MODEL DINAMIK PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE BERBASIS SILVOFISHERY DI PANTAI TIMUR SUMATERA UTARA
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2, Agustus 2024
E-ISSN: 2745-3758, P-ISSN : 2776-8546 DOI: 10.46576/djtechno
MODEL DINAMIK PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE
BERBASIS SILVOFISHERY DI PANTAI TIMUR
SUMATERA UTARA
Bambang H. Siswoyo,1 Siti Mardiana2, Raja Sabrina 3
1) Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Medan Area, Indonesia
2) Sekolah Pasca Sarjana Ilmu Pertanian Universitas Medan Area, Indonesia
3) Fakultas Perikanan, Universitas Dharmawangsa Indonesia
Article Info
Article history:
Received: 12 Agustus 2024
Revised: 13 Agustus 2024
Accepted: 15 Agustus 2024
ABSTRACT
Abstrak
Model dinamik pengelolaan ekosistem mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas ekosistem mangrove
melalui produksi serasah yang terdiri dari potensi produksi perikanan melalui
pendekatan produksi serasah mangrove, menghitung nilai nilai ekosistem mangrove
dari potensi perikanan produksi serasah mangrove, perikanan budidaya tambak
silvofishery, dan perikanan tangkap serta menentukan model dinamik nilai ekosistem
mangrove untuk perikanan budidaya tambak silvofishery dan perikanan tangkap.
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2023, dengan lokasi pengambilan
sampel di Kabupaten Langkat, Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Data yang diperlukan
meliputi karakteristik vegetasi mangrove, parameter fisika dan kimia lingkungan
perairan, produksi serasah mangrove, data sosial ekonomi terkait pemanfaatan
ekosistem mangrove, dan data sekunder. Potensi perikanan yang didukung oleh
mangrove dihitung dengan metode yang dikembangkan oleh Mahmudi (2008), nilai
perikanan budidaya dan tangkap diperoleh melalui pendekatan surplus konsumen.
Berdasarkan penelitian, produksi serasah mangrove yang terdiri dari Avicennia marina,
Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba mencapai 3,67 g/m2/hari
atau 13.282 kg/ha/thn. Potensi perikanan budidaya tambak (udang) sebesar 91833
ton/th dan perikanan tangkap sebesar 8756 ton/th. Hasil simulasi model pada kondisi
eksisting (rehabilitasi mangrove 0.7 ha/th), nilai total pemanfaatan mangrove tidak
berkelanjutan karena terus mengalami penurunan. Sedangkan rehabilitasi mangrove
minimal di atas 2.27 ha/th menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Rehabilitasi
mangrove juga perlu memperhatikan komposisi jenis mangrove untuk menghasilkan
potensi perikanan tangkap yang dapat didukung mangrove secara optimal sehingga
dapat meningkatkan nilai total pemanfaatan mangrove.
Kata Kunci : Budidaya, Ekonomi, Ekosistem, Mangrove
Abstract
Dynamic model of mangrove ecosystem management on the East Coast of North Sumatra
The purpose of this study was to determine the productivity of the mangrove ecosystem
through litter production consisting of fisheries production potential through the mangrove
litter production approach, calculate the values of the mangrove ecosystem from the
fisheries potential of mangrove litter production, silvofishery pond aquaculture, and capture
fisheries and determine the dynamic model of the value of the mangrove ecosystem for
silvofishery pond aquaculture and capture fisheries. The study was conducted in AugustDecember 2023, with sampling locations in Langkat, Deli Serdang and Serdang Bedagai
Regencies. The data required include the characteristics of mangrove vegetation, physical
and chemical parameters of the aquatic environment, mangrove litter production, socioeconomic data related to the utilization of the mangrove ecosystem, and secondary data.
The fisheries potential supported by mangroves is calculated using the method developed by
Mahmudi (2008), the value of aquaculture and capture fisheries is obtained through the
consumer surplus approach. Based on research, the production of mangrove litter consisting
of Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Sonneratia alba reached
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
381
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2 Agustus 2024
3.67 g/m2/day or 13,282 kg/ha/year. The potential for aquaculture (shrimp) is 91,833
tons/year and capture fisheries is 8,756 tons/year. The results of the model simulation in
existing conditions (mangrove rehabilitation 0.7 ha/year), the total value of mangrove
utilization is not sustainable because it continues to decline. While mangrove rehabilitation
of at least 2.27 ha/year produces sustainable economic value. Mangrove rehabilitation also
needs to pay attention to the composition of mangrove species to produce capture fisheries
potential that can be optimally supported by mangroves so that it can increase the total
value of mangrove utilization.
Keywords: Akuaculture, Economy, Ecosystem, Mangrove
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi oleh Universitas Dharmawangsa
Artikel ini bersifat open access yang didistribusikan di bawah syarat
dan ketentuan dengan Lisensi Internasional Creative Commons
Attribution NonCommerciaL ShareAlike 4.0 (CC-BY-NC-SA).
Corresponding Author:
E-mail :
1.
PENDAHULUAN
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang
berperan penting bagi keberlanjutan kehidupan berbagai biota yang hidup diwilayah
pesisir (Bengen, 2002). Ekosistem mangrove adalah sebagai habitat organisme air
tawar maupun organisme air asin baik secara permanen maupun bersifat sementara
atau tempat singgah (Siswoyo B H, et al, 2024).
Keberadaan ekosistem mangrove mempunyai hubungan yang positif terhadap
produktifitas produksi perikanan (Siswoyo B H, et al, 2024). Ekosistem mangrove
mempunyai berbagai fungsi yang sangat kompleks baik secara ekologis maupun secara
ekonomis serta social Bengen, 2002). Ekosistem mangrove dalam memainkan peranan
ekologisnya sebagai penyangga antara ekosistem daratan dan lautan yang saling
berinteraksi dengan ekosistem pesisir lainnya, seperti estuaria, padang lamun dan
terumbu karang menyebabkan ekosistem mangrove rentan terhadap perubahan baik
yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif (Bengen, 2002).
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki
produktivitas yang tinggi di kawasan pesisir dan laut terutama untuk menunjang
produktivitas sumberdaya perikanan (Aburto-Oropeza O, 2008). Hal ini dikarenakan
adanya fungsi ekologi mangrove sebagai nursery ground, feeding ground dan
spawning ground bagi beberapa komoditas perikanan yang memiliki nilai jual yang
cukup tinggi seperti ikan, kerang-kerangan dan krustase (Day J W, 1987).
Fungsi ekologis ini tak lepas dari tingginya produksi serasah mangrove yang
menyumbangkan bahan organik dan merupakan mata rantai utama dalam jaring© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
382
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
(...truncated)