Hubungan Penggunaan Tas Punggung dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal pada Pelajar SMA
e-CliniC 2025; Vol. 13, No. 2: 241-247
DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.v13i2.58292
URL Homepage: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic
Hubungan Penggunaan Tas Punggung dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal pada
Pelajar SMA
Relationship between Backpack Usage and Musculoskeletal Disorder among High School
Students
Godilia Solo,1 Octavia D. Wahyuni2
1
Program Studi Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia
Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia
Email:
2
Received: September 25, 2024; Accepted: March 21, 2025; Published online: April 1, 2025
Abstract: Backpack is still quite popular among high school students, albeit, inappropriate usage of
backpacks can cause side effects in the form of pain complaints in the musculoskeletal system. This
study aimed to determine the relationship between backpack usage and musculoskeletal disorders
among high school students. This was an observational and analytical study with a cross-sectional
design. Samples were high school students grades X-XI of SMA Regina Pacis Jakarta obtained by
using concecutive non-random sampling method. Data of musculoskeletal pain using the Nordic
body map (NBM) questionnaire were accompanied by measurements of backpack weight, body
weight, and height. The results otained 94 students as samples. Students who used backpacks
appropriately and did not experience musculoskeletal disorders were 12 people (92.3%), while
students who used backpacks inappropriately and experienced musculoskeletal disorders were 20
people (24.7%). Analysis of the relationship between variables using the Fisher’s Exact test obtained
a p-value of 0.285, and a PR-value of 3.21. In conclusion, there is no significant relationship between
backpack usage and musculoskeletal disorder among high school students of SMA Regina Pacis
Jakarta. However, students who use backpacks inappropriately can experience musculoskeletal
disorders 3.21 times greater than students who use backpacks appropriately.
Keywords: backpack usage; musculoskeletal disorder; students
Abstrak: Penggunaan tas punggung di kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA) masih cukup
diminati, namun penggunaan tas punggung yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping
berupa keluhan nyeri pada sistem muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara penggunaan tas punggung dengan gangguan muskuloskeletal pada pelajar SMA.
Metode penelitian ialah analitik-observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian
yaitu pelajar SMA Regina Pacis Jakarta kelas X- XI berjumlah 94 orang. Pengambilan sampel
menggunakan metode concecutive non random sampling. Pengambilan data nyeri muskuloskeletal
menggunakan kuesioner Nordic body map (NBM), disertai pengukuran berat tas punggung, berat
badan, dan tinggi badan. Hasil penelitian mendapatkan pelajar yang menggunakan tas punggung
dengan tepat dan tidak mengalami gangguan muskuloskeletal sebanyak 12 orang (92,3%) sedangkan
pelajar yang menggunakan tas punggung tidak tepat dan mengalami gangguan muskuloskeletal
sebesar 20 orang (24,7%). Uji analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher’s Exact Test
mendapatkan p=0,285 dan nilai PR=3,21. Simpulan penelitian ini ialah tidak didapatkan hubungan
bermakna antara penggunaan tas punggung dengan gangguan muskuloskeletal pada pelajar SMA
Regina Pacis Jakarta, namun, pelajar yang menggunakan tas punggung tidak tepat dapat mengalami
gangguan muskuloskeletal 3,21 kali lebih besar dibandingkan pelajar yang menggunakan tas
punggung dengan tepat.
Kata kunci: penggunaan tas punggung; gangguan muskuloskeletal; pelajar
241
242 e-CliniC, Volume 13, Nomor 2, 2025, hlm. 241-247
PENDAHULUAN
Tas punggung merupakan salah satu alat yang digunakan oleh pelajar untuk membawa
perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.1,2 Tas punggung yang penggunaannya tidak tepat ≥10%
berat badan akan menyebabkan ketegangan pada otot, ligamen, dan tendon serta menimbulkan
tekanan dan nyeri yang hebat.3,4 American Chiropractic Assosiation (ACA) menyatakan bahwa
batas berat tas punggung yang wajar tidak melebihi 10-15% dari berat badan.5,6 Penggunaan tas
punggung yang benar ialah menggunakan kedua tali tas agar tumpukan dapat terdistribusi
dengan baik pada kedua sisi bahu, penggunaan dan pelepasan tas punggung harus dilakukan
secara hati-hati agar kestabilan bentuk tubuh dapat terjaga, menghindari gerakan memutar
berlebihan, menggunakan tas punggung dengan penyangga tali bahu yang bagus, serta jarak tas
punggung tidak boleh lebih dari 4 inci dari garis tengah tubuh pengguna (tidak boleh terlalu
tinggi atau terlalu rendah).7
Sistem muskuloskeletal merupakan sistem yang memampukan seseorang untuk bergerak
dengan menggunakan sistem rangka dan otot.8 Gangguan muskuloskeletal adalah keluhan yang
dirasakan oleh seseorang pada bagian otot dan tulang, mulai dari keluhan yang tidak terlalu nyeri
hingga serius.9-11 Panggabean dan Pujiastuti12 melakukan penelitian terhadap penggunaan tas
ransel dan tas sandang terkait kejadian nyeri leher pada 170 mahasiswa (46 laki-laki dan 124
perempuan). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara berat
beban tas dengan kejadian nyeri leher (p=1,000); antara jenis kelamin dengan keluhan nyeri
leher (p=0,345); serta antara durasi membawa tas dengan kejadian nyeri leher (p=0,763).
Berdasarkan uraian pada latar belakang, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang
pengaruh penggunaan tas punggung dengan kejadian nyeri muskuloskeletal pada pelajar
Sekolah Menengah Atas (SMA).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini ialah analitik-observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini
telah lulus kelaikan kaji etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran
Universitas Tarumanagara dengan nomor: 366/KEPK/FK UNTAR/I/2024. Penelitian dilakukan
di SMA Regina Pacis Jakarta pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ialah pelajar SMA
Regina Pacis Jakarta kelas X-XI berjumlah 94 orang. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan metode concecutive non random sampling.
Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu masih berstatus pelajar SMA Regina Pacis
Jakarta kelas X-XI dan rutin menggunakan tas punggung, berkomitmen dan bersedia mengisi
serta melakukan evaluasi tanpa paksaan, yang ditunjukkan dengan kesediaan untuk mengisi
informed consent. Kriteria eksklusi ialah pernah mengalami gangguan muskuloskeletal akibat
kecelakaan, trauma, jatuh, bawaan dari lahir, atau sudah didiagnosis adanya gangguan
muskuloskeletal oleh ahli, melakukan aktifitas fisik ekstrim, misalkan angkat beban atau panjat
tebing, dan minum obat anti analgetik atau antiinflamasi, terutama yang mengandung steroid
dan diminum lebih dari satu bulan secara terus menerus. Instrumen penelitian ini ialah kuesioner
Nordic Body Map (NBM) untuk menunjukkan lokasi atau titik pada bagian tubuh (leher atas,
bahu, lengan atas, punggung, dan pinggang) yang menagalami nyeri. Lokasi tersebut dib (...truncated)