Evaluasi Difusi Teknologi Lubang Resapan Biopori di Musim Penghujan untuk Reduksi Genangan Air Hujan dan Sampah Organik
Evaluasi Difusi Teknologi Lubang Resapan Biopori di Musim Penghujan untuk
Reduksi Genangan Air Hujan dan Sampah Organik
Feris Firdaus
Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
Jl.Kaliurang km 14,5 Sleman D.I.Yogyakarta Indonesia
Email:
ABSTRAK
Teknologi lubang resapan biopori dihadirkan dalam rangka menjadi solusi praktis bagi persoalan yang
terus berulang setiap tahun yang dialami masyarakat dusun Krandon Wedomartani Ngemplak Sleman D.I.
Yogyakarta, yakni genangan air hujan di halaman rumah masyarakat dan ruas-ruas jalan saat musim hujan
dan kelangkaan air sumur saat musim kemarau. Metode pelaksanaan dibagi beberapa tahapan kegiatan dan
langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan mitra yakni metode perancangan, sosialisasi, pembuatan,
serta evaluasi performa teknologi lubang resapan biopori yang dikerjakan dengan pendekatan partisipatori
yaitu pelaksana kegiatan dan masyarakat bersama-sama aktif dalam kegiatan. Lubang tutup pipa resapan
biopori didesain berbeda, yang pertama berbentuk bulat diameter 0,5 cm dan yang kedua didesain memanjang
dengan lebar 0,5 cm dan panjang 2 cm. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa model lubang bulat
diameter 0,5 cm pada tutup pipa lubang biopori tampak tidak efektif dalam menyerap air hujan ke dalam
tanah disebabkan terbentuk gelembung air berisi udara yang menutupi lubang penutup pipa sehingga air yang
mengalir menuju lubang tertolak masuk dan terhempas ke samping. Adapun hasil pengamatan model lubang
bulat memanjang yakni lebar 0,5 cm dan panjangnya 2 cm menunjukkan performa serapan airnya sangat
efektif dan tidak terbentuk gelembung air berisi udara sehingga air dapat langsung masuk ke lubang resapan
tanpa hambatan.
Kata Kunci: air hujan, biopori, lubang resapan, sampah organik
ABSTRACT
The technology of biopore infiltration holes is presented in order to be a practical solution to the problems
that continue to recur every year experienced by the people of Krandon hamlet Wedomartani Ngemplak
Sleman D.I. Yogyakarta, namely rainwater puddles in people's yards and roads during the rainy season and
scarcity of well water during the dry season. The implementation method is divided into several stages of
activity and steps to overcome partner problems, namely the method of designing, socializing, manufacturing,
and evaluating the performance of biopore infiltration hole technology which is carried out using a
participatory approach, namely activity implementers and the community together being active in activities.
The cover hole for the biopore infiltration pipe is designed differently, the first is round with a diameter of 0.5
cm and the second is designed to be elongated with a width of 0.5 cm and a length of 2 cm. Based on the results
of observations, it is known that the circular hole model with a diameter of 0.5 cm on the pipe cover of the
biopore hole appears to be ineffective in absorbing rainwater into the ground due to the formation of air-filled
water bubbles that cover the pipe cover hole so that water flowing towards the hole is pushed in and blown
away. to side. The results of observations of the elongated round hole model, which is 0.5 cm wide and 2 cm
long, show that the water absorption performance is very effective and water-filled air bubbles do not form so
that water can enter the infiltration hole directly without obstacles.
Keywords: rainwater, biopores, infiltration holes, organic waste
12
Evaluasi Difusi Teknologi Lubang Resapan ... (Feris Firdaus)
1.
Pendahuluan
Dampak curah hujan yang tinggi di musim penghujan tahun ini, terjadi genangan air hujan di
kawasan perkampungan Dusun Krandon Wedomartani Ngemplak Sleman D.I. Yogyakarta.
Genangan air hujan tersebut disebabkan oleh curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi secara
merata di wilayah Sleman D.I. Yogyakarta. Selain itu, genangan air yang terjadi saat hujan di
Kawasan Dusun Krandon tersebut dipicu oleh maraknya program pengecoran jalan-jalan
perkampungan dan ruas-ruas halaman rumah warga yang juga dicor beton dan paving block dalam
beberapa tahun terakhir yang tidak didukung oleh drainase limpasan air hujan yang memadahi.
Ditambah minimnya resapan air di ruas-ruas ruang terbuka di Dusun tersebut semakin memperparah
dampak limpasan air hujan yang ditimbulkan. Gambar 1 berikut adalah gambaran ruas-ruas jalan dan
halaman rumah yang sudah dilakukan pengecoran beton dan pemasangan paving block, dan potret
genangan air hujan yang terjadi di Dusun Krandon Wedomartani Ngemplak Sleman D.I. Yogyakarta.
13
JATTEC, Vol 4 No 2, Juli 2023: 12-23
Gambar 1. Penampakan ruas-ruas jalan perkampungan dusun Krandon dan halaman rumah yang
dicor beton dan paving block (hasil observasi lapangan)
Berdasarkan potret penampakan ruas-ruas jalan perkampungan Dusun Krandon dan halaman
rumah yang dicor beton dan paving block pada Gambar 1 tersebut, diperlukan spot-spot resapan air
limpasan hujan agar tidak terjadi genangan dan agar air hujan tersebut dapat terserap ke dalam tanah
untuk cadangan air tanah/sumur. Diketahui bahwa setiap musim kemarau terjadi kelangkaan air
terutama air sumur warga masyarakat. Hal itu disebabkan air limpasan hujan tidak terserap ke dalam
tanah sebagai deposit/tabungan air dalam tanah. Selain itu masyarakat Dusun Krandon tersebut juga
memiliki persoalan serius dalam pengelolaan sampah khususnya sampah organik. Menumpuknya
timbulan sampah organik tersebut menimbulkan masalah bau terlebih dimusim penghujan sangat
menyengat dan mengganggu kenyamanan warga masyarakat. Adapun sampah an-organik sudah
mendapatkan penanganan yang cukup memadai yakni melalui pemilahan kemudian dijual. Oleh
sebab itu melalui program pengabdian masyarakat ini, akan diterapkan program pembuatan lubang
resapan Biopori sebagai alternatif solusi yang efektif dan ekonomis serta ramah lingkungan
menggunakan alat bor Biopori secara manual. Signifikansi dari penerapan teknologi Biopori di dusun
Krandon tersebut adalah dalam rangka menanggulangi dampak limpasan air hujan agar tidak terjadi
genangan air di ruas-ruas jalan dan halaman perkampungan. Secara bersamaan dapat menabung
cadangan air dalam tanah sehingga diharapkan pada saat musim kemarau tidak terjadi kelangkaan air
sumur. Di sisi lain, melalui difusi teknologi lubang resapan Biopori ini, masyarakat dapat mengelola
sampah organiknya secara sederhana dan ekonomis menjadi produk pupuk kompos organik yang
14
Evaluasi Difusi Teknologi Lubang Resapan ... (Feris Firdaus)
berguna sebagai pupuk tanaman di pekarangan/halaman rumah masing-masing sehingga dapat
mengurangi volume/timbulan sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA).
2.
Tinjauan Pustaka
Lubang resapan biopori adalah salah satu teknologi yang digunakan dalam manajemen air di
perkotaan untuk mengurangi genangan air, meresapkan air hujan ke dalam tanah, dan meningkatkan
kualitas air. Lubang resapan biopori berfungsi sebagai saluran vertikal yang dibuat di dalam tanah
dengan menggunakan alat khusus yang disebut bor biopo (...truncated)