IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DAN TIPOLOGI PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO

Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, Apr 2025

Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi besar di sektor pertanian yang didukung oleh hasil produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Namun, alih fungsi lahan akibat aktivitas industri, seperti Blok Cepu yang dikelola Exxon Mobil, telah memberikan dampak negatif pada kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi dan produktivitas sektor pertanian di Bojonegoro serta mengevaluasi komoditas pertanian strategis menggunakan data sekunder dari BPS Bojonegoro tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan sembilan indikator komoditas unggulan, yang dikelompokkan menjadi tiga komponen utama: (1) produktivitas jagung dan realisasi pupuk (NPK, Petroganik, Urea); (2) ternak ayam, sapi potong, dan kambing potong; (3) produktivitas padi, tebu, dan realisasi pupuk Petroganik. Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan pupuk yang optimal dan dukungan terhadap komoditas strategis untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Bojonegoro. Strategi pengembangan yang holistik diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak alih fungsi lahan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/download/60533/30389

IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DAN TIPOLOGI PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO

Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Vol.12 No.1, Tahun 2025 ISSN : 2355-6226 E-ISSN : 2477-0299 IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DAN TIPOLOGI PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO Ena Korniati1, Deviana Asnat Lende1, Utik Tri Wulan Cahya1* , Erwin Ismu Wisnubroto1 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana Tunggadewi * E-mail: ABSTRAK Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi besar di sektor pertanian yang didukung oleh hasil produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Namun, alih fungsi lahan akibat aktivitas industri, seperti Blok Cepu yang dikelola Exxon Mobil, telah memberikan dampak negatif pada kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi dan produktivitas sektor pertanian di Bojonegoro serta mengevaluasi komoditas pertanian strategis menggunakan data sekunder dari BPS Bojonegoro tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan sembilan indikator komoditas unggulan, yang dikelompokkan menjadi tiga komponen utama: (1) produktivitas jagung dan realisasi pupuk (NPK, Petroganik, Urea); (2) ternak ayam, sapi potong, dan kambing potong; (3) produktivitas padi, tebu, dan realisasi pupuk Petroganik. Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan pupuk yang optimal dan dukungan terhadap komoditas strategis untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Bojonegoro. Strategi pengembangan yang holistik diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak alih fungsi lahan. Kata kunci: Perencanaan kawasan, pertanian berkelanjutan, strategi pertanian IDENTIFICATION OF POTENTIAL AGRICULTURAL COMMODITIES AND DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL TYPOLOGY IN BOJONEGORO REGENCY ABSTRACT Bojonegoro Regency, East Java, possesses significant potential in the agricultural sector, supported by high yields of staple crops such as rice, corn, and soybeans. However, land-use changes driven by industrial activities, including the Cepu Block managed by Exxon Mobil, have negatively affected the socioeconomic conditions of farmers who rely on agriculture as their primary source of income. The objectives of this study were to analyze agricultural production and productivity levels in Bojonegoro and evaluate its strategic agricultural commodities. The research utilizes secondary data from the 2022 Bojonegoro Statistics Agency (BPS), focusing on five variables: food crops, horticulture, plantation, livestock, and fertilizer application (NPK, Petroganik, Urea). The results identified nine key indicators of strategic commodities, grouped into three main components: (1) corn productivity and fertilizer application (NPK, Petroganik, Urea); (2) livestock, including chicken, beef cattle, and goats; (3) rice and sugarcane productivity alongside Petroganik fertilizer application. These findings emphasize the importance of optimal fertilizer management and support for strategic commodities to sustain agricultural development. A comprehensive