PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TAMBOSUPA MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH-SEHAT

Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN), May 2023

Dengue fever is an infectious disease spread by the bite of the Aedes mosquito, especially Aedes aegypti. The fact that the Aedes aegypti mosquito often bites during the day during school activities, makes schools a potential location for the spread of DHF. To stop the spread of dengue fever, clean and healthy living behavior (PHBS) can be implemented by washing hands properly, keeping classrooms clean, eating healthy food, exercising regularly, and getting enough sleep. Other efforts are wearing a mask when in crowds, maintaining a safe distance, and using 3M-plus to prevent dengue, such as draining, covering, and burying. The purpose of this service is to educate junior high school students in Tambosupa Konawe Selatan Village about maintaining a clean school environment and avoiding various diseases, especially DHF, to increase their knowledge and skills regarding clean and healthy behavior (PHBS).

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.uho.ac.id/index.php/jpnus/article/download/35298/pdf

PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TAMBOSUPA MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH-SEHAT

PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TAMBOSUPA MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH-SEHAT Vol 3 No 1 (Januari-Juni 2023) pp. 26-32 Jurnal Pengabdian NUSANTARA (JPN) DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jpnus.v3i1.35298 e-ISSN: 2776-3218 Astrid Indalifiany. et.al PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TAMBOSUPA MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH-SEHAT 1Astrid Indalifiany, 2Sabarudin, 3Halik, 4Nurull Hikmah, 5La Ode Nggawu, 6Fifi Nirmala 1,2,3,4Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, 93117, Indonesia Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, 93117, Indonesia 6Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, 93117, Indonesia Correspondence author: Kota Kendari, 93117, Indonesia 5Fakultas Abstract Info Artikel History Article: Accepted 04-05-2023) Published (10-05-2023) Keywords: Dengue Fever; PHBS; School Environment Dengue fever is an infectious disease spread by the bite of the Aedes mosquito, especially Aedes aegypti. The fact that the Aedes aegypti mosquito often bites during the day during school activities, makes schools a potential location for the spread of DHF. To stop the spread of dengue fever, clean and healthy living behavior (PHBS) can be implemented by washing hands properly, keeping classrooms clean, eating healthy food, exercising regularly, and getting enough sleep. Other efforts are wearing a mask when in crowds, maintaining a safe distance, and using 3M-plus to prevent dengue, such as draining, covering, and burying. The purpose of this service is to educate junior high school students in Tambosupa Konawe Selatan Village about maintaining a clean school environment and avoiding various diseases, especially DHF, to increase their knowledge and skills regarding clean and healthy behavior (PHBS). Abstrak Kata Kunci: Demam Berdarah; Lingkungan Sekolah; PHBS Demam berdarah adalah penyakit menular yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti. Fakta bahwa nyamuk Aedes aegypti sering menggigit pada siang hari selama kegiatan sekolah, maka sekolah adalah lokasi potensial untuk penyebaran DBD. Dalam upaya untuk menghentikan penyebaran demam berdarah, perilaku hidup yang bersih dan sehat (PHBS) dapat diimplementasikan dengan mencuci tangan secara benar, menjaga ruang kelas tetap bersih, makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan tidur cukup. Upaya lainnya adalah mengenakan masker saat berada di kerumunan, menjaga jarak yang aman, dan menggunakan 3M-plus untuk mencegah DBD, seperti menguras, menutupi, dan mengubur. Tujuan dari layanan pengabdian ini adalah untuk mendidik siswa sekolah menengah pertama di Desa Tambosupa Konawe Selatan tentang menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan menghindari berbagai penyakit, terutama DBD, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka mengenai perilaku yang bersih dan sehat dan sehat (PHBS). Open Access at: http://ojs.uho.ac.id/index.php/jpnus/index Jurnal Pengabdian NUSANTARA (JPN) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. | J u r n a l N U S A N T A R A - V o l 3 . N o . 