PENGARUH KUALITAS ARGUMEN DAN KREDIBILITAS INFLUENCER PADA NIAT BELI PRODUK SKINCARE DENGAN CONSUMER WELL BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PLATFORM TIKTOK

Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), Dec 2024

Penelitian ini mengkaji bagaimana kualitas argumen dan kredibilitas influencer mempengaruhi niat beli produk skincare, dengan mempertimbangkan consumer well-being sebagai variabel mediasi, khususnya di platform TikTok. Sampel terdiri dari 300 responden yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu pengguna TikTok yang pernah menonton video influencer yang mempromosikan produk skincare. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online dan dianalisis dengan teknik Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas argumen berpengaruh signifikan terhadap niat beli dan consumer well-being, sedangkan kredibilitas influencer hanya memengaruhi consumer well-being. Selain itu, consumer well-being terbukti memediasi hubungan antara kualitas argumen dan niat beli, serta antara kredibilitas influencer dan niat beli.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/COSTING/article/download/13459/8561

PENGARUH KUALITAS ARGUMEN DAN KREDIBILITAS INFLUENCER PADA NIAT BELI PRODUK SKINCARE DENGAN CONSUMER WELL BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PLATFORM TIKTOK

COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting Volume 7 Nomor 6, Tahun 2024 e-ISSN : 2597-5234 THE INFLUENCE OF ARGUMENT QUALITY AND INFLUENCER CREDIBILITY ON PURCHASE INTENTION OF SKINCARE PRODUCTS WITH CONSUMER WELL-BEING AS A MEDIATING VARIABLE ON THE TIKTOK PLATFORM PENGARUH KUALITAS ARGUMEN DAN KREDIBILITAS INFLUENCER PADA NIAT BELI PRODUK SKINCARE DENGAN CONSUMER WELL BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PLATFORM TIKTOK Anggraheni Widyaningrum1, Muzakar Isa2* Universitas Muhammadiyah Surakarta1,2 .id1, .id2* ABSTRACT This study examines how argument quality and influencer credibility affect the purchase intention of skincare products, considering consumer well-being as a mediating variable, particularly on the TikTok platform. The sample consists of 300 respondents selected through purposive sampling, specifically TikTok users who have watched videos of influencers promoting skincare products. Data were collected using an online questionnaire and analyzed using Smart-PLS technique. The results show that argument quality significantly affects purchase intention and consumer well-being, while influencer credibility only affects consumer well-being. Additionally, consumer well-being was found to mediate the relationship between argument quality and purchase intention, as well as between influencer credibility and purchase intention. Keywords: Argument Quality, Credibility, Consumer Well-Being, and Purchase Intention. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana kualitas argumen dan kredibilitas influencer mempengaruhi niat beli produk skincare, dengan mempertimbangkan consumer well-being sebagai variabel mediasi, khususnya di platform TikTok. Sampel terdiri dari 300 responden yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu pengguna TikTok yang pernah menonton video influencer yang mempromosikan produk skincare. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online dan dianalisis dengan teknik Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas argumen berpengaruh signifikan terhadap niat beli dan consumer well-being, sedangkan kredibilitas influencer hanya memengaruhi consumer well-being. Selain itu, consumer wellbeing terbukti memediasi hubungan antara kualitas argumen dan niat beli, serta antara kredibilitas influencer dan niat beli. Kata Kunci: Kualitas Argumen, Kredibilitas, Consumer Well-Being, dan Niat Beli. PENDAHULUAN Perkembangan pesat media sosial sebagai platform untuk komunikasi dan interaksi telah memberikan kesempatan yang besar untuk meningkatkan jangkauan. Perkembangan teknologi saat ini khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi, semakin memudahkan orang untuk berkomunikasi dan mengakses informasi dengan cepat, terutama dengan kehadiran internet, yang memicu munculnya berbagai macam media sosial (Febrina et al., 2023). Media sosial sebagai platform untuk komunikasi dan interaksi telah memberikan kesempatan besar untuk dapat meningkatkan jangkauan pelanggan, meningkatkan penjualan, dan mempengaruhi pelanggan dengan lebih efektif. Media sosial telah mengubah strategi pemasaran, dan kini memungkinkan produk untuk memanfaatkan platform seperti Instagram, YouTube, TikTok dan lainnya untuk memperoleh keunggulan kompetitif dalam pemasaran dengan menjangkau jutaan konsumen baru (Ahsan et al., 2023). TikTok telah berkembang pesat menjadi salah satu platform media sosial paling populer saat ini. Menurut data dari 7508 2024. