Analisis Kemampuan Berpikir Kritis : Eksperimen Model Pembelajaran Jucama Berbantuan MMS Berdasarkan Self-Confidence

Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi, Dec 2024

Mathematics learning requires the ability to think at a high level, including the ability to think critically. However, in Indonesia, this ability still requires further development. This ability can be developed through the use of models that orient students to always be involved in submitting and solving problems, and using media that can support learning. The purpose of this study was to investigate the effect of the ability to think critically taught by the JUCAMA model, the JUCAMA model using MMS and the expository model by considering the influence of self-confidence. The approach applied in this study was quantitative in the type of quasi-experiment and samples, namely 2 experimental classes and 1 control class, and using a two-way ANOVA test for data analysis. The findings of this study: (1) the application of the JUCAMA model contributes to the influence of students' ability to think critically, (2) the JUCAMA model using MMS assistance contributes to the influence of berfikir kritis skills, (3) self-confidence is able to influence students' ability to think critically, (4) there is no interaction between self-confidence and the JUCAMA model in influencing students' ability to think critically, (5) there is no interaction between the JUCAMA model using MMS assistance and self-confidence in influencing berfikir kritis skills.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/download/9132/3532

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis : Eksperimen Model Pembelajaran Jucama Berbantuan MMS Berdasarkan Self-Confidence

