Analisis Kolokasi Bahasa Indonesia Pada Berita Pendidikan Di Media Online Menggunakan Pendekatan Semantik Kognitif Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Teks Berita
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Volume 6 No 1 Halaman 253 - 274
Analysis of Indonesian Collocation in Educational News in Online Media Using
Cognitive Semantic Approach and Its Implementation in Learning News Texts
Analisis Kolokasi Bahasa Indonesia Pada Berita Pendidikan Di Media Online
Menggunakan Pendekatan Semantik Kognitif Dan Implementasinya Terhadap
Pembelajaran Teks Berita
Nelly Simanjuntak1, Beslina Afriani Siagian2, Rolan Manurung3
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas HKBP Nommensen
Email : , ,
*Corresponding Author
Received : 20 April 2025, Revised : 14 May 2025, Accepted : 15 May 2025
ABSTRACT
This study aims to analyze the use of collocation in educational news texts in online media using a
cognitive semantic approach. Collocation is a combination of words that often appear together and have
a distinctive meaning. Analysis of collocation in educational news texts is important to understand how
word choice can affect readers' understanding of the content of the news. The research method used is a
qualitative descriptive study with document analysis techniques. Data in the form of educational news
texts were collected from credible online media sources, namely Detikcom. The analysis was carried out
based on the theory of Benson et al. which groups collocation into two main types, namely lexical
collocation and grammatical collocation. The results of the study showed that the dominant lexical
collocation patterns in educational news texts were nouns + verbs and verbs + nouns, while in
grammatical collocations, the verb + preposition + noun pattern was most often used. This shows that
collocation in educational news texts has an important role in improving the readability and clarity of
information conveyed to readers. The conclusion of this study is that understanding collocation can help
Indonesian language learning, especially in improving more effective news text writing skills. This finding
also provides insight for educators and journalists in composing more communicative and easy-tounderstand news texts.
Keywords: Collocation, Online Media News, Cognitive Semantics, News Text Learning
ABSTRACT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kolokasi dalam teks berita pendidikan di media
online dengan pendekatan semantik kognitif. Kolokasi merupakan kombinasi kata yang sering muncul
bersama dan memiliki makna yang khas. Analisis kolokasi dalam teks berita pendidikan penting untuk
memahami bagaimana pemilihan kata dapat memengaruhi pemahaman pembaca terhadap isi berita.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen.
Data berupa teks berita pendidikan dikumpulkan dari sumber media online yang kredibel yaitu
Detikcom. Analisis dilakukan berdasarkan teori Benson et al. yang mengelompokkan kolokasi menjadi
dua jenis utama, yaitu kolokasi leksikal dan kolokasi gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pola kolokasi leksikal yang dominan dalam teks berita pendidikan adalah nomina + verba dan verba +
nomina, sedangkan pada kolokasi gramatikal, pola verba + preposisi + nomina paling sering digunakan.
Hal ini menunjukkan bahwa kolokasi dalam teks berita pendidikan memiliki peran penting dalam
meningkatkan keterbacaan dan kejelasan informasi yang disampaikan kepada pembaca. Simpulan dari
penelitian ini adalah bahwa pemahaman terhadap kolokasi dapat membantu pembelajaran bahasa
Indonesia, terutama dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita yang lebih efektif. Temuan
ini juga memberikan wawasan bagi para pendidik dan jurnalis dalam menyusun teks berita yang lebih
komunikatif dan mudah dipahami.
Kata Kunci: Kolokasi, Berita Media Online, Semantik Kognitif, Pembelajaran Teks Berita
http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/index
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 6(1) 2025: 253 - 274
1. Pendahuluan
Bahasa menjadi sebuah alat komunikasi yang penting dalam menyampaikan sebuah
informasi. Dalam kehidupan sehari-hari bahasa berperan sebagai alat komunikasi utama.
Sebagai alat komunikasi, bahasa memiliki kekuatan yang mampu untuk memengaruhi cara
berfikir dan bertindak seseorang. Misalnya, dalam menyampaikan informasi melalui media
massa, narasi atau informasi yang dimuat dapat membentuk opini publik (Hymes dalam
Iswatiningsih, 2014). Media online merupakan sumber informasi bagi masyarakat. Salah satu
media online yang memuat berbagai informasi-informasi penting terkait dengan isu-isu yang
terjadi adalah salah satunya adalah Detikcom. Media ini memiliki peran dalam penyebaran
berita pendidikan. Teks berita pendidikan yang disajikan dalam media ini menjadi sarana
penting dalam memahami isu disampaikan kepada khalayak. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Pavlik (2013), media online tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga
memframing isu dengan cara-cara tertentu sehingga dapat memengaruhi pandangan
pembacanya. Dalam teks berita pendidikan yang dimuat dalam media Detikcom pemilihan kata
dan kombinasi kata yang dipakai menjadi salah satu cara dalam penyampaian berita secara
efektif.
Salah satu bagian linguistik yang menarik untuk diteliti dalam teks berita pendidikan di
media online adalah fenomena kolokasi. Namun, saat ini pola kolokasi yang digunakan belum
banyak diteliti secara mendalam terutama dalam media online. Kolokasi merujuk pada
kecenderungan dua kata atau lebih yang sering muncul bersama dalam suatu konteks
tertentu. Kolokasi dapat membentuk makna idiomatis, figuratif, sehingga kesulitan pengenalan
makna pada kolokasi sering ditemukan pada ketidaklogisan hubungan kata yang mana yang
dapat digabungkan menjadi kolokasi (Siagian, 2024). Dalam konteks teks berita pendidikan,
kolokasi sering kali digunakan untuk menciptakan makna yang lebih kuat, menggambarkan
emosi atau menyampaikan ide dengan cara yang lebih efektif. Kolokasi sendiri didefinisikan
sebagai “sanding kata” atau asosiasi tertentu dalam menggunakan pilihan kata yang
cenderung digunakan secara berdampingan (Sumarlam et al., 2023). Hal ini senada dengan
pendapat Larson (1989) dalam (Pelawi, 2009) yang menyatakan, bahwa kolokasi adalah katakata yang disatukan dalam frasa atau kalimat untuk membentuk kesatuan semantik.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kolokasi adalah
penggabungan dua kata atau lebih yang muncul secara bersamaan membentuk satu kesatuan
makna. Pengertian ini menempatkan kolokasi sebagai fenomena penting dalam linguistik
terutama dalam memahami bahasa digunakan secara alami oleh penuturnya. Kolokasi
mempunyai struktur atau pola tertentu sehingga merupakan sebuah sistem yang dapat dikaji
dan dipelajari serta pola struktur atau sistem gramatika bahasa itu pada umumnya bersifat
statis dan jarang terjadi perubahan dalam waktu yang cukup lama sehingga hal ini membuat
penelitian tentang struktur atau pola kolokasi dapat dilakukan (Mindela et al., 2024)
Semantik adalah cabang linguistik yang mempelajari makna kata, frasa, kalimat dan
teks dalam suatu bahasa. (...truncated)