / Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Melalui Strategi Pembelajaran Berbasis
Virtual Reality
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 2 No 2, November 2019/ page 67-73
69
(Johnson et.al, 2010), keterampilan klinis
(Liaw, 2015) dan pengambilan keputusan
(Berman, 2016). Kemajuan teknologi
terbaru dalam simulasi virtual klinis telah
meningkatkan realisme dan interaksi
dinamis, dengan skenario klinis yang
digambarkan pada tabel layar sentuh atau
di Website.
Gambar 1
Proses literature review
PEMBAHASAN
Perkembangan dalam teknologi digital dan
virtual
telah
memudahkan
cara
menciptakan realitas dengan menggunakan
pasien virtual (Lopreiato, 2016) yang
digambarkan pada layar sentuh ko (...truncated)