PROTOTYPE OF HOUSE FIRE EARLY DETECTION SYSTEM USING FLAME SENSOR WITH TELEGRAM NOTIFICATION VIA THINGER.IO
Prototype Sistem Deteksi Dini Kebakaran Rumah Menggunakan Flame
Sensor Dengan Notifikasi Telegram Melalui Thinger.IO
Dody Wahjudi1, Eko Sudaryanto2, Niken Dwi Ayu Margiyanti3, Isra’ Nuur Darmawan4,*
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto
1,2,3,4
Article Info
Article history:
Received: 16 Oktober 2024
Received in revised form: 23 Oktober
2024
Accepted: 25 November 2024
Available online: 30 November 2024
Keywords:
Fire Detection
IoT
Flame Sensor
MQ-2 Sensor
Dust Sensor
Kata Kunci:
Deteksi Kebakaran
IoT
Flame Sensor
Sensor MQ-2
Dust Sensor
ABSTRACT
PROTOTYPE OF HOUSE FIRE EARLY DETECTION SYSTEM USING FLAME SENSOR
WITH TELEGRAM NOTIFICATION VIA THINGER.IO. This research is based on the
problem of gas leakage which is one of the factors causing fires to occur. Too slow a response of the
homeowner to the occurrence of a fire disaster is a factor in fires that can cause loss of life and
property that is not small. As an effort to prevent things that are not expected, a system that can detect
fires effectively is needed. Designing a fire detection system that supports IoT (Internet Of Things) so
that it can be monitored remotely is a suitable preventive alternative. Therefore, the design of a fire
detection system using the NodeMCU ESP8266 microcontroller and input Flame sensor that can
detect the presence of fire with a minimum detection distance of 10cm with an average voltage output
of 5.076V while, the maximum detection distance is 100cm with an average voltage output of 5.066V.
MQ-2 sensor to detect gas particles with an average output voltage of 4.99V. Dust sensors can detect
paper smoke particles with an average voltage output of 5.066V at a smoke density of 848.90 while
cigarette smoke with an average voltage output of 5.038 at a smoke density of 849.87. If one of the
sensors detects a potential fire, it will automatically send a message to Telegram accompanied by a
buzzer and LED that lights up as a warning sign. Thinger.io software to monitor data changes in the
system.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kebocoran gas yang menjadi salah satu faktor
penyebab terjadinya kebakaran. Lambatnya respon pemilik rumah terhadap bencana kebakaran
menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian jiwa maupun harta
benda. Sebagai upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diharapkan, maka diperlukan suatu
sistem yang dapat mendeteksi kebakaran secara efektif. Perancangan sistem deteksi kebakaran yang
mendukung IoT (Internet Of Things) sehingga dapat dipantau dari jarak jauh merupakan salah satu
alternatif pencegahan yang tepat. Oleh karena itu, perancangan sistem deteksi kebakaran ini
menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan input sensor Flame yang dapat mendeteksi
kebakaran dengan jarak deteksi minimum 10cm dengan tegangan output rata-rata 5.076V, sedangkan
jarak deteksi maksimum 100cm dengan tegangan output rata-rata 5.066V. Sensor MQ-2 untuk
mendeteksi partikel gas dengan tegangan output rata-rata 4,99V. Sensor debu dapat mendeteksi
partikel asap kertas dengan tegangan keluaran rata-rata 5.066V pada kerapatan asap 848,90
sedangkan asap rokok dengan tegangan keluaran rata-rata 5.038 pada kerapatan asap 849,87. Jika
salah satu sensor mendeteksi adanya potensi kebakaran, maka secara otomatis akan mengirimkan
pesan ke Telegram disertai dengan buzzer dan LED yang menyala sebagai tanda peringatan.
Perangkat lunak Thinger.io untuk memantau perubahan data dalam sistem..
