Identifikasi Cemaran Bakteri Staphylococcus sp. dan Jamur Aspergillus sp. pada Produk Roti untuk Meningkatkan Keamanan Pangan
Journal of Comprehensive Science
p-ISSN: 2962-4738 e-ISSN: 2962-4584
Vol. 3. No. 8, Agustus 2024
Identifikasi Cemaran Bakteri Staphylococcus sp. dan Jamur Aspergillus sp. pada
Produk Roti untuk Meningkatkan Keamanan Pangan
Angelia Wattimury1, Eunike Andriani Marganingrum Samodra2, Evelyn Ferdian3, Tri Yahya
Budiarso4, Charis Amarantini5
12
Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan, Politeknik Santo Paulus Surakarta
345
Program Studi Biologi, Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana
Email: , ,
, ,
Abstrak
Roti merupakan salah satu produk makanan cepat saji karena sangat mudah didapatkan dan
sebagai salah satu bahan makanan pokok yang dikonsumsi secara global. Namun, roti mudah
mengalami kerusakan yang dapat disebabkan oleh bakteri dan jamur yang mempengaruhi
kesehatan. Penelitian ini bertujuan unutk mengidentifikasi cemaran atau kontaminan bakteri
dan jamur pada produk roti. Sampel roti diperoleh dari beberapa kantin sekolah, warung, dan
pasar yang berada di Kota Yogyakarta. Dalam mengidentifikasi bakteri dibutuhkan medium
Nutrient Agar, Mannitol Salt Agar, dan Baird Parker Agar, sedangkan jamur ditumbuhkan
pada medium Malts Extract Agar pada cawan petri. Seleksi koloni bakteri menjadi koloni
tunggal dilakukan dengan uji biokimia. Uji konfirmasi bakteri dilakukan dengan API Staph
dan uji molukuler dengan gen penanda nuc dan sea menggunakan PCR. Isolat jamur
diidentifikasi secara makromorfologi melalui pengamatan bentuk koloni dan mikromorfologi
melalui pengamatan sel dengan teknik slide culture. Jenis bakteri yang ditemukan pada sampel
yaitu Staphylococcus aureus (teridentifikasi API 52,8%, 97,7%, dan 97,7%). Isolat terduga S.
aureus dengan persentase ID 52,8% terdeteksi memiliki gen sea tetapi tidak memiliki gen nuc.
Isolat terduga. Jenis jamur yang ditemukan pada sampel yaitu Aspergillus niger.
Kata Kunci: Roti, Kontaminasi, Staphyloccocus aureus, Aspergillus niger
Abstract
Bread is one of the fast food products because it is very easy to get and as one of the staple
food ingredients consumed globally. However, bread is easily damaged which can be caused
by bacteria and fungi that affect health. This study aims to identify contamination or
contaminants of bacteria and fungi in bakery products. Bread samples were obtained from
several school canteens, stalls, and markets in Yogyakarta City. In identifying bacteria,
Nutrient Agar, Mannitol Salt Agar, and Baird Parker agar mediums are needed, while
mushrooms are grown on Malts Extract agar medium in petri dishes. The selection of bacterial
colonies into single colonies is carried out by biochemical tests. Bacterial confirmation tests
were performed with API Staph and molcululent tests with nuc and sea marker genes using
PCR. Fungal isolates were identified macromorphologically through observation of colony
shape and micromorphology through cell observation with slide culture technique. The type of
bacteria found in the sample was Staphylococcus aureus (identified API 52.8%, 97.7%, and
97.7%). The suspected isolate of S. aureus with an ID percentage of 52.8% was detected to
2474
have the sea gene but did not have the nuc gene. Suspected isolate. The type of fungus found
in the sample is Aspergillus niger.
Keywords: Bread, Contamination, Staphyloccocus aureus, Aspergillus niger
PENDAHULUAN
Pangan merupakan kebutuhan utama yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia
(Firtiyani et al., 2019). Menurut FAO (2011) pangan adalah sesuatu yang dikonsumsi secara
konsisten dalam jumlah tertentu dan berubah menjadi bagian umum dari rutinitas makan yang
berlebihan sebagaimana menjadi sumber utama energi dan gizi yang dibutuhkan tubuh. Salah
satu sumber pangan yang memiliki nilai gizi dan sumber energi bagi tubuh manusia adalah
karbohidrat. Jenis karbohidrat yang sering dikonsumsi masyarakat antara lain nasi, ubi,
singkong, dan kentang, serta beberapa produk sereal dan roti.
