Pelatihan Digital Marketing Pada UMKM Catering Snack di Dukuh Kalangan Desa Genengsari
JATTEC- Journal of Appropriate Technology for Community Services
Vol. 5 No. 1, Januari 2024
p-ISSN: 2715-9019; e-ISSN: 2715-9027
DOI: 10.20885/jattec.vol5.iss1.art12
Pelatihan Digital Marketing Pada UMKM Catering Snack
di Dukuh Kalangan Desa Genengsari
Desy Rahmawati1), Wahyudhi Sutrisno2*), Ali Maskuri3), Atyanti Dyah Prabaswari4)
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri1,2,4)
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat3)
Universitas Islam Indonesia
Jalan Kaliurang No.Km. 14,5 Sleman, Yogyakarta, Indonesia
*Email:
ABSTRAK
Penggunaan digital marketing ke dalam rencana pemasaran perusahaan secara keseluruhan telah menjadi
sangat penting karena kemajuan teknologi informasi dan meluasnya penggunaan internet. Namun, sejumlah
besar UMKM menghadapi tantangan dalam mengadopsi strategi pemasaran digital, terutama karena
kurangnya pemahaman dan kemahiran mereka dalam bidang ini. Sesi pelatihan ini diadakan di Dukuh
Kalangan, tepatnya di Desa Genengsari, dengan fokus khusus pada UMKM Catering Bu Kam Snack yang
belum mengadopsi strategi pemasaran digital. Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan
pemahaman peserta UMKM mengenai prinsip-prinsip dasar pemasaran digital, keunggulannya, dan konten
terkait yang berkaitan dengan bidang tersebut. Hasil dari program pelatihan dan pendampingan ini mencakup
pengembangan keterampilan pembuatan Logo, kemahiran dalam memanfaatkan WhatsApp Business,
kompetensi dalam memanfaatkan Google Business, dan pembentukan Akun Lynk.id. Berdasarkan pelatihan
dan pendampingan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa UMKM Catering Bu Kam Snack telah
siap untuk memulai pemasaran digital.
Kata Kunci: UMKM, Logo, WhatsApp Business, Google Business, Akun Lynk.id.
ABSTRACT
The incorporation of digital marketing into a company's overall marketing plan has become extremely
important due to advancements in information technology and the widespread use of the internet. However, a
large number of MSMEs face challenges in adopting digital marketing strategies, mainly due to their lack of
understanding and proficiency in this field. This training session was held in Dukuh Kalangan, precisely in
Genengsari Village, with a special focus on Bu Kam Snack Catering MSMEs that have not yet adopted digital
marketing strategies. The objective of this training program was to improve the MSME participants'
understanding of the basic principles of digital marketing, its advantages, and related content pertaining to
the field. The results of this training and mentoring program include the development of Logo creation skills,
proficiency in utilizing WhatsApp Business, competence in utilizing Google Business, and the establishment of
a Lynk.id Account. Based on the training and mentoring conducted, it can be concluded that Bu Kam Snack
Catering MSMEs are ready to start digital marketing..
Keyword: UMKM, Logo, WhatsApp Business, Google Business, Lynk.id Account
103
JATTEC- Journal of Appropriate Technology for Community Services
Vol. 5 No. 1, Januari 2024
p-ISSN: 2715-9019; e-ISSN: 2715-9027
DOI: 10.20885/jattec.vol5.iss1.art12
1. Pendahuluan
Pemasaran digital telah muncul sebagai komponen fundamental dalam strategi pemasaran
perusahaan. Kemunculan teknologi informasi dan internet telah secara signifikan mengubah cara
organisasi berinteraksi dengan pelanggan, mengiklankan produk atau layanan mereka, dan
mengevaluasi keberhasilan upaya pemasaran mereka. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian global, terutama dalam hal penciptaan
lapangan kerja dan mendorong pembangunan ekonomi lokal. Namun demikian, banyak UMKM terus
menghadapi kendala dalam hal merangkul dan memanfaatkan kemampuan lengkap digital marketing
yaitu:
• UMKM sering kali kesulitan dalam menghasilkan konten yang berkualitas dan relevan, karena
mereka mungkin tidak memiliki keahlian atau sumber daya yang diperlukan untuk membuat
konten yang menarik (Babu and Reddy, 2022).
• Kurangnya pemahaman tentang penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran di kalangan
UMKM, sehingga menyulitkan mereka untuk menerapkan strategi pemasaran media sosial
secara efektif (Babu and Reddy, 2022)..
• UMKM menghadapi tantangan karena keterbatasan waktu dan sumber daya, yang dapat
memengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola dan mempertahankan kehadiran aktif di
platform media sosial (Kainat and Patrizi, 2020)
• UMKM perlu mengidentifikasi dan menargetkan audiens yang tepat untuk menghasilkan lebih
banyak prospek dan meningkatkan penjualan, yang dapat menjadi tantangan mengingat sifat
platform media sosial yang beragam dan luas
• UMKM yang beroperasi di lingkungan budaya yang beragam mungkin menghadapi tantangan
dalam memahami dan memenuhi preferensi kelompok budaya yang berbeda di platform media
sosial (Kainat and Patrizi, 2020).
• UMKM kesulitan untuk mengukur kesadaran merek dan keberhasilan upaya pemasaran media
sosial mereka, sehingga sulit bagi mereka untuk mengoptimalkan strategi dan mencapai hasil
yang lebih baik (Kainat and Patrizi, 2020).
• UMKM menghadapi dilema terkait pemilihan platform yang tepat untuk memperluas basis
klien mereka secara efektif.
Padahal strategi digital marketing menurut Wardhana (2015) berpengaruh hingga 78% terhadap
keunggulan bersaing UMK dalam memasarkan produknya.
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada UMKM yang berada di Dukuh Kalangan Desa
Genengsari, diketahui bahwa UMKM yang ada belum menerapkan digital marketing. Dari
wawancara yang dilakukan terhadap Ketua RT Dukuh Kalangan, didapatkan informasi bahwa ada
keinginan dari UMKM untuk menerapkan digital marketing. Namun hal ini belum dilaksanakan
karena UMKM yang ada masih memiliki pemahaman dan keahlian yang terbatas di bidang digital
marketing. Oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk
memberikan pengetahuan serta pemahaman mengenai konsep digital marketing, manfaatnya, serta
konten yang terkait dengan digital marketing. Pelatihan dilakukan terhadap UMKM Catering Snack
Bu Kam yang ada di dukuh Kalangan Desa Genengsari
2. Tinjauan Pustaka
Awal mula pemasaran digital dapat ditelusuri kembali ke kemunculan internet dan pemanfaatan
mesin pencari di berbagai platform online. Pada tahun 2001, ekspansi penggunaan internet yang cepat
menjadi saksi dominasi Google dan Yahoo dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO). Pemanfaatan
pencarian melalui internet mengalami ekspansi yang signifikan pada tahun 2006. Selanjutnya, pada
tahun 2007, terjadi lonjakan substansial dalam penggunaan perangkat seluler, yang mengarah pada
pertumbuhan penggunaan internet yang signifikan. Akibatnya, individu dari berbagai lokasi geografis
mulai terhubung satu sama lain melalui platform media sosial (Khan & Siddiqui, 2013).
104
JATTEC- Journal of Appropriate Technology for Community Services
Vol. 5 No. 1, Januari 2024
p-ISSN: 2715-9019; e-ISSN: 2715-9027
DOI: 10.20885/jattec.vol5.iss1.art12
American Marketing Association (AMA) memberikan definisi pemasar (...truncated)