Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo

Sep 2024

Indonesia is an agricultural country with a variety of natural products that are very abundant, one of which is banana fruit. One of the areas with banana producers in East Java province such as Tambakrejo village, Tambakrejo sub-district, Bojonegoro Regency. The KKNTK-14 team of Bojonegoro University held product innovation training in the form of chocolate banana chips to increase the value of bananas. This activity is based on the fact that many bananas are sold only in the form of fruit directly in the market so that unsold fruit will rot and lose. This women's empowerment activity through training aims to increase the selling value of bananas which will encourage increased sales and can help increase the income of sellers or business actors. This activity was carried out on August 05, 2024 with the location of the activity at Tambakrejo Village Hall. The targets of this women's empowerment program are PKK mothers and MSME players in Tambakrejo Village. The implementation of women's empowerment activities goes through several stages such as the preparation stage, the material preparation stage and the activity implementation stage. Based on the implementation of these activities, it can be said that the participants were very enthusiastic in practicing what had been conveyed by the implementer regarding the processing of melted chocolate banana chips at each stage. This activity provides benefits for women in Tambakrejo Village to maximize the existing local potential and improve skills that will later be able to help them improve their livelihood.

Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo

Abdimas Universal 7 (1), (2025), 73-78 ABDIMAS UNIVERSAL http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal DOI : https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v7i1.541 Received: 25-08-2024 Accepted: 24-09-2024 Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo Risa Anggi Safitri1*; Dewi Suwatiningsih1; Dyah Setyaningrum2 1 Fakultas Ekonomi, Universitas Bojonegoro Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bojonegoro 1* Email: 2 Abstrak Indonesia merupakan negara agraris dengan berbagai hasil alam yang sangat melimpah salah satunya yaitu buah pisang. Salah satu daerah dengan penghasil pisang di provinsi Jawa Timur seperti desa Tambakrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupten Bojonegoro. Tim KKNTK-14 Universitas Bojonegoro mengadakan pelatihan inovasi produk berupa keripik pisang coklat untuk meningkatkan nilai pisang. Kegiatan ini didasari karena banyak buah pisang yang penjulannya hanya dalam bentuk buah langsung di pasar sehingga buah yang tidak laku akan busuk dan rugi. Kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual buah pisang yang akan mendorong peningkatan penjualan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan para penjual atau pelaku usaha. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 Agustus 2024 dengan lokasi kegiatan yakni Balai Desa Tambakrejo. Sasaran program pemberdayaan perempuan ini adalah ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Tambakrejo. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perempuan tersebut melalui beberapa tahap seperti tahap persiapan, tahap penyusunan materi dan tahap pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan pelaksanan kegiatan tersebut dapat dikatakan bahwa para peserta sangat antusias dalam mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh pelaksana terkait pengolahan keripik pisang coklat lumer setiap tahapnya. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi perempuan di Desa Tambakrejo untuk memaksimalkan potensi lokal yang ada dan meningkatkan keterampilan yang nantinya dapat membantu pengentasan kemiskinan. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, potensi, kemiskinan Abstract Indonesia is an agricultural country with a variety of natural products that are very abundant, one of which is banana fruit. One of the areas with banana producers in East Java province such as Tambakrejo village, Tambakrejo sub-district, Bojonegoro Regency. The KKNTK-14 team of Bojonegoro University held product innovation training in the form of chocolate banana chips to increase the value of bananas. This activity is based on the fact that many bananas are sold only in the form of fruit directly in the market so that unsold fruit will rot and lose. This women's empowerment activity through training aims to increase the selling value of bananas which will encourage