Pengaruh Waktu Ekstraksi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Menggunakan Pelarut n-Heksana terhadap Rendemen Minyak
Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 : 2 (November 2018) 163 - 171
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
http://ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk
Jurnal
Teknologi
Kimia
Unimal
Pengaruh Waktu Ekstraksi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Menggunakan Pelarut n-Heksana terhadap Rendemen Minyak
1
Nasrun Ibrahim*), 1Jalaluddin, 1Nurul Rahmah
1
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh
Jl. Batam No. 1, Bukit Indah, Lhokseumawe 24351
*)
Email:
Abstrak
Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya akan minyak atsiri.
Salah satu sumber daya alam yang potensial adalah jeruk nipis yang
dapat dimanfaatkan sebagai flavor dalam makanan. Pengambilan
minyak atsiri daun jeruk nipis menggunakan metode ekstraksi pelarut
mudah menguap.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh waktu ekstraksi terhadap rendemen, indek bias, dan
densitas minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi minyak daun jeruk
nipis dengan pelarut n-heksana menggunakan ekstraktor soxhlet.
Daun jeruk nipis yang tua yang sudah dibersihkan, dipotong kecilkecil dan dibungkus dengan kertas saring dan dimasukkan dalam
soxhlet. Pelarut n-heksana sebanyak 200 ml dimasukkan dalam labu
alas bulat ekstraktor yang dilengkapi pendingin. Ekstraksi dilakukan
pada suhu dan waktu tertentu tergantung dari jenis pelarut yang
digunakan, sampai dihasilkan warna pelarut kembali seperti semula.
Selanjutnya filtrat didistilasi untuk dimurnikan, sehingga diperoleh
minyak daun jeruk nipis terpisah dari pelarutnya. Minyak atsiri
kemudian dilakukan uji rendemen, indek bias, dan densitas yang
terkandung dalam minyak atsiri. Hasil penelitian diperoleh ekstraksi
daun jeruk nipis dengan pelarut n-heksan, rendemen yang tertinggi
diporoleh pada berat sampel 200 gram dengan waktu ekstraksi 180
menit yaitu 3,11 %. Indek bias minyak tertinggi juga diperoleh pada
berat sampel 200 gram dengan waktu ekstraksi 180 menit yaitu 1,47,
sedangkan densitas minyak atsiri dari daun jeruk nipis diperoleh 0,79
gr/ml.
Kata kunci: minyak atsiri, daun jeruk nipis, ekstraksi, n-heksana
Nasrun Ibrahim dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 :2 (November 2018) 163 – 171
Abstract
Indonesia has natural resources that are rich in essential oils. One
potential natural resource is lime which can be used as flavor in food.
The extraction of lime leaf essential oil using volatile solvent
extraction method. The aim of the study was to determine the effect of
extraction time on yield, refractive index, and density of essential oils
produced. Extraction of lime leaf oil with n-hexane solvent using
soxhlet extractors. The old lime leaves that have been cleaned, cut into
small pieces and wrapped in filter paper and put in soxhlet. 200 ml nhexane solvent is inserted in an extractor round bottom flask equipped
with coolant. Extraction is carried out at a certain temperature and
time depending on the type of solvent used, until the solvent color is
returned as before. Then the filtrate was distilled to be purified, so that
lime leaf oil was obtained separately from the solvent. Essential oils
are then tested for yield, refractive index, and density contained in
essential oils. The results of the study were extraction of lime leaves
with n-hexane solvent, the highest yield obtained at a sample weight
of 200 grams with an extraction time of 180 minutes which was
3.11%. The highest oil refractive index was also obtained at a sample
weight of 200 grams with an extraction time of 180 minutes which
was 1.47, while the density of essential oil from lime leaves was 0.79
gr/ml.
Keywords: essential oil, lime leaf, extraction, n-heksana
1. PENDAHULUAN
Selama ini kita mengetahui bahwa jeruk nipis adalah salah satu jenis buah
yang banyak ditemui di Indonesia. Tanaman jeruk nipis akan tumbuh dengan
baik dilokasi yang mendapat cukup sinar matahari. Jeruk nipis mengandung sari
asam yang tinggi. Buah jeruk nipis banyak mengandung vitamin C, asam sitrat,
asam amino, (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonene, felanden, lemon
kamfer, kadinen, dan nidehida), glikolisa, asam sitrun, belerang dan vitamin B
(tiamin). Buah jeruk nipis terkenal sebagai buah yang berkhasiat menyembuhkan
batuk, mengurangi dahak, menyembuhkan panas dalam, merawat kecantikan
wajah serta menghilangkan jerawat (Tjitrosoepomo, 2003a).
Artikel ini sudah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknik Kimia Universitas 164
Malikussaleh Tahun 2018 tanggal 5 November 2018 di Lhokseumawe
Nasrun Ibrahim dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 :2 (November 2018) 163 – 171
Minyak atsiri umumnya merupakan komponen pemberi bau yang khas, atau
disebut minyak eteris, minyak menguap atau essential oil yaitu bahan aromatis
alam yang berasal dari tumbuhan. Ciri minyak atsiri antara lain mudah menguap
pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir, berbau
wangi sesuai tanaman penghasilnya dan bersifat larut dalam pelarut organik dan
tidak larut dalam air (Tjitrosoepomo, 2003b).
Minyak atsiri memiliki bau mirip tanaman asalnya yang diambil dari
bagian-bagian tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu,
bahkan seluruh bagian tanaman. Setiap tahun konsumsi minyak atsiri dunia
beserta turunannya naik sekitar 8-10%. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia,
salah satu sumber minyak atsiri dunia, namun berlaku pula di negara-negara
produsen lain seperti India, Thailand, dan Haiti. Pemicu kenaikan itu antara lain
meningkatnya kebutuhan minyak atsiri untuk industri parfum, kosmetik, dan
kesehatan. Selain itu produk-produk olahan minyak atsiri belum dapat digantikan
oleh bahan sintetis (Astrarini, 2009).
Pemikiran untuk memproduksi jenis minyak atsiri baru yang diduga bernilai
komersial tinggi dirasa perlu untuk memberikan nuansa baru terhadap dunia
peminyak atsirian. Perkembangan teknologi pengolahan minyak atsiri di
beberapa negara maju menjadi salah satu faktor pendukung yang dapat
memberikan nilai tambah terhadap komoditas itu sendiri. Dari sekian ratus
minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia, tanaman dari jenis jeruk-jerukan
(genus Citrus) adalah yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku minyak
atsiri. Dilihat dari banyaknya kegunaan jeruk nipis maka perlu diadakannya
penelitian untuk mengetahui lebih lanjut tentang minyak atsiri yang terkandung
dalam daun jeruk nipis.
Daun jeruk nipis sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Berdasarkan hipotesa bahwa daun jeruk nipis dapat dibuat atau diolah sehingga
memiliki nilai tambah yang tinggi yaitu diolah menjadi minyak atsiri yang dapat
dijadikan untuk berbagai manfaat diantaranya dapat dijadikan sebagai flavoring
Artikel ini sudah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknik Kimia Universitas 165
Malikussaleh Tahun 2018 tanggal 5 November 2018 di Lhokseumawe
Nasrun Ibrahim dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 :2 (November 2018) 163 – 171
agent dalam bahan pangan atau minuman, antiseptik obat-obatan, pembuatan
kosmetik, parfum, pencampur rokok kretek, aroma terapi, obat gosok, dan lainlain. Penelitian ini mencoba untuk me (...truncated)