Dalam memenuhi kebutuhan makanan, sebagian orang lebih memilih cara praktis.
Produk makanan seperti roti merupakan salah satu produk makanan cepat saji karena sangat
mudah didapatkan dan sebagai salah satu bahan makanan pokok yang dikonsumsi secara global
karena kandungan gizinya yang tinggi sebagai sumber energi, serat, dan protein (Kourkouta et
al., 2017). Menurut SNI 1995, definisi roti adalah produk yang diperoleh dari adonan tepung
terigu yang diragikan dengan ragi roti dan dipanggang, dengan atau tanpa penambahan bahan
makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan. Secara umum roti biasanya
dibedakan menjadi roti manis atau roti isi (Asian Bread) dan roti tawar (Continental Bread).
Menurut data Statistik Konsumsi Pangan 2023 di Indonesia, rata-rata konsumsi per kapita
roti tawar dan roti manis/roti lainnya masing-masing per minggu 0.317 potong dan 1.068
potong sedangkan per tahun 16.523 potong dan 55.700 potong. Berdasarkan data banyaknya
konsumsi roti, dapat diperkirakan jumlah konsumsi tahun 2024 akan mengalami peningkatan.
Oleh karena itu, roti dapat dikategorikan sebagai salah satu makanan penting. Walaupun
digemari, roti tidak dapat bertahan lama karena jenis dan komposisinya mengakibatkan roti
cenderung cepat mengalami kerusakan. Kerusakan produk roti terutama disebabkan oleh
jamur, dan kadang-kadang bakteri (Andr´e et al., 2017; Legan dan Voysey, 1991). Hal ini dapat
disebabkan oleh bahan dasar dari roti yaitu tepung terigu yang mengandung pati. Pati
dihidrolisis oleh jamur menjadi gula sederhana karena gula merupakan sumber energi utama
atau makanan bagi jamur tersebut. Jamur selain berperan dalam pembuatan roti, jamur juga
berperan dalam kerusakan roti akibat kontaminasi. Jenis jamur yang sering menyebabkan
kontaminasi pada roti yaitu Aspergillus sp. dan Penicillium sp. (Syaifuddin, 2017); (Garcia et
al., 2019). Beberapa strain dari genus ini dapat menghasilkan mikotoksin yang diproduksi
sebagai metabolit sekunder yang beracun bagi manusia maupun hewan (Marin et al., 2013).
Selain jamur, bakteri juga dapat menjadi kontaminan terhadap roti yang berasal dari bahan
baku, bahan tambahan, tangan pekerja, dan kondisi lingkungan (Edwards, 2007).
Kontaminasi yang terjadi dapat menimbulkan kekhawatiran tentang resiko keamanan
pangan. Keamanan pangan memiliki hubungan erat dengan kesehatan manusia dan telah
menjadi perhatian bagi masyarakat Indonesia maupun global (Nayak & Jespersen, 2022). Oleh
karena itu fokus pada penelitian ini tentang deteksi mikroorganisme kontaminan seperti jamur
dan bakteri pada produk roti untuk meningkatkan keamanan pangan.
METODE PENELITIAN
Bahan, Medium Pertumbuhan, dan Kit Konfirmasi
Bahan yang digunakan adalah 30 buah roti sebagai sampel. Medium yang digunakan
untuk identifikasi jamur dan bakteri diantaranya; peptone water 1% untuk resusitasi bakteri,
Malt Exctract Agar (MEA) (Oxoid ™) sebagai medium pertumbuhan jamur, Nutrient Agar
(NA) (Merck ™), Mannitol Salt Agar (MSA) (Merck ™) dan BAIRD-PARKER Agar (BPA)
(Merck ™) sebagai medium selektif Staphylococcus, Brain Heart Infusion (BHI) (Merck ™)
2475
Agar u (...truncated)