PENGARUH KUALITAS ARGUMEN DAN KREDIBILITAS INFLUENCER PADA NIAT BELI PRODUK SKINCARE DENGAN CONSUMER WELL BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PLATFORM TIKTOK
COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting
Volume 7 Nomor 6, Tahun 2024
e-ISSN : 2597-5234
THE INFLUENCE OF ARGUMENT QUALITY AND INFLUENCER
CREDIBILITY ON PURCHASE INTENTION OF SKINCARE PRODUCTS WITH
CONSUMER WELL-BEING AS A MEDIATING VARIABLE ON THE TIKTOK
PLATFORM
PENGARUH KUALITAS ARGUMEN DAN KREDIBILITAS INFLUENCER
PADA NIAT BELI PRODUK SKINCARE DENGAN CONSUMER WELL
BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PLATFORM TIKTOK
Anggraheni Widyaningrum1, Muzakar Isa2*
Universitas Muhammadiyah Surakarta1,2
.id1, .id2*
ABSTRACT
This study examines how argument quality and influencer credibility affect the purchase intention of
skincare products, considering consumer well-being as a mediating variable, particularly on the TikTok
platform. The sample consists of 300 respondents selected through purposive sampling, specifically TikTok
users who have watched videos of influencers promoting skincare products. Data were collected using an
online questionnaire and analyzed using Smart-PLS technique. The results show that argument quality
significantly affects purchase intention and consumer well-being, while influencer credibility only affects
consumer well-being. Additionally, consumer well-being was found to mediate the relationship between
argument quality and purchase intention, as well as between influencer credibility and purchase intention.
Keywords: Argument Quality, Credibility, Consumer Well-Being, and Purchase Intention.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji bagaimana kualitas argumen dan kredibilitas influencer mempengaruhi niat beli
produk skincare, dengan mempertimbangkan consumer well-being sebagai variabel mediasi, khususnya di
platform TikTok. Sampel terdiri dari 300 responden yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu
pengguna TikTok yang pernah menonton video influencer yang mempromosikan produk skincare. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner online dan dianalisis dengan teknik Smart-PLS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kualitas argumen berpengaruh signifikan terhadap niat beli dan consumer well-being,
sedangkan kredibilitas influencer hanya memengaruhi consumer well-being. Selain itu, consumer wellbeing terbukti memediasi hubungan antara kualitas argumen dan niat beli, serta antara kredibilitas
influencer dan niat beli.
Kata Kunci: Kualitas Argumen, Kredibilitas, Consumer Well-Being, dan Niat Beli.
PENDAHULUAN
Perkembangan pesat media sosial
sebagai platform untuk komunikasi dan
interaksi telah memberikan kesempatan
yang besar untuk meningkatkan
jangkauan. Perkembangan teknologi saat
ini khususnya di bidang teknologi
informasi dan komunikasi, semakin
memudahkan
orang
untuk
berkomunikasi dan mengakses informasi
dengan
cepat,
terutama
dengan
kehadiran internet, yang memicu
munculnya berbagai macam media
sosial (Febrina et al., 2023). Media sosial
sebagai platform untuk komunikasi dan
interaksi telah memberikan kesempatan
besar untuk dapat meningkatkan
jangkauan pelanggan, meningkatkan
penjualan,
dan
mempengaruhi
pelanggan dengan lebih efektif. Media
sosial
telah
mengubah
strategi
pemasaran, dan kini memungkinkan
produk untuk memanfaatkan platform
seperti Instagram, YouTube, TikTok dan
lainnya untuk memperoleh keunggulan
kompetitif dalam pemasaran dengan
menjangkau jutaan konsumen baru
(Ahsan et al., 2023).
TikTok telah berkembang pesat
menjadi salah satu platform media sosial
paling populer saat ini. Menurut data dari
7508
2024. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(6):7508-7525
ByteDance, pada tahun 2024, jumlah
pengguna TikTok di Indonesia mencapai
126,8 juta orang berusia 18 tahun ke atas.
