ANALISIS NILAI PENDIDIKAN DAN GAYA BAHASA DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN DAN GAYA BAHASA
DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA
TERE LIYE
Ni Komang Ayu Wintari, Ni Luh Sukanadi
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Univeristas Mahasaraswati Denpasar
Abstract
This research is a descriptive studi aimed at describing (1) the structure that builds my
father’s novel (not) Liar by Tere Liye, (2) the educational value in my father’s novel (not)
Liar by Tere Liye’s work (3) Language stlye in my father’s novel (not) Liar Tere Liye’s .
The method use is qualitative descriptive. The object of study is the educational value and
language stly in my father’s novel (not) liar. This research data in the from of words,
phrases, sentences, and discourse that contain educational value and language stlyes in
the novel father’s not liar. Data collection techniques used were observation and
literature. Based on the results of this study are. Based on an analysis of the value of
education in the novel my father is not a lair namely, a) honest, b) independent, c) hard
work, d) responsibility, e) fond of reading, f) curiosity, g) discipline, h) respect
achievement, i) friendly or communicative, j) social care, and k) tolerance. In addition
there are also various styles of language used by the author in my father’s novel (not) a
liar by namely, a) Equality or simile, b) personification, c) metaphor, d) irony, and e)
hyperbole.
Keywords: Educational value and language style my father’s novel (Not) liar.
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian Deskritif yang bertujuan memaparkan (1)
struktur yang membangun novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye, (2) nilai
pendidikan dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye (3) Gaya Bahasa
dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye. Metode yang digunakan
adalah deskritif kualitatif. Objek yang diteliti adalah nilai pendidikan dan gaya Bahasa
dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat,
dan wacana yang mengandung nilai pendidikan dan gaya Bahasa dalam novel Ayahku
Bukan Pembohong. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca dan
40
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
mencatat. Berdasarkan hasil penelitian analisis nilai pendidikan dalam novel Ayahku
Bukan Pembohong yaitu, a) Jujur, b) mandiri, c) kerja keras, d) tanggung jawab, e) gemar
membaca, f) rasa ingin tahu, g) disiplin, h) menghargai prestasi, i) bersahabat atau
Komunikatif, j) peduli social, dan j) toleransi. Selain itu juga terdapat macam-macam gaya
Bahasa yang digunakan pengarang dalam novel ayahku (Bukan) pembohong karya Tere
Liye yaitu, a) Persamaan atau simile, b) personifikasi, c) Metafora, d) Ironi, dan e)
Hiperbola.
Kata Kunci: Nilai pendidikan dan gaya Bahasa novel Ayahku (Bukan) Pembohong.
PENDAHULUAN
ilham
bagi
pengarang
untuk
mengungkapkan dirinya dengan media
karya sastra. Hal ini, dapat dikatakan
bahwa tanpa kehadiran manusia, sastra
mungkin tidak ada. Memang sastra
tidak terlepas dari manusia, baik
manusia sebagai sastrawan maupun
sebagai penikmat sastra. Mencermati
hal tersebut, jelaslah manusia berperan
sebagai pendukung yang sangat
menentukan dalam kehidupan sastra.
Makna karya sastra semata-mata tidak
hanya ditentukan oleh struktur
intrinsiknya saja, malainkan juga
ditentukan oleh latar sosial budaya dan
kesejahteraannya. Hal ini disebabkan
oleh karya sastra ditulis sastrawan tidak
lepas dari latar sosial budaya pada
waktu dia menulis. Karya sastra tidak
ditulis dalam kekosongan budaya
(Teeuw: 1980: 11).
Karya sastra adalah suatu
kegiatan kreatif, sebuah karya seni
(Wellek dan Warren, 1993: 3). Kreatif
dalam sastra berarti ciptaan baik dari
bentuk maupun makna merupakan
kreasi. Sebagai karya kreatif, karya
sastra berfungsi sebagai hiburan yang
menyenangkan juga guna menambah
pengalaman
batin
bagi
para
pembacanya.
Karya sastra sebagai hasil cipta
manusia selain memberikan hiburan
juga sarat dengan nilai, baik nilai
keindahan maupun nilai- nilai ajaran
hidup. Orang dapat mengetahui nilainilai hidup, susunan adat istiadat, suatu
keyakinan, dan pandangan hidup orang
lain atau masyarakat melalui karya
sastra. Dengan hadirnya karya sastra
yang
membicarakan
persoalan
manusia, antara karya sastra dengan
manusia memiliki hubungan yang tidak
terpisahkan. Sastra dengan segala
ekspresinya merupakan pencerminan
dari kehidupan manusia. Adapun
permasalahan manusia merupakan
Sebuah karya prosa fiksi sudah
tentu terdapat unsur-unsur yang
membangun karya sastra. Unsur-unsur
itu berperan penting dalam menentukan
karya itu berkualitas atau tidak.
Seorang penikmat karya sastra secara
41
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 2 No. 1 Maret 2021
umum tentu beragam dalam hal
memahami unsur-unsur yang ada di
dalam karya sastra, serta dalam proses
pencarian makna yang terkandung di
dalam sebuah novel. Karya sastra
memang banyak jenisnya antara lain
novel, cerpen, dongeng, puisi, dan lain
sebagainya. Novel dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2005: 694) novel
diartikan sebagai karangan prosa yang
panjang, yang mengandung rangkaian
cerita kehidupan seseorang dan orang
disekelilingnya dengan menonjolkan
watak dan sifat setiap pelaku. Ketika
proses pencarian itu terkadang
pembaca
mengalami
kejenuhan
dikarenakan sulit menangkap isi atu
maksud cerita di dalam sebuah novel.
Tidak jarang terjadi jurang pemisah
antara pengarang dan pembaca.
mentransformasikan nilai, terutama
nilai pendidikan.
Novel itu sendiri dapat
dijadikan sebagai media pembelajaran
yang efektif dalam menanamkan
nilainilai pendidikan, yaitu novel yang
berupa
kisah-kisah
menarik,
menghibur, serta yang pastinya
mengandung nilai moral. Novel dapat
memikat perhatian para pembacanya
dalam waktu singkat. Akan tetapi tidak
semua novel dapat dijadikan sebagai
media pendidikan. Novel yang dapat
dijadikan sebagai media pendidikan
merupakan novel yang mengandung
nilai-nilai yang mendidik manusia
secara menyeluruh.
Nilai pendidikan adalah suatu
yang diyakini kebenarannya dan
mendorong orang untuk berbuat positif
di dalam kehidupannya sendiri atau
bermasyarakat.
Sehingga
nilai
pendidikan dalam karya sastra
dimaksudkan adalah nilai-nilai yang
bertujuan mendidik seseorang atau
individu agar menjadi manusia yang
baik dalam arti berpendidikan. Novel
Ayahku Bukan Pembohong karya Tere
Liye merupakan sebuah karya sastra
yang dapat membangun jiwa, dan juga
dapat membangun motivasi para
pembacanya. Pada novel Ayahku
Bukan Pembohong, Tere Liye
mengisahkan tentang anak yang
dibesarkan oleh orang tua dengan
kesederhanaan hidup. Dalam novel ini,
Tere Liye mampu memberikan contoh
Novel merupakan hasil daya
cipta seorang
pengarang
akan pengalaman
kehidupannya
serta bentuk-bentuk kehidupan
masyarakat. Masyaraka (...truncated)