TANTANGAN TREN MEDIA SOSIAL PADA AKTIVITAS FISIK LANSIA

Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST), Dec 2024

Pada era media sosial ini, tantangan untuk melakukan aktivitas fisik bagi lansia menemui hambatan di depan mata. Penggunaan media sosial pada lansia yang meningkat dapat mengancam kesehatan dan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah memahami tantangan yang dihadapi oleh lansia karena media sosial semakin berkembang di tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan 10 artikel sumber yang relevan melalui Google Scholar terbitan 2017-2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial di kalangan lansia memiliki manfaat dalam menunjang literasi kesehatan, kesadaran akan gaya hidup sehat, dan mampu mempertahankan relasi dengan anggota keluarga dan pertemanan. Berkat adanya media sosial, lansia menjadi tetap terhubung dengan lingkungannya. Namun, penggunaan media sosial oleh lansia dengan durasi lama perlu diwaspadai. Potensi berkurangnya interaksi tatap muka lansia dan juga pertambahan umur tidak terhindarkan. Oleh karena itu, lansia memerlukan aktivitas fisik yang rutin untuk mengimbangi penggunaan media sosial agar tidak menjadi ancaman serius di masa mendatang.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst/article/download/7549/4346

TANTANGAN TREN MEDIA SOSIAL PADA AKTIVITAS FISIK LANSIA

Jurnal IJST (Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology) https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7549 Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 373-383 TANTANGAN TREN MEDIA SOSIAL PADA AKTIVITAS FISIK LANSIA Denaz Karuma Hijriansyah1, Rickadesti Ramadhana2, Hadiono3, Agus Pribadi4, Priska Dyana Kristi5, Bimo Alexander6, Andri Arif Kustiawan7 1,2,3,4,5,6,7 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Yogyakarta Correspondence : *1, .id2, .id3, .id4, .id5, .id6, .id7 Abstrak : Pada era media sosial ini, tantangan untuk melakukan aktivitas fisik bagi lansia menemui hambatan di depan mata. Penggunaan media sosial pada lansia yang meningkat dapat mengancam kesehatan dan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah memahami tantangan yang dihadapi oleh lansia karena media sosial semakin berkembang di tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan 10 artikel sumber yang relevan melalui Google Scholar terbitan 2017-2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial di kalangan lansia memiliki manfaat dalam menunjang literasi kesehatan, kesadaran akan gaya hidup sehat, dan mampu mempertahankan relasi dengan anggota keluarga dan pertemanan. Berkat adanya media sosial, lansia menjadi tetap terhubung dengan lingkungannya. Namun, penggunaan media sosial oleh lansia dengan durasi lama perlu diwaspadai. Potensi berkurangnya interaksi tatap muka lansia dan juga pertambahan umur tidak terhindarkan. Oleh karena itu, lansia memerlukan aktivitas fisik yang rutin untuk mengimbangi penggunaan media sosial agar tidak menjadi ancaman serius di masa mendatang. Kata kunci: Aktivitas Fisik; Lansia; Media Sosial Info Artikel Dikirim Diterima Dipublikasikan © 2024 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Prodi Ilmu Keolahragaan E-ISSN 2964-4224 : 25 September 2024 : 25 Oktober 2024 : 20 November 2024 Alamat korespondensi: Universitas PGRI Yogyakarta, Jl. PGRI I No.117Sonosewu, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 PENDAHULUAN Pada era media sosial ini, tantangan untuk melakukan aktivitas fisik bagi lansia menemui hambatan di depan mata. Lansia menghadapi banyak hambatan dalam melakukan aktivitas fisik yang konsisten, seperti keterbatasan kemampuan fisik, penurunan mobilitas pada organ tubuh, dan minimnya motivasi untuk bergerak. Padahal, aktivitas fisik dinilai sangat penting bagi kesehatan lansia itu sendiri karena dianggap membantu dalam Jurnal IJST Edisi November|373 Jurnal IJST (Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology) https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7549 Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 373-383 mempertahankan fungsi fisik dan kognitif serta dapat meningkatkan kualitas hidup secara mandiri. Kurangnya aktivitas fisik dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan layaknya penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Disayangkan sekali apabila tren teknologi moderen, khususnya media sosial, sering kali menyita banyak waktu yang dihabiskan untuk scrolling hiburan yang diakses tanpa kesulitan sama sekali dibandingkan aktivitas fisik. