Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life
Journal of International Multidisciplinary Research
Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi
Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life
Cindy Patricia Ramli1*, Alexander Joseph Putra2, Arya Yosafati Montoya Djala 3
Universitas Kristen Maranatha123, Bandung, Indonesia
*, ,
Informasi Artikel
E-ISSN : 3026-6874
Vol: 3 No: 1 Januari 2025
Halaman : 313-318
Keywords:
Still Life
Composition
Technique
Abstract
Famous artists in the history of fine art often paint with the theme of still life. These
paintings were made in the modern era with the visual objects raised being flora and
objects that existed in their time. However, nowadays many young people do not
realize that the visual objects around them can also be used as works of art that reimagine items that can be found in everyday life into canvas with their own style and
technique. The purpose of this study is to find out and explore the visual concepts
created by a group of young people. The method used is qualitative descriptive and
the creation of works of art. The samples in this study are four works of art that
predominantly use the plaque technique with a composition aligned to the left and
center plus displaying contrasting coloring but have different line techniques and
brush strokes.
ABSTRAK
Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang
dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya.
Namun pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di
sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini
untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang
dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat
karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah
menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas
Kata Kunci: Teknik, Komposisi, Still life
PENDAHULUAN
Seni lukis still life merupakan karya seni yang merepresentasikan benda-benda mati buatan
manusia maupun natural yang dikomposisi sedemikian rupa (Grootenboer, 2011; Suteerangkul, 2022).
Teknik dan gaya visual yang ditampilkan dalam karya seni still life bermacam-macam. Lukisan still life
sebagai genre tersendiri muncul selama Renaisans di Eropa. Pada akhir abad ke-16, khususnya di
Belanda dan Italia, para seniman mulai berfokus pada benda-benda sehari-hari dalam karya mereka,
sebelumnya tema berkisar tentang agama dan mitologi. Salah satu contoh lukisan still life paling awal
adalah "Basket of Fruit" karya Caravaggio (sekitar tahun 1599), yang menampilkan realisme dan
perhatian terhadap detail yang luar biasa (Kleiner, 2014). Pada Zaman Keemasan Belanda, seni lukis
Still life berkembang pesat, dengan seniman seperti Pieter Claesz dan Willem Kalf menguasai seni
penggambaran cahaya dan tekstur dalam studi terperinci mereka tentang berbagai objek, mulai dari
peralatan dapur hingga barang-barang mewah (Arifian, 2017; Howells, 2010; Yao & Abindinhazir,
2023). Adapula seniman-seniman ternama lainnya yang mengembangkan gaya visual lukisa still life
yang berbeda pada masa periode sebelumnya seperti Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Henry Matisse,
dll memiliki ciri dan karakteristiknya masing-masing dalam kontribusi mereka dalam seni lukis still life
(Castelli, 2023; Langley et al., 2020; Toscani et al., 2023). Bukan hanya memperhatikan estetika dalam
melukis, tetapi mereka juga memberikan pesan yang tersembunyi dalam lukisan mereka. Henri Matisse
dalam lukisannya yang berjudul “Fruit and Coffeepot” yang memperlihatkan semangkuk buah-buahan
dengan secangkir kopi memiliki teknik plakat dan guratan kuas dry brush yang memberikan kesan
tekstur. Pablo Picasso dengan karyanya “Still Life (The Dessert)”, menampilkan lukisan komposisi buah-
Journal of International Multidisciplinary Research
Vol: 3 No: 1 Januari 2025
buahan dengan alat-alat makan serta vas bunga dengan teknik blocking pada pewarnaannya membuat
objek lebih stand out. Vincent Van Gogh dengan karyanya, “Van Gogh Chair” Seniman seniman tersebut
diatas tercatat dalam sejarah seni rupa modern (Boime, 1968; Kleiner, 2014; Sema, 2018). Karya karya
mereka banyak menjadi inpirasi seniman seniman muda berikutnya seperti Adriel, Ridho Rizki, dan
Rosit Mulyadi. Adriel seniman muda yang menggunakan gaya bercerita dalam lukisannya yang
menggunakan dua warna yaitu merah dan biru dan ia mengizinkan pengunjung untuk
menginterprestasikan lukisannya sendiri. Lalu Ridho Rizki menggunakan teknik pointilis untuk
menghadirkan objek yang ambigu dan karyanya pernah dipamerkan dalam acara “offbeat”. Dan Rosit
Mulyadi membangun kekaryaannya dengan lukisan apropriasi dari beberapa lukisan ikonis dalam
sejarah dan karyanya pernah diapemerkan dalam acara “offbeat”.
Objek visual yang diangkat dalam karya mereka adalah benda keseharian, flora, fruit dengan
komposisi ada yang simetris, center, asimetris. Warna warna yang diusung adalah warna dari warna
monochromatic, gradasi warna yang mempertimbangkan unsur cahaya yang datang. Perpaduan warna
ini bertahan cukup lama yang selanjutnya di eksplorasi oleh kalangan anak muda dalam membuat karya
seni lukis dengan tema still life. Hal inilah yang akan dibahas dalam studi ini. Bagaimana objek visual
still life yang digagas dari benda benda keseharian yang dekat dengan lingkungan anak muda.
Beberapa studi terkait dengan still life yang sudah dilakukan oleh penulis lain, Anton Setyawan,
kebudayaan selain sebagai sebuah tatanan nilai, bahasa, ilmu pengetahuan, religi dan sistem mata
pencaharian juga merangkum persoalan mekanisme penggunaan peralatan hidup berupa benda-benda
yang dipergunakan dalam keseharian sekelompok masyarakat. Benda atau objek yang digunakan dalam
kebudayaan khususnya seni lukis still life memiliki peran sebagai sebuah simbolisasi dan lambang
dalam kebudayaan tersebut. Hal ini membuat teknik serta gaya visual yang digunakan diperhatikan
untuk memelihara originalitas dan sebagai perantara adat sehingga dalam penggunaannya lukisan
teknik still life bukan hanya sekedar pajangan yang memberikan nilai estetika tetapi juga nilai budaya
masyarakat.
Dalam Artikel yang berjudul Transfomation of the Genre of Still Life in Painting and Literature
membahas salah satu masalah dalam seni modern yaitu perubahan pada genre atau periode dalam seni
lukis still life. Penelitian ilmiah ini berfokus pada transformasi genre still life (benda mati) Disebutkan
bahwa evolusi lukisan still life mulai dari bunga yang menghiasi Madonna pada abad ke-15 hingga ke16, berkembang dalam karya seniman Belanda dan Flemish pada abad ke-17 hingga ke-18, hingga
pandangan Impresi (...truncated)