IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DAN TIPOLOGI PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
Vol.12 No.1, Tahun 2025
ISSN : 2355-6226
E-ISSN : 2477-0299
IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DAN TIPOLOGI PERTANIAN
KABUPATEN BOJONEGORO
Ena Korniati1, Deviana Asnat Lende1, Utik Tri Wulan Cahya1* , Erwin Ismu Wisnubroto1
1
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi
*
E-mail:
ABSTRAK
Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi besar di sektor pertanian yang didukung
oleh hasil produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Namun, alih fungsi lahan akibat
aktivitas industri, seperti Blok Cepu yang dikelola Exxon Mobil, telah memberikan dampak negatif pada
kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi dan
produktivitas sektor pertanian di Bojonegoro serta mengevaluasi komoditas pertanian strategis
menggunakan data sekunder dari BPS Bojonegoro tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan sembilan
indikator komoditas unggulan, yang dikelompokkan menjadi tiga komponen utama: (1) produktivitas
jagung dan realisasi pupuk (NPK, Petroganik, Urea); (2) ternak ayam, sapi potong, dan kambing potong;
(3) produktivitas padi, tebu, dan realisasi pupuk Petroganik. Temuan ini menyoroti pentingnya
pengelolaan pupuk yang optimal dan dukungan terhadap komoditas strategis untuk mendorong
keberlanjutan sektor pertanian di Bojonegoro. Strategi pengembangan yang holistik diperlukan untuk
meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak alih fungsi lahan.
Kata kunci: Perencanaan kawasan, pertanian berkelanjutan, strategi pertanian
IDENTIFICATION OF POTENTIAL AGRICULTURAL COMMODITIES AND
DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL TYPOLOGY IN BOJONEGORO REGENCY
ABSTRACT
Bojonegoro Regency, East Java, possesses significant potential in the agricultural sector, supported by high yields of
staple crops such as rice, corn, and soybeans. However, land-use changes driven by industrial activities, including the Cepu
Block managed by Exxon Mobil, have negatively affected the socioeconomic conditions of farmers who rely on agriculture
as their primary source of income. The objectives of this study were to analyze agricultural production and productivity levels
in Bojonegoro and evaluate its strategic agricultural commodities. The research utilizes secondary data from the 2022
Bojonegoro Statistics Agency (BPS), focusing on five variables: food crops, horticulture, plantation, livestock, and fertilizer
application (NPK, Petroganik, Urea). The results identified nine key indicators of strategic commodities, grouped into three
main components: (1) corn productivity and fertilizer application (NPK, Petroganik, Urea); (2) livestock, including
chicken, beef cattle, and goats; (3) rice and sugarcane productivity alongside Petroganik fertilizer application. These findings
emphasize the importance of optimal fertilizer management and support for strategic commodities to sustain agricultural
development. A comprehensive development strategy is essential to enhance productivity and mitigate the impact of land-use
changes.
Keywords: Agricultural strategy, regional development, sustainable agriculture
29
Identifikasi Komoditas Unggulan dan Tipologi Pertanian Kabupaten Bojonegoro
PERNYATAAN KUNCI
tanaman pangan mendominasi sektor pertanian
dengan kontribusi sebesar 62,76% (Annisa dan
Santoso 2019). Dominasi ini didukung oleh
potensi sumber daya alam yang melimpah,
termasuk tanah pertanian yang relatif subur.
Kesuburan tersebut dipengaruhi oleh topografi
yang cenderung datar serta lokasinya yang berada
di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo,
sehingga ketersediaan air untuk kegiatan
pertanian tetap terjaga dengan baik.
Kabupaten Bojonegoro memiliki bera-gam
potensi di sektor pertanian, namun belum
sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal sebagai
komoditas unggulan. Komoditas unggulan
merupakan produk andalan yang memiliki potensi
strategis untuk dikembangkan di suatu wilayah,
dengan penetapannya didasarkan pada berbagai
pertimbangan (Rahayu dan Simanullang 2023),
seperti kondisi teknis (tanah dan iklim), teknologi,
kemampuan sumber daya manusia, infrastruktur,
serta aspek sosial budaya setempat (Andri dan
Tumbuan 2017; Kaswanto et al. 2021a; Setiawan
et al. 2024).
Oleh karena itu, diperlukan identifikasi
komoditas unggulan untuk menentukan prioritas
pengembangan sektor pertanian. Tantangan ini
semakin relevan mengingat sektor pertanian di
Kabupaten Bojonegoro menghadapi ancaman
alih fungsi lahan akibat ekspansi perusahaan
migas (BPS Bojonegoro 2017). Konversi lahan
merupakan ancaman yang serius bagi ketahanan
pangan karena nilai lahan (land rent) sawah lebih
rendah dibandingkan dengan penggunaan lain
dan lemahnya komitmen dalam perlindungan
lahan sawah di masing-masing kabupaten/kota di
Indonesia (Bondansari 2024). Alih fungsi lahan
ini sulit dikendalikan, dan sebagian lahan sawah
yang terdampak merupakan lahan dengan
produktivitas tinggi hingga sangat tinggi (Keiky
2016; Faradilla et al. 2018; Patiung 2020;
Kaswanto et al. 2021b). Fenomena ini tidak hanya
berpotensi mengancam predikat “lumbung
pangan”
Kabupaten
Bojonegoro
akibat
penurunan produksi, tetapi juga mempengaruhi
kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada
sektor tersebut. Data menunjukkan bahwa 42,5%
penduduk Kabupaten Bojonegoro bekerja di
sektor pertanian, sehingga dampak alih fungsi
lahan berimplikasi langsung pada kehidupan
mereka (BPS Bojonegoro 2023).
Dalam perencanaan dan pengelolaan sektor
pertanian yang berkelanjutan, selain identifikasi
komoditas unggulan, penting juga untuk
• Perubahan sosial ekonomi di Kabupaten
Bojonegoro akibat adanya peningkatan
Pendapatan Asli Daerah di bidang minyak dan
gas menyebabkan pergeseran arah pengembangan pertanian di Kabupaten Bojonegoro.
• Penentuan komoditas utama di Kabupaten
Bojonegoro
masih
berdasarkan
data
produktivitas komoditas pertanian dan belum
didukung dengan analisis sosial ekonomi yang
holistik.
• Perencanaan Penataan Ruang Wilayah
Kabupaten Bojonegoro sebaiknya mempertimbangkan perlindungan wilayah komoditas
unggulan pertanian oleh maraknya alih fungsi
lahan menjadi area pertambangan, guna
menjaga keberlanjutan ekonomi lokal dan
ketahanan pangan.
REKOMENDASI KEBIJAKAN
Berdasarkan analisis komoditas strategis di
Kabupaten Bojonegoro, diperlukan beberapa
langkah
kebijakan
untuk
meningkatkan
produktivitas pertanian dan peternakan. Pertama,
pemerintah perlu memastikan ketersediaan pupuk
seperti NPK, Petroganik, dan Urea secara tepat
waktu, terutama untuk mendukung produktivitas
jagung, padi, dan tebu. Pelatihan bagi petani
mengenai penggunaan pupuk yang efisien juga
perlu ditingkatkan. Kedua, sektor peternakan
seperti sapi potong, ayam, dan kambing potong
memerlukan dukungan melalui program
pembibitan, perbaikan layanan kesehatan hewan,
serta penguatan rantai pasok untuk memenuhi
permintaan pasar yang terus meningkat. Ketiga,
irigasi perlu dikembangkan untuk menjamin
kebutuhan air pertanian, terutama untuk tanaman
padi dan tebu.
Selain itu, pengembangan pa (...truncated)