PROTOTYPE OF HOUSE FIRE EARLY DETECTION SYSTEM USING FLAME SENSOR WITH TELEGRAM NOTIFICATION VIA THINGER.IO

Journal of Electronic and Electrical Power Application, Dec 2024

This research is based on the problem of gas leakage which is one of the factors causing fires to occur. Too slow a response of the homeowner to the occurrence of a fire disaster is a factor in fires that can cause loss of life and property that is not small. As an effort to prevent things that are not expected, a system that can detect fires effectively is needed. Designing a fire detection system that supports IoT (Internet Of Things) so that it can be monitored remotely is a suitable preventive alternative. Therefore, the design of a fire detection system using the NodeMCU ESP8266 microcontroller and input Flame sensor that can detect the presence of fire with a minimum detection distance of 10cm with an average voltage output of 5.076V while, the maximum detection distance is 100cm with an average voltage output of 5.066V. MQ-2 sensor to detect gas particles with an average output voltage of 4.99V. Dust sensors can detect paper smoke particles with an average voltage output of 5.066V at a smoke density of 848.90 while cigarette smoke with an average voltage output of 5.038 at a smoke density of 849.87. If one of the sensors detects a potential fire, it will automatically send a message to Telegram accompanied by a buzzer and LED that lights up as a warning sign. Thinger.io software to monitor data changes in the system.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.peradaban.ac.id/index.php/jeepa/article/download/2020/1284

