Hubungan Penggunaan Tas Punggung dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal pada Pelajar SMA

e-CliniC, Apr 2025

Abstract: Backpack is still quite popular among high school students, albeit, inappropriate usage of backpacks can cause side effects in the form of pain complaints in the musculoskeletal system. This study aimed to determine the relationship between backpack usage and musculoskeletal disorders among high school students. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were high school students grades X-XI of SMA Regina Pacis Jakarta obtained by using concecutive non-random sampling method. Data of musculoskeletal pain using the Nordic body map (NBM) questionnaire were accompanied by measurements of backpack weight, body weight, and height. The results otained 94 students as samples. Students who used backpacks appropriately and did not experience musculoskeletal disorders were 12 people (92.3%), while students who used backpacks inappropriately and experienced musculoskeletal disorders were 20 people (24.7%). Analysis of the relationship between variables using the Fisher’s Exact test obtained a p-value of 0.285, and a PR-value of 3.21. In conclusion, there is no significant relationship between backpack usage and musculoskeletal disorder among high school students of SMA Regina Pacis Jakarta. However, students who use backpacks inappropriately can experience musculoskeletal disorders 3.21 times greater than students who use backpacks appropriately. Keywords: backpack usage; musculoskeletal disorder; students Abstrak: Penggunaan tas punggung di kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA) masih cukup diminati, namun penggunaan tas punggung yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping berupa keluhan nyeri pada sistem muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan tas punggung dengan gangguan muskuloskeletal pada pelajar SMA. Metode penelitian ialah analitik-observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu pelajar SMA Regina Pacis Jakarta kelas X- XI berjumlah 94 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode concecutive non random sampling. Pengambilan data nyeri muskuloskeletal menggunakan kuesioner Nordic body map (NBM), disertai pengukuran berat tas punggung, berat badan, dan tinggi badan. Hasil penelitian mendapatkan pelajar yang menggunakan tas punggung dengan tepat dan tidak mengalami gangguan muskuloskeletal sebanyak 12 orang (92,3%) sedangkan pelajar yang menggunakan tas punggung tidak tepat dan mengalami gangguan muskuloskeletal sebesar 20 orang (24,7%). Uji analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher’s Exact Test mendapatkan p=0,285 dan nilai PR=3,21. Simpulan penelitian ini ialah tidak didapatkan hubungan bermakna antara penggunaan tas punggung dengan gangguan muskuloskeletal pada pelajar SMA Regina Pacis Jakarta, namun, pelajar yang menggunakan tas punggung tidak tepat dapat mengalami gangguan muskuloskeletal 3,21 kali lebih besar dibandingkan pelajar yang menggunakan tas punggung dengan tepat. Kata kunci: penggunaan tas punggung; gangguan muskuloskeletal; pelajar

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/download/58292/49115

Hubungan Penggunaan Tas Punggung dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal pada Pelajar SMA