development strategy is essential to enhance productivity and mitigate the impact of land-use changes. Keywords: Agricultural strategy, regional development, sustainable agriculture 29 Identifikasi Komoditas Unggulan dan Tipologi Pertanian Kabupaten Bojonegoro PERNYATAAN KUNCI tanaman pangan mendominasi sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 62,76% (Annisa dan Santoso 2019). Dominasi ini didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk tanah pertanian yang relatif subur. Kesuburan tersebut dipengaruhi oleh topografi yang cenderung datar serta lokasinya yang berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, sehingga ketersediaan air untuk kegiatan pertanian tetap terjaga dengan baik. Kabupaten Bojonegoro memiliki bera-gam potensi di sektor pertanian, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal sebagai komoditas unggulan. Komoditas unggulan merupakan produk andalan yang memiliki potensi strategis untuk dikembangkan di suatu wilayah, dengan penetapannya didasarkan pada berbagai pertimbangan (Rahayu dan Simanullang 2023), seperti kondisi teknis (tanah dan iklim), teknologi, kemampuan sumber daya manusia, infrastruktur, serta aspek sosial budaya setempat (Andri dan Tumbuan 2017; Kaswanto et al. 2021a; Setiawan et al. 2024). Oleh karena itu, diperlukan identifikasi komoditas unggulan untuk menentukan prioritas pengembangan sektor pertanian. Tantangan ini semakin relevan mengingat sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro menghadapi ancaman alih fungsi lahan akibat ekspansi perusahaan migas (BPS Bojonegoro 2017). Konversi lahan merupakan ancaman yang serius bagi ketahanan pangan karena nilai lahan (land rent) sawah lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan lain dan lemahnya komitmen dalam perlindungan lahan sawah di masing-masing kabupaten/kota di Indonesia (Bondansari 2024). Alih fungsi lahan ini sulit dikendalikan, dan sebagian lahan sawah yang terdampak merupakan lahan dengan produktivitas tinggi hingga sangat tinggi (Keiky 2016; Faradilla et al. 2018; Patiung 2020; Kaswanto et al. 2021b). Fenomena ini tidak hanya berpotensi mengancam predikat “lumbung pangan” Kabupaten Bojonegoro akibat penurunan produksi, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut. Data menunjukkan bahwa 42,5% penduduk Kabupaten Bojonegoro bekerja di sektor pertanian, sehingga dampak alih fungsi lahan berimplikasi langsung pada kehidupan mereka (BPS Bojonegoro 2023). Dalam perencanaan dan pengelolaan sektor pertanian yang berkelanjutan, selain identifikasi komoditas unggulan, penting juga untuk • Perubahan sosial ekonomi di Kabupaten Bojonegoro akibat adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah di bidang minyak dan gas menyebabkan pergeseran arah pengembangan pertanian di Kabupaten Bojonegoro. • Penentuan komoditas utama di Kabupaten Bojonegoro masih berdasarkan data produktivitas komoditas pertanian dan belum didukung dengan analisis sosial ekonomi yang holistik. • Perencanaan Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Bojonegoro sebaiknya mempertimbangkan perlindungan wilayah komoditas unggulan pertanian oleh maraknya alih fungsi lahan menjadi area pertambangan, guna menjaga keberlanjutan ekonomi lokal dan ketahanan pangan. REKOMENDASI KEBIJAKAN Berdasarkan analisis komoditas strategis di Kabupaten Bojonegoro, diperlukan beberapa langkah kebijakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan. Pertama, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pupuk seperti NPK, Petroganik, dan Urea secara tepat waktu, terutama untuk mendukung produktivitas jagung, padi, dan tebu. Pelatihan bagi petani mengenai penggunaan pupuk yang efisien juga perlu ditingkatkan. Kedua, sektor peternakan seperti sapi potong, ayam, dan kambing potong memerlukan dukungan melalui program pembibitan, perbaikan layanan kesehatan hewan, serta penguatan rantai pasok untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Ketiga, irigasi perlu dikembangkan untuk menjamin kebutuhan air pertanian, terutama untuk tanaman padi dan tebu. Selain itu, pengembangan pa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/download/60533/30389
Article home page: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/view/60533/30389

Ena Korniati, Lende Deviana Asnat, Cahya Utik Tri Wulan, Wisnubroto Erwin Ismu. IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DAN TIPOLOGI PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO, Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 2025, pp. 29-37,