PROTOTYPE OF HOUSE FIRE EARLY DETECTION SYSTEM USING FLAME SENSOR WITH TELEGRAM NOTIFICATION VIA THINGER.IO

Prototype Sistem Deteksi Dini Kebakaran Rumah Menggunakan Flame Sensor Dengan Notifikasi Telegram Melalui Thinger.IO Dody Wahjudi1, Eko Sudaryanto2, Niken Dwi Ayu Margiyanti3, Isra’ Nuur Darmawan4,* Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto 1,2,3,4 Article Info Article history: Received: 16 Oktober 2024 Received in revised form: 23 Oktober 2024 Accepted: 25 November 2024 Available online: 30 November 2024 Keywords: Fire Detection IoT Flame Sensor MQ-2 Sensor Dust Sensor Kata Kunci: Deteksi Kebakaran IoT Flame Sensor Sensor MQ-2 Dust Sensor ABSTRACT PROTOTYPE OF HOUSE FIRE EARLY DETECTION SYSTEM USING FLAME SENSOR WITH TELEGRAM NOTIFICATION VIA THINGER.IO. This research is based on the problem of gas leakage which is one of the factors causing fires to occur. Too slow a response of the homeowner to the occurrence of a fire disaster is a factor in fires that can cause loss of life and property that is not small. As an effort to prevent things that are not expected, a system that can detect fires effectively is needed. Designing a fire detection system that supports IoT (Internet Of Things) so that it can be monitored remotely is a suitable preventive alternative. Therefore, the design of a fire detection system using the NodeMCU ESP8266 microcontroller and input Flame sensor that can detect the presence of fire with a minimum detection distance of 10cm with an average voltage output of 5.076V while, the maximum detection distance is 100cm with an average voltage output of 5.066V. MQ-2 sensor to detect gas particles with an average output voltage of 4.99V. Dust sensors can detect paper smoke particles with an average voltage output of 5.066V at a smoke density of 848.90 while cigarette smoke with an average voltage output of 5.038 at a smoke density of 849.87. If one of the sensors detects a potential fire, it will automatically send a message to Telegram accompanied by a buzzer and LED that lights up as a warning sign. Thinger.io software to monitor data changes in the system. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kebocoran gas yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kebakaran. Lambatnya respon pemilik rumah terhadap bencana kebakaran menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian jiwa maupun harta benda. Sebagai upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diharapkan, maka diperlukan suatu sistem yang dapat mendeteksi kebakaran secara efektif. Perancangan sistem deteksi kebakaran yang mendukung IoT (Internet Of Things) sehingga dapat dipantau dari jarak jauh merupakan salah satu alternatif pencegahan yang tepat. Oleh karena itu, perancangan sistem deteksi kebakaran ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan input sensor Flame yang dapat mendeteksi kebakaran dengan jarak deteksi minimum 10cm dengan tegangan output rata-rata 5.076V, sedangkan jarak deteksi maksimum 100cm dengan tegangan output rata-rata 5.066V. Sensor MQ-2 untuk mendeteksi partikel gas dengan tegangan output rata-rata 4,99V. Sensor debu dapat mendeteksi partikel asap kertas dengan tegangan keluaran rata-rata 5.066V pada kerapatan asap 848,90 sedangkan asap rokok dengan tegangan keluaran rata-rata 5.038 pada kerapatan asap 849,87. Jika salah satu sensor mendeteksi adanya potensi kebakaran, maka secara otomatis akan mengirimkan pesan ke Telegram disertai dengan buzzer dan LED yang menyala sebagai tanda peringatan. Perangkat lunak Thinger.io untuk memantau perubahan data dalam sistem.. Corresponding author: Isra’ Nuur Darmawan Program Studi Teknik Elektro Universitas Wijayakusuma Purwokerto Jalan Beji Karangsalam, Purwokerto, Banyumas, JawaTengah, 53152, Indonesia E-Mail Address : 1. Pendahuluan/Introduction Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian materi bahkan nyawa [1]. Kebakaran di dapur dapat disebabkan oleh kebocoran gas. dikarenakan panca indera manusia tidak memiliki kemampuan untuk merespon potensi kebakaran, maka reaksi terhadap kebakaran menjadi sulit. Sistem yang dapat mendeteksi kebakaran sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran. Penelitian pertama yaitu penelitian yang dilakukan oleh Hartono Dwi Cahyadi dkk, menunjukan notifikasi terdeteksi adanya api atau percikan api yang dikirim melalui SMS Gateway. Flame sensor dapat mendeteksi adanya api dengan rentang jarak 0 sampai 100 cm, pada jarak 110 cm sensor sudah tidak dapat mendetaksi adanya api dan rentang sudut 0° sampai 60° dengan jarak ukur sudut 10 cm [2]. Penelitian yang dilakukan oleh Fanny Ade Setiawan, menjelaskan mengenai pendeteksian kebakaran yang dapat mengirimkan SMS ke nomor tujuan yang sudah diprogram. Jika sensor api mendeteksi adanya api pada rentang jarak 3cm hingga 15cm, sensor LM35 mendeteksi suhu kabel minimal 35°C dan sensor MQ-7 mendeteksi konsenstrasi gas minimal 97,23 ppm maka buzzer akan berbunyi lalu mengirimkan notifikasi SMS ke handphone pengguna, kemudian data dapat dilihat pada Web Server Thinkspeak [3]. Riset terdahulu diatas menjadikan kerangka acuan dalam mengembangkan teknologi berbasis IoT dengan menggunakan mikrokontroler dan sensor. Karena kemampuan mereka untuk mengurangi ukuran dan biaya produk atau model dibandingkan dengan model yang dirangkai menggunakan mikroprosesor dengan memori dan perangkat input dan output yang terpisah, mikrokontroler menjadi semakin popular [4], [5]. Sensor nirkabel memiliki unit mikrokontroler (MCU) yang mengontrol modul elektronik dan memproses data sensor [6]. Mikrokontroler, juga Prototype Sistem Deteksi Dini Kebakaran Rumah Menggunakan Flame Sensor Dengan Notifikasi Telegram Melalui Thinger.IO Dody Wahjudi, Eko Sudaryanto, Niken Dwi Ayu Margiyanti, Isra’ Nuur Darmawan | dikenal sebagai pengendali mikro, berfungsi sebagai pengontrol yang mengatur proses kerja rangkaian elektronik [7]. Salah satu karakteristik utama mikrokontroler adalah bentuknya yang kecil dan terintegrasi dalam rangkaian integrasi (IC) [8], [9]. Melalui sensor memiliki besaran listrik seperti tagangan, hambatan, dan arus listrik. Ini berasal dari sinyal mekanik, magnetik, cahaya, panas, dan kimia. Selain digunakan sebagai pendeteksi dalam pengukuran dan proses kontrol untuk deteksi, perangkat elektronik yang semakin canggih membuat lebih banyak jenis sensor yang digunakan untuk memfasilitasi deteksi [10], [11], [12]. Maka dari itu teknologi seperti sensor gas sangat diperlukan untuk membantu keterbatasan panca indera manusia. Membangun sebuah sistem pencegah kebakaran skala rumahan akan lebih lengkap dengan menambahkan sensor api. Pengiriman informasi jarak jauh melalui koneksi internet saat ini diperlukan untuk melengkapi sistem pencegah kebakaran. Notifikasi dari sistem pencegah kebakaran juga diperlukan agar pemilik rumah dapat mengetahui potensi kebakaran saat berada dimanapun seperti diluar rumah melalui smartphone. 2. Metode Penelitian Tahapan penelitian dilihat sesuai dengan diagram alir pada sistem deteksi dini pencegah kebak (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.peradaban.ac.id/index.php/jeepa/article/download/2020/1284
Article home page: https://journal.peradaban.ac.id/index.php/jeepa/article/view/2020/1284

Dody Wahjudi, Eko Sudaryanto, Niken Dwi Ayu Margiyanti, Darmawan Isra' Nuur. PROTOTYPE OF HOUSE FIRE EARLY DETECTION SYSTEM USING FLAME SENSOR WITH TELEGRAM NOTIFICATION VIA THINGER.IO, Journal of Electronic and Electrical Power Application, 2024, pp. 258-264,