PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN: (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Selama Tahun 2015-2018)
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha
Vol.2, No.2, Juni 2022, 600 – 619
ISSN 2808-1617
Dyah Kesuma Ningrum
Hasanah Setyowati
Pandit Fatih A
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN
TERHADAP KINERJA KEUANGAN
(Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI
Selama Tahun 2015-2018)
Dyah Kesuma Ningrum1, Hasanah Setyowati2, Pandit Fatih A.3
123STIE Widya Wiwaha Yogyakarta
.id2
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intellectual capital dan struktur
kepemilikan terhadap kinerja perusahaan. Sampel penelitian ini adalah perusahaan
pertambangan yang terdaftar di BEI Periode 2015-2018 dengan metode pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 18 perusahaan. Uji hipotesis
dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa human capital, structure capital, employee capital, kepemilikan
manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh secara bersama-sama terhadap
ROA. Besarnya kontribusi human capital, structure capital, employee capital,
kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh secara bersamasama terhadap ROA sebesar 43,9%. Secara parsial, human capital berpengaruh
negative terhadap Return On Asset (ROA), structure capital berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Return On Asset (ROA), capital employee tidak berpengaruh
terhadap Return On Asset (ROA), kepemilikan manajerial berpengaruh negative
terhadap Return On Asset (ROA), kepemilikan institusional berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Return On Asset (ROA).
Kata kunci : human capital, structure capital, employee capital, kepemilikan manajerial,
kepemilikan institusional, ROA.
Abstract
This study aims to examine the effect of intellectual capital and ownership structure on
company performance. The sample of this study is mining companies listed on the
Indonesia Stock Exchange Period 2015-2018 with a sampling method using purposive
sampling of 18 companies. Hypothesis testing is done by using multiple linear regression
analysis. The results showed that human capital, structure capital, employee capital,
managerial ownership and institutional ownership together influenced ROA. The
contribution of human capital, structure capital, employee capital, managerial ownership
and institutional ownership together affected ROA of 43.9%. Partially, human capital has
a negative effect on Return On Assets (ROA), structure capital has a positive and
significant effect on Return On Assets (ROA), employee capital has no effect on Return
On Assets (ROA), managerial ownership has a negative effect on Return On Assets
(ROA), institutional ownership has a positive and significant effect on Return on Assets
(ROA).
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Wiya Wiwaha, Vol.2 No.2 (Juni 2022)
600
Dyah Kesuma Ningrum
Hasanah Setyowati
Pandit Fatih A
Keywords : human capital, structure capital, employee capital, managerial ownership
structure, institutional ownership structure, Return on Assets (ROA).
PENDAHULUAN
Perkembangan bisnis sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
Perkembangan ini membuat pelaku bisnis harus menyadari bahwa kemampuan
bersaing tidak hanya ada pada kepemilikan sumber daya yang dimilikinya, namun juga
kepada inovasi, informasi dan pengetahuan sumber daya manusia yang dimiliki
perusahaan. Untuk memenuhi tuntutan zaman dan agar perusahaan dapat bertahan
dalam persaingan bisnis maka perusahaan mengubah bisnisnya yang pada awalnya
didasarkan pada tenaga kerja menjadi bisnis yang berdasarkan ilmu pengetahuan yang
memiliki karakteristik utama ilmu pengetahuan.
Jika di dalam perusahaan yang berbasis tenaga kerja lebih mementingkan aset
yang berwujud, maka lain halnya dengan perusahaan yang berbasis pengetahuan yang
lebih condong ke arah aktiva tidak berwujud (intangible asset). Salah satu ciri dari
perusahaan yang berbasis pengetahuan adalah ditandai dengan penyebaran informasi
dan data secara luas dan lebih cepat. Konsekuensi dari perubahan ini adalah
perusahaan harus mampu menciptakan dan mengelola pengetahuan untuk mencapai
tujuan yang ingin dicapai dalam bentuk manajemen pengetahuan (knowledge
management). Disamping itu perusahaan juga harus mampu untuk mengelola berbagai
strategi agar dapat memanfaatkan potensi maksimal dari pengetahuan yang dimilikinya.
Dengan adanya manajemen berbasis pengetahuan maka akan meningkatkan
kesadaran perusahaan untuk mempertahankan reputasi dan kredibilitas perusahaan
pendapat dari Ting dan Lean (2009) (dalam Rahardian, 2016). Salah satu komponen
dari aset tidak berwujud adalah intellectual capital (IC).
Intellectual capital sering dihubungkan dengan sumber daya manusia, karena
hanya manusia yang mempunyai olah pikir. Dengan adanya sumber daya manusia yang
memiliki intelektualitas tinggi, maka diharapkan dapat menghasilkan suatu sistem yang
mampu mengoptimalkan kinerja seseorang. Sehingga apabila perusahaan memiliki
sumber daya manusia dengan intelektualitas tinggi, semakin kecil tingkat kesalahan
dalam pembuatan dan penyampaian laporan keuangan. Sebagian besar peneliti
mengemukakan bahwa Intellectual Capital memiliki tingkat kecendrungan yang tinggi
dalam mempengaruhi kinerja keuangan (Ratnasari, Titisari dan Suhendro, 2015).
Seiring dengan meningkatnya peran dari pengetahuan sebagai aset yang vital bagi
perusahaan, identifikasi dan pengelolaannya dalam bentuk intangible asset dirasa makin
penting. Namun pada kenyataannya penguasaan perusahaan atas pengetahuan (dalam
hal ini berkaitan dengan IC tidak diiringi dengan laporan yang jelas dan memadai atas
penguasaan ilmu pengetahuan tersebut. Kinerja Intellectual Capital suatu perusahaan
dapat diukur dengan metode Value Added Intellectual Capital Coefficient (VAIC).
Berdasarkan metode VAIC, terdapat tiga komponen pembentuknya, yaitu Value Added
Human Capital (VAHU/Human Capital) dan Structural Capital Value Added
(STVA/Structure Capital), Value Added Capital Employed (VACA/Capital Employee).
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Wiya Wiwaha, Vol.2 No.2 (Juni 2022)
601
Dyah Kesuma Ningrum
Hasanah Setyowati
Pandit Fatih A
Menurut Sartono (2010), struktur kepemilikan mampu mempengaruhi jalannya
perusahaan yang akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai
tujuan perusahaan yaitu maksimalisasi nilai perusahaan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital dan struktur
kepemilikan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, meskipun hasil
penelitiannya berbeda satu dengan yang lain. Beberapa penelitian yang menjadi acuan
bagi penelitian ini antara lain penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2018). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital yang terdiri dari human capital,
structural capital, dan relational capital berpengaruh positif terhadap produktivitas yang
diproksikan dengan Return On Assets (ROA) pada perusahaan sektor pertambangan.
Beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya ketidak kon (...truncated)