Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian Smartphone Iphone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian
Smartphone IPhone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut
Dede Hikmatulloh1, Irfan Nabhani2, Oktri Mohammad Firdaus3
1, 2, 3
Program Studi Magister Manajemen, Universitas Garut
1
3
2
Abstrak
Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Menurut data dari
Garutkab.go.id, demografi Generasi Z adalah yang terbesar di daerah ini. Keputusan
Generasi Z untuk membeli iPhone di Kabupaten Garut yaitu efek dari gaya hidup,
citra merek, dan kelompok kelompok referensi. Penurunan harga saham Apple dan
pendapatan dikarenakan munculnya iPhone refurbished, iPhone high definition copy
& iPhone internasional mempengaruhi kualitas iPhone di pasaran. Keputusan
pembelian smartphone iPhone oleh Generasi Z baik itu unit bekas internasional,
refurbished, atau resmi sering kali dipilih demi memenuhi gaya hidup mereka tanpa
mempertimbangkan harga, kualitas dan isu-isu negatif yang mempengaruhi citra
merek iPhone. Sementara itu, Generasi Z belum mampu membeli smartphone
iPhone. Diantisipasi bahwa metodologi deskriptif dan asosiatif penelitian ini akan
mengklarifikasi dan mengevaluasi kejadian yang diperiksa dengan cermat.
Metodologi dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan basis menganalisis
populasi dan sampel pada setiap variabel. Random Sampling merupakan prosedur
pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner
melalui penggunaan Google Form, Google Spreadsheet, dan e-mail dengan skala
likert. Penelitian ini melibatkan Generasi Z yang menggunakan iPhone sebagai
populasi. Seratus responden adalah bagian dari populasi yang ditetapkan
menggunakan metode sampel non-probabilitas. Aplikasi pengolahan data statistik
seperti SEM-PLS dan SmartPLS 4 akan digunakan untuk teknik analisis data yang
akan digunakan.
Kata Kunci: Citra Merek, Gaya Hidup, Kelompok Referensi, Proses Keputusan
Pembelian.
1.
Pendahuluan
Teknologi berkembang lebih cepat di Indonesia, di mana orang dapat memperoleh pengetahuan
lebih cepat berkat pemahaman masyarakat tentang internet. Jumlah pengguna Internet di
Indonesia data dari HootSuite, 73,7% dari 202,6 juta, sebagian besar menggunakan internet dan
media sosial. Data dari We Are Social (2024), Indonesia memiliki populasi pengguna internet
yang sangat tinggi, melampaui total populasi nasional. Di Indonesia, sejumlah brand besar seperti
Oppo, Vivo, Xiaomi, Samsung, Realme, Apple dan lainnya telah mengikuti persaingan di bidang
teknologi smartphone. Apple, Inc. merupakan salah satu produsen smartphone terkemuka di pasar
Indonesia sejak peluncuran perdananya pada 2007. Pada April 2024, nilai perusahaan Apple
masih menempati posisi kedua terbesar secara global.
101
Hikmatulloh, et. al.
Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Vol. 03; No. 02; 2024; 101-110
Menurut survei yang dilakukan oleh Marketeers pada tahun 2023, iPhone berada di peringkat
ketiga sebagai merek telepon yang paling populer di kalangan remaja Indonesia. Survei ini
melibatkan 1.005 responden yang aktif dalam mengakses internet dan aplikasi e-commerce.
(sumber: https://www.marketeers.com/top-3-smartphone-gen-z-pilihan merek/). Menurut data
yang dikumpulkan dalam penelitiannya pada tahun 2015 oleh (Kesumo, Agus Mulyo, 2015),
sekitar 48 juta individu di Indonesia menggunakan iPhone wilayah Jawa Barat (37%).
Kabupaten Garut adalah wilayah di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten Garut sebagai
lokasi yang memiliki Gen Z yang dapat mendominasi kelompok masyarakat terbesar di
Kabupaten Garut menurut data Garutkab.go.id. Sementara beberapa anggota Generasi Z memang
menghasilkan antara 2 juta Rupiah sampai dengan 5 juta Rupiah sebagai kompensasi, mayoritas
tidak memiliki sumber pendapatan yang stabil. Jika kita bandingkan dengan UMR (Upah
Minimum Regional) di Kabupaten Garut yang saat ini sekitar Rp 2.000.000, maka Generasi Z
belum dapat membeli smartphone iPhone, mengingat harga terendah iPhone adalah Rp
6.000.000.