Corresponding author:
Isra’ Nuur Darmawan
Program Studi Teknik Elektro Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Jalan Beji Karangsalam, Purwokerto, Banyumas, JawaTengah, 53152, Indonesia
E-Mail Address :
1. Pendahuluan/Introduction
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian materi
bahkan nyawa [1]. Kebakaran di dapur dapat disebabkan oleh kebocoran gas. dikarenakan panca indera manusia tidak
memiliki kemampuan untuk merespon potensi kebakaran, maka reaksi terhadap kebakaran menjadi sulit. Sistem yang
dapat mendeteksi kebakaran sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Penelitian pertama yaitu penelitian yang dilakukan oleh Hartono Dwi Cahyadi dkk, menunjukan notifikasi
terdeteksi adanya api atau percikan api yang dikirim melalui SMS Gateway. Flame sensor dapat mendeteksi adanya
api dengan rentang jarak 0 sampai 100 cm, pada jarak 110 cm sensor sudah tidak dapat mendetaksi adanya api dan
rentang sudut 0° sampai 60° dengan jarak ukur sudut 10 cm [2]. Penelitian yang dilakukan oleh Fanny Ade Setiawan,
menjelaskan mengenai pendeteksian kebakaran yang dapat mengirimkan SMS ke nomor tujuan yang sudah
diprogram. Jika sensor api mendeteksi adanya api pada rentang jarak 3cm hingga 15cm, sensor LM35 mendeteksi
suhu kabel minimal 35°C dan sensor MQ-7 mendeteksi konsenstrasi gas minimal 97,23 ppm maka buzzer akan
berbunyi lalu mengirimkan notifikasi SMS ke handphone pengguna, kemudian data dapat dilihat pada Web Server
Thinkspeak [3].
Riset terdahulu diatas menjadikan kerangka acuan dalam mengembangkan teknologi berbasis IoT dengan
menggunakan mikrokontroler dan sensor. Karena kemampuan mereka untuk mengurangi ukuran dan biaya produk
atau model dibandingkan dengan model yang dirangkai menggunakan mikroprosesor dengan memori dan perangkat
input dan output yang terpisah, mikrokontroler menjadi semakin popular [4], [5]. Sensor nirkabel memiliki unit
mikrokontroler (MCU) yang mengontrol modul elektronik dan memproses data sensor [6]. Mikrokontroler, juga
Prototype Sistem Deteksi Dini Kebakaran Rumah Menggunakan Flame Sensor Dengan Notifikasi Telegram Melalui Thinger.IO
Dody Wahjudi, Eko Sudaryanto, Niken Dwi Ayu Margiyanti, Isra’ Nuur Darmawan |
dikenal sebagai pengendali mikro, berfungsi sebagai pengontrol yang mengatur proses kerja rangkaian elektronik [7].
Salah satu karakteristik utama mikrokontroler adalah bentuknya yang kecil dan terintegrasi dalam rangkaian integrasi
(IC) [8], [9]. Melalui sensor memiliki besaran listrik seperti tagangan, hambatan, dan arus listrik. Ini berasal dari sinyal
mekanik, magnetik, cahaya, panas, dan kimia. Selain digunakan sebagai pendeteksi dalam pengukuran dan proses
kontrol untuk deteksi, perangkat elektronik yang semakin canggih membuat lebih banyak jenis sensor yang digunakan
untuk memfasilitasi deteksi [10], [11], [12].
Maka dari itu teknologi seperti sensor gas sangat diperlukan untuk membantu keterbatasan panca indera
manusia. Membangun sebuah sistem pencegah kebakaran skala rumahan akan lebih lengkap dengan menambahkan
sensor api. Pengiriman informasi jarak jauh melalui koneksi internet saat ini diperlukan untuk melengkapi sistem
pencegah kebakaran. Notifikasi dari sistem pencegah kebakaran juga diperlukan agar pemilik rumah dapat mengetahui
potensi kebakaran saat berada dimanapun seperti diluar rumah melalui smartphone.
2. Metode Penelitian
Tahapan penelitian dilihat sesuai dengan diagram alir pada sistem deteksi dini pencegah kebak (...truncated)