Peran Kepala Sekolah Dalam Membangun Perilaku Organisasi di SMK Al Hikmah Mesuji Ogan Komering Ilir
Journal of Law & Policy Review
ISSN 2987-3150 (Online - Elektronik)
Publisher: Mahesa Research Center
https://mahesacenter.org/
Peran Kepala Sekolah dalam Membangun Perilaku
Organisasi di SMK Al Hikmah Mesuji Ogan Komering Ilir
The Principal’s Role on Contradicting Organizational
Behavior at SMK Al Hikmah Mesuji
Ali Ikhwan1), Edwar Juliartha2) & Maulana1)*
1) Universitas Tamansiswa Palembang, Indonesia
2) Universitas Sjakhyakirti, Indonesia
Diterima: 05 Agustus 2024; Direview: 05 Agustus 2024; Disetujui: 16 Agustus 2024
*Coresponding Email:
Abstrak
Artikel atau tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah terhadap perilaku organisasi
di SMK Al Hikmah Mesuji serta menganalisis upaya kepala sekolah dalam meningkatkan perilaku dalam
organisasi yang ada di SMK Al Hikmah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi
kasus di SMK Al Hikmah, Kecamatan Mesuji. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan
dianalisis melalui pengumpulan, reduksi, dan penyajian data. Kajian ini menyimpulkan bahwa Kepala
sekolah SMK Al Hikmah Mesuji memainkan peran vital dalam pengelolaan pendidikan dengan
memberikan teladan, mengelola konflik, memastikan disiplin, serta meningkatkan kualitas pembelajaran
melalui pelatihan dan evaluasi. Kepala sekolah berperan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan
dan peningkatan kualitas di SMK Al Hikmah melalui keterlibatan anggota sekolah dalam pengambilan
keputusan dan pemberian teladan. Kepala sekolah SMK Al Hikmah meningkatkan perilaku organisasi
dengan pengelolaan konflik, komunikasi efektif, dan keputusan partisipatif, serta evaluasi rutin yang
mendukung kinerja dan pengembangan profesional.
Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah; Organisasi; Perilaku Organisasi
Abstract
This article or writing aims to analyze the role of the principal in organizational behavior at Al Hikmah
Mesuji Vocational School and to analyze the principal's efforts in improving behavior in the organization at
Al Hikmah Vocational School. This research uses a qualitative approach with a case study at Al Hikmah
Vocational School, Mesuji District. Data was collected through non-participant observation and analyzed
through data collection, reduction, and presentation. This study concludes that the principal of Al Hikmah
Mesuji Vocational School plays a vital role in educational management by setting an example, managing
conflict, ensuring discipline, and improving the quality of learning through training and evaluation. The
school principal plays an important role in achieving educational goals and improving quality at Al Hikmah
Vocational School through the involvement of school members in decision-making and providing role
models. The principal of Al Hikmah Vocational School improves organizational behavior with conflict
management, effective communication, and participatory decisions, as well as regular evaluations that
support performance and professional development.
Keywords: Principal’s Role; Organization; Organizational Behavior
How to Cite: Ikhwan, A., Juliartha, E., & Maulana, (2024), Peran Kepala Sekolah Dalam Membangun Perilaku
Organisasi di SMK Al Hikmah Mesuji Ogan Komering Ilir, Journal of Law & Policy Review. 2 (2): 193 - 200
https://journal.mahesacenter.org/index.php/jlpr/index
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0
193
Journal of Law & Policy Review
ISSN 2987-3150 (Online - Elektronik)
Publisher: Mahesa Research Center
https://mahesacenter.org/
PENDAHULUAN
Manajemen pendidikan merupakan aspek fundamental dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah (Aprilda, 2012). Dalam konteks ini, kepala sekolah berperan sebagai
pemimpin yang bertanggung jawab untuk menerapkan berbagai fungsi manajerial, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan (Lukito et al., 2023; Rangkuti et
al., 2022). Fungsi perencanaan melibatkan penetapan tujuan bagi subsistem operasional
organisasi pendidikan, sedangkan pengorganisasian mencakup penentuan struktur organisasi
yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan (Dauwole et al., 2017). Penggerakan bertujuan
untuk memotivasi dan mengarahkan pelaksanaan tugas, dan fungsi pengawasan penting untuk
memastikan bahwa semua aspek pengorganisasian dan penggerakan berjalan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan (Inayati et al., 2023; Yolanda et al., 2020).
Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam
mengelola semua sumber daya yang ada dan bekerja sama dengan pendidik untuk mencapai
tujuan pendidikan (Jarir et al., 2022). Keberhasilan organisasi pendidikan sangat bergantung pada
perilaku organisasi yang produktif (Aprilda, 2012). Banyak orang belum menyadari bahwa
kesuksesan kerja berakar pada nilai-nilai yang berkembang dari adat istiadat, kebiasaan, agama,
dan kaidah lainnya yang membentuk kebiasaan dalam perilaku kerja (Lukito et al., 2023; Sauvana
et al., 2022).
Terdapat lima faktor mendasar dalam organisasi yang mempengaruhi perilaku dan
efektivitas, yaitu spesialisasi dan pembagian kerja, koordinasi, tujuan, prosedur kerja, dan
dinamika lingkungan (Rosenna Sihaloho et al., 2023; Widian & Subono, 2019). Faktor-faktor ini
sangat mempengaruhi bagaimana perilaku organisasi terbentuk dan berkembang. Dalam konteks
pendidikan, permasalahan menjadi semakin kompleks seiring dengan berkembangnya dunia
pendidikan (Azhima et al., 2022). Perilaku manusia dalam kelompok atau organisasi membentuk
dasar perilaku organisasi (Ismid et al., 2020). Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memiliki
kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang memadai untuk meningkatkan kinerja dan mutu
pendidikan di sekolah.
Dalam praktek manajerial, kepala sekolah harus memiliki visi, misi, kreativitas, dan orientasi
pada mutu (Sari, 2018). Upaya sistematik kepala sekolah dalam memperbaiki kualitas layanan
harus fokus pada guru dan tenaga kependidikan agar lembaga pendidikan dapat berfungsi dengan
baik (Siregar et al., 2016). Sebagai pimpinan dan supervisor, kepala sekolah memegang peran
strategis dalam membentuk perilaku organisasi yang mendukung tercapainya tujuan
pendidikan(Darmanto, 2015). Pentingnya kerjasama dalam organisasi. Kerjasama, bukan
perbedaan untuk kepentingan individu, adalah wujud keberadaan organisasi, di mana manusia
bergotong royong untuk mencapai tujuan bersama (Muhammad Zubedy Koteng, 2012). Kepala
sekolah harus mampu meningkatkan kinerja dan kualitas kerja melalui komunikasi yang efektif
dengan bawahan, menjalin kemitraan yang baik, dan menjadi inovator serta motivator (Angelia et
al., 2022; Fadilah et al., 2020a, 2020b; Suharyanto et al., 2019, 2021)
Komposit indeks pembangunan manusia melibatkan pengetahuan, efektivitas, dan efisiensi
kinerja sumber daya manusia (Gürbilek, 2013). Kerja sama antara kepala sekolah dan guru sebagai
penyelenggara pendidikan sangat penting untuk peningkatan budaya kerja yang efektif dan efisien
serta pencapaian mutu pendidikan (Inayati et al., 2023). Meningkatkan mutu pendidikan,
diperlukan teka (...truncated)