PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam Diversifikasi Olahan dan Strategi Pemasaran Rumput Laut Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng

Celebes Journal of Community Services, Dec 2024

Rumah tangga usaha nelayan banyak menghuni wilayah pesisir dengan kegiatan utama salah satunya yaitu budidaya rumput laut. Kelompok Permata Laut merupakan kelompok pembudidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng yang menjalankan usahanya secara berkelompok namun masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam produksi maupun pemasaran. Minimnya pengetahuan dan keterampilan tersebut menyebabkan komoditi yang dihasilkan yaitu rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Eucheuma spinosum seringkali dijual dengan harga yang fluktuatif dan spekulatif sehingga keinginan rumah tangga nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak tercapai. Berorientasi pada permasalahan tersebut maka tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu: (1) meningkatkan antusiasme anggota, (2) melakukan diversifikasi produk berbahan baku rumput laut dengan melibatkan perempuan dalam kelompok mitra, dan (3) menyediakan media pemasaran on-line. Kegiatn pengabdian dilaksanakan dengan mengkolaborasikan beberapa metode yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme anggota kelompok Permata Laut untuk melakukan ushaa, dihasilkannya produk turunan berbahan baku rumput laut oleh perempuan dari kelompok Permata Laut yaitu mie, agar-agar, dan keripik, dan terpublikasinya sosial media kelompok Permata Laut yang dapat dijalankan oleh anggota kelompok untuk memasarkan produk rumput laut maupun hasil diversifikasi.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1980/1322

PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam Diversifikasi Olahan dan Strategi Pemasaran Rumput Laut Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng

