Pengaruh Komunikasi Keluarga Dan Penerimaan Kasih Sayang Terhadap Ketahanan Akademik Siswa SMPIT Nurut Taqwa The Effect Of Family Communication And Acceptance Of Affection On Students Academic Resilience In SMPIT Nurut Taqwa
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6901
Pengaruh Komunikasi Keluarga Dan Penerimaan Kasih Sayang Terhadap
Ketahanan Akademik Siswa SMPIT Nurut Taqwa
The Effect Of Family Communication And Acceptance Of Affection On
Students Academic Resilience In SMPIT Nurut Taqwa
Naufal Qisthi1, Maulana Rezi Ramadhana2
1
Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia,
2
Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia,
Abstract
In early adolescence, children are forced to be able to adapt to meet academic demands. In this adjustment process,
children must have an adequate level of academic resilience in order to be able to adjust to their environment. The
role of family is one of the factors that affect students' academic resilience, with low family communication and giving
love will create children who have low academic resilience, one of which is experienced by SMPIT Nurut Taqwa
students. This study aims to determine the magnitude of the influence of family communication (X) and acceptance of
love (Z) on students' academic resilience (Y). In this study, a descriptive quantitative research method was used with
the number of respondents taken from the entire population totaling 83 respondents. The data collection method used
in this study is a questionnaire. The analysis used in this study is multiple linear analysis. The results of this study
show that the family communication variable (X) has a significant and positive effect on the academic resilience of
students (Y) with a t-value of 3.313 > 1.990 and a significance value of 0.001 < 0.005, then the variable of receiving
affection (Z) has a significant effect on the academic resilience of students (Y) with a t-value of 88.710 > 1.990 and a
significance value of 0.000 < 0.005, then the variables of family communication (X) and acceptance of affection (Z)
had a stimulating influence on the variables of students' academic resilience (Y) with a value of f calculated as 7169.72
> 3.110 and a significance value of 0.001 < 0.005. Then the results of the determination coefficient test with an r
square value of 99.1%.
Keywords-family communication, acceptance of affection, academic resilince, students
Abstrak
Pada masa remaja awal anak dipaksa untuk dapat beradaptasi untuk memenuhi tuntutan akademik. Dalam proses
penyesuaian ini anak harus memiliki tingkat ketahanan akademik yang memadai agar dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. peran keluarga merupakan salah satu factor yang mempengaruhi ketahanan akademik siswa, dengan
komunikasi keluarga dan pemberian kasih saying yang rendah akan menciptakan anak yang memiliki ketahanan
akademik yang rendah, salah satunya yang dialami oleh siswa SMPIT Nurut Taqwa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui besarnya pengaruh komunikasi keluarga (X) dan penerimaan kasih saying (Z) terhadap ketahanan
akademik siswa (Y). Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah
responden yang diambil dari seluruh populasi berjumlah 83 responden. Metode Pengumpulan data yang digunakan
pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linier berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi keluarga (X) berpengaruh signifikan dan positif
terhadap ketahanan akademik siswa (Y) dengan nilai t hitung 3,313 > 1,990 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 <
0,005, selanjutnya variabel penerimaan kasih sayang (Z) berpengaruh signifikan terhadap ketahanan akademik siswa
(Y) dengan nilai t hitung 88,710 > 1,990 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,005, lalu variabel komunikasi keluarga
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6902
(X) dan penerimaan kasih sayang (Z) memiliki pengaruh secara stimultan terhadap variabel ketahanan akademik siswa
(Y) dengan nilai f hitung sebesar 7169,72 > 3,110 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,005. Kemudian hasil uji
koefisien determinasi dengan nilai r square sebesar 99,1%.
Kata Kunci-komunikasi keluarga, penerimaan kasih sayang, ketahanan akademik, siswa
I.
PENDAHULUAN
Menurut Cassidy (2016) ketahanan akademik adalah kapasitas untuk mengatasi kesulitan dan mencapai tujuan,
serta kapasitas untuk menumbuhkan mekanisme sosial, intelektual, dan koping untuk mengurangi stres. Anak-anak
yang tangguh dalam menghadapi tantangan akademis mempunyai peluang lebih besar untuk berhasil di sekolah,
sebaliknya anak yang memiliki ketahanan akademik yang rendah akan menjadi anak yang mudah putus asa, berpikir
negative serta tidak mampu menyelesaikan tuntutan masalah akademiknya. Peserta didik yang memiliki resiliensi
akademik, memiliki daya untuk mengatasi hambatan dan kesulitan sehingga dapat membantu peserta didik dalam
melakukan penyesuaian (Sari & Suhariadi, 2019).
Fenomena yang terjadi pada saat ini adalah masih banyak peserta didik yang memiliki ketahanan akademik yang
rendah. Dari riset pendahuluan yang dijalankan, peneliti memperoleh informasi melalui wawancara dengan kepala
sekolah SMPIT Nurut Taqwa, didapati ketahanan akademik siswa cenderung rendah. Hal tersebut di tunjukan dengan
hasil wawancara kepala sekolah, yang mengatakan hampir 60% peserta didik SMPIT Nurut Taqwa memiliki
ketahanan akademik yang rendah, Menurut kepala sekolah SMPIT Nurut taqwa ketahanan akademik siswa yang
rendah ini disebabkan oleh komunikasi keluarga yang berjalan tidak baik, karena seluruh siswa siswi yang memiliki
ketahanan akademik yang rendah berasal dari keluarga yang tidak lengkap, seperti orang tua yang bercerai, orang tua
yang telah meninggal, serta orang tua yang tinggal jauh dengan anak. Hal ini diperkuat dengan riset yang dijalankan
oleh Masdelina et al., (2023) Ketahanan akademis siswa seringkali buruk, menurut temuan ini. Hasil analisa angket
dan perilaku siswa yang berjuang mengatasi kendala pembelajaran menunjukkan demikian. Siswa yang mengalami
masalah ini sering kali merasa frustrasi ketika nilai mereka buruk dan ketika mereka mendapat banyak tugas sekaligus.
Mereka juga mengalami stres akibat tekanan untuk menyelesaikan seluruh tugasnya sekaligus. Selain itu, siswa yang
kesulitan beradaptasi dengan tuntutan akademik seringkali merasa gagal ketika nilai rapornya turun dari semester
sebelumnya.
Menurut Rahmah, (2019) Salah satu teknik penanaman nilai-nilai yang menjadi pedoman hidup seseorang adalah
melalui komunikasi keluarga, yang mengacu pada cara seorang anggota keluarga berhubungan dengan anggota
lainnya. Didalam keluarga, orang tua dituntut untuk selalu memenuhi keperluan pendidikan anaknya, sebab yang
bertanggung jawab penuh pada pendidikan anak merupakan orang tua, Menurut gunarsih dalam (Hasbullah, 2015)
Selain mewariskan gen mereka kepada generasi mendatang, orang tua juga mempunyai peran krusial dalam
pendidikan anak-anak mereka sebagai pengajar utama kapasitas kognitif anak-anak mereka. Komunikasi antara orang
tua d (...truncated)