Kekerasan Gender pada masa Pacaran

Kabanti : Jurnal Kerabat Antropologi, Apr 2025

This study aims to determine and describe the reasons for dating violence. The informants in this study amounted to 8 people, with the criteria of informants chosen, namely people who have been dating, are dating and have experienced violence during the dating period. Data collection in this study was casual observation and in-depth interviews. The results showed that the occurrence of violence was caused by unequal relations between men and women, dependence on boyfriends, excessive male dominance as boyfriends

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/download/2918/1874

Kekerasan Gender pada masa Pacaran

KABANTI: Jurnal Kerabat Antropologi Volume 8, Nomor 2, Desember 2024: 186 – 194 ISSN: 2622-8750 (Cetak) ISSN: 2503-3468 (Online) KEKERASAN GENDER PADA MASA PACARAN GENDER VIOLENCE DURING THE DAIRY PERIOD Rinja1*, Sarlan Adi Jaya2, Laxmi3 Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Haluoleo, Kampus Hijau Tridarma, Andonohu, Jl. H.E.A.Mokodompit, Kendari, 95335, Indonesia Email Korespodensi :* 1,2,3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan masih terjadinya kekerasan masa pacaran. Informan dalam penelitian ini yakni berjumlah 8 orang, dengan kriteria informan yang di pilih yaitu orang yang sudah berpacaran, sedang berpacaran dan pernah mengalami kekerasan pada masa pacaran. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi biasa dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya kekerasan diakibatkan oleh relasi yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan, ketergantungan terhadap pacar, dominasi laki-laki sebagai pacar yang berlebihan. Kata kunci: Kekerasan; Pacaran; Perempuan ABSTRACT This study aims to determine and describe the reasons for dating violence. The informants in this study amounted to 8 people, with the criteria of informants chosen, namely people who have been dating, are dating and have experienced violence during the dating period. Data collection in this study was casual observation and in-depth interviews. The results showed that the occurrence of violence was caused by unequal relations between men and women, dependence on boyfriends, excessive male dominance as boyfriends. Keywords: Violence; Dating; Woman Rinja, Sarlan Adi Jaya, Laxmi : Kekerasan Gender Pada Masa Pacaran PENDAHULUAN Kekerasan gender, dan khususnya kekerasan terhadap perempuan, masih menjadi fenomena sosial yang semakin memprihatinkan masyarakat. Sebagai isu dunia yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pernyataan PBB telah mengkarakterisasi kekerasan terhadap perempuan sebagai kekejaman orientasi yang menyebabkan penderitaan fisik, mental, dan seksual terhadap perempuan, termasuk bahaya terhadap kesempatan mereka baik dalam aktivitas pribadi maupun bermasyarakat (Coomaraswamy, 2018). Menurut Ayu, dkk (2012) perempuan lebih sering menjadi korban tindak kekerasan daripada laki-laki karena adanya perbedaan kekuatan antara laki-laki dan perempuan yang dianut oleh masyarakat luas. Ketidakadilan dalam hal gender telah terpatri dalam kehidupan seharihari karena perempuan dianggap lemah, tunduk, pasif, dan lebih cenderung mendahulukan kepentingan laki-laki di atas kepentingannya sendiri, maka memperlakukan mereka secara sewenang-wenang atau tidak wajar dianggap sebagai hal yang wajar. Kekerasan dalam pacaran yang dialami perempuan didominasi oleh relasi gender, hal ini dikarenakan laki-laki memiliki akses dan control yang lebih besar dibandingkan perempuan. Kekerasan dan ketergantungan perempuan berbanding lurus, semakin besar ketergantungan perempuan terhadap pasangannya, maka semakin besar pula peluang perempuan untuk dapat dikontrol, dikendalikan, dan mengalami kekerasan (Intan Permata Sari, 2018). Situasi inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya kekerasan gender yang dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Berdasarkan hasil penelitian di lingkungan Kelurahan Lalolara Kota