Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life

Journal of International Multidisciplinary Research, Jan 2025

Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.banjaresepacific.com/index.php/jimr/article/download/1187/989

Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life

Journal of International Multidisciplinary Research Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life Cindy Patricia Ramli1*, Alexander Joseph Putra2, Arya Yosafati Montoya Djala 3 Universitas Kristen Maranatha123, Bandung, Indonesia *, , Informasi Artikel E-ISSN : 3026-6874 Vol: 3 No: 1 Januari 2025 Halaman : 313-318 Keywords: Still Life Composition Technique Abstract Famous artists in the history of fine art often paint with the theme of still life. These paintings were made in the modern era with the visual objects raised being flora and objects that existed in their time. However, nowadays many young people do not realize that the visual objects around them can also be used as works of art that reimagine items that can be found in everyday life into canvas with their own style and technique. The purpose of this study is to find out and explore the visual concepts created by a group of young people. The method used is qualitative descriptive and the creation of works of art. The samples in this study are four works of art that predominantly use the plaque technique with a composition aligned to the left and center plus displaying contrasting coloring but have different line techniques and brush strokes. ABSTRAK Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas Kata Kunci: Teknik, Komposisi, Still life PENDAHULUAN Seni lukis still life merupakan karya seni yang merepresentasikan benda-benda mati buatan manusia maupun natural yang dikomposisi sedemikian rupa (Grootenboer, 2011; Suteerangkul, 2022). Teknik dan gaya visual yang ditampilkan dalam karya seni still life bermacam-macam. Lukisan still life sebagai genre tersendiri muncul selama Renaisans di Eropa. Pada akhir abad ke-16, khususnya di Belanda dan Italia, para seniman mulai berfokus pada benda-benda sehari-hari dalam karya mereka, sebelumnya tema berkisar tentang agama dan mitologi. Salah satu contoh lukisan still life paling awal adalah "Basket of Fruit" karya Caravaggio (sekitar tahun 1599), yang menampilkan realisme dan perhatian terhadap detail yang luar biasa (Kleiner, 2014). Pada Zaman Keemasan Belanda, seni lukis Still life berkembang pesat, dengan seniman seperti Pieter Claesz dan Willem Kalf menguasai seni penggambaran cahaya dan tekstur dalam studi terperinci mereka tentang berbagai objek, mulai dari peralatan dapur hingga barang-barang mewah (Arifian, 2017; Howells, 2010; Yao & Abindinhazir, 2023). Adapula seniman-seniman ternama lainnya yang mengembangkan gaya visual lukisa still life yang berbeda pada masa periode sebelumnya seperti Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Henry Matisse, dll memiliki ciri dan karakteristiknya masing-masing dalam kontribusi mereka dalam seni lukis still life (Castelli, 2023; Langley et al., 2020; Toscani et al., 2023). Bukan hanya memperhatikan estetika dalam melukis, tetapi mereka juga memberikan pesan yang tersembunyi dalam lukisan mereka. Henri Matisse dalam lukisannya yang berjudul “Fruit and Coffeepot” yang memperlihatkan semangkuk buah-buahan dengan secangkir kopi memiliki teknik plakat dan guratan kuas dry brush yang memberikan kesan tekstur. Pablo Picasso dengan karyanya “Still Life (The Dessert)”, menampilkan lukisan komposisi buah- Journal of International Multidisciplinary Research Vol: 3 No: 1 Januari 2025 buahan dengan alat-alat makan serta vas bunga dengan teknik blocking pada pewarnaannya membuat objek lebih stand out. Vincent Van Gogh dengan karyanya, “Van Gogh Chair” Seniman seniman tersebut diatas tercatat dalam sejarah seni rupa modern (Boime, 1968; Kleiner, 2014; Sema, 2018). Karya karya mereka banyak menjadi inpirasi seniman seniman muda berikutnya seperti Adriel, Ridho Rizki, dan Rosit Mulyadi. Adriel seniman muda yang menggunakan gaya bercerita dalam lukisannya yang menggunakan dua warna yaitu merah dan biru dan ia mengizinkan pengunjung untuk menginterprestasikan lukisannya sendiri. Lalu Ridho Rizki menggunakan teknik pointilis untuk menghadirkan objek yang ambigu dan karyanya pernah dipamerkan dalam acara “offbeat”. Dan Rosit Mulyadi membangun kekaryaannya dengan lukisan apropriasi dari beberapa lukisan ikonis dalam sejarah dan karyanya pernah diapemerkan dalam acara “offbeat”. Objek visual yang diangkat dalam karya mereka adalah benda keseharian, flora, fruit dengan komposisi ada yang simetris, center, asimetris. Warna warna yang diusung adalah warna dari warna monochromatic, gradasi warna yang mempertimbangkan unsur cahaya yang datang. Perpaduan warna ini bertahan cukup lama yang selanjutnya di eksplorasi oleh kalangan anak muda dalam membuat karya seni lukis dengan tema still life. Hal inilah yang akan dibahas dalam studi ini. Bagaimana objek visual still life yang digagas dari benda benda keseharian yang dekat dengan lingkungan anak muda. Beberapa studi terkait dengan still life yang sudah dilakukan oleh penulis lain, Anton Setyawan, kebudayaan selain sebagai sebuah tatanan nilai, bahasa, ilmu pengetahuan, religi dan sistem mata pencaharian juga merangkum persoalan mekanisme penggunaan peralatan hidup berupa benda-benda yang dipergunakan dalam keseharian sekelompok masyarakat. Benda atau objek yang digunakan dalam kebudayaan khususnya seni lukis still life memiliki peran sebagai sebuah simbolisasi dan lambang dalam kebudayaan tersebut. Hal ini membuat teknik serta gaya visual yang digunakan diperhatikan untuk memelihara originalitas dan sebagai perantara adat sehingga dalam penggunaannya lukisan teknik still life bukan hanya sekedar pajangan yang memberikan nilai estetika tetapi juga nilai budaya masyarakat. Dalam Artikel yang berjudul Transfomation of the Genre of Still Life in Painting and Literature membahas salah satu masalah dalam seni modern yaitu perubahan pada genre atau periode dalam seni lukis still life. Penelitian ilmiah ini berfokus pada transformasi genre still life (benda mati) Disebutkan bahwa evolusi lukisan still life mulai dari bunga yang menghiasi Madonna pada abad ke-15 hingga ke16, berkembang dalam karya seniman Belanda dan Flemish pada abad ke-17 hingga ke-18, hingga pandangan Impresi (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.banjaresepacific.com/index.php/jimr/article/download/1187/989
Article home page: https://journal.banjaresepacific.com/index.php/jimr/article/view/1187/989

Cindy Patricia Ramli, Alexander Joseph Putra, Djala Arya Yosafati Montoya. Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life, Journal of International Multidisciplinary Research, 2025, pp. 313-318, Volume 3, Issue 1,