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(6):7508-7525 ByteDance, pada tahun 2024, jumlah pengguna TikTok di Indonesia mencapai 126,8 juta orang berusia 18 tahun ke atas. Iklan TikTok berhasil menjangkau 64,8% orang dewasa Indonesia pada awal tahun 2024, serta 68,5% dari seluruh pengguna internet di Indonesia, tanpa memperhatikan usia. Selain itu, 46,5% penonton iklan TikTok adalah perempuan dan 53,5% laki-laki. TikTok, sebagai platform media sosial baru, memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk berkreasi melalui video (Mahardhika et al., 2021). Pascalia Maria Kabelen menjelaskan bahwa TikTok tetap menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer berkat promosi yang masif, yang turut mendorong ekspansi pengguna. Salah satu strategi pemasaran efektif TikTok adalah menjalin kolaborasi dengan selebritas atau influencer, yang telah terbukti meningkatkan jumlah pengguna (Candra, 2023). TikTok kini menjadi platform yang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk beriklan di internet melalui konten menarik. Selain itu, TikTok telah memperluas jangkauannya ke dunia ecommerce dengan fitur TikTok Shop, yang memungkinkan generasi milenial untuk berbelanja online. Banyak influencer yang mempromosikan produk melalui video, menjadikan TikTok sebagai platform belanja yang memudahkan pengguna untuk membeli barang (Khulwani et al., 2023). Akses mudah ke informasi di internet telah menciptakan gaya hidup baru, di mana konsumen bisa berbagi pengalaman tentang produk dan layanan serta mencari informasi mengenai produk yang mereka inginkan. Dengan kemudahan ini, konsumen kini dapat menemukan informasi produk tanpa perlu bertemu langsung. Salah satu sektor yang memanfaatkan TikTok untuk promosi adalah industri kecantikan, terutama produk skincare (Sugiarti et al., 2022). Kebutuhan masyarakat Indonesia untuk merawat diri semakin bervariasi, dengan semakin banyaknya produk kecantikan lokal yang hadir di pasar. Industri kecantikan Indonesia berkembang pesat, mencakup produk kosmetik, perawatan kulit, tubuh, dan rambut (Suryani & Yulianthini, 2023). Saat ini, sangat mudah untuk melihat review produk skincare di YouTube, Tiktok, Instagram, dan berbagai platform online lainnya. Influencer dan selebriti berkontribusi dalam memasarkan produk skincare sehingga dapat berpengaruh pada niat beli para konsumen untuk memilih produk skincare yang akan mereka gunakan. Menurut Schiffman (2014), niat beli didefinisikan sebagai keinginan konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa. Kotler dan Keller (2018) menjelaskan bahwa niat beli merujuk pada kecenderungan konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa, yang didorong oleh keinginan mereka untuk memiliki dan menggunakannya. Dalam hal ini, niat beli berkaitan dengan perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh keinginan untuk membeli produk skincare yang telah direkomendasikan atau diulas oleh influencer. Di dunia digital, influencer merujuk pada individu dengan jumlah pengikut yang besar dan pengaruh signifikan terhadap audiens mereka. Kata-kata yang disampaikan oleh influencer dapat memengaruhi orang lain, dan mereka cenderung memiliki topik yang spesifik dan relevan dengan target pasar mereka (Putri et al., 2023). Influencer media sosial adalah konsumen media sosial yang secara teratur memposting konten di media sosial, memiliki basis penggemar yang besar, merek memanfaatkan influencer sebagai sarana untuk strategi komunikasi 7509 2024. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(6):7508-7525 pemasaran (Reinikainen et al., 2020). Influencer ini dibagi menjadi mega influe (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/COSTING/article/download/13459/8561
Article home page: https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/COSTING/article/view/13459/8561

Anggraheni Widyaningrum, Isa Muzakar. PENGARUH KUALITAS ARGUMEN DAN KREDIBILITAS INFLUENCER PADA NIAT BELI PRODUK SKINCARE DENGAN CONSUMER WELL BEING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PLATFORM TIKTOK, Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 2024, pp. 7508-7525,