TINJAUAN YURIDIS KEGIATAN PASCA TAMBANG GOLONGAN C DI KECAMATAN SAMBOJA KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR
Jurnal Lex Suprema
ISSN: 2656-6141 (online)
Volume 4 Nomor I Maret 2022
Artikel
TINJAUAN YURIDIS KEGIATAN PASCA TAMBANG GOLONGAN C
DI KECAMATAN SAMBOJA KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN
TIMUR
JURIDICAL REVIEW OF POST-GOLONGAN C MINING ACTIVITIES IN
KECAMATAN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR
Hilmi Azhar 1, Junas Budi Prastyo 2, Muh Bara Setiono3
Fakultas Hukum Universitas Balikpapan
Jalan Pupuk Raya, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan,
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, 76114
Email: , ,
ABSTRAK
Sumber daya alam (SDA) yaitu segala sesuatu yang berasal dari alam. SDA digolongkan ke dalam
komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, golongan selanjutnya yaitu
komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Disisi lain
para penambang pasir melakukan pertemuan orang-perorang dan membentuk kelompok untuk
melakukan kerjasama, berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Usaha penambangan pasir sebagai
mata pencaharian masyarakat sekitar membawa pengaruh berupa perubahan lingkungan terutama bagi
kondisi sosial ekonomi keluarga penambang. Faktor penyebab kemiskinan diantaranya yaitu pertama,
tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan minimnya kemampuan untuk mengembangkan diri.
Solusi agar masyarakat menjadi mandiri dan terbebas dari kemiskinan, masyarakat memanfaatkan
sumber daya alam yang ada disekitarnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan uraian
latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana dampak
pasca tambang pasir terhadap kondisi sosial ekonomi bagi penambang pasir di Kuala Samboja,
Samboja? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan
yuridis normatif adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara
menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang
berhubungan dengan penelitian ini. Pendekatan ini dikenal pula dengan pendekatan kepustakaan,
yakni dengan mempelajari buku-buku, peraturan perundang-undangan dan dokumen lain yang
berhubungan dengan Pertambangan. Penambangan pasir membawa dampak sosial berupa dampak
positif yaitu interaksi berupa kerjasama antar penambang pasir, kerjasama dalam hal pemberian
informasi, kerjasama dalam memecahkan masalah, menjaga hubungan baik antar penambang pasir
dengan cara melakukan perkumpulan arisan, persaingan sehat antar penambang. Untuk dampak
negatif yaitu adanya konflik. Sedangkan untuk dampak ekonomi yaitu perubahan pendapatan
penambang, keluarga penambang mengalami peningkatan kesejahteraan yang tidak signifikan dan
pemenuhan kebutuhan penambang sudah semakin terpenuhi.
Kata Kunci: Dampak, Penambangan pasir, Tambang Pasir.
ABSTRACT
Natural resources (SDA) are everything that comes from nature. Natural resources are classified into
biotic components, such as animals, plants, and microorganisms, the next group is abiotic
components, such as petroleum, natural gas, various types of metals, water, and soil. On the other
1
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan
3
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan
2
909
Jurnal Lex Suprema
ISSN: 2656-6141 (online)
Volume 4 Nomor I Maret 2022
Artikel
hand, the sand miners hold individual meetings and form groups to collaborate, interact to achieve
common goals. The sand mining business as a livelihood for the surrounding community has an
influence in the form of environmental changes, especially for the socio-economic conditions of the
mining families. Factors causing poverty include first, low levels of education resulting in the lack of
ability to develop themselves. The solution so that the community becomes independent and free from
poverty, the community utilizes the natural resources that are around it to meet their needs. Based on
the description of the background of the problem above, the formulation of the problem in this
research is How is the post-sand mining impact on the socio-economic conditions for sand miners in
Kuala Samboja, Samboja? In this study, the author uses a normative juridical research method. The
normative juridical approach is an approach that is based on the main legal material by examining
theories, concepts, legal principles and laws and regulations related to this research. This approach is
also known as the library approach, namely by studying books, laws and regulations and other
documents related to mining. The availability of sand in Kuala Samboja, Samboja, Kutai Kartanegara
can be seen from the mining location, mining area and sand stock. The people of Kuala Samboja,
Samboja, Kutai Kartanegara use a manual and mechanical sand mining model. Sand mining brings
social impacts in the form of positive impacts, namely interaction in the form of cooperation between
sand miners, cooperation in providing information, cooperation in solving problems, maintaining
good relations between sand miners by conducting social gatherings, healthy competition between
miners. The negative impact is the existence of conflict. As for the economic impact, namely changes
in miners' income, the miner's family has experienced an insignificant increase in welfare and the
fulfillment of miners' needs has been increasingly fulfilled.
Keywords: Impact, sand mining, sand mining.
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya alam (SDA) yaitu segala sesuatu yang berasal dari alam. SDA dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. SDA digolongkan ke dalam
komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, golongan selanjutnya yaitu
komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. 4
Perlu diketahui awalnya mayoritas masyarakat di Kuala Samboja, Samboja adalah buruh
tani yang mendapatkan penghasilan hanya pada saat musim tanam padi dan musim panen padi
tiba. Terjadinya krisis ekonomi pada sebagian masyarakat di desa tersebut menyebabkan
mereka mencari alternatif mata pencaharian disektor lain demi memenuhi kebutuhan
hidupnya, salah satu diantaranya adalah kegiatan penambangan pasir. Kegiatan usaha
penambangan pasir memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Disisi lain para penambang pasir melakukan pertemuan orang-perorang dan membentuk
kelompok untuk melakukan kerjasama, berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Usaha
penambangan pasir sebagai mata pencaharian masyarakat sekitar membawa pengaruh berupa
perubahan lingkungan terutama bagi kondisi sosial ekonomi keluarga penambang.
Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang atau kelompok masyarakat dalam suatu
wilayah tertentu, yang tidak memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan dasar
hidupnya sesuai dengan tata nilai dan norma tertentu yang berlaku di dalam masyarakat.
Banyak masyarakat khususnya di Indonesia yang hidup dalam lingkaran kemiskinan, faktanya
pada tahun 2014 sebanyak 40% populasi masyarakat di Indonesia hidup dalam kondisi miskin
dan hampir miskin.5 Fakt (...truncated)