PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam Diversifikasi Olahan dan Strategi Pemasaran Rumput Laut Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng
Volume 4 Issue 1 (2025) Pages 18 - 28
Celebes Journal of Community Services
ISSN : 2962-4088 (Online)
PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan
Perempuan dalam Diversifikasi Olahan dan Strategi Pemasaran
Rumput Laut Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng
Ahmad Firman Istyqamah Muslimin2 , Faisal Rizal Zaenal3, Tenri Wulandari4, Mutiara
Dewi Maharani5, Muthia Farahni6
Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia
Abstrak
Rumah tangga usaha nelayan banyak menghuni wilayah pesisir dengan kegiatan utama salah
satunya yaitu budidaya rumput laut. Kelompok Permata Laut merupakan kelompok
pembudidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng yang menjalankan usahanya secara
berkelompok namun masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam produksi maupun
pemasaran. Minimnya pengetahuan dan keterampilan tersebut menyebabkan komoditi yang
dihasilkan yaitu rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Eucheuma spinosum seringkali dijual
dengan harga yang fluktuatif dan spekulatif sehingga keinginan rumah tangga nelayan untuk
meningkatkan kesejahteraan tidak tercapai. Berorientasi pada permasalahan tersebut maka
tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu: (1) meningkatkan
antusiasme anggota, (2) melakukan diversifikasi produk berbahan baku rumput laut dengan
melibatkan perempuan dalam kelompok mitra, dan (3) menyediakan media pemasaran on-line.
Kegiatn pengabdian dilaksanakan dengan mengkolaborasikan beberapa metode yaitu
penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan
antusiasme anggota kelompok Permata Laut untuk melakukan ushaa, dihasilkannya produk
turunan berbahan baku rumput laut oleh perempuan dari kelompok Permata Laut yaitu mie,
agar-agar, dan keripik, dan terpublikasinya sosial media kelompok Permata Laut yang dapat
dijalankan oleh anggota kelompok untuk memasarkan produk rumput laut maupun hasil
diversifikasi.
Kata Kunci: Diversifikasi Produk; Enterpreneurship; Pemasaran; Rumput Laut.
Abstract
Many fishing households inhabit coastal areas with one of their main activities being seaweed
cultivation. The Permata Laut Group is a group of seaweed cultivators in Bantaeng Regency who
run their businesses in groups but still have minimal knowledge and skills in production and
marketing. The lack of knowledge and abilities causes the commodities produced, namely
seaweed types Eucheuma cottoni and Eucheuma spinosum, to be often purchased at fluctuating
and speculative prices so that the desire of fishing households to improve their welfare is not
achieved. Oriented to these problems, the objectives of community service activities are: (1)
increasing member enthusiasm, (2) diversifying seaweed-based products, and (3) providing
online marketing media. Community service activities are carried out by collaborating several
18
Celebes Journal of Community Services. 4(1): 2025
methods, namely counseling, training, and mentoring. The results of the activities show an
increase in the enthusiasm of Permata Laut group members to do business, the production of
derivative products made from seaweed by women from the Permata Laut group, namely
noodles, agar-agar, and chips, and the publication of Permata Laut group social media which can
be run by group members to market seaweed products and diversification results.
Keywords: Diversification products; Enterpreneurship; Marketing; Seaweed.
Copyright (c) 2025 Firman et al.,
Corresponding author :
Email Address :
PENDAHULUAN
Bagian pendahuluan terutama berisi: (1) permasalahan penelitian; (2) wawasan
dan rencana pemecahan masalah;
(3) rumusan tujuan penelitian; (4) rangkuman
kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pada bagian ini kadangkadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Panjang bagian
pendahuluan sekitar 2-3 halaman dan diketik dengan 1,15 spasi (atau mengikuti
ketentuan penulisan jurnal ilmiah tempat artikel tersebut hendak diterbitkan).
Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan merupakan lokasi Satuan Wilayah
Pengembangan Potensi Sektor Kelautan dan Perikanan dalam RTRW Sulawesi Selatan
2009-2029 dan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 lokasi sentra produksi
rumput laut (Wardhani, Hamrun, & Putra, 2021; Irnawati, 2022). Potensi rumput laut
dapat dilihat pada sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Bantaeng dalam kurun waktu 10
tahun terakhir. Berdasarkan data yang dilansir dari Laporan Kabupaten Bantaeng dalam
Angka tahun 2022 terlihat bahwa terdapat tiga wilayah potensian pembudidaya rumput
laut yaitu Kecamatan Bissapu, Bantaeng dan Pa’jukukang. Sepanjang 2017 hingga 2021,
terjadi peningkatan produksi rumput laut namun peningkatan tersebut tidak signifikan
terlihat. Pada tahun 2017 jumlah produksi rumput laut secara keseluruhan yaitu 82.628
ton dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 86.313 ton (Badan Pusat Statistik, 2023).
Secara umum, hadirnya rumput laut di Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng telah
menjadi berkah bagi sebagian besar masyarakat namun meningkatnya harga kebutuhan
pokok berbanding terbalik dengan harga rumput laut yang menunjukkan trend
menurun dalam beberapa tahun terakhir (JASUDA, 2023). Kelompok Pembudidaya
Rumput Laut POKDAKAN Permata Laut merupakan salah satu kelompok yang secara
rutin melakukan budidaya rumput laut di perairan pesisir Desa Bontojai Kabupaten
Bantaeng. Bermodalkan jumlah anggota sebanyak 20 orang maka mitra mampu
menghasilkan rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Eucheuma spinosum sebanyak 5
- 6 ton/siklus. Rumput laut tersebut kemudian dikeringkan untuk dikarungkan dan dijual
langsung kepada pengumpul dengan harga Rp 15.000 / kg namun di saat tertentu
harganya bisa jatuh hingga Rp. 10.000/kg (Sasmita, 2019).
Aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan oleh mitra merupakan suatu
proses produksi yang menunjukkan adanya kesetaraan gender sebab terdapat
partisipasi perempuan dalam setiap proses produksi rumput laut (Adam, 2020).
Perempuan yang terlibat dalam proses produksi rumput laut dari mitra merupakan
anggota keluarga mitra. Peran perempuan dalam usaha budaya rumput laut yaitu
19
PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam ...
penyiapkan benih, pengikatan benih, dan pengeringan (Adam, 2020; Heruddin,
Kusmiah, & Fahmi, 2022). Proses produksi tersebut mengindikasikan tingginya
ketergantungan keuangan keluarga mitra terhadap hasil dari produksi rumput laut
sehingga setiap anggota berkenan membantu dan bahu membahu.
Fluktuasi harga akibat pandemi tahun 2020 masih terasa serta diperkeruh oleh
rencana kebijakan pelarangan ekspor rumput laut untuk hilirisasi
(Langford,
Siradjuddin, Zhang, Nuryantono, & Waldron, 2022). Berdasarkan hasil observasi dan
wawancara, fluktuasi harga tersebut cukup meresahkan anggota kelompok mitra
sehingga beberapa diantaranya berupaya untuk memiliki mata pencaharian alternatif
sebagai bentuk antisipasi. Kondisi tersebut tentu dapat berefek kepada kondisi anggota
lainnya pada kelompok mitra dan secara jangka panjang dapat memengaruhi
kemampuan kelompok da (...truncated)