Iklan TikTok berhasil menjangkau
64,8% orang dewasa Indonesia pada
awal tahun 2024, serta 68,5% dari
seluruh pengguna internet di Indonesia,
tanpa memperhatikan usia. Selain itu,
46,5% penonton iklan TikTok adalah
perempuan dan 53,5% laki-laki. TikTok,
sebagai platform media sosial baru,
memberikan
kesempatan
bagi
penggunanya untuk berkreasi melalui
video (Mahardhika et al., 2021). Pascalia
Maria Kabelen menjelaskan bahwa
TikTok tetap menjadi salah satu aplikasi
media sosial paling populer berkat
promosi yang masif, yang turut
mendorong ekspansi pengguna. Salah
satu strategi pemasaran efektif TikTok
adalah menjalin kolaborasi dengan
selebritas atau influencer, yang telah
terbukti meningkatkan jumlah pengguna
(Candra, 2023).
TikTok kini menjadi platform
yang tidak hanya untuk hiburan, tetapi
juga untuk beriklan di internet melalui
konten menarik. Selain itu, TikTok telah
memperluas jangkauannya ke dunia ecommerce dengan fitur TikTok Shop,
yang memungkinkan generasi milenial
untuk berbelanja online. Banyak
influencer yang mempromosikan produk
melalui video, menjadikan TikTok
sebagai
platform
belanja
yang
memudahkan pengguna untuk membeli
barang (Khulwani et al., 2023). Akses
mudah ke informasi di internet telah
menciptakan gaya hidup baru, di mana
konsumen bisa berbagi pengalaman
tentang produk dan layanan serta
mencari informasi mengenai produk
yang mereka inginkan.
Dengan kemudahan ini, konsumen
kini dapat menemukan informasi produk
tanpa perlu bertemu langsung. Salah satu
sektor yang memanfaatkan TikTok
untuk
promosi
adalah
industri
kecantikan, terutama produk skincare
(Sugiarti et al., 2022). Kebutuhan
masyarakat Indonesia untuk merawat
diri semakin bervariasi, dengan semakin
banyaknya produk kecantikan lokal yang
hadir di pasar. Industri kecantikan
Indonesia berkembang pesat, mencakup
produk kosmetik, perawatan kulit,
tubuh, dan rambut (Suryani &
Yulianthini, 2023).
Saat ini, sangat mudah untuk
melihat review produk skincare di
YouTube, Tiktok, Instagram, dan
berbagai platform online lainnya.
Influencer dan selebriti berkontribusi
dalam memasarkan produk skincare
sehingga dapat berpengaruh pada niat
beli para konsumen untuk memilih
produk skincare yang akan mereka
gunakan. Menurut Schiffman (2014),
niat beli didefinisikan sebagai keinginan
konsumen untuk membeli suatu produk
atau jasa. Kotler dan Keller (2018)
menjelaskan bahwa niat beli merujuk
pada kecenderungan konsumen untuk
membeli suatu produk atau jasa, yang
didorong oleh keinginan mereka untuk
memiliki dan menggunakannya. Dalam
hal ini, niat beli berkaitan dengan
perilaku konsumen yang dipengaruhi
oleh keinginan untuk membeli produk
skincare yang telah direkomendasikan
atau diulas oleh influencer.
Di dunia digital, influencer
merujuk pada individu dengan jumlah
pengikut yang besar dan pengaruh
signifikan terhadap audiens mereka.
Kata-kata yang disampaikan oleh
influencer dapat memengaruhi orang
lain, dan mereka cenderung memiliki
topik yang spesifik dan relevan dengan
target pasar mereka (Putri et al., 2023).
Influencer
media
sosial
adalah
konsumen media sosial yang secara
teratur memposting konten di media
sosial, memiliki basis penggemar yang
besar, merek memanfaatkan influencer
sebagai sarana untuk strategi komunikasi
7509
2024. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(6):7508-7525
pemasaran (Reinikainen et al., 2020).
Influencer ini dibagi menjadi mega
influe (...truncated)