increased sales and can help increase the income of sellers or business actors. This activity was carried out on August 05, 2024 with the location of the activity at Tambakrejo Village Hall. The targets of this women's empowerment program are PKK mothers and MSME players in Tambakrejo Village. The implementation of women's empowerment activities goes through several stages such as the preparation stage, the material preparation stage and the activity implementation stage. Based on the implementation of these activities, it can be said that the participants were very enthusiastic in practicing what had been conveyed by the implementer regarding the processing of melted chocolate banana chips at each stage. This activity provides benefits for women in Tambakrejo Village to maximize the existing local potential and improve skills that will later be able to help them improve their livelihood. Keywords: women empowerment, potential, poverty 1. Pendahuluan Indonesia merupakan negara agraris dengan berbagai hasil alam yang sangat melimpah salah satunya yaitu buah pisang (Fauzan et al., 2021). Pisang dapat dikatakan sebagai buah-buahan yang paling banyak dihasilkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Produksi buah pisang menduduki peringkat pertama hasil pertanian di Indonesia karena pisang menjadi komoditi pangan keempat terpenting di dunia setelah beras, Volume 7, Nomor 1, 2025 ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online) gandum, dan susu (Sum & Nurdian, 2022). Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan, mulai dari bonggol untuk bahan makanan pada beberapa daerah, batang untuk rakit dan tali-temali, daun untuk pembungkus, dan tentu saja buahnya untuk dimakan (Wibowo et al., 2022). Selain itu, pisang juga dianggap sebagai buah yang aman untuk dikonsumsi bagi seluruh manusia. 73 | P a g e Abdimas Universal 7 (1), (2025), 73-78 Berdasarkan data BPS 2023, provinsi Jawa Timur berhasil menjadi provinsi dengan jumlah produksi pisang paling banyak hingga mencapai 2,8 juta ton (BPS, 2024). Berdasarkan data tersebut, maka dapat dilihat bahwa provinsi Jawa Timur memiliki lahan pertanian yang cukup subur sehingga bisa menghasilkan produk pertanian pisang dengan jumlah yang banyak. Salah satu daerah dengan penghasil pisang di provinsi Jawa Timur seperti Desa Tambakrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupten Bojonegoro. Desa Tambakrejo merupakan desa yang memiliki 23 RT dan 7 RW yang terbagi menjadi 5 dusun yaitu Tambakrejo, Watang, Ngembak, Sambong, dan Wadeng. Berdasarkan hasil survei tim KKNTK-14 Universitas Bojonegoro diperoleh bahwa Desa Tambakrejo memiliki luas lahan sebesar 294,70 hektar dengan sebagian besar digunakan sebagai ladang. Mayoritas mata pencaharian di Desa Tambakrejo saat ini sebagai petani padi atau jagung, akan tetapi banyak petani tersebut yang memanfaatkan pinggiran lahan padi atau jagung sebagai lahan untuk ditanami pisang. Jenis pisang di Desa Tambakrejo sangat beragam, seperti pisang raja, pisang ulin, pisang kepok, dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa Desa Tambakrejo memiliki potensi lokal dari buah pisang yang dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan ekonomi masyarakat terutama perempuan. Untuk mendukung hal tersebut, maka dapat dilakukan melalui pemberdayaan perempuan. Kegiatan pemberdayaan tentunya dapat memfokuskan objek sasaran pemberdayaan, dimana kalangan perempuan bisa menjadi sasaran utama. Pemberdayaan perempuan telah menjadi bagian dari upaya Pembangunan manusia sebagai satu sumber daya yang memiliki potensi yang cukup besar dan dapat dikembangkan dalam konteks pembangunan nasional (Rani & Ratnasari, 2021). Pemberdayaan perempuan harus dilakukan karena mereka mempunyai kepentingan yang sama dalam pembangunan dan juga merupakan pengguna hasil pembangunan yang mempunyai hak yang sama dengan laki-laki (Marasabessy et al., 2017). Akan tetapi, perempuan di desa dengan keterbataan finansial dan kegiatan rumah tangganya, mereka juga memiliki harapan agar dapat membantu meningkatkan taraf hidup keluarga. Oleh karena itu, tujuan dari pemberdayaan perempuan tidak lain adalah untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap perempuan agar dapat membantu perekonomian keluarga. Program pemberdayaan p (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/download/541/292
Article home page: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/view/541/292

Safitri Risa Anggi, Dewi Suwatiningsih, Dyah Setyaningrum. Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, 2024, pp. 73-77,