ETNOZOOLOGI RITUAL ADAT DAN MISTIS MASYARAKAT MELAYU KETAPANG DI DUSUN BINA USAHA DESA PESAGUAN KANAN KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG

JURNAL HUTAN LESTARI, May 2024

Kalimantan Island has a very high level of biodiversity, flora, and fauna that can still be found in the forests of Borneo. The Ketapang Malays in the Bina Usaha Village of Pesaguan Kanan is one of the original ethnic groups of West Kalimantan who currently still utilize biological resources to fulfill their needs, one of which is the use of animals for traditional and mystical rituals. The purpose of this research is to record what animals are used for traditional and mystical rituals by the Ketapang Malay community. The data collection technique was carried out by in-depth interviews with respondents who were selected using the survey method and the selection of respondents was carried out using the snowball sampling technique. Respondents amounted to 9 people and data collection using a questionnaire. The results showed that there were 16 species of animals used for Traditional and Mystical Rituals, consisting of 2 animals for Traditional Rituals and 14 animals for Mystics. The part that is used is the whole body and voice.Keywords: Ethnozoology, Ketapang Malay, Traditional and Mystical RitualsAbstrakPulau Kalimantan memiliki tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi, flora dan faunanya yang masih dapat di temui di dalam hutan Kalimantan. Suku Melayu Ketapang di Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan merupakan salah satu etnis asli Kalimantan Barat yang saat ini masih memanfaatkan sumber daya hayati untuk memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya pemanfaatan satwa untuk Ritual Adat dan Mistis. Tujuan penelitian ini untuk mendata jenis satwa yang dimanfaatkan untuk Ritual Adat dan Mistis oleh masyarakat Melayu Ketapang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap responden yang terpilih dengan menggunakan metode survey dan pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Responden berjumlah 9 orang dan pengumpulan data menggunakan bantuan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa satwa yang dimanfaatkan untuk Ritual Adat dan Mistis sebanyak 16 jenis satwa, yang terdiri dari 2 satwa untuk Ritual Adat dan 14 satwa untuk mistis. Bagian yang dimanfaatkan adalah seluruh badan dan suaranya. Kata kunci: Etnozoologi, Melayu Ketapang, Ritual Adat dan Mistis

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfkh/article/download/63691/75676602042

ETNOZOOLOGI RITUAL ADAT DAN MISTIS MASYARAKAT MELAYU KETAPANG DI DUSUN BINA USAHA DESA PESAGUAN KANAN KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG

