Pengaruh Waktu Ekstraksi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Menggunakan Pelarut n-Heksana terhadap Rendemen Minyak

Jurnal Teknologi Kimia Unimal, Feb 2019

Indonesia has natural resources that are rich in essential oils. One potential natural resource is lime which can be used as flavor in food. The extraction of lime leaf essential oil using volatile solvent extraction method. The aim of the study was to determine the effect of extraction time on yield, refractive index, and density of essential oils produced. Extraction of lime leaf oil with n-hexane solvent using soxhlet extractors. The old lime leaves that have been cleaned, cut into small pieces and wrapped in filter paper and put in soxhlet. 200 ml n-hexane solvent is inserted in an extractor round bottom flask equipped with coolant. Extraction is carried out at a certain temperature and time depending on the type of solvent used, until the solvent color is returned as before. Then the filtrate was distilled to be purified, so that lime leaf oil was obtained separately from the solvent. Essential oils are then tested for yield, refractive index, and density contained in essential oils. The results of the study were extraction of lime leaves with n-hexane solvent, the highest yield obtained at a sample weightof 200 grams with an extraction time of 180 minutes which was 3.11%. The highest oil refractive index was also obtained at a sample weight of 200 grams with an extraction time of 180 minutes which was 1.47, while the density of essential oil from lime leaves was 0.79gr/ml.Keywords: essential oil, lime leaf, extraction, n-heksana

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk/article/download/1251/751

Pengaruh Waktu Ekstraksi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Menggunakan Pelarut n-Heksana terhadap Rendemen Minyak

Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 : 2 (November 2018) 163 - 171 Jurnal Teknologi Kimia Unimal http://ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk Jurnal Teknologi Kimia Unimal Pengaruh Waktu Ekstraksi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Menggunakan Pelarut n-Heksana terhadap Rendemen Minyak 1 Nasrun Ibrahim*), 1Jalaluddin, 1Nurul Rahmah 1 Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh Jl. Batam No. 1, Bukit Indah, Lhokseumawe 24351 *) Email: Abstrak Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya akan minyak atsiri. Salah satu sumber daya alam yang potensial adalah jeruk nipis yang dapat dimanfaatkan sebagai flavor dalam makanan. Pengambilan minyak atsiri daun jeruk nipis menggunakan metode ekstraksi pelarut mudah menguap.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi terhadap rendemen, indek bias, dan densitas minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi minyak daun jeruk nipis dengan pelarut n-heksana menggunakan ekstraktor soxhlet. Daun jeruk nipis yang tua yang sudah dibersihkan, dipotong kecilkecil dan dibungkus dengan kertas saring dan dimasukkan dalam soxhlet. Pelarut n-heksana sebanyak 200 ml dimasukkan dalam labu alas bulat ekstraktor yang dilengkapi pendingin. Ekstraksi dilakukan pada suhu dan waktu tertentu tergantung dari jenis pelarut yang digunakan, sampai dihasilkan warna pelarut kembali seperti semula. Selanjutnya filtrat didistilasi untuk dimurnikan, sehingga diperoleh minyak daun jeruk nipis terpisah dari pelarutnya. Minyak atsiri kemudian dilakukan uji rendemen, indek bias, dan densitas yang terkandung dalam minyak atsiri. Hasil penelitian diperoleh ekstraksi daun jeruk nipis dengan pelarut n-heksan, rendemen yang tertinggi diporoleh pada berat sampel 200 gram dengan waktu ekstraksi 180 menit yaitu 3,11 %. Indek bias minyak tertinggi juga diperoleh pada berat sampel 200 gram dengan waktu ekstraksi 180 menit yaitu 1,47, sedangkan densitas minyak atsiri dari daun jeruk nipis diperoleh 0,79 gr/ml. Kata kunci: minyak atsiri, daun jeruk nipis, ekstraksi, n-heksana Nasrun Ibrahim dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 :2 (November 2018) 163 – 171 Abstract Indonesia has natural resources that are rich in essential oils. One potential natural resource is lime which can be used as flavor in food. The extraction of lime leaf essential oil using volatile solvent extraction method. The aim of the study was to determine the effect of extraction time on yield, refractive index, and density of essential oils produced. Extraction of lime leaf oil with n-hexane solvent using soxhlet extractors. The old lime leaves that have been cleaned, cut into small pieces and wrapped in filter paper and put in soxhlet. 200 ml nhexane solvent is inserted in an extractor round bottom flask equipped with coolant. Extraction is carried out at a certain temperature and time depending on the type of solvent used, until the solvent color is returned as before. Then the filtrate was distilled to be purified, so that lime leaf oil was obtained separately from the solvent. Essential oils are then tested for yield, refractive index, and density contained in essential oils. The results of the study were extraction of lime leaves with n-hexane solvent, the highest yield obtained at a sample weight of 200 grams with an extraction time of 180 minutes which was 3.11%. The highest oil refractive index was also obtained at a sample weight of 200 grams with an extraction time of 180 minutes which was 1.47, while the density of essential oil from lime leaves was 0.79 gr/ml. Keywords: essential oil, lime leaf, extraction, n-heksana 1. PENDAHULUAN Selama ini kita mengetahui bahwa jeruk nipis adalah salah satu jenis buah yang banyak ditemui di Indonesia. Tanaman jeruk nipis akan tumbuh dengan baik dilokasi yang mendapat cukup sinar matahari. Jeruk nipis mengandung sari asam yang tinggi. Buah jeruk nipis banyak mengandung vitamin C, asam sitrat, asam amino, (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonene, felanden, lemon kamfer, kadinen, dan nidehida), glikolisa, asam sitrun, belerang dan vitamin B (tiamin). Buah jeruk nipis terkenal sebagai buah yang berkhasiat menyembuhkan batuk, mengurangi dahak, menyembuhkan panas dalam, merawat kecantikan wajah serta menghilangkan jerawat (Tjitrosoepomo, 2003a). Artikel ini sudah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknik Kimia Universitas 164 Malikussaleh Tahun 2018 tanggal 5 November 2018 di Lhokseumawe Nasrun Ibrahim dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 :2 (November 2018) 163 – 171 Minyak atsiri umumnya merupakan komponen pemberi bau yang khas, atau disebut minyak eteris, minyak menguap atau essential oil yaitu bahan aromatis alam yang berasal dari tumbuhan. Ciri minyak atsiri antara lain mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir, berbau wangi sesuai tanaman penghasilnya dan bersifat larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air (Tjitrosoepomo, 2003b). Minyak atsiri memiliki bau mirip tanaman asalnya yang diambil dari bagian-bagian tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu, bahkan seluruh bagian tanaman. Setiap tahun konsumsi minyak atsiri dunia beserta turunannya naik sekitar 8-10%. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, salah satu sumber minyak atsiri dunia, namun berlaku pula di negara-negara produsen lain seperti India, Thailand, dan Haiti. Pemicu kenaikan itu antara lain meningkatnya kebutuhan minyak atsiri untuk industri parfum, kosmetik, dan kesehatan. Selain itu produk-produk olahan minyak atsiri belum dapat digantikan oleh bahan sintetis (Astrarini, 2009). Pemikiran untuk memproduksi jenis minyak atsiri baru yang diduga bernilai komersial tinggi dirasa perlu untuk memberikan nuansa baru terhadap dunia peminyak atsirian. Perkembangan teknologi pengolahan minyak atsiri di beberapa negara maju menjadi salah satu faktor pendukung yang dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas itu sendiri. Dari sekian ratus minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia, tanaman dari jenis jeruk-jerukan (genus Citrus) adalah yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri. Dilihat dari banyaknya kegunaan jeruk nipis maka perlu diadakannya penelitian untuk mengetahui lebih lanjut tentang minyak atsiri yang terkandung dalam daun jeruk nipis. Daun jeruk nipis sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hipotesa bahwa daun jeruk nipis dapat dibuat atau diolah sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi yaitu diolah menjadi minyak atsiri yang dapat dijadikan untuk berbagai manfaat diantaranya dapat dijadikan sebagai flavoring Artikel ini sudah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknik Kimia Universitas 165 Malikussaleh Tahun 2018 tanggal 5 November 2018 di Lhokseumawe Nasrun Ibrahim dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 7 :2 (November 2018) 163 – 171 agent dalam bahan pangan atau minuman, antiseptik obat-obatan, pembuatan kosmetik, parfum, pencampur rokok kretek, aroma terapi, obat gosok, dan lainlain. Penelitian ini mencoba untuk me (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk/article/download/1251/751
Article home page: https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk/article/view/1251/751

Nasrun Ibrahim, Jalaluddin Jalaluddin, Nurul Rahmah. Pengaruh Waktu Ekstraksi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Menggunakan Pelarut n-Heksana terhadap Rendemen Minyak, Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 2019, pp. 163-171,