Pemanfaatan Limbah Organik Domestik Sebagai Pupuk Organik Cair di Yayasan Swara Peduli Ceria Klender
Pemanfaatan Limbah Organik Domestik Sebagai Pupuk Organik Cair
di Yayasan Swara Peduli Ceria Klender
Elvi Kustiyah 1), Bungarang Saing 2), Haudi Hasaya 3), Laras Andria Wardani 4), Dinda Yesika 5)
Program Studi Teknik Kimia Universitas Bhayangkara Jakarta Raya 1,2,4,5)
Jalan Perjuangan Bekasi Utara Jawa Barat
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya 3)
Jalan bekasi Utar Bekasi Jawa Barat
Email:
ABSTRAK
Limbah padat domestik di Indonesia sebagian besar berupa sampah organik. Sampah organik berupa
sisa sayur dan buah-buahan sisa konsumsi merupakan jenis paling umum dibuang dari rumah tangga. Bahan
sampah ini sebenarnya masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk cair sederhana eco-enzyme
dengan memanfaatkan teknologi berbasis fermentasi. Pupuk dapat difungsikan sebagai penyubur tanaman
halaman, dan berbagai kegiatan di rumah tangga. Kegiatan abdimas ini meliputi pemanfaatan sampah
organik di Yayasan Peduli Ceria Klender yang merupakan penampung yatim piatu, dengan penghuni sekitar
100 orang. Melihat banyaknya penghuni Yayasan, potensi sampah organik yang akan timbul juga besar, dan
dapat menjadi bahan baku pupuk cair sederhana. Keterampilan ini diharapkan dapat memberi manfaat tiap
anggota rumah yatim, dengan memanfaatkan sampah sisa sayuran yang tadinya dibuang, dengan menjadikan
bahan baku pupuk cair, sehingga dapat menyuburkan halaman yang ditanami sayuran agar sampah memberi
manfaat bagi penghuni rumah yatim.
Kata kunci: limbah domestik, fermentasi, pupuk cair
ABSTRACT
In Indonesia, most domestic wastes consisted of organic wastes. Among these organic wastes were
vegetables and fruit wastes that were most commonly disposed from households. These organic wastes could
actually be processed to become liquid fertilizers utilizing fermentation methods, such as converting to ecoenzymes. This fertilizer could then be used to enrich the soil to increase crop quality, and various household
uses. This social activity included socialization and demonstration in making eco-enzyme fertilizers to Yayasan
Peduli Ceria Klender, an orphanage foundation with around 100 people living in the foundation building.
With a lot of people living in this area, a lot of organic wastes would also be generated. Therefore making
liquid fertilizers from these organic wastes would hopefully benefit the people. The organic wastes that were
originally disposed were then processed to liquid fertilizers, for the crops and plants around the yard, which
would also give benefits back to the people living in Yayasan Peduli Ceria.
Keywords: Domestic wastes, fermentation, liquid fertilizer
42
Pemanfaatan Limbah Organik Domestik Sebagai … (Elvi Kustiyah)
1.
Pendahuluan
Limbah rumah tangga yang berasal dari tanaman mengandung lebih banyak bahan organik yang
mudah busuk, lembab, dan mengandung sedikit cairan. Limbah seperti ini mengandung banyak bahan
organik, dapat terdekomposisi dengan cepat terutama ketika cuaca hangat. Akan tetapi, menurut
Ashlihah, dkk(2020) limbah tersebut akan mengeluarkan bau busuk. Penanganan sampah organik
selama ini umum dilakukan hanya sampai pembuangan dan pemindahan hingga tempat pembuangan
akhir (TPA). Proses pemanfaatan maupun daur ulang dengan bahan baku sampah organik menjadi
produk belum banyak dilakukan. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah
organik sendiri masih tergolong kurang, sehingga sampah rumah tangga organik masih dibuang
begitu saja.
Berdasarkan hasil pengamatan penduduk setempat dan para mahasiswa pada program abdimas
ini bahwa didaerah tersebut masyarakat masih rendah dalam kesadaran untuk membuang sampah
pada tempatnya. Masih banyak masyarakat yang membuang limbah rumah tangga pada selokan kecil
didepan rumah dan pekarangan dibelakang rumahnya. Hal ini tentu menjadikan tempat disekitar
menjadi sedikit kumuh dan mencemari lingkungan disekitar. Maka dari itu perlu adanya pengenalan
dan sosialisasi sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan
sekitar untuk kesehatan dan kebersihan.
Di samping itu perlu adanya pengenalan pengolahan limbah rumah tangga sederhana yang dapat
diterapkan untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan untuk
masyarakat sekitar, misalnya dibuat produk berupa pupuk kompos yang nantinya bisa digunakan
untuk tanaman-tanaman disekitar rumah. manuarut menurut Salah dkk (2021) yayasan merupakan
pelaku yang bisa diandalkan untuk melakukan pengolahan sampah ini demi terciptanya kondusi yang
kondusif terkait pengelohan sampah dan penghematan pengeluaran belanja sayur. Harapannya
setelah adanya pelatihan ini tim dari yayasan Swara Peduli Ceria di Klender dapat memanfaatkan
sampah organik dengan baik.
Kompos merupakan hasil pengolahan dari limbah yang mengandung bahan organik seperti
pangkasan daun tanaman, sayuran, buah-buahan, kotoran hewan ternak, dan bahan-bahan lainya.
Kompos dapat digunakan sebagai pupuk alami dan pengembali zat hara tanah yang mungkin hilang
disaat panen dan akibat erosi. seperti di sampaikan harlis dkk (2019) Kompos merupakan pupuk organik
yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau
pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan
sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan
kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik
(kimia) pada tanah secara berlebihan mengakibatkan rusaknya struktur tanah. Kompos yang baik
adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan
warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang seperti
disampaikan Marwanatika (2020).
Eco enzyme adalah salah satu metode fermentasi bahan organik rumah tangga menjadi pupuk
untuk tanaman rumah tangga. Eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon
Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand dengan tujuan dari
proyek ini untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya di buang begitu saja, eco
enzyme ini adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik semisal ampas buah dan sayuran, gula
(gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan juga air hal ini seperti yang disampaikan Marliah dkk
(2022) Cairan hasil fermentasi dengan cara eco enzyme ini kegunaanya antara lain pembersih
serbaguna, pupuk tanaman, pengusir hama yang ramah lingkungan. Sedangkan hal positif yang bisa
diambil dari proses eco enzyme ini adalah produk lebih murah, ramah lingkungan, mampu membantu
menyaring udara dan hemat.
Cara pembuatan eco enzyme adalah gula merah, sampah kulit buah atau sisa sayuran dan air di
tempatkan dalam wadah tertutup. Kemudian, campurkan gula dan air ke dalam wadah tidak sampai
penuh. Simpan cairan tersebut di tempat yang kering dan sejuk. untuk menghilangkan gas hasil
43
JATTEC, Vol 4 No 2, Juli 2023: 42-46
fermentasi sebaiknya tutup dibuka sesekali. Cairan ec (...truncated)