JURNAL HUTAN LESTARI (2024) Vol. 12 (1): 124 – 135 ETNOZOOLOGI RITUAL ADAT DAN MISTIS MASYARAKAT MELAYU KETAPANG DI DUSUN BINA USAHA DESA PESAGUAN KANAN KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG (Ethnozoology traditional and mystical rituals of the ketapang malay community in the bina usaha of pesaguan village, matan hilir selatan sub-district ketapang) Abdullah Sahal*, Muhammad Sofwan Anwari, Iskandar AM Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Jalan Imam Bonjol Pontianak 78124 *e-mail: Abstract Kalimantan Island has a very high level of biodiversity, flora and fauna fauna that can still be found in the forests of Borneo. The Ketapang Malays in the Bina Usaha Village of Pesaguan Kanan are one of the original ethnic groups of West Kalimantan who currently still utilize biological resources to fulfill their needs, one of which is the use of animals for traditional and mystical rituals. The purpose of this research is to record what animals are used for traditional and mystical rituals by the Ketapang Malay community. The data collection technique was carried out by in-depth interviews with respondents who were selected using the survey method and the selection of respondents was carried out using the snowball sampling technique. Respondents amounted to 9 people and data collection using a questionnaire. The results showed that there were 16 species of animals used for Traditional and Mystical Rituals, consisting of 2 animals for Traditional Rituals and 14 animals for Mystics. The part that is used is the whole body and voice. Keywords: Ethnozoology, Ketapang Malay, Traditional and Mystical Rituals Abstrak Pulau Kalimantan memiliki tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi, flora dan faunanya yang masih dapat di temui di dalam hutan Kalimantan. Suku Melayu Ketapang di Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan merupakan salah satu etnis asli Kalimantan Barat yang saat ini masih memanfaatkan sumber daya hayati untuk memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya pemanfaatan satwa untuk Ritual Adat dan Mistis. Tujuan penelitian ini untuk mendata jenis satwa yang dimanfaatkan untuk Ritual Adat dan Mistis oleh masyarakat Melayu Ketapang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap responden yang terpilih dengan menggunakan metode survey dan pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Responden berjumlah 9 orang dan pengumpulan data menggunakan bantuan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa satwa yang dimanfaatkan untuk Ritual Adat dan Mistis sebanyak 16 jenis satwa, yang terdiri dari 2 satwa untuk Ritual Adat dan 14 satwa untuk mistis. Bagian yang dimanfaatkan adalah seluruh badan dan suaranya. Kata kunci: Etnozoologi, Melayu Ketapang, Ritual Adat dan Mistis PENDAHULUAN Pulau Kalimantan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, flora dan faunanya masih dapat kita temui di dalam hutan Kalimantan. Keanekaragaman hayati yang tersebar di hutan Kalimantan sangat besar, yang memiliki kekayaan berupa tumbuhan maupun hewan. Flora dan fauna sangat berkaitan dengan manusia, sehingga kekayaan yang dimiliki tidak selamanya utuh seiring perkembangan zaman dan eksploitasi oleh manusia (Suparlan, 2005). 124 JURNAL HUTAN LESTARI (2024) Vol. 12 (1): 124 – 135 Masyarakat Melayu Ketapang di Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan khususnya merupakan masyarakat desa yang terletak di bagian selatan Kota Ketapang. Desa ini masih memiliki pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun temurun dalam memanfaatkan alam maupun satwa meskipun demikian belum ada catatan ilmiah yang terdokumentasi mengenai ragam Etnozoologi di Desa Pesaguan Kanan. Suku-suku asli yang mendiami suatu tempat sangat mengenal sumberdaya hayati di lingkungan yang telah beradaptasi dan terlatih untuk memanfaatkan flora dan fauna (Indrawan et al., 2007). Dusun Bina Usaha dalam memanfaatkan sumberdaya alam termasuk satwa dapat dilihat dari mata pencarian masyarakat setempat yang masih mengandalkan berburu hewan di dalam kawasan hutan untuk berbagai kebutuhan seperti Ritual Adat dan Mistis. Masyarakat Melayu Desa Nanga Betung memanfaatkan 8 satwa untuk Ritual Adat dan Mistis (Sukma et al., 2019). Pemanfaatan hewan yang sudah sejak dahulu hingga sekarang masih ada masyarakat memanfaatkan hewan liar yang ada di sekitar hutan desa pesaguan kanan. Berdasarkan pengamatan di sekitar Desa Pesaguan Kanan ada beberapa kawasan hutannya telah dijadikan perkebunan sawit dan pertambangan emas sehingga kegiatan tersebut sangat mengancam keberadaan satwa yang ada di dalamnya dan habitat satwa liar akan berkurang akibat pembukanan lahan hutan tersebut, sementara itu masyarakat masih ketergantungan pada hutan sebagai mata pencahariannya dan pemanfaatan satwa yang sangat tinggi sehingga dikhawatirkan satwa yang dimanfaatkan oleh masyarakat Melayu Ketapang di Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan akan berkurang. Desa Pesaguan Kanan terdapat 4 Dusun salah satunya Dusun Bina Usaha yang masih tergantung terhadap hutan. Masyarakat memiliki keanekaragaman dalam memanfaatkan satwa untuk berbagai keperluan baik untuk mistis, ritual adat, obatan, konsumsi dan kesenian. Masuknya teknologi dan informasi akan berpengaruh terhadap budaya mereka dan hilangnya pengetahuan lokal tentang pemanfaatan satwa. Tujuan penelitian ini adalah Mendata jenis satwa yang dimanfaatkan untuk Ritual Adat dan Mistis serta Mengkaji pemanfaatan satwa untuk Ritual Adat dan Mistis oleh masyarakat Melayu ketapang di Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Waktu penelitian dilakukan selama ± 4 minggu. Alat yang digunakan berupa kuesioner, alat tulis, kamera, buku identifikasi jenis satwa. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengetahuan lokal masyarakat Melayu Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan 125 JURNAL HUTAN LESTARI (2024) Vol. 12 (1): 124 – 135 Kabupaten Ketapang. Pelaksanaan Pengumpulan Data menggunakan data primer dan sekunder, data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian yaitu masyarakat Melayu Ketapang Dusun Bina Usaha Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Data primer yang diambil pada penelitian ini adalah nama hewan, cara mendapatkan atau menangkap, bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, cara penggunaan dan kegunaannya. Sedangkan data sekunder adalah data yang bersifat penunjang yaitu meliputi keadaan sosial, tingkat pendidikan, jenjang umur dan keadaan umum lokasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dan wawancara terhadap responden yang dilengkapi dengan kuisioner. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik snowball sampling yaitu menentukan responden kunci untuk kemudian menentukan responden lainnya berdasarkan informasi dari responden sebelumnya, demikian juga untuk seterusny (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfkh/article/download/63691/75676602042
Article home page: https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfkh/article/view/63691/75676602042

Sahal Abdullah, Anwari M Sofwan, M. Iskandar A. ETNOZOOLOGI RITUAL ADAT DAN MISTIS MASYARAKAT MELAYU KETAPANG DI DUSUN BINA USAHA DESA PESAGUAN KANAN KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG, JURNAL HUTAN LESTARI, 2024, pp. 124-135,