Analisis Kolokasi Bahasa Indonesia Pada Berita Pendidikan Di Media Online Menggunakan Pendekatan Semantik Kognitif Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Teks Berita

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), May 2025

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kolokasi dalam teks berita pendidikan di media online dengan pendekatan semantik kognitif. Kolokasi merupakan kombinasi kata yang sering muncul bersama dan memiliki makna yang khas. Analisis kolokasi dalam teks berita pendidikan penting untuk memahami bagaimana pemilihan kata dapat memengaruhi pemahaman pembaca terhadap isi berita. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen. Data berupa teks berita pendidikan dikumpulkan dari sumber media online yang kredibel yaitu Detikcom. Analisis dilakukan berdasarkan teori Benson et al. yang mengelompokkan kolokasi menjadi dua jenis utama, yaitu kolokasi leksikal dan kolokasi gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kolokasi leksikal yang dominan dalam teks berita pendidikan adalah nomina + verba dan verba + nomina, sedangkan pada kolokasi gramatikal, pola verba + preposisi + nomina paling sering digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa kolokasi dalam teks berita pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterbacaan dan kejelasan informasi yang disampaikan kepada pembaca. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman terhadap kolokasi dapat membantu pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita yang lebih efektif. Temuan ini juga memberikan wawasan bagi para pendidik dan jurnalis dalam menyusun teks berita yang lebih komunikatif dan mudah dipahami.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/download/1313/871

Analisis Kolokasi Bahasa Indonesia Pada Berita Pendidikan Di Media Online Menggunakan Pendekatan Semantik Kognitif Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Teks Berita

JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Volume 6 No 1 Halaman 253 - 274 Analysis of Indonesian Collocation in Educational News in Online Media Using Cognitive Semantic Approach and Its Implementation in Learning News Texts Analisis Kolokasi Bahasa Indonesia Pada Berita Pendidikan Di Media Online Menggunakan Pendekatan Semantik Kognitif Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Teks Berita Nelly Simanjuntak1, Beslina Afriani Siagian2, Rolan Manurung3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas HKBP Nommensen Email : , , *Corresponding Author Received : 20 April 2025, Revised : 14 May 2025, Accepted : 15 May 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the use of collocation in educational news texts in online media using a cognitive semantic approach. Collocation is a combination of words that often appear together and have a distinctive meaning. Analysis of collocation in educational news texts is important to understand how word choice can affect readers' understanding of the content of the news. The research method used is a qualitative descriptive study with document analysis techniques. Data in the form of educational news texts were collected from credible online media sources, namely Detikcom. The analysis was carried out based on the theory of Benson et al. which groups collocation into two main types, namely lexical collocation and grammatical collocation. The results of the study showed that the dominant lexical collocation patterns in educational news texts were nouns + verbs and verbs + nouns, while in grammatical collocations, the verb + preposition + noun pattern was most often used. This shows that collocation in educational news texts has an important role in improving the readability and clarity of information conveyed to readers. The conclusion of this study is that understanding collocation can help Indonesian language learning, especially in improving more effective news text writing skills. This finding also provides insight for educators and journalists in composing more communicative and easy-tounderstand news texts. Keywords: Collocation, Online Media News, Cognitive Semantics, News Text Learning ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kolokasi dalam teks berita pendidikan di media online dengan pendekatan semantik kognitif. Kolokasi merupakan kombinasi kata yang sering muncul bersama dan memiliki makna yang khas. Analisis kolokasi dalam teks berita pendidikan penting untuk memahami bagaimana pemilihan kata dapat memengaruhi pemahaman pembaca terhadap isi berita. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen. Data berupa teks berita pendidikan dikumpulkan dari sumber media online yang kredibel yaitu Detikcom. Analisis dilakukan berdasarkan teori Benson et al. yang mengelompokkan kolokasi menjadi dua jenis utama, yaitu kolokasi leksikal dan kolokasi gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kolokasi leksikal yang dominan dalam teks berita pendidikan adalah nomina + verba dan verba + nomina, sedangkan pada kolokasi gramatikal, pola verba + preposisi + nomina paling sering digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa kolokasi dalam teks berita pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterbacaan dan kejelasan informasi yang disampaikan kepada pembaca. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman terhadap kolokasi dapat membantu pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita yang lebih efektif. Temuan ini juga memberikan wawasan bagi para pendidik dan jurnalis dalam menyusun teks berita yang lebih komunikatif dan mudah dipahami. Kata Kunci: Kolokasi, Berita Media Online, Semantik Kognitif, Pembelajaran Teks Berita http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/index JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 6(1) 2025: 253 - 274 1. Pendahuluan Bahasa menjadi sebuah alat komunikasi yang penting dalam menyampaikan sebuah informasi. Dalam kehidupan sehari-hari bahasa berperan sebagai alat komunikasi utama. Sebagai alat komunikasi, bahasa memiliki kekuatan yang mampu untuk memengaruhi cara berfikir dan bertindak seseorang. Misalnya, dalam menyampaikan informasi melalui media massa, narasi atau informasi yang dimuat dapat membentuk opini publik (Hymes dalam Iswatiningsih, 2014). Media online merupakan sumber informasi bagi masyarakat. Salah satu media online yang memuat berbagai informasi-informasi penting terkait dengan isu-isu yang terjadi adalah salah satunya adalah Detikcom. Media ini memiliki peran dalam penyebaran berita pendidikan. Teks berita pendidikan yang disajikan dalam media ini menjadi sarana penting dalam memahami isu disampaikan kepada khalayak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pavlik (2013), media online tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga memframing isu dengan cara-cara tertentu sehingga dapat memengaruhi pandangan pembacanya. Dalam teks berita pendidikan yang dimuat dalam media Detikcom pemilihan kata dan kombinasi kata yang dipakai menjadi salah satu cara dalam penyampaian berita secara efektif. Salah satu bagian linguistik yang menarik untuk diteliti dalam teks berita pendidikan di media online adalah fenomena kolokasi. Namun, saat ini pola kolokasi yang digunakan belum banyak diteliti secara mendalam terutama dalam media online. Kolokasi merujuk pada kecenderungan dua kata atau lebih yang sering muncul bersama dalam suatu konteks tertentu. Kolokasi dapat membentuk makna idiomatis, figuratif, sehingga kesulitan pengenalan makna pada kolokasi sering ditemukan pada ketidaklogisan hubungan kata yang mana yang dapat digabungkan menjadi kolokasi (Siagian, 2024). Dalam konteks teks berita pendidikan, kolokasi sering kali digunakan untuk menciptakan makna yang lebih kuat, menggambarkan emosi atau menyampaikan ide dengan cara yang lebih efektif. Kolokasi sendiri didefinisikan sebagai “sanding kata” atau asosiasi tertentu dalam menggunakan pilihan kata yang cenderung digunakan secara berdampingan (Sumarlam et al., 2023). Hal ini senada dengan pendapat Larson (1989) dalam (Pelawi, 2009) yang menyatakan, bahwa kolokasi adalah katakata yang disatukan dalam frasa atau kalimat untuk membentuk kesatuan semantik. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kolokasi adalah penggabungan dua kata atau lebih yang muncul secara bersamaan membentuk satu kesatuan makna. Pengertian ini menempatkan kolokasi sebagai fenomena penting dalam linguistik terutama dalam memahami bahasa digunakan secara alami oleh penuturnya. Kolokasi mempunyai struktur atau pola tertentu sehingga merupakan sebuah sistem yang dapat dikaji dan dipelajari serta pola struktur atau sistem gramatika bahasa itu pada umumnya bersifat statis dan jarang terjadi perubahan dalam waktu yang cukup lama sehingga hal ini membuat penelitian tentang struktur atau pola kolokasi dapat dilakukan (Mindela et al., 2024) Semantik adalah cabang linguistik yang mempelajari makna kata, frasa, kalimat dan teks dalam suatu bahasa. (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/download/1313/871
Article home page: https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1313/871

Nelly Simanjuntak, Siagian Beslina Afriani, Rolan Manurung. Analisis Kolokasi Bahasa Indonesia Pada Berita Pendidikan Di Media Online Menggunakan Pendekatan Semantik Kognitif Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Teks Berita, Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 2025, pp. 253-274,