Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.6267
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 315-328
PENERAPAN METODE BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN
MOTIVASI BELAJAR GERAK DASAR LOMPAT JAUH PADA
PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI DUKUHAN KERTEN
SURAKARTA
Agus Mukholid1, Witarto2, Tomy Priya Dinata3 Mohammad Latif Nor Rofiq4*, Lalang
Atletika5, Wisnu Murti6, Bima Aji Prakosa7
1
Dosen (PPG Prajabatan, FKIP, Universitas Sebelas Maret)
2
Guru (SD Negeri Dukuhan Kerten Surakarta)
3,4,5,6,7
Mahasiswa (PPG Prajabatan, FKIP, Universitas Sebelas Maret)
Correspondence : .id1, .id2,
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected]
Abstrak :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar lompat jauh dengan
penerapan metode bermain pada siswa kelas 5 SD Negeri Dukuhan Kerten Surakarta tahun pelajaran
2023/2024. Menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tes dan observasi, hasil
penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar dari 59,33% sebelum siklus 1, menjadi 62,21%
pada akhir siklus 1, 69,52% pada akhir siklus 2, 74% pada akhir siklus 3, dan 79,19% pada akhir
siklus 4. Kesimpulannya, penerapan metode bermain dapat meningkatkan motivasi belajar gerak dasar
lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri Dukuhan Kerten Surakarta.
Kata kunci: bermain; motivasi; lompat jauh
Info Artikel
Dikirim
Diterima
Dipublikasikan
© 2024 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Prodi Ilmu Keolahragaan
E-ISSN 2964-4224
: 15 Mei 2024
: 12 Agustus 2024
: 1 November 2024
Alamat korespondensi:
Mahasiswa (PPG Prajabatan, FKIP, Universitas Sebelas Maret)
PENDAHULUAN
Pendidikan Jasmani olahraga dan Kesehatan merupakan bagian yang terpenting dari
pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugara jasmani,
keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, kemampuan sosial, stabilitas emosional,
tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas
Jurnal IJST Edisi November|315
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.6267
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 315-328
jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pencapaian tujuan pendidikan khususnya pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
tidak dapat dicapai dengan mudah, hal ini dikarenakan masih ditemukannya permasalahan di
dalam pelaksanaannya. Salah satunya masih ada kurangnya guru yang berkompetensi dalam
mengajarkan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, hal ini dikarenakan
masih ditemukannya mengajar yang tidak bersesuaian dengan bidang akademik keahliannya.
Sementara itu sikap guru pendidikan Jasmani oalahraga dan kesehatan masih terjebak dengan
kewajiban untuk melaksanakan pokok- pokok bahasan yang termuat dalam kurikulum, yang
banyak hal disusun oleh para perencanaan tanpa memperhitungkan kesulitan dilapangan.
Proses pengajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan memiliki empat unsur utama
yaitu tujuan, substansi, metode dan strategi, dan asasmen serta evaluasi. Keempat unsur tidak
dapat dipisahkan satu sama lain. Tugas utama guru pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan adalah mengelola persiapan dan keterkaitan keempat unsur tersebut dalam sebuah
mata rantai yaitu berawal pada perencanaan tujuan dan berakhirnya pada gambaran
pencapaian tujuan.
Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya yang paling
menentukan adalah kemampuan guru dalam mengelola kelas menggunakan alat atau media
dan memilih strategi atau metode pembelajaran. Berdasarkan rencana yang sesuai dengan
tujuan yang telah ditentukan dan kemampuan professional guru, maka besar kemungkinan
akan terwujud situasi belajar atau sistem lingkungan ditentukan oleh faktor yang berkaitan
dengan fasilitas yang dapat disediakan oleh sekolah, jumlah murid dalam kelas dan ukuran
ruang kelas. Karena itu dalam pengelolaan kelas hendaknya guru mengenal fasilitas dan
keadaan kelas. Anak usia Sekolah Dasar tahap berfikirnya adalah tahap operasional kongkrit.
Dalam periode ini berlangsung dari usia 7-11 tahun. Anak masih bergantung pada rupa benda
namun dia telah mampu mempelajari kaidah mengenai konservasi dan dapat menggunakan
logika sederhana dalam memecahkan berbagai permasalahan yang selalu muncul setiap kali
ia berhadapan dengan benda nyata.
Atletik adalah salah satu unsur dari pendidikan jasmani dan kesehatan, juga merupakan
komponen-komponen pendidikan keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani serta
pembinaan hidup sehat dan pengembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi,
selaras dan seimbang. Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang tertua yang
gerakan-gerakannya terdapat di dalam aktivitas sehari-hari seperti berjalan, melompat,
berlari, melempar, dan lain- lain. Gerakan-gerakan di dalam atletik cukup mudah untuk
dilakukan, namun untuk mencapai hasil yang maksimal perlu dilatih secara fisik, teknik, dan
juga taktik. Mochamad Djumidar A.widya (2004). atletik menjadi salah satu cabang olahraga
yang dibelajarkan di sekolah- sekolah dan menjadi bagian dari kurikulum atau modul ajar
dalam pembelajaran. Hal itu dimaksudkan agar Peserta Didik dapat meningkatkan diri dan
bahkan berprestasi di dalam cabang olahraga atletik. Bagi jenjang Sekolah Dasar (SD), atletik
Jurnal IJST Edisi November|316
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.6267
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 315-328
dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan gerak (motorik) Peserta Didik. Setiap
nomor atletik yang diajarkan hanya sebatas gerak dasar yang memang sesuai dengan
kebutuhan Peserta Didik SD termasuk gerak dasar lompat jauh seperti yang ada di dalam
penelitian ini.
Olahraga lompat jauh adalah suatu aktivitas gerak yang dilakukan di dalam lompatan
untuk mencapai lompatan yang sejauh-jauhnya. Bentuk gerakan lompat jauh adalah gerakan
melompat, mengangkat kaki keatas dan kedepan dalam upaya membawa titik berat badan
selama mungkin di udara. Melompat dalam lompat jauh sebenarnya adalah perwujutan dari
gabungan gerakan lari dan menolak. Jadi hasil lompatan akan besar jika larinya cepat dan
tolakan yang dibuat pada balok tumpuan dilakukan dengan kuat.
Lompat Jauh termasuk salah satu nomor lompat dalam olahraga atletik,. Menurut Adi,
dkk (2008: 49) pengertian lompat jauh adalah nomor olahraga atletik lompat yang
menuntukan keterampilan lompat kedepan sejauh mungkin dengan satu kaki tolakan.
Biasanya, pelompat jauh yang handal juga merupakan pelari jarak pendek yang tangguh,
sebab penempaan fisik kedua olahraga itu hampir sama, yaitu kaki dan otot perut yang kuat.
Berdasarkarkan teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lompat jauh meru (...truncated)