Kendari, khususnya yang terjadi di lingkungan rumah kost, penulis mengetahui telah terjadi kekerasan masa pacaran, kejadiannya disalah satu rumah kost Durian, Lorong Hijau (nama rumah kost, nama Lorong, nama pelaku dan korban dalam penelitian ini, penulis menggunakan nama samaran-samaran untuk menjaga privasi). Salah satu korban mendapatkan caci maki, tendangan, pukulan, hingga kepala korban dibenturkan di dinding oleh pelaku. Penulis mengetahui, bahwa penyebabnya karena pelaku menemukan pesan WhatsApp pada Handphone korban, dari seorang laki-laki yang mengajaknya bertemu. Akibat dari kiriman WhatsApp tersebut membuat pelaku melakukan kekerasan kepada pacarnya. KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, Vol. 8 No. 2 (Desember - 2024) ; 186 194 http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabanti |187 Rinja, Sarlan Adi Jaya, Laxmi : Kekerasan Gender Pada Masa Pacaran METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di rumah-rumah kost yang ada di lingkungan Kelurahan Lalolara Kota Kendari, alasan penulis memilih tempat ini dikarenakan dari hasil observasi sementara, penulis melihat banyak mahasiswa yang mengalami kekerasan masa pacaran dari pasangan mereka. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling atau bola salju. Snowball Sampling adalah pendekatan untuk menemukan informan kunci yang memiliki banyak informasi. Dengan menggunakan pendekatan ini, beberapa informan potensial dihubungi dan ditanya apakah mereka mengetahui orang lain yang memiliki karakteristik yang diinginkan untuk keperluan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian langsung di lapangan atau Field Work dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi (jika informan setuju), dan life history. Hal ini penulis pinjam dari pandangan Spradley (1997) bahwa salah satu karakteristik metode penelitian ini adalah sifatnya yang holisticintegrative, deskripsi yang mendalam atau Thick Description dan analisis kualitatif untuk mendapatkan pemahaman tentang individu sebagai korban yang diteliti serta menggunakan observasi terlibat. Observasi yang dilakukan berkaitan dengan kekerasan gender pada masa pacaran. Adapun wawancara dilakukan secara mendalam untuk mengumpulkan data dan informasi secara lebih mendalam dengan cara melakukan tanya jawab kepada informan guna menemukan jawaban dari permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, untuk memperkuat dan memperdalam data-data dari korban kekerasan masa pacaran, peneliti menggunakan pula metode Life History yaitu data pengalaman hidup, dengan maksud untuk menggali keterangan mengenai apa yang dialami korban sebagai individu-individu terpilih, dari masyarakat Kelurahan Lalolara yang sedang menjadi objek penelitian (Koentjaraningrat dalam Laxmi, 2022). HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan berpacaran biasanya dilakukan oleh anak muda yang baru memasuki bangku perkuliahan. Kelurahan Lalolara sebagai lingkungan kost mahasiswa namun juga manjadi arena terjalinnya asmara. Memang tidak dapat dipungkiri bahwan berpacara adalah sebuah fenomena tersendiri di kalangan remaja. Masa remaja sangat identik dengan masa pencarian jati diri, dan perkembangan emosi pada masa remaja juga dapat dikatakan KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, Vol. 8 No. 2 (Desember - 2024) ; 186 194 http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabanti |188 Rinja, Sarlan Adi Jaya, Laxmi : Kekerasan Gender Pada Masa Pacaran masih labil, sehigga masih mudah terpengaruh oleh lingkungan terutama dalam mencoba hal-hal yang baru. Secara alami, orang yang bertanggung jawab atas hubungan berpacaran memiliki tujuan dan harapan untuk hubungan tersebut. Tujuan dalam menjalin hubungan berpa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/download/2918/1874
Article home page: http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/view/2918/1874

Rinja Rinja, Sarlan Adijaya, Laxmi Laxmi. Kekerasan Gender pada masa Pacaran, Kabanti : Jurnal Kerabat Antropologi, 2025, pp. 186 - 194,