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2023, lansia memiliki presentase 49,56% dalam hal mengakses informasi dan melakukan komunikasi dengan keluarganya menggunakan telepon seluler. Lansia pada kelompok usia 60-69 tahun, tinggal di perkotaan, bukan merupakan penyandang disabilitas, dan dengan kesejahteraan yang tinggi menjadi pengguna telepon seluler terbanyak. Sedangkan, data mengenai kesehatan lansia berdasarkan keluhan kesehatan dimulai tahun 2019 sebesar 51,08%, tahun 2020 sebesar 48,14%, tahun 2021 sebesar 43,22%, dan tahun 2022 sebesar 42,09%, cenderung menurun. Tercatat, banyaknya lansia yang mengeluhkan kesehatannya di tahun 2023 memiliki presentase 41,49% (Badan Pusat Statistik, 2023). Tren data keluhan kesehatan lansia yang menunjukkan penurunan, belum bisa dikatakan bahwa lansia di Indonesia baik-baik saja. Pada kenyataannya, dengan semakin tinggi akses terhadap telepon seluler untuk mencari berbagai jenis informasi dapat memantik isu kesehatan karena aktivitas fisik yang menurun. Hasil pengumpulan Data Reportal menunjukkan pada tahun 2015 hingga 2023 jumlah pengguna aktif telepon seluler atau smartphone meningkat secara konsisten, dari sekitar 53 juta di tahun 2015 melonjak fantastis di tahun 2023 menjadi 209,3 juta pengguna (Andalas, 2024). Media sosial merupakan platform online yang berbasis pada internet dengan kemampuan penggunanya untuk melakukan aktivitas digital seperti berbagi, berpartisipasi, dan membuat berbagai konten di dalam ruang virtual (Sudiyatmoko, 2014). Kecanggihan yang dimiliki media sosial memudahkan pengguna, dalam arti ini adalah lansia untuk menjauh pada interaksi sosial secara tatap muka. Selain itu, potensi kecanduan media sosial pada lansia cenderung dapat terjadi yang berimbas pada menurunnya pengalokasian waktu untuk aktivitas fisik. Aktivitas fisik tradisional telah mengalami penurunan, pada masyarakat yang tinggal di perkotaan, salah satunya adalah kurang gerak dengan duduk terlalu lama (Kusumawardani, 2018). Media sosial mempunyai hubungan kuat dalam tingginya waktu duduk saat tidak bekerja dan saat menggunakan komputer. Teori-teori ini diperkuat dengan data penggunaan media sosial, salah satunya adalah aplikasi tukar pesan, Whatsapp (Alley dkk., 2017). Hasil pengumpulan data penggunaan Whatsapp secara global dari Social App Report menunjukkan bahwa di tahun 2023, Indonesia berada di peringkat ke 3 dunia dengan total jumlah penggunanya menyentuh angka 112 juta orang (Prasastisiwi, 2024). Di samping aplikasi Whatsapp, yang sangat gemar digunakan oleh banyak lapisan masyarakat Indonesia untuk bertukar pesan memanfaatkan teknologi digital saat ini, terdapat aplikasi media sosial lain yaitu TikTok. Hasil laporan We Are Social dan Meltwater yang menghimpun rata-rata Jurnal IJST Edisi November|374 Jurnal IJST (Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology) https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7549 Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 373-383 durasi akses TikTok di dunia menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi pertama dengan durasi penggunaan terlama yang rata-ratanya mencapai 2.495 menit/bulan dalam periode Maret sampai Mei 2024 (Iswenda, 2024). Hasil-hasil laporan ini menjadi bentuk sinyal kewaspadaan bagi masyarakat Indonesia yang bisa merambah golongan umur lansia. Lansia yang sering kali terpapar media sosial dalam kehidupan sehari-harinya dapat meningkatkan gaya hidup sedentari. Kehadiran platform media sosial semakin nyata potensinya dalam mengurangi waktu aktivitas fisik lansia. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial yang ramai digunakan di seluruh dunia, mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif bergerak bagi lansia menjadi tantangan nyata yang perlu diwaspadai bersama. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah litera (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst/article/download/7549/4346
Article home page: https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst/article/view/7549/4346

Hijriansyah Denaz Karuma, Ramadhana Rickadesti, Hadiono, Agus Pribadi, Kristi Priska Dyana, Bimo Alexander, Kustiawan Andri Arif. TANTANGAN TREN MEDIA SOSIAL PADA AKTIVITAS FISIK LANSIA, Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST), 2024, pp. 373-383,