e-CliniC 2025; Vol. 13, No. 2: 241-247 DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.v13i2.58292 URL Homepage: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic Hubungan Penggunaan Tas Punggung dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal pada Pelajar SMA Relationship between Backpack Usage and Musculoskeletal Disorder among High School Students Godilia Solo,1 Octavia D. Wahyuni2 1 Program Studi Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia Email: 2 Received: September 25, 2024; Accepted: March 21, 2025; Published online: April 1, 2025 Abstract: Backpack is still quite popular among high school students, albeit, inappropriate usage of backpacks can cause side effects in the form of pain complaints in the musculoskeletal system. This study aimed to determine the relationship between backpack usage and musculoskeletal disorders among high school students. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were high school students grades X-XI of SMA Regina Pacis Jakarta obtained by using concecutive non-random sampling method. Data of musculoskeletal pain using the Nordic body map (NBM) questionnaire were accompanied by measurements of backpack weight, body weight, and height. The results otained 94 students as samples. Students who used backpacks appropriately and did not experience musculoskeletal disorders were 12 people (92.3%), while students who used backpacks inappropriately and experienced musculoskeletal disorders were 20 people (24.7%). Analysis of the relationship between variables using the Fisher’s Exact test obtained a p-value of 0.285, and a PR-value of 3.21. In conclusion, there is no significant relationship between backpack usage and musculoskeletal disorder among high school students of SMA Regina Pacis Jakarta. However, students who use backpacks inappropriately can experience musculoskeletal disorders 3.21 times greater than students who use backpacks appropriately. Keywords: backpack usage; musculoskeletal disorder; students Abstrak: Penggunaan tas punggung di kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA) masih cukup diminati, namun penggunaan tas punggung yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping berupa keluhan nyeri pada sistem muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan tas punggung dengan gangguan muskuloskeletal pada pelajar SMA. Metode penelitian ialah analitik-observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu pelajar SMA Regina Pacis Jakarta kelas X- XI berjumlah 94 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode concecutive non random sampling. Pengambilan data nyeri muskuloskeletal menggunakan kuesioner Nordic body map (NBM), disertai pengukuran berat tas punggung, berat badan, dan tinggi badan. Hasil penelitian mendapatkan pelajar yang menggunakan tas punggung dengan tepat dan tidak mengalami gangguan muskuloskeletal sebanyak 12 orang (92,3%) sedangkan pelajar yang menggunakan tas punggung tidak tepat dan mengalami gangguan muskuloskeletal sebesar 20 orang (24,7%). Uji analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher’s Exact Test mendapatkan p=0,285 dan nilai PR=3,21. Simpulan penelitian ini ialah tidak didapatkan hubungan bermakna antara penggunaan tas punggung dengan gangguan muskuloskeletal pada pelajar SMA Regina Pacis Jakarta, namun, pelajar yang menggunakan tas punggung tidak tepat dapat mengalami gangguan muskuloskeletal 3,21 kali lebih besar dibandingkan pelajar yang menggunakan tas punggung dengan tepat. Kata kunci: penggunaan tas punggung; gangguan muskuloskeletal; pelajar 241 242 e-CliniC, Volume 13, Nomor 2, 2025, hlm. 241-247 PENDAHULUAN Tas punggung merupakan salah satu alat yang digunakan oleh pelajar untuk membawa perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.1,2 Tas punggung yang penggunaannya tidak tepat ≥10% berat badan akan menyebabkan ketegangan pada otot, ligamen, dan tendon serta menimbulkan tekanan dan nyeri yang hebat.3,4 American Chiropractic Assosiation (ACA) menyatakan bahwa batas berat tas punggung yang wajar tidak melebihi 10-15% dari berat badan.5,6 Penggunaan tas punggung yang benar ialah menggunakan kedua tali tas agar tumpukan dapat terdistribusi dengan baik pada kedua sisi bahu, penggunaan dan pelepasan tas punggung harus dilakukan secara hati-hati agar kestabilan bentuk tubuh dapat terjaga, menghindari gerakan memutar berlebihan, menggunakan tas punggung dengan penyangga tali bahu yang bagus, serta jarak tas punggung tidak boleh lebih dari 4 inci dari garis tengah tubuh pengguna (tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah).7 Sistem muskuloskeletal merupakan sistem yang memampukan seseorang untuk bergerak dengan menggunakan sistem rangka dan otot.8 Gangguan muskuloskeletal adalah keluhan yang dirasakan oleh seseorang pada bagian otot dan tulang, mulai dari keluhan yang tidak terlalu nyeri hingga serius.9-11 Panggabean dan Pujiastuti12 melakukan penelitian terhadap penggunaan tas ransel dan tas sandang terkait kejadian nyeri leher pada 170 mahasiswa (46 laki-laki dan 124 perempuan). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara berat beban tas dengan kejadian nyeri leher (p=1,000); antara jenis kelamin dengan keluhan nyeri leher (p=0,345); serta antara durasi membawa tas dengan kejadian nyeri leher (p=0,763). Berdasarkan uraian pada latar belakang, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan tas punggung dengan kejadian nyeri muskuloskeletal pada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini ialah analitik-observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini telah lulus kelaikan kaji etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan nomor: 366/KEPK/FK UNTAR/I/2024. Penelitian dilakukan di SMA Regina Pacis Jakarta pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ialah pelajar SMA Regina Pacis Jakarta kelas X-XI berjumlah 94 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode concecutive non random sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu masih berstatus pelajar SMA Regina Pacis Jakarta kelas X-XI dan rutin menggunakan tas punggung, berkomitmen dan bersedia mengisi serta melakukan evaluasi tanpa paksaan, yang ditunjukkan dengan kesediaan untuk mengisi informed consent. Kriteria eksklusi ialah pernah mengalami gangguan muskuloskeletal akibat kecelakaan, trauma, jatuh, bawaan dari lahir, atau sudah didiagnosis adanya gangguan muskuloskeletal oleh ahli, melakukan aktifitas fisik ekstrim, misalkan angkat beban atau panjat tebing, dan minum obat anti analgetik atau antiinflamasi, terutama yang mengandung steroid dan diminum lebih dari satu bulan secara terus menerus. Instrumen penelitian ini ialah kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk menunjukkan lokasi atau titik pada bagian tubuh (leher atas, bahu, lengan atas, punggung, dan pinggang) yang menagalami nyeri. Lokasi tersebut dib (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/download/58292/49115
Article home page: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/view/58292/49115

Solo Godilia, Wahyuni Octavia D.. Hubungan Penggunaan Tas Punggung dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal pada Pelajar SMA, e-CliniC, 2025, pp. 241-247,