Implementasi Sensor MQ-2 dan ESP8266 Menggunakan Metode ADDIE untuk Mendeteksi Kebocoran LPG
FAHMA – Jurnal Informatika Komputer, Bisnis dan Manajemen
Vol.22, No.2, Mei 2024, pp. 70~81
◼ 70
Implementasi Sensor MQ-2 dan ESP8266 Menggunakan Metode ADDIE
untuk Mendeteksi Kebocoran LPG
Siswaya*1, Anddini Fitriani2
Program Studi Informatika, STMIK El Rahma Yogyakarta
e-mail: 1 , *
Abstrak
Gas LPG adalah gas yang mudah terbakar sehingga membahayakan. Jika terjadi kebocoran atau
kesalahan dalam penggunaan, gas dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan yang berpotensi
merugikan manusia dan lingkungan. Maka diperlukan teknologi yang tepat untuk mengatasi permasalahan
tersebut. Alat peringatan dan pendeteksi udara yang terkontaminasi gas adalah alat yang tepat sebagai
upaya pencegahan dini, oleh sebab itu dibuatlah proyek tugas akhir yang berjudul “Implementasi sensor
MQ-2 dan modul esp8266 untuk mendeteksi kebocoran gas LPG rumah memanfaatkan katup solenoide
dengan notifikasi via Telegram”. Metode yang digunakan adalah metode ADDIE dengan merancang
detektor kebocoran gas dengan mengimplementasikan sensor MQ-2 dan modul esp8266 dengan
mekanisme penghentian kebocoran gas memanfaatkan katup solenoide dan notifikasi via Telegram.
Penelitian ini menghasilkan detektor kebocoran gas menggunakan sensor MQ-2 sebagai sensor gas,
NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler, LED merah dan hijau sebagai indikator peringatan visual,
buzzer sebagai indikator peringatan suara, LCD sebagai media penampil data dan mekanisme penghentian
kebocoran gas otomatis menggunakan katup solenoide serta notifikasi via Telegram.
Kata kunci— LPG, ADDIE, MQ-2, NodeMCU ESP8266, Kebocoran Gas.
1. PENDAHULUAN
Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan gas yang dihasilkan dari pengolahan minyak
mentah menjadi berbagai produk minyak bumi yang dapat langsung digunakan di masyarakat dan
campuran berbagai gas yang merupakan hasil penyulingan. Gas propana dan butana adalah
komponen utama dari LPG. Komposisinya sekitar 99% dan sisanya merupakan gas pentana yang
dicairkan. Perbandingan antara komposisi butana (C4H10) dengan propana (C3H8) adalah 70
berbanding 30. LPG banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti di sektor industri,
komersial, maupun rumah tangga. Sebagian besar dari penggunanya adalah dari kalangan rumah
tangga. Sejak diadakannya program konversi dari minyak tanah ke LPG pengguna dari kalangan
rumah tangga semakin bertambah. [1]
Gas memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Di rumah tangga, gas
digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak, memanaskan air, dan mengoperasikan peralatan
rumah tangga lainnya. Industri juga sangat mengandalkan gas untuk berbagai keperluan, seperti
pemanasan, pembangkit listrik, dan proses produksi. Di bidang medis, gas digunakan dalam
berbagai prosedur seperti anestesi dan terapi pernapasan. Penggunaan gas memiliki sejumlah
pengaruh positif. Pertama, gas sebagai bahan bakar memiliki efisiensi yang tinggi dalam
menghasilkan panas, sehingga dapat meningkatkan efektivitas produksi panas dan mengurangi
konsumsi energi. Selain itu, gas juga lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya
seperti batu bara dan minyak. Hal ini berkontribusi pada penurunan emisi zat pengotor dan polusi
udara, namun penggunaan gas juga memiliki beberapa sisi negatif yang perlu diperhatikan. Salah
satu risiko utama adalah sifat mudah terbakarnya gas. Jika terjadi kebocoran atau kesalahan dalam
penggunaan, gas dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan yang berpotensi merugikan manusia
dan lingkungan. [2]
Internet of Things (IoT) adalah sebuah gagasan dimana semua benda di dunia nyata dapat
berkomunikasi satu sama lain sebagai bagian dari sistem yang terhubung secara terus menerus,
Implementasi Sensor MQ-2 dan ESP8266 Menggunakan Metode ADDIE untuk Mendeteksi
Kebocoran LPG (Siswaya, Andini Fitriani / Andini Fitriani)
ISSN: 2715-2944 (media online)
71
yang memungkinkan untuk menghubungkan mesin, peralatan, dan benda fisik lainnya dengan
sensor jaringan dan aktuator untuk mengumpulkan data dan mengevaluasi kinerjanya sendiri.