Tabel 1: Pengguna Smartphone iPhone Generasi Z di Kabupaten Garut (Survei terhadap
100 Orang)
No
1
2
3
4
Merek Smartphone
Apple
Samsung
Xiaomi
Lainnya
TOTAL
Total
63
22
10
5
100
Persentase
63%
22%
10%
5%
100%
Berdasarkan data yang tercantum dalam Tabel 1, terlihat bahwa 63 orang atau 63% dari total 100
responden menggunakan iPhone.
Gambar 1: Pertimbangan Generasi Z di Kabupaten Garut Ketika Membeli iPhone
(Survei terhadap 63 orang)
Hasil dari survei diatas secara jelas mendukung tema penelitian, dengan menyoroti faktor-faktor
dari 4 variabel yang diteliti sebagai dampak utama dalam keputusan pembelian iPhone oleh
Generasi Z di Kabupaten Garut. Hasil ini sejalan dengan temuan dari dua pra-survei yang
www.jurnal.pps.uniga.ac.id
102
Hikmatulloh, et. al.
Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Vol. 03; No. 02; 2024; 101-110
sebelumnya telah dilakukan. Untuk penelitian ini, identifikasi masalahnya adalah penurunan
harga saham dan pendapatan Apple di kuartal kedua 2024 yang disebabkan oleh produk iPhone
yang menurun, yang berdampak pada penjualan iPhone; karena iPhone tidak lagi menjadi produk
eksklusif, reputasi merek iPhone mulai melemah. Munculnya produk refurbished, tiruan, dan
produk internasional membuat masyarakat mulai ragu dengan kualitas pasar iPhone dan fakta
bahwa harganya tidak sebanding dengan pesaingnya.
Akan tetapi variabel-variabel tersebut ternyata tidak mempengaruhi keputusan pembelian yang
dibuat oleh Generasi Z. Pelanggan Generasi Z terus memilih untuk membeli smartphone iPhone,
apakah itu resmi, bekas, atau refurbished, tanpa mempertimbangkan harga, kualitas, atau masalah
yang dapat memengaruhi reputasi merek iPhone. Hal ini tentunya masih bisa menjadi peluang
bagi Apple dan reseller handphone untuk bisa meningkatkan penjualan. Dengan begitu penelitian
ini dapat menjadi perhatian dan sangat tertarik untuk diteliti.
2.
Tinjauan Pustaka
a.
Gaya Hidup
Pengertian gaya hidup yang di kemukakan Hardius Usman dan Nurdin Sobari (2020:121) yaitu
“Aktivitas, hobi, dan pendapat seseorang semuanya mencerminkan gaya hidup mereka. Selain
itu, definisi ini menyoroti perilaku dan cita-cita yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya
dan sering digunakan untuk mengkarakterisasi bagaimana orang menjalani hidup mereka”.
Sedangkan Menurut Al Shabiyah (2019:108) “Gaya hidup seseorang mencakup semua aspek
keberadaan mereka, seperti hal-hal yang mereka beli, cara mereka menggunakannya, dan emosi
dan ide yang mereka miliki setelah melakukannya. Pendekatan ini menempatkan penekanan kuat
pada hubungan antara gaya hidup dan cara pelanggan benar-benar menanggapi pembelian
mereka”. Puranda dan Madiawati (2017:28) menyatakan bahwa gaya hidup diukur dari 3
komponen utama, yaitu sebagai berikut:
1)
2)
3)
b.
Kegiatan: pekerjaan, hobi, hiburan, acara sosial, perjalanan, keanggotaan klub, olahraga,
dan belanja adalah contoh kegiatan.
Elemen pribadi yang berdampak pada proses pengambilan keputusan adalah minat.
Opini, yang mencakup berbagai topik termasuk key (...truncated)