Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Kebijakan Hutang, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022)
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6254
Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Kebijakan Hutang, Dan Ukuran
Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Sektor Energi
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022)
The Influence Of Carbon Emission Disclosure, Debt Policy, And Company Size On
Firm Value (Study on Energy Sector Companies Listed on the Indonesia Stock
Exchange for the Period 2018-2022)
Najlaa Nabilah Yasmin1, Dini Wahjoe Hapsari2
Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia,
2
Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia,
1
Abstrak
Nilai perusahaan mencerminkan persepsi publik kepada nilai sebuah perusahaan. Di Indonesia sektor energi sangat
penting bagi ekonomi, dengan sumber daya alam dan energi terbarukan yang signifikan. Jumlah perusahaan energi di
Bursa Efek Indonesia meningkat setiap tahun. Nilai perusahaan di sektor ini, terhitung melalui Tobin's Q, berfluktuasi
antara 2018-2022, mungkin karena penurunan aset dan kinerja keuangan yang lemah. Faktor seperti kebijakan hutang,
ukuran perusahaan, serta pengungkapan emisi karbon memberikan pengaruh nilai perusahaan melalui dampak yang
bervariasi. Kajian ini menjelaskan pengaruh pengungkapan emisi karbon, kebijakan hutang, serta ukuran perusahaan
kepada nilai perusahaan sektor energi di BEI tahun 2018-2022. Memakai metode kuantitatif melalui data sekunder dan
teknik purposive sampling, analisis regresi data panel dijalankan pada Eviews 12. Hasil menjelaskan kebijakan hutang,
pengungkapan emisi karbon, selanjutnya ukuran perusahaan dalam bersama-sama memberikan pengaruh nilai
perusahaan. Secara parsial, pengungkapan emisi karbon tidak signifikan, kebijakan hutang memberikan pengaruh negatif,
serta ukuran perusahaan memberikan pengaruh positif signifikan. Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi
untuk memahami dampak faktor-faktor ini terhadap nilai perusahaan di sektor energi, serta meningkatkan kepercayaan
investor melalui transparansi.
Kata Kunci-nilai perusahaan, pengungkapan emisi karbon, kebijakan hutang, ukuran perusahaan.
Abstract
Firm value reflects the public perception of a company's worth. The energy sector in Indonesia is crucial to the economy,
with significant natural resources and renewable energy. The number of energy companies on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) increases every year. Firm value in this sector, measured by Tobin's Q, fluctuated between 2018-2022,
possibly due to asset depreciation and weak financial performance. Factors such as carbon emission disclosure, debt
policy, and company size affect firm value with varying impacts.This study examines the influence of carbon emission
disclosure, debt policy, and company size on firm value in the energy sector companies listed on the IDX from 2018-2022.
Using quantitative methods with secondary data and purposive sampling, panel data regression analysis was conducted
with Eviews 12. The results show that carbon emission disclosure, debt policy, and company size collectively affect firm
value. Partially, carbon emission disclosure is not significant, debt policy has a negative impact, and company size has
a significant positive impact. This research is expected to be a useful reference for understanding the impact of these
factors on firm value in the energy sector and to enhance investor trust through transparency.
Keywords-company value, carbon emission disclosure, debt policy, company size.
I.
PENDAHULUAN
Nilai perusahaan mencerminkan pandangan masyarakat terhadap kinerja serta prospek masa depan perusahaan,
melalui nilai yang diatas menandakan kinerja baik dan kepercayaan investor (Pambudi dan Ahmad, 2022). Sektor energi
di Indonesia penting karena pengaruhnya terhadap ekonomi dan lingkungan, dengan jumlah perusahaan energi di Bursa
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6255
Efek Indonesia (BEI) meningkat dari 62 pada 2018 menjadi 75 pada 2022. Energi adalah sektor krusial untuk
kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat, dengan Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk batu
bara, gas alam, serta energi terbarukan. Sektor energi berkontribusi signifikan pada produk domestik bruto (PDB) serta
pertumbuhan ekonomi, contohnya produksi batu bara meningkat dari 2009 hingga 2018, menjadikan Indonesia eksportir
batu bara utama. Setiap perusahaan memiliki tujuan dalam kemajuan nilai perusahaan demi kesejahteraan pemegang
saham, yang diukur memakai Tobin’s Q, melalui perbedaan nilai pasar ekuitas serta total utang pada total aset, di mana
nilai di atas 1 menunjukkan kondisi overvalued dan di bawah 1 menunjukkan undervalued. Faktor yang memberikan
pengaruh nilai perusahaan termasuk pengungkapan kebijakan hutang, emisi karbon, serta ukuran perusahaan, di mana
pengungkapan emisi karbon mampu meningkatkan reputasi perusahaan serta menarik investor yang peduli lingkungan,
kebijakan hutang yang bijaksana mampu menumbuhkan keyakinan investor, serta ukuran perusahaan mencerminkan
stabilitas serta kemampuan operasional. Penelitian ini merumuskan masalah untuk memahami pengungkapan ukuran
perusahaan, emisi karbon, kebijakan hutang, serta nilai perusahaan dalam perusahaan sektor energi yang tercantum di
BEI tahun 2018-2022, serta pengaruh simultan dan parsial dari faktor-faktor tersebut terhadap nilai perusahaan. Tujuan
kajian ini ialah agar memahami kondisi tersebut serta pengaruhnya baik dalam parsial ataupun simultan terhadap nilai
perusahaan, guna memberikan gambaran lengkap terkait beberapa yang memberikan pengaruh nilai perusahaan sektor
energi di Indonesia..
II. DASAR TEORI DAN METODOLOGI PENELITIAN
A. Tinjauan Pustaka Penelitian
1. Signaling Theory
Menurut Brigham & Houston (2018), teori sinyal mengacu pada aktivitas perusahaan ketika menjelaskan pada
investor bagaimana tata laksana mencermati prediksi perusahaan. Diciptakan oleh Spence (1973), teori ini menunjukkan
bahwa sinyal di pasar kerja dapat mengurangi asimetri informasi dengan menunjukkan kualitas perusahaan. Investor
cerdas yang mendukung sinyal dapat mengurangi asimetri informasi karena investor kurang berkualitas tidak dapat
bersaing. Dengan demikian, perusahaan dapat mempengaruhi cara calon investor atau pihak berkepentingan lain melihat
laporan keuangannya, menunjukkan prospek yang baik, dan meningkatkan nilainya. Perusahaan dengan reputasi baik,
yang ditunjukkan melalui laporan keuangannya, akan lebih mudah mendapatkan modal, dan nilai yang lebih besar
menunjukkan harga pasar saham yang lebih luas disandingkan nilai bukunya (Firda et al., 2021).
Menurut teori sinyal, organisasi akan mengungkapkan informasi yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab untuk
menunjukkan keberhasilan usaha mereka (Willy Dozan Alfayerds & Mia Angelina Setiawan, 2021). Stakeholder,
terutama pemegang saham, membutuhkan informasi yang andal karena mereka bergantung padanya. Teori sinyal
menyebutkan mengapa (...truncated)