Teknologi Internet of Things (IoT) banyak digunakan untuk tata kelola sistem keamanan
perkotaan karena tidak hanya memungkinkan komunikasi antara benda atau alat, tetapi juga
memantau kondisi makhluk hidup dan lokasi. Internet of Things memiliki sensor khusus yang
ditanam di dalamnya dan selalu aktif untuk memantau keadaan. Salah satu bentuk perkembangan
dari teknologi IoT ini adalah sistem keamanan rumah, alat ini berfungsi sebagai pemantau kondisi
rumah dan proteksi rumah secara otomatis jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti
kebocoran gas.
Keamanan dan keselamatan merupakan aspek penting dalam suatu sistem atau
lingkungan, baik itu perumahan, perkantoran, kampus, tempat wisata pedesaan maupun
perkotaan, pusat perbelanjaan, atau tempat-tempat lain yang rawan kebakaran. Kebakaran sering
terjadi karena kelalaian manusia dan disebabkan oleh berbagai faktor seperti kebocoran tabung
LPG (Liquid Petroleum Gas) kecil maupun besar, puntung rokok yang dibuang sembarangan,
hubungan arus pendek listrik yang mengakibatkan kebakaran dan menjalar ke area lainnya.
Kebakaran tentu saja merugikan banyak pihak baik secara moral maupun materiil, dan tidak
sedikit pula yang menimbulkan korban jiwa..[3]
Alat peringatan dan pendeteksi udara tercemar gas merupakan alat yang paling tepat
sebagai upaya pencegahan dini. Teknologi internet dapat mempercepat komunikasi antar
perangkat dengan menggunakan konektivitas secara berkala, menjadikan perangkat yang
digunakan sebagai solusi tepat untuk permasalahan yang ada, maka diusulkan teknologi yang
tepat untuk permasalahan tersebut yaitu dengan membangun alat yang dapat memonitor dan
mendeteksi kandungan gas yang mudah terbakar di udara serta mengatasi kebakaran akibat
kebocoran dengan membuat mekanisme untuk menghentikan kebocoran gas.
NodeMCU merupakan platform IoT yang bersifat open source. Terdiri dari perangkat
keras berupa System On Chip ESP8266 dari Espressif Systems. Teknologi ini memungkinkan
untuk menjadi salah satu solusi sebagai teknologi informasi yang terintegrasi dengan sensor MQ2 sebagai sensor pendeteksi gas LPG, serta menggunakan notifikasi dari aplikasi Telegram agar
pengguna mengetahui adanya kebocoran gas dan penggunaan solenoid valve sebagai penghenti
aliran gas secara otomatis. Detektor ini diciptakan agar kecelakaan yang terjadi di masyarakat
dapat berkurang dan tidak menimbulkan kerugian yang besar, maka dibuatlah sebuah proyek
tugas akhir yang berjudul “Implementasi Sensor MQ-2 dan Modul ESP8266 untuk Mendeteksi
Kebocoran Gas LPG di Rumah Menggunakan Solenoid Valve dengan Notifikasi Melalui
Telegram”.
2. METODE PENELITIAN
Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian ADDIE
(Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tujuan dari metode ADDIE
adalah untuk mengembangkan sebuah produk yang teruji secara empiris.
a. Langkah-langkah metode penelitian ADDIE
Adapun langkah-langkah metode penelitian ADDIE yang dilakukan seperti Gambar 1.
Implementas (...truncated)