TANTANGAN TREN MEDIA SOSIAL PADA AKTIVITAS FISIK LANSIA
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7549
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 373-383
TANTANGAN TREN MEDIA SOSIAL PADA AKTIVITAS FISIK
LANSIA
Denaz Karuma Hijriansyah1, Rickadesti Ramadhana2, Hadiono3, Agus Pribadi4, Priska
Dyana Kristi5, Bimo Alexander6, Andri Arif Kustiawan7
1,2,3,4,5,6,7
Ilmu Keolahragaan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Yogyakarta
Correspondence : *1, .id2, .id3,
.id4, .id5, .id6,
.id7
Abstrak :
Pada era media sosial ini, tantangan untuk melakukan aktivitas fisik bagi lansia menemui hambatan di
depan mata. Penggunaan media sosial pada lansia yang meningkat dapat mengancam kesehatan dan
interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah memahami tantangan yang dihadapi oleh lansia karena
media sosial semakin berkembang di tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah
literature review dengan mengumpulkan 10 artikel sumber yang relevan melalui Google Scholar
terbitan 2017-2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial di kalangan lansia memiliki
manfaat dalam menunjang literasi kesehatan, kesadaran akan gaya hidup sehat, dan mampu
mempertahankan relasi dengan anggota keluarga dan pertemanan. Berkat adanya media sosial, lansia
menjadi tetap terhubung dengan lingkungannya. Namun, penggunaan media sosial oleh lansia dengan
durasi lama perlu diwaspadai. Potensi berkurangnya interaksi tatap muka lansia dan juga pertambahan
umur tidak terhindarkan. Oleh karena itu, lansia memerlukan aktivitas fisik yang rutin untuk
mengimbangi penggunaan media sosial agar tidak menjadi ancaman serius di masa mendatang.
Kata kunci: Aktivitas Fisik; Lansia; Media Sosial
Info Artikel
Dikirim
Diterima
Dipublikasikan
© 2024 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Prodi Ilmu Keolahragaan
E-ISSN 2964-4224
: 25 September 2024
: 25 Oktober 2024
: 20 November 2024
Alamat korespondensi:
Universitas PGRI Yogyakarta, Jl. PGRI I No.117Sonosewu, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec.
Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
PENDAHULUAN
Pada era media sosial ini, tantangan untuk melakukan aktivitas fisik bagi lansia
menemui hambatan di depan mata. Lansia menghadapi banyak hambatan dalam melakukan
aktivitas fisik yang konsisten, seperti keterbatasan kemampuan fisik, penurunan mobilitas
pada organ tubuh, dan minimnya motivasi untuk bergerak. Padahal, aktivitas fisik dinilai
sangat penting bagi kesehatan lansia itu sendiri karena dianggap membantu dalam
Jurnal IJST Edisi November|373
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7549
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 373-383
mempertahankan fungsi fisik dan kognitif serta dapat meningkatkan kualitas hidup secara
mandiri. Kurangnya aktivitas fisik dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan layaknya
penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Disayangkan sekali
apabila tren teknologi moderen, khususnya media sosial, sering kali menyita banyak waktu
yang dihabiskan untuk scrolling hiburan yang diakses tanpa kesulitan sama sekali
dibandingkan aktivitas fisik.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2023, lansia memiliki
presentase 49,56% dalam hal mengakses informasi dan melakukan komunikasi dengan
keluarganya menggunakan telepon seluler. Lansia pada kelompok usia 60-69 tahun, tinggal
di perkotaan, bukan merupakan penyandang disabilitas, dan dengan kesejahteraan yang tinggi
menjadi pengguna telepon seluler terbanyak. Sedangkan, data mengenai kesehatan lansia
berdasarkan keluhan kesehatan dimulai tahun 2019 sebesar 51,08%, tahun 2020 sebesar
48,14%, tahun 2021 sebesar 43,22%, dan tahun 2022 sebesar 42,09%, cenderung menurun.
Tercatat, banyaknya lansia yang mengeluhkan kesehatannya di tahun 2023 memiliki
presentase 41,49% (Badan Pusat Statistik, 2023). Tren data keluhan kesehatan lansia yang
menunjukkan penurunan, belum bisa dikatakan bahwa lansia di Indonesia baik-baik saja.
Pada kenyataannya, dengan semakin tinggi akses terhadap telepon seluler untuk mencari
berbagai jenis informasi dapat memantik isu kesehatan karena aktivitas fisik yang menurun.
Hasil pengumpulan Data Reportal menunjukkan pada tahun 2015 hingga 2023 jumlah
pengguna aktif telepon seluler atau smartphone meningkat secara konsisten, dari sekitar 53
juta di tahun 2015 melonjak fantastis di tahun 2023 menjadi 209,3 juta pengguna (Andalas,
2024).
Media sosial merupakan platform online yang berbasis pada internet dengan
kemampuan penggunanya untuk melakukan aktivitas digital seperti berbagi, berpartisipasi,
dan membuat berbagai konten di dalam ruang virtual (Sudiyatmoko, 2014). Kecanggihan
yang dimiliki media sosial memudahkan pengguna, dalam arti ini adalah lansia untuk
menjauh pada interaksi sosial secara tatap muka. Selain itu, potensi kecanduan media sosial
pada lansia cenderung dapat terjadi yang berimbas pada menurunnya pengalokasian waktu
untuk aktivitas fisik. Aktivitas fisik tradisional telah mengalami penurunan, pada masyarakat
yang tinggal di perkotaan, salah satunya adalah kurang gerak dengan duduk terlalu lama
(Kusumawardani, 2018). Media sosial mempunyai hubungan kuat dalam tingginya waktu
duduk saat tidak bekerja dan saat menggunakan komputer. Teori-teori ini diperkuat dengan
data penggunaan media sosial, salah satunya adalah aplikasi tukar pesan, Whatsapp (Alley
dkk., 2017). Hasil pengumpulan data penggunaan Whatsapp secara global dari Social App
Report menunjukkan bahwa di tahun 2023, Indonesia berada di peringkat ke 3 dunia dengan
total jumlah penggunanya menyentuh angka 112 juta orang (Prasastisiwi, 2024). Di samping
aplikasi Whatsapp, yang sangat gemar digunakan oleh banyak lapisan masyarakat Indonesia
untuk bertukar pesan memanfaatkan teknologi digital saat ini, terdapat aplikasi media sosial
lain yaitu TikTok. Hasil laporan We Are Social dan Meltwater yang menghimpun rata-rata
Jurnal IJST Edisi November|374
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7549
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 373-383
durasi akses TikTok di dunia menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi pertama dengan
durasi penggunaan terlama yang rata-ratanya mencapai 2.495 menit/bulan dalam periode
Maret sampai Mei 2024 (Iswenda, 2024). Hasil-hasil laporan ini menjadi bentuk sinyal
kewaspadaan bagi masyarakat Indonesia yang bisa merambah golongan umur lansia. Lansia
yang sering kali terpapar media sosial dalam kehidupan sehari-harinya dapat meningkatkan
gaya hidup sedentari. Kehadiran platform media sosial semakin nyata potensinya dalam
mengurangi waktu aktivitas fisik lansia. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial yang
ramai digunakan di seluruh dunia, mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif bergerak bagi
lansia menjadi tantangan nyata yang perlu diwaspadai bersama.
METODE
Metode penelitian yang digunakan adalah litera (...truncated)