1 - 2 0 2 3 | Copyright©2023 26 Vol 3 No 1 (Januari-Juni 2023) pp. 26-32 Jurnal Pengabdian NUSANTARA (JPN) Universitas Halu Oleo DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jpnus.v3i1.35298 PENDAHULUAN Demam berdarah atau dikenal dengan DBD/DHF adalah penyakit menular yang menyebar dengan cepat dan sering membunuh para korbannya. Demam-berdarah adalah penyakit yang umum di bagian daerah tropis dan subtropis. Demam virus akut, sakit kepala, otot, sendi, nyeri tulang, penurunan jumlah sel darah putih, dan ruam adalah tanda-tanda penyakit ini (Dania, 2016; Syamsir & Daramusseng, 2018). Salah satu dari empat serotipe virus dalam keluarga Flaviviridae dari genus Flavivirus bertanggung jawab atas demam berdarah. Oleh karena setiap serotipe cukup berbeda, tidak ada perlindungan silang, dan beberapa serotipe dapat menyebabkan wabah (hiperendemisitas). Virus ini dapat memasuki tubuh manusia melalui nyamuk Aedes aegypti, yang dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia, dengan pengecualian tempat -tempat yang lebih tinggi dari 1000 meter di atas permukaan laut. Selama musim hujan, kejadian luar-biasa (KLB) terjadi hampir setiap tahun di beberapa lokasi. Penyakit ini tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat dan endemik di beberapa distrik dan kota Indonesia (Farasari & Azinar, 2018; Sukohar, 2014). Epidemiologi global demam demam berdarah berkembang pesat. Di seluruh dunia, prevalensi dan frekuensi penyakit yang terkait dengan DBD terus meningkat selama tiga dekade terakhir (Marwanty & Wahyono, 2016). Lebih dari 100 negara tropis di Afrika, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara mengalami peningkatan jumlah kasus demam berdarah yang parah (Dewangga et al., 2022). Pada tahun 2018, ada 65.602 kasus DBD di Indonesia, naik dari 68.407 kasus yang dilaporkan pada 2017. Penderita pada akhir 2009 hingga Desember 2019, 110.921 kasus DBD telah dilaporkan (Kasenda et al., 2020). Menurut data badan statistika provinsi sulawesi tenggara tercatat bahwa jumlah DBD mencapai 824 kasus dan khusus kabupaten Konawe Selatan tercatat yang banyak terkena DBD yaitu sejumlah 125 kasus (Bahar & Muchtar, 2022; Ramayanti et al., 2022). Kepadatan populasi, kurangnya pendidikan dan pengetahuan publik, kurangnya informasi rumah sakit, kurangnya petugas kesehatan, kurangnya kerja sama sektor, dan terutama kurangnya kebiasaan hidup yang bersih dan sehat merupakan faktor yang berkontribusi terhadap prevalensi tinggi DBD. Oleh sebab itu, dalam upaya untuk mencegah berbagai penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dan virus, terutama demam berdarah, pendidikan atau konseling tentang pentingnya perilaku hidup yang bersih dan sehat (PHBS). Mampu hidup dengan PHBS berarti dapat mempertahankan, meningkatkan, dan melindungi kesehatan seseorang dari penyakit serta lingkungan yang tidak sehat (Nurmahmudah et al., 2018). Perilaku yang dikenal sebagai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilakukan dengan kesadaran. Perilaku ini memungkinkan seseorang, keluarga, kelompok, atau komunitas untuk secara mandiri membantu diri mereka sendiri dan mengambil peran aktif dalam sektor kesehatan masyarakat (Muhani et al., 2022). Dengan membuka saluran 27 | J u r n a l N U S A N T A R A - V o l 3 . N o . 1 - 2 0 2 3 | Copyright©2023 PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TAMBOSUPA MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH-SEHAT Vol 3 No 1 (Januari-Juni 2023) pp. 26-32 Jurnal Pengabdian NUSANTARA (JPN) DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jpnus.v3i1.35298 e-ISSN: 2776-3218 Astrid Indalifiany. et.al komunikasi dan memberikan informasi dan pendidikan untuk membantu individu dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sendiri, PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku (Madeira et al., 2019). Banyak penyakit akan dihasilkan dari perilaku y (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.uho.ac.id/index.php/jpnus/article/download/35298/pdf
Article home page: https://ojs.uho.ac.id/index.php/jpnus/article/view/35298/pdf

Astrid Indalifiany, Sabarudin Sabarudin, Halik Halik, Hikmah Nurull, Nggawu La Ode, Fifi Nirmala. PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TAMBOSUPA MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH-SEHAT, Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN), 2023, pp. 26-32,