P-ISSN : 2579-9185 E-ISSN : 2656-0852 Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al-Qalasadi Vol. 8, No. 2, Desember 2024, pp. 166-178 doi: 10.32505/qalasadi.v8i2.9132 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS : EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN JUCAMA BERBANTUAN MMS BERDASARKAN SELF-CONFIDENCE Dewi Nevita Sari1; Siti Ulfa Nabila2; Bambang Sri Anggoro3 1,2,3 UIN Raden Intan Lampung, Jl. Letnan Kolonel H. Endro Suratmin, Lampung 35131, Indonesia Email: Received: 15 Juli 2024 Accepted: 6 Oktober 2024 Published: 31 Desember 2024 Abstrak Pembelajaran matematika perlu keahlian untuk dapat berpikir tingkat tinggi, diantaranya yaitu kemampuan untuk berpikir secara kritis. Namun, di Indonesia, kemampuan ini masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui penggunaan model yang mengorientasikan siswa senantiasa terlibat dalam pengajuan dan pemecahan masalah, serta memakai media yang dapat menunjang dalam belajar. Tujuan diselenggarakan penelitian untuk menyelidiki pengaruh kemampuan untuk berpikir secara kritis yang diajarkan model JUCAMA, model JUCAMA memakai MMS dan model ekspositori dengan mempertimbangkan pengaruh self-confidence. Pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini yaitu kuantitatif pada jenis eksperimen semu dan sampel yakni 2 kelas eksperimen serta 1 kelas kontrol, serta memakai uji ANOVA dua jalan untuk analisis data. Temuan dari penelitian ini: (1) adanya penerapan model JUCAMA menyumbang pengaruh pada kemampuan siswa berpikir secara kritis, (2) model JUCAMA memakai bantuan MMS menyumbang pengaruh pada kemampuan berpikir secara kritis, (3) self-confidence mampu memberi pengaruh pada kemampuan siswa berpikir secara kritis, (4) tidak adanya interaksi pada self confidence dan model JUCAMA dalam memengaruhi kemampuan siswa untuk berpikir secara kritis, (5) tidak adanya interaksi model JUCAMA yang memakai bantuan MMS dan self-confidence dalam memengaruhi kemampuan berpikir kritis. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Model JUCAMA, Microsoft Math Solver, Self Confidence Abstract Mathematics learning requires the ability to think at a high level, including the ability to think critically. However, in Indonesia, this ability still requires further development. This ability can be developed through the use of models that orient students to always be involved in submitting and solving problems, and using media that can support learning. The purpose of this study was to investigate the effect of the ability to think critically taught by the JUCAMA model, the JUCAMA model using MMS and the expository model by considering the influence of self-confidence. The approach applied in this study was quantitative in the type of quasi-experiment and samples, namely 2 experimental classes and 1 control class, and using a two-way ANOVA test for data analysis. The findings of this study: (1) the application of the JUCAMA model contributes to the influence of students' ability to think critically, (2) the JUCAMA model using MMS assistance contributes to the influence of berfikir kritis skills, (3) selfconfidence is able to influence students' ability to think critically, (4) there is no interaction between selfconfidence and the JUCAMA model in influencing students' ability to think critically, (5) there is no interaction between the JUCAMA model using MMS assistance and self-confidence in influencing berfikir kritis skills. Keywords: berfikir kritis ability, JUCAMA Model, Microsoft Math Solver, Self Confidence This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2019 by author. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 166 167 Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al-Qalasadi, Vol. 8, No. 2, Desember 2024, pp. 166-178 Pendahuluan Matematika menjadi bidang ilmu yang sangat dibutuhkan perannya dalam aktivitas sehari-hari (Tampubolon et al., 2019). Mempelajari matematika membutuhkan banyak keterampilan untuk berpikir dengan level yang tinggi, satu diantaranya yakni keterampilan untuk berpikir secara kritis (Sulistiani & Masrukan, 2016). Kemampuan untuk berpikir kritis dapat diartikan cara berpikir memakai penalaran rasional dan terstruktur dalam mengumpulkan serta mengolah informasi untuk memahami atau menyelesaikan permasalahan yang dihadapi (Kurniawati & Ekayanti, 2020). Berpikir secara kritis juga dapat dikatakan sebagai kemampuan guna menganalisis dan mengevaluasi informasi yang didapat dengan tujuan untuk membangun pemahaman, pengetahuan, dan wawasan yang luas (Heard et al., 2020). Menurut Facione (2023), memaparkan bahwa kemampuan berpikir kritis ialah kemampuan kognitif yang mencakup interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjabaran, serta pengaturan diri. Berdasarkan penjelasan tentang kemampuan berpikir secara kritis, siswa yang berkemampuan tinggi dalam bidang ini dapat menganalisis dan merumuskan strategi efektif untuk memecahkan masalah. Hal ini menegaskan pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi setiap siswa. Namun, data dari PISA (Programme for International Student Assessment) memperlihatkan terkait Kemampuan berfikir kritis siswa di Indonesia masih terbilang kategori rendah. Laporan PISA tahun 2022 mencatat bahwa hanya sekitar 18% siswa Indonesia yang meraih minimal level 2 pada literasi matematika, dan pada level 5 atau 6 hampir tidak ada yang mampu mencapainya. Pada tingkatan 5 dan 6, ada kategori yang memerlukan keterampilan berpikir dalam tingkatan yang tinggi (HOTS), yang meliputi kemampuan untuk mengembangkan model matematis dari situasi kompleks serta kemampuan untuk menentukan, membandingkan, dan menilai strategi pemecahan masalah secara akurat (OECD, 2022). Soal pada tingkat PISA level 5 dan 6 dirancang mampu menilai keterampilan berpikir kritis siswa, mengingat bahwa kompetensi berpikir dalam tingkatan yang tinggi (HOTS) yang diukur dalam literasi matematika PISA meliputi indikator-indikator kemampuan dalam upaya berpikir secara kritis (Toruan et al., 2023). Berdasarkan data yang disajikan oleh PISA, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa saat berupaya berpikir dengan kritis di Indonesia masih pada tingkat yang rendah. Kelemahan dalam keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa diidentifikasi melalui hasil tes pra-penelitian yang dijalankan di kelas tujuh SMP Al-Huda Jatiagung pada semester ganjil tahun ajar 2023/2024. Data yang diperoleh memperlihatkan bahwa sejumlah besar siswa belum sanggup dalam menuntaskan soal pada indikator keahlian untuk berpikir secara kritis yang ada. Indikator-indikator tersebut meliputi (1) kemampuan untuk menginterpretasikan informasi yang diberikan dalam soal dengan akurat, (2) kemampuan untuk menganalisis dengan menyusun rumus dari model matematika yang relevan, (3) kemampuan untuk mengevaluasi dengan menerapkan strategi yang sesuai dalam penyeles (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/download/9132/3532
Article home page: https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/9132/3532

Sari Dewi Nevita, Nabila Siti Ulfa, Anggoro Bambang Sri. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis : Eksperimen Model Pembelajaran Jucama Berbantuan MMS Berdasarkan Self-Confidence, Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi, 2024, pp. 166-178,