Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo
Abdimas Universal 7 (1), (2025), 73-78
ABDIMAS UNIVERSAL
http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal
DOI : https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v7i1.541
Received: 25-08-2024
Accepted: 24-09-2024
Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan
di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo
Risa Anggi Safitri1*; Dewi Suwatiningsih1; Dyah Setyaningrum2
1
Fakultas Ekonomi, Universitas Bojonegoro
Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bojonegoro
1*
Email:
2
Abstrak
Indonesia merupakan negara agraris dengan berbagai hasil alam yang sangat melimpah salah satunya yaitu buah pisang. Salah satu
daerah dengan penghasil pisang di provinsi Jawa Timur seperti desa Tambakrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupten Bojonegoro.
Tim KKNTK-14 Universitas Bojonegoro mengadakan pelatihan inovasi produk berupa keripik pisang coklat untuk meningkatkan
nilai pisang. Kegiatan ini didasari karena banyak buah pisang yang penjulannya hanya dalam bentuk buah langsung di pasar
sehingga buah yang tidak laku akan busuk dan rugi. Kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ini bertujuan untuk
meningkatkan nilai jual buah pisang yang akan mendorong peningkatan penjualan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan
para penjual atau pelaku usaha. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 Agustus 2024 dengan lokasi kegiatan yakni Balai Desa
Tambakrejo. Sasaran program pemberdayaan perempuan ini adalah ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Tambakrejo. Pelaksanaan
kegiatan pemberdayaan perempuan tersebut melalui beberapa tahap seperti tahap persiapan, tahap penyusunan materi dan tahap
pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan pelaksanan kegiatan tersebut dapat dikatakan bahwa para peserta sangat antusias dalam
mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh pelaksana terkait pengolahan keripik pisang coklat lumer setiap tahapnya.
Kegiatan ini memberikan manfaat bagi perempuan di Desa Tambakrejo untuk memaksimalkan potensi lokal yang ada dan
meningkatkan keterampilan yang nantinya dapat membantu pengentasan kemiskinan.
Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, potensi, kemiskinan
Abstract
Indonesia is an agricultural country with a variety of natural products that are very abundant, one of which is banana fruit. One
of the areas with banana producers in East Java province such as Tambakrejo village, Tambakrejo sub-district, Bojonegoro
Regency. The KKNTK-14 team of Bojonegoro University held product innovation training in the form of chocolate banana chips
to increase the value of bananas. This activity is based on the fact that many bananas are sold only in the form of fruit directly in
the market so that unsold fruit will rot and lose. This women's empowerment activity through training aims to increase the selling
value of bananas which will encourage increased sales and can help increase the income of sellers or business actors. This
activity was carried out on August 05, 2024 with the location of the activity at Tambakrejo Village Hall. The targets of this
women's empowerment program are PKK mothers and MSME players in Tambakrejo Village. The implementation of women's
empowerment activities goes through several stages such as the preparation stage, the material preparation stage and the activity
implementation stage. Based on the implementation of these activities, it can be said that the participants were very enthusiastic in
practicing what had been conveyed by the implementer regarding the processing of melted chocolate banana chips at each stage.
This activity provides benefits for women in Tambakrejo Village to maximize the existing local potential and improve skills that
will later be able to help them improve their livelihood.
Keywords: women empowerment, potential, poverty
1. Pendahuluan
Indonesia merupakan negara agraris dengan
berbagai hasil alam yang sangat melimpah salah satunya
yaitu buah pisang (Fauzan et al., 2021). Pisang dapat
dikatakan sebagai buah-buahan yang paling banyak
dihasilkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.
Produksi buah pisang menduduki peringkat pertama hasil
pertanian di Indonesia karena pisang menjadi komoditi
pangan keempat terpenting di dunia setelah beras,
Volume 7, Nomor 1, 2025
ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online)
gandum, dan susu (Sum & Nurdian, 2022). Hampir
seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan, mulai
dari bonggol untuk bahan makanan pada beberapa
daerah, batang untuk rakit dan tali-temali, daun untuk
pembungkus, dan tentu saja buahnya untuk dimakan
(Wibowo et al., 2022). Selain itu, pisang juga dianggap
sebagai buah yang aman untuk dikonsumsi bagi seluruh
manusia.
73 | P a g e
Abdimas Universal 7 (1), (2025), 73-78
Berdasarkan data BPS 2023, provinsi Jawa Timur
berhasil menjadi provinsi dengan jumlah produksi
pisang paling banyak hingga mencapai 2,8 juta ton
(BPS, 2024). Berdasarkan data tersebut, maka dapat
dilihat bahwa provinsi Jawa Timur memiliki lahan
pertanian yang cukup subur sehingga bisa menghasilkan
produk pertanian pisang dengan jumlah yang banyak.
Salah satu daerah dengan penghasil pisang di provinsi
Jawa Timur seperti Desa Tambakrejo Kecamatan
Tambakrejo Kabupten Bojonegoro. Desa Tambakrejo
merupakan desa yang memiliki 23 RT dan 7 RW yang
terbagi menjadi 5 dusun yaitu Tambakrejo, Watang,
Ngembak, Sambong, dan Wadeng.
Berdasarkan hasil survei tim KKNTK-14
Universitas Bojonegoro diperoleh bahwa Desa
Tambakrejo memiliki luas lahan sebesar 294,70 hektar
dengan sebagian besar digunakan sebagai ladang.
Mayoritas mata pencaharian di Desa Tambakrejo saat ini
sebagai petani padi atau jagung, akan tetapi banyak
petani tersebut yang memanfaatkan pinggiran lahan padi
atau jagung sebagai lahan untuk ditanami pisang. Jenis
pisang di Desa Tambakrejo sangat beragam, seperti
pisang raja, pisang ulin, pisang kepok, dan lainnya. Hal
ini membuktikan bahwa Desa Tambakrejo memiliki
potensi lokal dari buah pisang yang dapat dimanfaatkan
untuk menambah penghasilan ekonomi masyarakat
terutama perempuan. Untuk mendukung hal tersebut,
maka dapat dilakukan melalui pemberdayaan
perempuan.
Kegiatan
pemberdayaan
tentunya
dapat
memfokuskan objek sasaran pemberdayaan, dimana
kalangan perempuan bisa menjadi sasaran utama.
Pemberdayaan perempuan telah menjadi bagian dari
upaya Pembangunan manusia sebagai satu sumber daya
yang memiliki potensi yang cukup besar dan dapat
dikembangkan dalam konteks pembangunan nasional
(Rani & Ratnasari, 2021). Pemberdayaan perempuan
harus dilakukan karena mereka mempunyai kepentingan
yang sama dalam pembangunan dan juga merupakan
pengguna hasil pembangunan yang mempunyai hak
yang sama dengan laki-laki (Marasabessy et al., 2017).
Akan tetapi, perempuan di desa dengan keterbataan
finansial dan kegiatan rumah tangganya, mereka juga
memiliki harapan agar dapat membantu meningkatkan
taraf hidup keluarga. Oleh karena itu, tujuan dari
pemberdayaan perempuan tidak lain adalah untuk
meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap
perempuan agar dapat membantu perekonomian
keluarga. Program pemberdayaan p (...truncated)