Volume 4 Issue 1 (2025) Pages 18 - 28 Celebes Journal of Community Services ISSN : 2962-4088 (Online) PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam Diversifikasi Olahan dan Strategi Pemasaran Rumput Laut Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng Ahmad Firman  Istyqamah Muslimin2 , Faisal Rizal Zaenal3, Tenri Wulandari4, Mutiara Dewi Maharani5, Muthia Farahni6 Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia Abstrak Rumah tangga usaha nelayan banyak menghuni wilayah pesisir dengan kegiatan utama salah satunya yaitu budidaya rumput laut. Kelompok Permata Laut merupakan kelompok pembudidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng yang menjalankan usahanya secara berkelompok namun masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam produksi maupun pemasaran. Minimnya pengetahuan dan keterampilan tersebut menyebabkan komoditi yang dihasilkan yaitu rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Eucheuma spinosum seringkali dijual dengan harga yang fluktuatif dan spekulatif sehingga keinginan rumah tangga nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak tercapai. Berorientasi pada permasalahan tersebut maka tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu: (1) meningkatkan antusiasme anggota, (2) melakukan diversifikasi produk berbahan baku rumput laut dengan melibatkan perempuan dalam kelompok mitra, dan (3) menyediakan media pemasaran on-line. Kegiatn pengabdian dilaksanakan dengan mengkolaborasikan beberapa metode yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme anggota kelompok Permata Laut untuk melakukan ushaa, dihasilkannya produk turunan berbahan baku rumput laut oleh perempuan dari kelompok Permata Laut yaitu mie, agar-agar, dan keripik, dan terpublikasinya sosial media kelompok Permata Laut yang dapat dijalankan oleh anggota kelompok untuk memasarkan produk rumput laut maupun hasil diversifikasi. Kata Kunci: Diversifikasi Produk; Enterpreneurship; Pemasaran; Rumput Laut. Abstract Many fishing households inhabit coastal areas with one of their main activities being seaweed cultivation. The Permata Laut Group is a group of seaweed cultivators in Bantaeng Regency who run their businesses in groups but still have minimal knowledge and skills in production and marketing. The lack of knowledge and abilities causes the commodities produced, namely seaweed types Eucheuma cottoni and Eucheuma spinosum, to be often purchased at fluctuating and speculative prices so that the desire of fishing households to improve their welfare is not achieved. Oriented to these problems, the objectives of community service activities are: (1) increasing member enthusiasm, (2) diversifying seaweed-based products, and (3) providing online marketing media. Community service activities are carried out by collaborating several 18 Celebes Journal of Community Services. 4(1): 2025 methods, namely counseling, training, and mentoring. The results of the activities show an increase in the enthusiasm of Permata Laut group members to do business, the production of derivative products made from seaweed by women from the Permata Laut group, namely noodles, agar-agar, and chips, and the publication of Permata Laut group social media which can be run by group members to market seaweed products and diversification results. Keywords: Diversification products; Enterpreneurship; Marketing; Seaweed. Copyright (c) 2025 Firman et al.,  Corresponding author : Email Address : PENDAHULUAN Bagian pendahuluan terutama berisi: (1) permasalahan penelitian; (2) wawasan dan rencana pemecahan masalah; (3) rumusan tujuan penelitian; (4) rangkuman kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pada bagian ini kadangkadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Panjang bagian pendahuluan sekitar 2-3 halaman dan diketik dengan 1,15 spasi (atau mengikuti ketentuan penulisan jurnal ilmiah tempat artikel tersebut hendak diterbitkan). Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan merupakan lokasi Satuan Wilayah Pengembangan Potensi Sektor Kelautan dan Perikanan dalam RTRW Sulawesi Selatan 2009-2029 dan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 lokasi sentra produksi rumput laut (Wardhani, Hamrun, & Putra, 2021; Irnawati, 2022). Potensi rumput laut dapat dilihat pada sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Bantaeng dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Berdasarkan data yang dilansir dari Laporan Kabupaten Bantaeng dalam Angka tahun 2022 terlihat bahwa terdapat tiga wilayah potensian pembudidaya rumput laut yaitu Kecamatan Bissapu, Bantaeng dan Pa’jukukang. Sepanjang 2017 hingga 2021, terjadi peningkatan produksi rumput laut namun peningkatan tersebut tidak signifikan terlihat. Pada tahun 2017 jumlah produksi rumput laut secara keseluruhan yaitu 82.628 ton dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 86.313 ton (Badan Pusat Statistik, 2023). Secara umum, hadirnya rumput laut di Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng telah menjadi berkah bagi sebagian besar masyarakat namun meningkatnya harga kebutuhan pokok berbanding terbalik dengan harga rumput laut yang menunjukkan trend menurun dalam beberapa tahun terakhir (JASUDA, 2023). Kelompok Pembudidaya Rumput Laut POKDAKAN Permata Laut merupakan salah satu kelompok yang secara rutin melakukan budidaya rumput laut di perairan pesisir Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng. Bermodalkan jumlah anggota sebanyak 20 orang maka mitra mampu menghasilkan rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Eucheuma spinosum sebanyak 5 - 6 ton/siklus. Rumput laut tersebut kemudian dikeringkan untuk dikarungkan dan dijual langsung kepada pengumpul dengan harga Rp 15.000 / kg namun di saat tertentu harganya bisa jatuh hingga Rp. 10.000/kg (Sasmita, 2019). Aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan oleh mitra merupakan suatu proses produksi yang menunjukkan adanya kesetaraan gender sebab terdapat partisipasi perempuan dalam setiap proses produksi rumput laut (Adam, 2020). Perempuan yang terlibat dalam proses produksi rumput laut dari mitra merupakan anggota keluarga mitra. Peran perempuan dalam usaha budaya rumput laut yaitu 19 PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam ... penyiapkan benih, pengikatan benih, dan pengeringan (Adam, 2020; Heruddin, Kusmiah, & Fahmi, 2022). Proses produksi tersebut mengindikasikan tingginya ketergantungan keuangan keluarga mitra terhadap hasil dari produksi rumput laut sehingga setiap anggota berkenan membantu dan bahu membahu. Fluktuasi harga akibat pandemi tahun 2020 masih terasa serta diperkeruh oleh rencana kebijakan pelarangan ekspor rumput laut untuk hilirisasi (Langford, Siradjuddin, Zhang, Nuryantono, & Waldron, 2022). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, fluktuasi harga tersebut cukup meresahkan anggota kelompok mitra sehingga beberapa diantaranya berupaya untuk memiliki mata pencaharian alternatif sebagai bentuk antisipasi. Kondisi tersebut tentu dapat berefek kepada kondisi anggota lainnya pada kelompok mitra dan secara jangka panjang dapat memengaruhi kemampuan kelompok da (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1980/1322
Article home page: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/1980/1322

Ahmad Firman, Muslimin Istyqamah, Zaenal Faisal Rizal, Tenri Wulandari, Maharani Mutiara Dewi, Muthia Farahni. PKM Kelompok Pokdakan Permata Laut Melalui Pelibatan Perempuan dalam Diversifikasi Olahan dan Strategi Pemasaran Rumput Laut Desa Bontojai Kabupaten Bantaeng, Celebes Journal of Community Services, 2024, pp. 18 - 28,