The Relationship between the Use of Edulearning and the Learning Outcomes of PAI and Ethics in Grade VIII Junior High School Students
Edukasi: The Journal of Educational Research
Vol. 04 No. 02 (Desember 2024)
The Relationship between the Use of Edulearning and the Learning
Outcomes of PAI and Ethics in Grade VIII Junior High School Students
Hubungan Penggunaan Edulearning dengan Hasil Belajar PAI dan Budi
Pekerti pada Siswa SMP Kelas VIII
*1
Fuad Hilmi1
UIN Sunan Gunung Djati Bandung; e-mail:
*Correspondence
Received: 25-11-2024; Accepted: 07-12-2024; Published: 09-12-2024
Abstract: This study aims to explore the relationship between the use of Edulearning and the learning
outcomes of Islamic Religious Education (PAI) and Ethics in grade VIII students at Mekar Arum
Junior High School. The background of the research is based on the importance of technology
optimization in education, although its implementation still faces challenges such as teac hers' lack of
understanding of technology, diverse student motivations, and limited access to infrastructure. With
a qualitative approach and correlational methods, this study involved 206 students as research
subjects. The average use of Edulearning was recorded at a score of 3.8 (scale 1-5), while the average
student learning outcome reached 78.5 (scale 0-100). The results showed that the majority of students
were in the "Good" (46.6%) and "Very Good" (22.3%) learning outcome categories, indicating the
effectiveness of Edulearning in supporting the achievement of learning objectives. However, this
effectiveness is influenced by several factors, such as the level of student motivation, teachers' skills
in using technology, and infrastructure support. The co nclusion of the study shows that Edulearning
contributes significantly to supporting character-based learning, especially in increasing students'
understanding of the material and internalizing religious and moral values. Key recommendations
include intensive training for teachers, equitable access to technology, and the development of
innovative learning strategies relevant to character-based education goals to improve the overall
quality of learning.
Keywords: Edulearning, Islamic Religious Education, learning outcomes, character-based learning,
educational technology.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan Edulearning
dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Budi Pekerti pada siswa kelas VIII di SMP
Mekar Arum. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya optimalisasi teknologi dalam
pendidikan, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman
guru terhadap teknologi, motivasi siswa yang beragam, dan keterbat asan akses infrastruktur. Dengan
pendekatan kualitatif dan metode korelasional, penelitian ini melibatkan 206 siswa sebagai subjek
penelitian. Rata -rata penggunaan Edulearning tercatat pada skor 3.8 (skala 1 -5), sedangkan rata -rata
hasil belajar siswa mencapai 78.5 (skala 0-100). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa
berada pada kategori hasil belajar "Baik" (46.6%) dan "Sangat Baik" (22.3%), mengindikasikan
efektivitas Edulearning dalam mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Namun, efektivitas ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat motivasi siswa, keterampilan guru dalam
menggunakan teknologi, dan dukungan infrastruktur. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa
Edulearning berkontribusi signifikan dalam mendukung pembelajaran berbasis karakter, terutama
dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dan internalisasi nilai-nilai agama serta
moral. Rekomendasi utama mencakup pelatihan intensif bagi guru, pemerataan akses teknologi, dan
pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang relevan dengan tujuan pendidikan berbasis
karakter untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Keywords: Edulearning, Pendidikan Agama Islam, hasil belajar, pembelajaran berbasis karakter,
teknologi pendidikan.
Edukasi: The Journal of Educational Research Vol. 04 No. 02 (Desember 2024)
34 dari 11
A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar pada berbagai aspek
kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi ini mengubah cara
siswa dan guru berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Metode pembelajaran tradisional
yang mengandalkan tatap muka perlahan mulai bergeser ke arah pembelajaran berbasis
teknologi1 . Salah satu inovasi teknologi yang semakin banyak diterapkan adalah platform
pembelajaran daring, seperti Edulearning. Platform ini dirancang untuk mendukung proses
pembelajaran dengan menawarkan berbagai fitur yang memungkinkan siswa belajar secara
lebih fleksibel, interaktif, dan efisien. Namun, meskipun penggunaan teknologi seperti
Edulearning memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran,
implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama
adalah kurangnya pemahaman guru terhadap teknologi ini. Banyak guru yang belum
sepenuhnya menguasai cara memanfaatkan fitur-fitur dalam platform Edulearning untuk
menciptakan pengalaman belajar yang efektif. Akibatnya, proses pembelajaran sering kali
tidak berjalan sesuai dengan harapan, dan siswa merasa kurang terlibat dalam kegiatan belajar 2 .
Selain itu, keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring juga menjadi isu yang perlu
mendapat perhatian serius. Tidak semua siswa memiliki motivasi yang sama dalam
menggunakan platform seperti Edulearning. Sebagian besar siswa merasa kesulitan memahami
materi yang disampaikan melalui media daring karena kurangnya interaksi langsung dengan
guru. Hal ini semakin diperparah oleh keterbatasan akses terhadap perangkat elektronik yang
memadai dan koneksi internet yang stabil. Faktor-faktor tersebut menjadi penghalang bagi
siswa untuk memanfaatkan teknologi ini secara maksimal. Khusus d alam konteks
pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, tantangan ini terasa semakin
kompleks3 . Mata pelajaran ini tidak hanya menekankan penguasaan kognitif, tetapi juga
pembentukan karakter dan moral siswa. Beberapa masalah yang sering muncul meliputi
kesulitan siswa dalam memahami nilai-nilai yang diajarkan melalui platform daring, serta
kurangnya upaya guru dalam mengintegrasikan fitur-fitur interaktif untuk memperkuat
pengalaman belajar siswa. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah-masalah ini dapat
menghambat pencapaian tujuan pembelajaran, baik dalam aspek akademis maupun
pembentukan karakter siswa4 .
Penelitian ini memusatkan perhatian pada hubungan antara penggunaan platform
pembelajaran daring, Edulearning, dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di kelas VIII SMP. Fokus penelitian ini relevan dalam
1
M Faridus Sholihin, Meylinda Saputri Tini Hakim, and Agus Zaenul Fitri, “Pengembangan Kecerdasan
Emosional Siswa: Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran Berbasis Alam,” Jurnal
Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 6, no. 2 (2021): 168–84.
2 Abdul Mun’im Amaly et al., “Kecakapan Guru Pendidikan Aga (...truncated)